<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168</id><updated>2012-02-16T20:27:29.861-08:00</updated><title type='text'>Petualangan Irham Edisi 1</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-1160135295099693007</id><published>2010-06-17T07:08:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T09:54:42.190-07:00</updated><title type='text'>40. A Man Who Knows The Truth</title><content type='html'>Malam yang dingin itu seorang laki-laki yang menggunakan mantel hangat berjalan sendirian di Bandara Soekarno Hatta. Ia adalah ayah Irham yang baru mendarat jam 09.30 malam dari Bali. Ayah Irham terlihat terburu-buru sambil menarik kopernya. Ia mendapatkan kabar dari Irham bahwa ibunya telah diculik seseorang dan ia akan segera menyusul Kapten Aryo dan Irham yang menunggunya di Polres Jakarta Pusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Irham terlihat mencari taxi di depan bandara, ia melihat mobil-mobil yang ada di sekitarnya dan berharap ada taxi yang masih kosong. Akhirnya ada satu taxi yang menghampirinya, lalu tanpa ragu ia pun masuk ke dalam taxi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pak ke Polres Jakarta Pusat, cepat ya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supir itu hanya terdiam dan langsung mengunci semua pintu mobil. Ia melihat ke belakang dengan senyuman kecil lalu ia membunuh ayah Irham dengan pistol kedap suaranya di malam yang dingin itu. Laki-laki pembunuh itu tersenyum dengan puas dan langsung menjalankan mobil taxinya dengan cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 11 malam di Polres Jakarta Pusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham yang sedang menunggu ayahnya sangat cemas malam itu. Ia berjalan mondar-mandir dan tidak bisa tenang di kantor polisi. Ia terus melihat jam dan mengeluh sendirian karena ayahnya tak kunjung datang. Kapten Aryo pun hanya bisa terdiam sambil berbicara seadanya kepada rekan-rekan polisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa sampai jam segini belum datang?" ucap Irham&lt;br /&gt;"apa mungkin macet?" ucap salah satu polisi&lt;br /&gt;"masa sih udah malam gini?" ucap polisi lain&lt;br /&gt;"iya itu tidak mungkin, jalanan pasti lancar tapi kenapa belum juga datang? apa mungkin taxinya mogok atau bannya pecah?" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya rasa nggak kapten.....karena ponsel ayah pun tidak dijawab kalau saya telepon dan itu tidak mungkin terjadi karena ayah bilang ia akan selalu menunggu telepon dari saya, saya jadi berperasaan tidak enak" ucap Irham&lt;br /&gt;"sekarang sudah jam 11 dan 1 jam lagi kita harus segera ke museum itu kan," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponsel Irham pun berbunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo! pah dimana?!!"&lt;br /&gt;"halo,"&lt;br /&gt;"ya halo!! pah?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayahmu sudah mati ,"&lt;br /&gt;"apa? siapa ini?!"&lt;br /&gt;"keluarlah dari polres dan berjalan ke jalan di sebelah kanan polres menuju ujung jalan yang gelap, anda akan menemukan mayat ayah anda di dalam taxi yang parkir di pinggir jalan&lt;br /&gt;"apa?! siapa ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon itu pun terputus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang Irham pun langsung berlari keluar dari polres. Kapten Aryo dan rekan-rekannya pun kaget ketika Irham bereaksi seperti itu. Di luar polres, Irham melihat mobil taxi yang parkir di bawah pohon rindang di ujung jalan yang gelap. Ia berlari cepat ke taxi itu dan membuka pintu mobil taxi itu dan menemukan mayat ayahnya yang terbujur kaku di jok bagian belakang. Irham berteriak kencang memanggil ayahnya tetapi semua itu percuma karena ayahnya telah meninggal dunia. Irham pun menangis dan melihat tulisan di kaca mobil taxi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semua keluargamu akan mati. Berikutnya adalah ibumu tepat di jam 12.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham langsung melihat jamnya dan ternyata sudah pukul 11.30 malam. Ia pun berlari untuk segera memberitahukan bahwa Kapten Aryo dan timnya harus segera pergi ke Museum Fatahillah. Kapten Aryo pun telah mendengar penjelasan Irham mengenai ayahnya yang telah meninggal dan ia menyatakan turut prihatin dengan keadaan itu. Ia melihat Irham hanya terdiam dan seperti kehilangan gairah. Tidak ada lagi air mata yang turun dari matanya karena Irham sudah muak dengan tangisan dan yang ada di pikirannya adalah bagaimana menyelamatkan ibu dan kakaknya Joy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo pun memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa mobil taxi itu dan membawa mayat ayah Irham untuk di otopsi. Beberapa polisi pun terlihat membawa peralatan mereka dan memeriksa taxi itu. Kapten Aryo pun terlihat mengajak Irham untuk masuk ke dalam kantor untuk menenangkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi itu memeriksa mayat ayah Irham dan mencoba untuk memindahkannya dari taxi itu tapi ternyata mayat itu terikat dengan kawat pemicu bom yang ada di mobil itu dan bom itu pun meledak dan menghancurkan dua orang polisi itu bersama dengan mobil taxi. Ledakkan kuat jelas terdengar di malam itu. Semua polisi itu pun keluar dari Polres dan Irham hanya terdiam dan sangat takut malam itu. Ia benar-benar takut dan putus asa. Ia seperti sudah kehilangan keberaniannya malam itu karena pelaku pembunuhan ini benar-benar kejam. Irham dan semua polisi itu mematung malam itu dan mereka semua baru saja menjadi saksi dari kekejaman seorang pembunuh berdarah dingin bernama Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hahahha......haaahahahahha!!!" gw puas!!! gw puas!!! mampus!! mampus lo ham!!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo yang sudah sampai di tempat persembunyiannya sedang mabuk sambil merayakan keberhasilannya membunuh ayah Irham. Bimo tidak henti-hentinya tertawa dengan puas malam itu sambil meminum minuman keras. Ia menjadi lebih gila akhir-akhir ini karena ia tertekan dengan keadaan adiknya Karin yang sekarat. Semua kekesalannya itu pun dilampiaskannya dengan melakukan tindakan yang kejam ini. Bimo sekarang sedang menunggu keempat polisi suruhannya untuk menangkap Irham dan membunuh Joy serta ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 12 malam, Museum Fatahillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang polisi anggota S.E.F sedang mengendap-endap malam itu. Ia bersembunyi di balik tembok sambil memerintahkan rekan setimnya untuk bergerak perlahan. Kapten Aryo terlihat bergerak perlahan malam itu bersama rekan-rekannya. Ia begitu konsentrasi untuk menyelamatkan ibu Irham yang diculik oleh Bimo. 10 anggota S.E.F itu menjalankan formasi yang sudah mereka rencanakan di kantor polisi. Satu per satu dari mereka terlihat masuk ke pintu depan Museum Fatahillah yang sepi dan gelap itu. Tidak ada seorang pun di dalam museum itu dan para anggota S.E.F mulai menyebar untuk melakukan pencarian. Mereka berkomunikasi dengan menggunakan isyarat tangan dan tanpa membuat suara sedikit pun. Lampu di senjata mereka pun menerangi sudut-sudut museum yang gelap itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo terlihat bergerak dengan 1 orang temannya. Ia begitu waspada dan memegang senjatanya dengan sigap sambil berjalan perlahan. Ia membuka setiap pintu yang ia temui di lorong museum  dan memeriksa ruangan yang ada di dalamnya. Namun tidak ada tanda-tanda dari ibu Irham dan yang ada hanya benda-benda museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah keheningan malam itu, tiba-tiba terdengar teriakan keras dari kejauhan. Kapten Aryo pun kaget dan menyalakan radionya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada apa!! apa yang terjadi! tim 2 masuk! apa yang terjadi!" ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo terus menanyakan keadaan dari radio itu namun tidak ada jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"disini tim 2! ada apa disana?!" ucap Kapten aryo&lt;br /&gt;"Feri hilang! tadi dia dibelakang saya! tapi sekarang sudah tidak ada!" ucap seorang anggota S.E.F dari radio&lt;br /&gt;"apa? apa maksutmu?! dimana kalian?!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"saya berada....aaaagh!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hei!! ada apa! masuk tim 3!!! apa yang terjadi!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim 3 pun pun hilang dan tidak menjawab lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita kehilangan respon dari mereka, ada yang tidak beres disini! kita harus waspada!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di suatu tempat di museum Fatahillah, seorang laki-laki berjalan dengan pasti tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Terkadang sinar bulan yang datang dari jendela besar membuat dirinya terlihat berjalan di lorong museum. Laki-laki itu mendekati seorang anggota S.E.F dari belakang dan langsung menusukkan pisau tajamnya tepat di belakang punggung anggota S.E.F itu hingga ia langsung tewas. Mayatnya pun langsung disembunyikan di dalam ruangan museum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan anggota S.E.F yang telah tewas itu pun bingung karena temannya menghilang. Ia  berjalan mendekati sebuah pintu dan melihat ada darah yang tercecer di lantai. Ia mengusap darah itu dengan tangannya dan melihatnya. Ia yakin bahwa ini adalah darah temannya. Ia pun berdiri kembali dan langsung dibunuh oleh laki-laki misterius yang telah berada di belakangnya. Laki-laki misterius itu menusukkan pisau tajamnya langsung ke punggung anggota S.E.F yang langsung tewas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang anggota tim 4 baru saja melihat anggota S.E.F yang mati dibunuh oleh laki-laki misterius, lalu ia pun menembak laki-laki itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"diam ditempat! jangan lari!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetan senjata terdengar malam itu, laki-laki misterius yang tidak lain adalah Balin langsung berlari dengan cepat menuju ujung lorong museum. 2 anggota S.E.F pun mengejarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"disini tim 4 masuk! target ditemukan!! kami butuh bantuan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balin bersembunyi di balik tembok dan anggota S.E.F terus mendesaknya dengan tembakan. Anggota S.E.F memerintahkan Balin untuk segera menyerah. Balin membalas tembakan para anggota S.E.F dengan satu tangannya dan tembakan itu mengenai pundak salah satu anggota tim 4 yang langsung terjatuh ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa orang ini! dia sangat tangguh!" ucap anggota S.E.F tim 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balin keluar dari persembunyiannya dan menembak anggota lain dari tim 4. Ia menembak kedua kakinya hingga terjatuh.  Tangan mereka pun ditembak hingga tidak bisa menembak lagi. Balin telah berhasil melumpuhkan tim 4 S.E.F dan ia pun berjalan mendekati kedua polisi yang telah terbaring di lantai itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa? siapa anda?" ucap anggota tim 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Balin muncul dari balik bayangan yang gelap. Wajah dingin yang begitu terkenal di kepolisian terutama anggota S.E.F yang tangguh itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anda.....anda Balin kan? polisi terbaik yang telah berhasil menjalankan berbagai misi sebagai anggota S.E.F dan menjadi salah satu pemimpin selain Kapten Aryo,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tepat sekali, gw adalah atasan lo," ucap Balin dingin&lt;br /&gt;"kenapa anda mengkhianati kepolisian? apa yang anda pikirkan!!"&lt;br /&gt;"gw muak dengan kepolisian, gw butuh uang lebih," ucap Balin&lt;br /&gt;"tapi anda adalah polisi terbaik kami!! kami mohon sadarlah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw lebih suka jadi penjahat, gw udah bosan jadi polisi karena peraturan mereka yang membatasi bakat gw ini,"&lt;br /&gt;"jangan bunuh kami, kami mohon, keluarga kami menunggu kami di rumah,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sori.....gw selalu menyelesaikan apa yang udah gw kerjain"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balin pun menembak kedua polisi itu hingga tewas dan langsung meninggalkan tempat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan tim 5 S.E.F pun tiba dan mereka melihat kedua mayat rekannya yang telah dibunuh Balin. Mereka terlambat beberapa detik saja dan mereka terlihat menyesal. Kapten Aryo memeriksa mayat anggota S.E.F itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa yang melakukan ini, saya yakin ia bukan orang sembarangan, ia terlalu tangguh sampai bisa membunuh 6 anggota S.E.F seorang diri. " ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"ya saya setuju, dia pasti sangat terlatih," ucap anggota S.E.F lain&lt;br /&gt;"ayo kita lanjutkan misi! kita harus cepat!"&lt;br /&gt;"baiklah!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat polisi yang tersisa itu pun bergerak di bawah bayangan gelap Museum Fatahillah di malam hari. Ia tidak tahu siapa yang telah membunuh rekan-rekan mereka sampai membuat diri mereka sendiri pun takut. Mereka tidak tahu bahwa rekan mereka sendirilah yang membunuh anggota-anggota S.E.F itu. Balin adalah anggota S.E.F terbaik yang sangat berbakat di kepolisian. Walaupun masih muda, ia telah dipercaya untuk memimpin salah satu squad S.E.F yang berjumlah 30 orang. Balin juga adalah polisi yang telah mendapatkan banyak penghargaan kepolisian karena berhasil menjalankan misi dengan sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo berjalan menuju bagian belakang museum yang terdapat meriam berwarna hitam yang terkenal itu. Ia melihat-lihat keadaan di sekitar bersama rekan-rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lihat disana!" ucap salah satu anggota S.E.F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anggota S.E.F melihat rekannya sedang terbaring tak berdaya di ujung taman. Ia bergerak cepat mendekat karena melihatnya masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anda tidak apa-apa?" ucap anggota S.E.F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekannya telah terbaring ditanah dengan mulut ditutup lakban dan tangan terikat tali. Anggota S.E.F itu ingin mengatakan sesuatu tapi perkataannya menjadi tidak jelas karena mulutnya ditutup lakban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anda bicara apa? biar saya buka lakbannya!" ucap anggota S.E.F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lakban itu dibuka, perkataan anggota S.E.F itu pun menjadi jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan mendekat!! saya telah terpasang bom aktif!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakkan cukup kuat terjadi di malam itu, 3 anggota S.E.F tewas terkena ledakkan yang dibuat oleh Aruna. Para anggota S.E.F itu telah termakan umpan yang dipasang oleh Aruna dan anggota S.E.F pun sekarang tinggal 3 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan rekannya yang tidak terlalu jauh dari ledakkan terpental cukup jauh hingga terjatuh ke tanah. Mereka sadar bahwa 3 rekan mereka telah tewas malam itu. Mereka pun tidak bisa apa-apa ketika tahu bahwa Balin dan teman-temannya telah menodong mereka dengan pistol. Mereka pun dibawa ke sebuah ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan rekan-rekannya diikatkan di sebuah kursi dan disiksa oleh Balin, Aruna dan Edo yang memakai topeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa kalian sebenarnya?" ucap Kapten Aryo yang terluka parah&lt;br /&gt;"apakah anda benar-benar ingin tahu?"&lt;br /&gt;"ya, buka topeng hitam itu,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aruna, Balin dan Edo membuka topeng mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalian? Aruna, Balin, Edo? apa maksutnya ini?" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"maafkan kami senior," ucap Aruna&lt;br /&gt;"Edo? kenapa anda mengkhianati saya?" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"maafkan saya kapten, tapi saya perlu uang itu untuk berobat anak saya,"&lt;br /&gt;"bagaimana denganmu Balin? apa motivasimu mengkhianati kami?"&lt;br /&gt;"ya saya juga perlu uang itu untuk biaya rumah sakit ayah saya yang kritis karena penyakit stroke" ucap Balin&lt;br /&gt;"lalu bagaimana denganmu Aruna?"&lt;br /&gt;"hutang......hutang saya terlalu banyak terhadap pihak bank dan saya harus segera membayarnya, saya tidak mau dipenjara, maafkan saya," ucap Aruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa kalian memilih jalan ini? mengkhianati kepolisian!! dan menjadi budak Bimo!!" ucap Kapten Aryo keras&lt;br /&gt;"tidak ada pilihan lain, karena tidak ada yang bisa membantu kami, hanya Bimo yang bisa memberikan kami harapan," ucap Aruna&lt;br /&gt;"tapi bagaimana kalau dia menipu anda semua?"&lt;br /&gt;"dia tidak akan seperti itu karena uang awal telah ia bayar, lagipula dia akan membayar berapapun bagi orang yang bisa membantunya membunuh keluarga Irham," ucap Aruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dimana ibu Irham kalian sembunyikan?"&lt;br /&gt;"kami tidak akan memberi tahu anda, tapi yang jelas ia belum mati,"&lt;br /&gt;"baiklah, lalu apa yang anda ingin lakukan?"&lt;br /&gt;"membunuh anda," ucap Aruna&lt;br /&gt;"silahkan bunuh saja saya agar misi kalian berhasil dan bisa mendapatkan uang itu,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balin bersiap menembak Kapten Aryo, pistolnya sudah mengarah ke kepalanya dan satu peluru akan bisa membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sebelum anda mati saya ingin memberikan penghormatan terakhir kepada anda kapten....kalau bukan demi uang itu saya tidak akan membunuh anda karena andalah polisi terbaik yang dimiliki kepolisian yang begitu setia dan menjalankan misi dengan sepenuh hati, ayah anda Kapten Rendra pun adalah polisi yang terhormat dan menjadi panutan bagi kami semua," ucap Balin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo hanya tersenyum kecil dengan luka-luka di wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bentar lin!! jangan tembak!" ucap Edo sambil mengintip dari balik jendela&lt;br /&gt;"apa maksut lo?" ucap Balin&lt;br /&gt;"lihat di luar, polisi lain sudah datang, mereka menuju kesini! cepat kita harus pergi!"&lt;br /&gt;"brengsek!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aruna, Balin dan Edo langsung berlari cepat keluar dari jendela samping dan para polisi itu menembak mereka yang terlihat hendak kabur melalui jendela. Aruna, Balin dan Edo pun berlari dengan cepat untuk keluar dari museum itu melalui pintu belakang. Mereka bertiga pun berhasil kabur dan hilang begitu saja. Para polisi itu langsung membuka ikatan Kapten Aryo dan kedua anggota S.E.F lainnya yang masih hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa yang terjadi?!" ucap seorang anggota polisi&lt;br /&gt;"mereka......mereka adalah polisi yang berkhianat," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"apa maksut anda?"&lt;br /&gt;"ya ketiga orang itu adalah Aruna, Balin dan Edo polisi terbaik kita,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 01.30 pagi di sebuah atap gedung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo sedang mengawasi sebuah kamar hotel yang berada di pusat Kota Jakarta. Sekarang ia berada di atap gedung berlantai 9 untuk membunuh seorang perempuan muda yang cantik. Seperti biasa, ia selalu memakan coklat sambil melakukan tugasnya. Sudah lama Leo menyukai coklat batangan dan menjadi teman setia untuk menemaninya disaat bertugas. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Leo melihat perempuan itu menggunakan baju tidurnya dan sedang menggunakan obat wajahnya sebelum tidur. Sepertinya perempuan itu baru saja selesai mandi setelah pulang beraktifitas dan akan beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo memakan coklatnya dan membidik targetnya tepat di kepala. Ia telah mendapatkan tembakan yang sempurna dan akan menembak. Namun, perempuan itu langsung berdiri dan berjalan menuju pintu hotelnya. Seorang laki-laki tinggi besar langsung memaksa masuk dan berjalan menuju jendela hotel. Ia menutup tirai di jendela itu dan memperingatkan perempuan itu adalah sasaran pembunuhan. Leo melihat jendela kamar yang telah tertutup tirai itu dan ia memakan coklatnya kembali. Ia terlihat santai dan pergi meninggalkan tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anda bernama Joy? kakak tiri dari Irham bukan?" ucap laki-laki misterius itu&lt;br /&gt;"bagaimana anda tahu? lalu apa yang anda lakukan disini?" ucap Joy&lt;br /&gt;"anda adalah sasaran pembunuhan Bimo, lalu ibu dan adik anda pun demikian,"&lt;br /&gt;"apa? apa yang terjadi dengan mereka?"&lt;br /&gt;"saya tidak tahu, tapi yang jelas Bimo mengincar kalian semua karena dendam masa lalunya yang sebenarnya adalah kesalahpahaman,"&lt;br /&gt;"salah paham? bagaimana anda bisa tahu semua ini?"&lt;br /&gt;"karena saya sebenarnya adalah pembunuh ayah Bimo dan satu-satunya saksi hidup kejadian pembunuhan 1 tahun lalu itu,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu laki-laki misterius datang menyelamatkan Joy dari pembunuhan. Laki-laki itu adalah saksi kunci yang telah lama hilang dan datang kembali untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Suatu misteri yang belum pernah diketahui oleh siapapun akan terkuak malam ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-1160135295099693007?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/1160135295099693007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2010/06/40-man-who-knows-truth.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/1160135295099693007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/1160135295099693007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2010/06/40-man-who-knows-truth.html' title='40. A Man Who Knows The Truth'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-6390596914540029897</id><published>2010-06-09T05:22:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T03:59:04.610-07:00</updated><title type='text'>39. Fake Angels</title><content type='html'>Di siang itu langit berwarna kelabu dan matahari tidak terlihat bersinar terang seperti biasanya. Terkadang terdengar sang kilat yang bergemuruh kecil sambil memperlihatkan sinarnya. Hujan rintik-rintik pun turun perlahan membasahi lapangan dan taman di Sekolah Cemara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham menatap ke arah jendela kelasnya yang penuh dengan air hujan dan ia terdiam. Di dalam hatinya ia berbicara sendiri mengapa hujan selalu datang akhir-akhir ini. Irham menatap terus ke arah kaca itu dan entah kenapa di jendela itu terdapat wajah Karin yang tidak pernah bisa dilupakannya. Irham pun membuang pandangannya dan melihat ke arah buku tulis di atas mejanya. Sebetulnya Irham masih menyayangi Karin tetapi kebencian yang dimilikinya terhadap Karin lebih besar karena Karin telah menipunya dan mencoba membunuh dirinya dan keluarganya. Apapun yang terjadi Irham akan selalu melindungi keluarganya walaupun itu dibayar dengan nyawanya karena Irham sangat mencintai keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di suatu tempat, Bimo terlihat menangis siang itu, langit berwarna kelabu gelap di siang itu seperti mencerminkan suasana hatinya yang galau. Ia menangis tersedu sendirian di ruang tunggu rumah sakit tempat Karin dirawat. Ia baru saja mendengar pernyataan seorang dokter tentang keadaan Karin yang kritis. Dokter itu baru saja memberitahukan Bimo bahwa umur Karin tidak akan lama dan kurang dari 2 minggu lagi karena penyakit kronis yang dideritanya. Sambil menangis, Bimo berbisik sendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa rin....kenapa kamu gak bilang dari dulu kalau kamu kanker....kenapa? sekarang semua sudah terlambat...." ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo berdiri dari duduknya, sambil menguatkan hatinya ia berjalan pelan ke depan pintu ruangan tempat Karin dirawat. Dari kaca di pintu itu, Bimo melihat Karin yang berbalut infus di tangan dan hidungnya. Wajah Karin begitu pucat dan matanya menutup rapat seolah ia tidak akan pernah terbangun lagi. Setelah sejenak melihat Karin, Bimo memalingkan mukanya dan berjalan dengan pasti meninggalkan Karin dan pergi entah kemana. Bimo tidak punya waktu banyak, ia harus segera menjalankan rencana untuk menghabisi Irham dan keluarganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang berganti sore dan bel di sekolah Irham pun berbunyi tanda sekolah telah usai. Para murid-murid SMA Cemara terlihat mulai keluar dari kelasnya masing-masing setelah belajar seharian penuh. Irham, Jun dan Kyna terlihat berjalan bersama di samping taman sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"akhir-akhir ini hujan terus ya...bener ga menurut lo?" ucap Kyna&lt;br /&gt;"iya, ujan terus...mendung terus...bisa banjir lama-lama," ucap Jun&lt;br /&gt;"iya, dari tadi pagi mendung terus ya," ucap Irham&lt;br /&gt;"tapi walaupun hujan, kita jadi belajar bareng kan?" ucap Kyna&lt;br /&gt;"iyalah, harus itu, 1 bulan lagi ujian akhir... gw perlu banget nih belajar sama lo Kyn, lo kan pinter banget," ucap Irham&lt;br /&gt;"bener lo ham!! bener banget!! Kyna tuh cewe terpinter di SMA Cemara!! cantik juga lagi," ucap Jun agak merayu berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"masa sih? masih banyak yang lebih pinter dari gw di sekolah ini," ucap Kyna&lt;br /&gt;"tapi mereka gak ramah kaya lo Kyn," ucap Jun&lt;br /&gt;"hmm...gitu ya?" ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham menabrakkan tubuhnya ke Jun dengan pelan sambil mengisyaratkan sesuatu&lt;br /&gt;"bisa aja lo Jun," ucap Irham cengengesan&lt;br /&gt;"namanya juga usaha," ucap Jun pelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar, Jun menginjak genangan air yang berada di pinggir jalan. Ia kaget dan melihat sepatunya yang kotor terkena air itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yaaaah.....siaaal......gw gak ngeliat lagi, elo sih ham dorong-dorong gw," ucap Jun&lt;br /&gt;"yah elo, mana gw tau ada becek kaya gitu, udah tenang aja ntar dibersihin di rumah gw,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa lo Jun?" ucap Kyna mendekati Jun&lt;br /&gt;"ini celana sama sepatu gw kotor," ucap Jun&lt;br /&gt;"ooh gitu aja, nih pake kain lap gw aja," ucap Kyna&lt;br /&gt;"wah thank you ya, bener kan kata gw, Kyna tuh baik banget, makasih ya Kyna," ucap Jun senang&lt;br /&gt;"udah deh, jangan geer gitu, kita kan temen,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham tertawa menyindir Jun dan melihat wajah Jun yang berubah drastis menjadi ekspresi yang aneh. Kyna dan Irham pun tertawa melihat Jun yang berekspresi aneh itu dan mereka larut dalam candaan sambil memperlihatkan eratnya persahabatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore yang mendung itu seorang laki-laki misterius berdiri tegak di depan rumah seseorang. Ia terlihat begitu mencurigakan dengan gerak-geriknya, lalu ia mengintip sebuah rumah dari luar dan masuk ke dalam rumah itu tanpa ragu. Ia mengintip dari balik jendela rumah dan berjalan ke pintu rumah itu. Ia membuka pintu rumah itu perlahan yang ternyata tidak terkunci. Ia masuk ke dalam rumah itu dan mendengar suara perempuan yang bersuara memanggil seseorang. Laki-laki misterius itu menghiraukan suara perempuan itu dan terus berjalan menuju arah suara itu berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu melihat seorang perempuan yang berdiri di dapur dan sedang menyiapkan bumbu untuk memasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ham kamu sudah pulang? bagaimana sekolah kamu? dari tadi mamah panggil kamu diam saja, kamu sakit?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu berjalan mendekat dan langsung menculik ibu Irham yang langsung pingsan karena diberikan obat bius. Laki-laki itu membawa ibu Irham pergi entah kemana tetapi yang jelas laki-laki ini memiliki niat yang sangat buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah kejadian penculikan itu, Irham yang baru sampai rumahnya dengan Jun dan Kyna terlihat sedikit curiga karena pintu rumah yang terbuka. Ia bergegas masuk ke dalam rumah untuk melihat keadaan di dalam. Jun dan Kyna pun mengikuti Irham yang pergi begitu saja meninggalkan mereka. Di dalam rumah, Irham menemukan kejanggalan karena ia tidak bisa menemukan ibunya di setiap ruangan di rumahnya. Irham pun panik dan perasaan takut mulai muncul yang disertai dengan prasangka-prasangka buruk mengenai keadaan ibunya. Kyna yang berjalan di dapur menemukan foto aneh tergeletak di atas meja. Kyna mengambil foto itu dan melihat baik-baik foto itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ham!! lihat ini!" ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham langsung menghampiri Kyna dan melihat foto yang dipegang Kyna. Ia mengambil foto itu dari tangan Kyna dan melihat baik-baik foto itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini....ini kan gambar depan museum Fatahillah, liat deh....bener kan?" ucap Irham&lt;br /&gt;"iya gak salah lagi! ini emang museum Fatahillah!" ucap Kyna yakin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham membalik foto itu dan dibelakangnya terdapat tulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jam 12 malam, ruang penjara bawah tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Animus bertopeng putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham sangat kesal ketika melihat kata-kata animus di balik foto itu dan ia tahu Bimo adalah orang dibalik penculikan ini. Irham kali ini tidak akan mudah percaya dengan pesan yang dikirim Bimo tetapi ia akan tetap pergi ke Museum Fatahillah besok malam untuk mengikuti permainan Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya jam 9 malam, tempat persembunyian Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo terlihat duduk santai sambil meminum secangkir gelas anggur. Tidak jauh darinya terlihat ibu Irham yang diikat ditempat duduk dengan mulut dan matanya yang diikatkan kain hitam. Ibu Irham tidak bergeming dan ia masih pingsan dan terlihat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki dengan paras tidak terlalu tinggi dan dengan badan yang tegap menghampiri Bimo. Laki-laki ini menggunakan Jaket kulit hitam, kaos putih dan celana jeans hitam. Laki-laki ini adalah pembunuh bayaran yang sangat mahir menggunakan senjata. Ia sebenarnya adalah anggota kepolisian sama seperti Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa kabar Ed?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"jadi bagaimana? malam ini jam 12 kan," ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"ya seperti yang udah gw bilang, lo udah siapin berapa orang?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"saya sudah membawa 3 rekan terbaik saya, mereka adalah yang paling hebat dengan keahlian masing-masing,"&lt;br /&gt;"mana gw pengen liat orang-orangnya," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang itu pun muncul dan memperkenalkan diri mereka. Satu diantara mereka bernama Leo yang ahli sebagai penembak jitu, lalu ada juga Balin yang sangat mahir dengan segala jenis tembakan, sangat menguasai ilmu bela diri. Yang terakhir adalah Aruna, ia juga hebat dalam menembak dan ahli menyamar. Aruna hebat dalam taktik dan strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo adalah orang yang sangat pendiam dan ia masih cukup muda dengan badan yang berbentuk dan berjambang tebal dengan rambut pendek yang berwarna hitam pekat. Balin adalah orang yang sangat agresif dan tempramental. Ia selalu marah dan tidak pernah tenang sedangkan Aruna adalah orang yang sangat cerdas. Ia orang yang memiliki tingkat intelejensi tinggi dan pintar melakukan tipu daya serta manipulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana dengan uang yang anda janjikan? setelah saya berhasil membunuh Kapten Aryo dan menculik Bimo dan kakaknya, saya akan mendapatkannya kan?" ucap Edo&lt;br /&gt;"tentu saja, uang 100 juta bukan masalah bagi gw dan semua itu akan gw kasih ke lo berempat kalau lo berhasil menjalankan tugas lo, tuh ambil di koper gw ada 12 juta buat uang muka, lo tinggal bagi-bagi aja,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gaya lo belagu banget, lo tuh baru anak SMA, jangan sok kaya deh lo, gw abisin baru tau lo," ucap Balin&lt;br /&gt;"gw gak takut sama lo, gw gak takut sama siapa pun," ucap Bimo sambil mengisi pistolnya dengan peluru&lt;br /&gt;"anjrit gaya abis nih anak, gw abisin aja apa?" ucap Balin sambil melihat ke arah Aruna&lt;br /&gt;"tenang lin, lo harus perhitungkan konsekuensinya kalo lo bunuh dia," ucap Aruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"konsekuensi? tai!!" ucap Balin&lt;br /&gt;Dengan sekejap Balin mengayunkan pukulannya kepada Bimo lalu suara tembakan keras terdengar berdesing di ruangan itu. Bimo menembakkan pistolnya tepat di sebelah wajah Balin yang terlihat kaget bukan main. Keringat turun dari dahinya dan ia terdiam. Aruna hanya tersenyum kecil seperti menganggap lucu kejadian itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mampus lo lin, apa gue bilang," ucap Aruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balin tersenyum dengan wajah yang terlihat puas dan ia pun tertawa mengikuti Aruna. Bimo hanya melihat Balin dan Aruna tertawa sambil melihat pistolnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok...sekarang gw akuin lo emang tangguh, gw seneng bisa kerja untuk orang kaya lo, tapi gw harap lo jangan terlalu banyak gaya, kalo bukan karena duit itu udah gw abisin lo mo!" ucap Balin&lt;br /&gt;"abisin? sebelum lo abisin gw, orang-orang gw yang bakal abisin lo," ucap Bimo&lt;br /&gt;"orang-orang? apa maksut lo? Ace itu udah abis! semua orang Ace udah mati dan masuk penjara!" ucap Balin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ace......," ucap Bimo sambil tertawa kecil, "Ace itu Arthur dan bukan gw, jadi kalo Ace mati gw gak mati," ucap Bimo melanjutkan pembicaraannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok, sekarang ayo kita berangkat, sebentar lagi udah jam 12 malam dan kita harus mengatur strategi di sana," ucap Edo&lt;br /&gt;"itu urusan gw," ucap Aruna&lt;br /&gt;"ayo cabut!" ucap Balin&lt;br /&gt;"target gw 10 kepala malam ini," ucap Leo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo tersenyum licik sambil melihat orang suruhannya pergi untuk menjalankan tugasnya masing-masing. Kekuatan Bimo begitu besar sampai membuat keempat pengkhianat kepolisian itu tunduk padanya. Uang dan jaringanlah yang membuat Bimo begitu disegani dan ia sekarang adalah buronan besar kepolisian dengan nama target Animus bertopeng putih. Nasib Irham dan Kapten Aryo pun semakin buruk ditambah dengan pengkhianatan Edo yang lebih mementingkan uang daripada integritas. Edo dan kawan-kawannya tercermin sebagai malaikat palsu yang berpura-pura baik di depan publik sebagai polisi teladan namun sebenarnya mereka tidak lebih dari seorang penjahat dan Bimo tercermin sebagai penguasa yang disegani oleh para malaikat palsu tersebut dan menyebut dirinya tuan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-6390596914540029897?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/6390596914540029897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2010/06/39-god-and-his-4-fake-angels.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/6390596914540029897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/6390596914540029897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2010/06/39-god-and-his-4-fake-angels.html' title='39. Fake Angels'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-3861594967570816454</id><published>2010-06-07T22:24:00.000-07:00</published><updated>2010-06-07T22:25:29.355-07:00</updated><title type='text'>YES KELUAR!!</title><content type='html'>udah keluar lanjutan ceritanya setelah berabad-abad ga keluar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-3861594967570816454?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/3861594967570816454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2010/06/yes-keluar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/3861594967570816454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/3861594967570816454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2010/06/yes-keluar.html' title='YES KELUAR!!'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-854629902441066480</id><published>2010-03-19T01:04:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T01:06:00.110-07:00</updated><title type='text'>The Author Is Dead</title><content type='html'>Yes, he is dead by his activities currently, maybe he will be back, don't know when, just pry for him....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Actually, he already make the next chapter but it still on progress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-GBU-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-854629902441066480?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/854629902441066480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2010/03/author-is-dead.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/854629902441066480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/854629902441066480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2010/03/author-is-dead.html' title='The Author Is Dead'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-302250122246698905</id><published>2010-01-05T01:27:00.000-08:00</published><updated>2010-06-07T22:50:02.351-07:00</updated><title type='text'>38. The Repentant Fugitive</title><content type='html'>&lt;div&gt;Pagi itu Alvo terlihat turun dari angkutan umum yang mengangkutnya sampai ke sebuah pedesaan sepi di pinggiran kota. Pohon-pohon jati menjulang tinggi banyak terdapat disekitarnya. Ia berjalan pelan menyusuri jalan setapak sambil menggendong ransel kecilnya. Sesekali Alvo memandang ke atas sambil melihat pohon-pohon jati yang menjulang tinggi. Langkah Alvo terlihat pasti untuk membawanya ke tempat tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh di depan, Alvo melihat sebuah warung kecil yang terdapat beberapa orang disana. Di warung itu terlihat 4 orang petani yang sudah cukup berumur sedang santai sambil minum kopi sebelum berangkat ke ladangnya untuk bekerja. Alvo berjalan mendekati warung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"permisi, saya mau tanya pak," ucap Alvo pelan&lt;br /&gt;"ada apa dek?" ucap seorang kakek&lt;br /&gt;"apa bapak tau tempat ini?" ucap Alvo sambil menunjukkan tulisan di sebuah kertas&lt;br /&gt;"oooh....tidak jauh dari sini dek, itu di depan sudah kelihatan bangunannya, adek silahkan jalan mengikuti jalan setapak ini, nanti pasti adek sampai,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh bangunan itu ya, ternyata sudah dekat ya, terima kasih pak," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petani itu pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada Alvo. Alvo berjalan pergi meninggalkan warung itu untuk menuju tempat tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo terus berjalan menyusuri jalan setapak itu, terkadang ia melihat warga desa dan petani berjalan melawatinya sambil tersenyum ramah. Tidak lama Alvo pun sampai di tempat tujuannya. Ia melihat gerbang yang cukup besar ada di hadapannya. Ia melihat beberapa anak kecil berlarian dan menuju kearahnya. Alvo melihat kedua anak kecil itu. Ia hanya terdiam melihat kedua anak kecil yang memakai baju muslim dan peci berwarna putih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki terlihat menghampiri Alvo yang tampak kebingungan berdiri sendirian di depan gerbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalammuallaikum," ucap laki-laki itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo hanya terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalau ada orang yang mengucapkan salam, sebaiknya kita membalasnya, ucapkan waallaikummussalam, itu lebih baik," ucap laki-laki muda itu sambil tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sori gw gak tahu cara jawabnya," ucap Alvo bingung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki muda itu hanya tersenyum kepada Alvo, lalu ia melihat Alvo dari ujung kaki sampai ujung rambut. Ia menggelengkan kepalanya karena melihat Alvo yang seperti anak brandalan dengan baju kaosnya yang kumel dan jeans biru belelnya yang robek-robek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa yang membawamu kemari anak muda?"&lt;br /&gt;"gw ingin ketemu dengan Bapak Ahmad,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki muda itu tersenyum dan mengajak Alvo masuk ke dalam pesantren islam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mari ikut saya," ucap laki-laki itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengikuti laki-laki yang belum ia kenal namanya, Alvo melihat-lihat sekeliling pesantren milik Bapak Ahmad itu. Ia melihat beberapa anak kecil berpakaian muslim yang sedang duduk di taman sambil mendapatkan pengajaran dari gurunya, ada juga beberapa santri remaja yang sedang berjalan sambil membawa kitab Al Quran di tangannya. Semua orang disitu memakai baju muslim dan sangat sopan dan membuat Alvo malu karena memakai baju yang serba asal-asalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo pun masuk ke mushola dan melihat seorang laki-laki sedang duduk sendirian sambil membaca kitab. Laki-laki itu terlihat sangat khusyuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itu adalah Bapak Ahmad, kepala Pesantren Al-Amin ini, kalau nama saya Hasan, saya adalah santri disini," ucap Hasan&lt;br /&gt;"oh, nama gw Alvo,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan lalu mendekati Bapak Ahmad yang sedang duduk sendirian itu, Bapak Ahmad terlihat mengangguk dan menengok ke belakang. Bapak Ahmad adalah seorang yang sangat berwibawa. Para wajahnya sangat kharismatik dan bijaksana, ia juga memiliki janggut yang agak keputihan di dagunya. Sisi-sisi rambutnya yang tidak tertutup sorban berwarna agak putih karena beruban. Bapak Ahmad adalah muslim yang sangat beriman dan merupakan panutan di pesantren itu dan masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ternyata kamu datang juga nak Alvo," ucap Bapak Ahmad&lt;br /&gt;"iya pak, setelah lama berpikir seharian, hati saya berkata saya harus datang ke tempat ini, entah kenapa saya melakukan ini,"&lt;br /&gt;"coretan-coretan di wajahmu sudah hilang dan tindikan-tindikannya juga sudah kamu copot, itu tindakan yang baik nak Alvo, saya bangga kamu mau bertobat," ucap Bapak Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya ingin bertobat pak, sudah lama saya menganut ilmu hitam dan menyembah setan, saya ingin menjadi seorang muslim, saya ingin melakukan shalat dan saya ingin menjadi orang yang baik,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Ahmad tersenyum begitu bahagia melihat orang seperti Alvo. Ia memegang pundak Alvo dan berbicara pelan kepadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu sudah ada di jalan yang benar nak, semoga niatmu ini tulus dan kamu bisa bertobat menuju jalan yang benar,"&lt;br /&gt;"apakah seseorang seperti saya ini bisa masuk islam dan menjadi seorang muslim pak?"&lt;br /&gt;"tentu saja nak Alvo," ucap Pak Ahmad sambil tersenyum&lt;br /&gt;"lalu apa yang harus saya lakukan?"&lt;br /&gt;"mari kita belajar agama, kamu akan menjadi laki-laki yang sholeh sebentar lagi, sekarang mari ikut saya, kita harus mengganti bajumu itu dengan baju muslim dan peci agar lebih sopan,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo pun berjalan keluar dari mushola mengikuti Bapak Ahmad dan Hasan yang berjalan tepat di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat persembunyian Ghost&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat Leonard sedang berjalan menuju kamar Alvo yang berada tidak jauh dari kamarnya. Ia membuka pintu kamar itu perlahan, tapi ternyata kamar itu kosong dan Alvo tidak ada di dalam. Leonard pun berjalan menuju ruang tengah dan menghampiri Zen yang sedang santai bersama anak-anak Ghost yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo liat Alvo gak? kok di kamarnya ga ada?" ucap Leonard&lt;br /&gt;"wah gw mana tau, pagi-pagi gini tumben dia udah ga ada," ucap Zen&lt;br /&gt;"ah apasi yang lo tahu, payah lo ah," ucap Leonard&lt;br /&gt;"yee...belagu lo!" ucap Zen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard terlihat sedikit kesal dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke sofa. Ia mengambil botol anggur dan menuangkannya ke sebuah gelas kaca yang berukuran kecil, Ia langsung meneguk air anggur itu dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh lo liat nih berita!" ucap Red sambil melempar sebuah koran ke meja&lt;br /&gt;"berita apaan si?" ucap Zen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen mengambil koran itu dan membaca sebuah berita yang tertulis di halaman koran. Berita itu membicarakan penangkapan dan pelumpuhan geng Ace dan Dead Hunter yang baru saja terjadi beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila...kita harus ngapain nih?" ucap Zen&lt;br /&gt;"gw mau kabur," ucap Red&lt;br /&gt;"kabur? mau kemana lo?" ucap Zen&lt;br /&gt;"kabur dari sini, gw gak mau ketangkep polisi, si Alvo aja udah kabur, lo gak takut apa!"&lt;br /&gt;"tapi lo mau kemana?"&lt;br /&gt;"kemana aja yang penting jauh dari jangkauan polisi!" dah ah gw cabut! semoga beruntung kawan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red pun pergi begitu saja keluar dari tempat persembunyian Ghost itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi gimana nih? si Red sama Alvo udah kabur! gw juga mau ikut kabur kalo gini!" ucap Zen&lt;br /&gt;"gw juga mau cabut hari ini! tadi gw ke kamar Alvo mau ajak dia kabur, tapi dia gak ada!" ucap Leonard&lt;br /&gt;"lo mau kemana? gw ikut dong! gw gak tahu mau kabur kemana!" ucap Zen&lt;br /&gt;"itu urusan lo! gw gak mau tar lo nyusahin gw, pokoknya gw cabut sendirian," ucap Leonard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard pun berjalan pergi ke luar dari ruangan. Ia menuju mobilnya yang parkir di depan rumah persembunyian Ghost&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen terlihat kesal, satu per satu temannya pergi begitu saja meninggalkan dirinya. Ia merenung sendirian dan teringat masih ada satu lagi temannya Gavin yang bisa diajak kabur bersama. Zen berlari ke kamar Gavin, ia membuka pintu kamar itu. Ternyata Gavin tidak ada di kamarnya, kamar itu kosong. Suara mesin motor terdengar cukup nyaring dari luar rumah persembunyian Ghost. Zen langsung berlari ke luar rumah ketika sadar itu adalah motor milik Gavin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen terlihat keluar rumah dan melihat Gavin pergi dengan motornya untuk kabur dari tempat itu. Zen berteriak memanggil Gavin tetapi Gavin hanya mengacungkan jari tengahnya saja sambil mengendarai motor itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsat! anak setan! gw ditinggal lagi!" ucap Zen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen pun masuk ke dalam rumah dengan gerak tubuh yang agak lemas. Ia duduk di sofa ruang tengah sambil berpikir kemana ia harus pergi ketika kabur nanti. Ia merenung sendirian di rumah yang sepi itu dan tidak terasa ia pun tertidur di sofa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalanan terlihat mobil polisi Kapten Aryo bersama 3 mobil polisi lainnya berjalan dengan cepat menuju tempat persembunyian Ghost. Daerah tempat persembunyian Ghost itu sangat gersang dan banyak tanah-tanah kosong di sekitar. Hanya ada beberapa bangunan yang sudah tidak terpakai lagi berdiri tegak di atas tanah yang kering dan berdebu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil-mobil polisi itu berhenti tepat di depan rumah persembunyian Ghost, mereka keluar dari mobil sambil berjalan membentuk formasi mengepung. Kapten Aryo terlihat berbicara dengan nada pelan sambil menggerakkan tangannya untuk mengkomunikasikan pengepungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam rumah, Zen terbangun ketika handphonenya berbunyi nyaring, ia melihat layar handphonye dan ternyata Alvo menghubunginya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada apaan? dimana lo vo?" ucap Zen dengan nada suara masih terkantuk-kantuk&lt;br /&gt;"gw di pesantren Zen, mendingan lo cepet kesini! kita bisa belajar agama Islam! kita bisa belajar jadi orang baik Zen!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen tertawa tanda meledek Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pesantren? gak salah vo? sejak kapan lo jadi kaya gini? kenapa lo?"&lt;br /&gt;"selama ini lo gak sadar kalo kita itu udah salah jalan! gw gak mau ikutan ritual-ritual kaya gitu terus! gw mau tobat!!! tobat!!!!"&lt;br /&gt;"ah sakit lo vo, apa enaknya sih punya agama kaya gitu, mending kaya gini lah bisa bebas, dah cepet deh lo kesini! temenin gw di sini, anak-anak sama kakak lo udah cabut tadi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cabut? kemana?"&lt;br /&gt;"tau tuh, mau kabur dari polisi!"&lt;br /&gt;"lo gak kabur juga?"&lt;br /&gt;"gak ada yang ajak gw, pada kabur sendiri-sendiri, gak asik banget,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo terlihat membidik Zen dari kaca jendela rumah. Kapten Aryo menggunakan senapan bidik yang cukup besar. Polisi yang lain pun masuk melalui pintu depan dan belakang dan mengepung Zen yang berada di ruang tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan bergerak! atau saya tembak!" ucap salah satu polisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen kaget ketika melihat para polisi yang masuk dengan cepat ke dalam rumah dan mengepungnya. Ia mengambil pistolnya dan membidik salah satu polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jatuhkan senjata itu! cepat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen hanya terdiam dan langsung menembakkan senjatanya ke salah satu polisi. Polisi itu tertembak di dadanya dan terpental jatuh. Para polisi yang lain pun langsung menembak Zen bertubi-tubi. Namun, Zen tidak bergeming dan ia hanya tersenyum. Tidak ada darah di tubuhnya. Para polisi itu tidak terlihat kaget, mereka telah mengetahui kekuatan Alvo ini dan mereka pun telah mengetahui kelemahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo membidik kalung yang dipakai Zen di lehernya, lalu ia menembak kalung itu dengan senapannya. Bunyi tembakan keras terdengar di rumah itu, Kapten Aryo telah menghancurkan kalung jimat milik Zen yang merupakan sumber kekuatan hitamnya. Zen kaget bukan main, ia memegangi lehernya dan meringis kesakitan. Zen pun berlari untuk keluar dari rumah itu sambil memegangi lehernya yang terluka. Semua polisi itu menembaknya tanpan ampun sampai membuat Zen berteriak dan mengaduh kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen berjalan tertatih-tatih, ia sudah sekarat. Ia tidak percaya bahwa para polisi tahu kelemahannya. Zen terluka sangat parah, sebentar lagi ia pun akan mati, namun ia berjalan pelan mendekati sebuah laci yang berada di pojok ruangan. Ia mengambil sesuatu yang ada di dalam laci itu. Para polisi dan Kapten Aryo memperhatikan Zen yang mengambil sesuatu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen mengambil sebuah pistol di dalam laci itu. Zen mengarahkan tangannya ke depan dan siap menembak para polisi di depannya. Tangan kanan Zen terlihat gemetar sambil memegang pistol dan tangan kirinya memegang dadanya yang tertembak. Zen terlihat semakin lemas dan terjatuh ke lantai dan tidak sempat menembak para polisi itu. Darah mengalir dari tubuh Zen memenuhi lantai berwarna putih itu. Zen telah tewas pagi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para polisi berjalan mendekati mayat Zen. Para polisi itu mengamankan mayat Zen dan menelusuri tempat persembunyian Ghost itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"satu telah lumpuh, bagaimana dengan yang lain?" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"tim lain sedang melakukan pencarian Kapten!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"bagus! ayo kita bergerak!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo pun berlari keluar dari markas Ghost diikuti oleh perwira Edo. Sementara polisi yang lain sibuk mengamankan markas Ghost itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari siang itu terasa begitu terik, panas begitu terasa diseluruh Kota Jakarta siang hari itu. Ditengah-tengah siang yang panas itu, sering terdengar suara sirine mobil yang sibuk mencari keberadaan anggota geng yang bernama Ghost ini. Ribut suara radio polisi yang terus saling mengabarkan situasi begitu jelas terdengar dari mobil-mobil polisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, di suatu tempat terdengar suara langkah kaki seorang laki-laki yang berjalan seakan ragu-ragu. Laki-laki itu berjalan dengan penuh perasaan bimbang. Laki-laki itu berjalan pelan menuju rumah sederhana yang terletak di pinggiran kota. Rumah itu berpagar kayu yang setinggi pinggang laki-laki dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red membuka pagar kayu itu perlahan. Ia berjalan masuk untuk mengetuk pintu kayu rumah itu. Dengan penuh keraguan ia mencoba untuk mengetuk pintu itu, namun sesaat ia mengurungkan niatnya dan berbalik badan untuk pergi menuju mobilnya. Setelah berjalan beberapa langkah menjauhi pintu rumah, Red menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. Ia menarik nafas dalam-dalam dan berjalan dengan penuh keyakinan menuju pintu rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengetuk pintu itu perlahan dan menunggu seseorang membukakan pintu. Ia terus menunggu di depan rumah itu sambil mengetuk pintu. Tiba-tiba terdengar suara anak perempuan yang bertanya siapa yang datang. Lalu, anak perempuan lucu yang berumur sekitar 6 tahun itu membukakan pintu dan melihat Red dengan ekspresi wajah yang sangat bingung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"om...om...ciapa?" ucap anak perempuan itu penuh keluguan&lt;br /&gt;"ibumu ada nak?" ucap Red&lt;br /&gt;"ibu? ada om...sebental ya," ucap anak itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red hanya terdiam sambil tersenyum senang melihat anaknya sudah tumbuh dewasa setelah ia lama pergi meninggalkan isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama, seorang perempuan berambut panjang keluar dan melihat Red dengan perasaan penuh kesal yang mendalam. Wajah perempuan itu terpancar rasa kebencian atas suatu peristiwa di masa lalu. Perempuan itu menyuruh anaknya untuk masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa kabar na?" ucap Red&lt;br /&gt;"ngapain kamu datang kesini? bukannya kamu lebih milih jadi penjahat bersama orang-orang gila itu dulu! pergi kamu!! pergi!!" ucap Anna begitu keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tunggu dulu na! aku udah keluar dari geng itu! aku sekarang mau membina keluarga kita dari awal! aku mau kehidupan yang lebih baik na! maafin aku! aku mohon!"&lt;br /&gt;"maaf?! setelah kamu menghamili aku terus kamu pergi gitu aja ninggalin aku dan Kinan! kamu mau minta maaf!? dasar laki-laki gak tahu diri!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maafin aku na....beri aku kesempatan! aku mohon!" ucap Red&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red memegangi tubuh isterinya Anna sambil meyakinkannya bahwa ia ingin berubah dan membina keluarga yang baik. Red yang begitu dingin itu ingin menjadi orang yang lebih baik dan mencintai keluarganya. Red sadar bahwa selama ini ia telah melakukan kesalahan karena mencampakkan Anna dan anaknya Kinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku gak bisa, sudah 6 tahun aku hidup berdua saja dengan Kinan, tiba-tiba kamu datang dan minta maaf, gak semudah itu Red," ucap Anna sambil meneteskan air mata karena ingat memori masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red hanya terdiam dan ia tidak tahu harus berbuat apa. Harapannya untuk membina keluarga dari awal untuk menyayangi isteri dan anaknya telah sirna. Red terlihat begitu kecewa. Ia melepas cincin di tangannya dan memberikannya kepada isterinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa ini?" ucap Anna&lt;br /&gt;"itu jimatku, kamu pegang ya, aku mau pergi jauh dari sini, itu kenang-kenangan dari aku untuk kamu, mungkin kita gak akan ketemu lagi na,"&lt;br /&gt;"kamu mau kemana Red?"&lt;br /&gt;"aku gak tahu, yang jelas jauh dari sini, aku akan pergi kemana pun dan datang lagi kesini nanti suatu saat kalau kamu dan Kinan sudah mau menerimaku,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anna hanya terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh iya, ini aku punya hadiah untuk Kinan," ucap Red&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red memberikan sebuah boneka perempuan yang berukuran kecil kepada Anna. Kinan memanggil mamanya dan berjalan mendekati Anna sambil mengambil boneka pemberian ayahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat ulang tahun ya Kinan," ucap Red&lt;br /&gt;"telimakasih om......mah.....om ini siapa?" ucap Kinan lugu&lt;br /&gt;"bukan siapa-siapa nak," ucap Anna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red tersenyum dan mengusap kepala Kinan, lalu ia pun berjalan pelan menuju mobilnya. Setelah berjalan beberapa langkah, ia menengok kebelakang sambil melambaikan tangan. Anna hanya tersenyum kecil dengan wajahnya yang terlihat sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red berjalan menuju mobilnya, namun ia tersentak kaget ketika bunyi tembakan terdengar keras. Polisi telah mengepung sekitar rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan bergerak! anda sudah kami kepung! cepat menyerahlah dan angkat tangan anda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red mengangkat tangannya dan menyerah. Para polisi memborgol tangan Red dan akan membawanya ke kantor polisi. Anna terus berusaha menahan para polisi itu agar tidak membawa suaminya. Ia menangis histeris sambil berteriak untuk mencegah suaminya dibawa polisi. Walaupun Anna membenci Red, tapi masih ada sedikit rasa cinta terhadap suaminya itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Anna sia-sia saja, Red telah diborgol dan dipaksa masuk ke dalam mobil polisi. Anna menjerit sangat keras, ia berlari menuju mobil polisi yang akan membawa pergi suaminya dan ayah dari anaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;Melihat Anna menangis, Red langsung berontak dan menendang polisi yang memegangnya dan langsung berlari ke arah Anna. Seorang polisi menembak kaki Red dan membuat Red terjatuh tersungkur. Anna langsung memeluk Red sebelum ia terjatuh ke tanah. Anna melihat wajah Red yang mengaduh kesakitan karena tertembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anna berkata maaf berulang-ulang dan dia bersedia menerima Red kembali menjadi suaminya, Red tersenyum senang dan memeluk Anna dengan erat tetapi seorang polisi langsung menarik Red dari pelukannya dan memaksa Red agar masuk ke mobil polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anna tidak diam saja, ia menarik tangan Red dan tidak mau melepasnya. Polisi itu sudah berteriak kencang agar Anna melepas tangan Red. Namun, Anna tidak menggubrisnya, ia malah mendorong polisi itu agar melepaskan Red. Polisi itu pun naik pitam, ia mendorong Anna sampai jatuh terjerembab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red kaget dan memanggil nama Anna, ia memukul polisi yang mendorong Anna dan mengambil pistol di celana polisi itu. Red langsung menembak polisi itu sampai polisi itu terjatuh dan sekarat. Red yang bebas langsung menghampiri Anna dan membantunya berdiri. Ia mengusap rambut Anna dan langsung mengecupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anna tersenyum sambil melihat wajah Red, lalu tidak lama terdengar suara tembakan keras sebanyak 2 kali siang itu. Wajah Red berubah drastis dan terlihat kesakitan. Mulut Red mengeluarkan darah cukup banyak. Anna mengusap darah yang ada di punggung Red dan melihat darah merah kental itu di tangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anna memanggil Red pelan, ia tahu suaminya telah tertembak. Red hanya tersenyum sambil berpesan agar Anna menjaga anaknya dengan baik. Ia berpesan agar anaknya harus bersekolah dengan baik dan jangan menjadi anak yang tidak berguna seperti bapaknya. Red juga minta maaf kepada Anna karena kesalahannya. Kali ini Red tidak kebal karena jimat yang biasa ia pakai telah ia berikan tadi kepada Anna. Red pun mendekati ajalnya siang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah ia mengucapkan maaf, Red pun meninggal dipelukkan Anna. Anna menangis pelan sambil memeluk suaminya dengan erat. Sedangkan Kinan memeluk kedua orang tuanya sambil menangis sambil mengucapkan kata ayah dan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu jauh di suatu tempat yang sepi, Leonard sedang terlihat panik dan bersembunyi dari kejaran polisi. Ia mengintip dari balik tembok gang sempit untuk melihat keadaan sekitar. Ia sangat ketakutan siang itu, keringat bercucuran membasahi kaos hitamnya.  Nafas Leonard terdengar begitu menggebu karena kelelahan. Leonard menyembunyikan dirinya di balik tembok gang setelah melihat beberapa orang polisi menuju ke arahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kemana larinya tuh orang?" ucap seorang polisi&lt;br /&gt;"kayanya disini kosong," ucap polisi lain&lt;br /&gt;"iya, ayo balik ke mobil,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga polisi itu kembali ke mobil mereka dan menjauhi Leonard yang sedang bersembunyi di balik tembok gang sempit itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hampir aja, kalo gak gw bisa ditangkep.......kenapa dia bisa tahu jimat gw......mereka udah nembak jimat gw sampe hancur tadi, gw udah ga kebal lagi, kalo gini gw bisa mati, apa yang harus gw lakukan sekarang," ucap Leonard dalam hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Leonard kaget karena handphone di saku celananya bergetar, ia mengangkat telepon itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo, lo dimana vo?" ucap Leonard&lt;br /&gt;"gw di pesantren, lo kenapa gw ajak tobat ga mau? ini jalan yang benar nard, lebih baik lo ikutin jalan gw,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard tertawa kecil seperti meledek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa? tobat? apa gunanya agama kaya gitu, gw ga percaya tuhan vo,"&lt;br /&gt;"terus lo mau kemana?"&lt;br /&gt;"gw ga tau, gw mau kabur ke luar kota, gw butuh duit, cepet lo temuin gw, kasih gw duit terus gw mau cabut dari kota sial ini," ucap Leonard&lt;br /&gt;"duit? ok kalo gitu,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard menutup teleponnya setelah mendengar tempat pertemuan yang dijanjikan Alvo adiknya. Ia bergegas menuju tempat itu sambil berhati-hati dan melihat situasi disekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama, Leonard terlihat turun dari angkutan umum dan sudah sampai di tempat dimana ia akan bertemu adiknya Alvo. Leonard berjalan dengan pelan dan geraknya terlihat sangat waspada. Ia menundukkan wajahnya dan bersikap seperti orang biasa. Setelah berjalan cukup lama menyusuri jalanan sempit di pinggiran kota, ia sampai di suatu tempat yang sepi yang biasa digunakan para pemulung untuk menginap. Leonard menyalakan rokoknya sambil menunggu Alvo, ia terlihat tidak tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama, Alvo pun datang dan melihat Leonard sedang berdiri sambil bersandar di tembok jalan. Leonard begitu kaget melihat penampilan Alvo yang berubah drastis, ia mematikan rokoknya dan membuangnya ke jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ga salah lo vo? kenapa lo jadi kaya gini?" ucap Leonard terkejut&lt;br /&gt;"kenapa? gw biasa-biasa aja," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard melihat Alvo dari ujung kaki sampai ujung rambut, Alvo memakai baju muslim putih yang bersih dengan peci hitam yang menutup rambutnya. Pancaran aura Alvo begitu cerah dan memancar keluar sampai membuat Leonard terheran-heran dengan perubahan drastis adiknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila, lo bener-bener gila vo, apa-apaan lo!" ucap Leonard&lt;br /&gt;"gw mau tobat, gw udah sadar sekarang, lo semestinya ikutin jalan gw nard, lo gak bakal nyesel karena ini jalan yang benar,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard tertawa meledek Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"culun! lo tuh culun!! gw kasian ngeliat lo vo," ucap Leonard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo hanya terdiam melihat kakaknya meledeknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dah cepet mana duitnya, gw mau kabur," ucap Leonard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo memberikan tas kecil berwarna hitam kepada Leonard, lalu Leonard melihat isi tas itu yang penuh dengan uang lembar lima puluh ribuan. Leonard tersenyum, lalu ia mengucap salam perpisahan kepada adiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw cabut dulu, awas lo sampai ngelaporin gw! gw abisin lo!"&lt;br /&gt;"iya tenang aja, gw mau shalat di mesjid, udah adzan tuh," ucap Alvo&lt;br /&gt;"lo gila ye? agama sampah!!" ucap Leonard sambil meludah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard pun pergi menjauhi Alvo yang terdiam sambil menggelengkan kepala. Alvo berjalan menuju mesjid untuk menjalankan shalat Zuhur siang itu. Para jamaah yang lain pun telihat banyak berjalan menuju mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, terlihat Leonard berjalan dengan cepat melewati jalanan kecil yang sepi siang itu. Ia terlihat begitu terburu-buru untuk segera pergi meninggalkan tempat itu. Leonard pun semakin hilang di kejauhan dan tak terlihat lagi. Sementara teman-teman Ghost yang lainnya telah hilang entah pergi kemana. Ada kemungkinan mereka berhasil kabur dari kejaran polisi atau bisa saja mereka telah tertangkap bahkan tewas ditangan para polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu di rumah kakek Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu cepat berlalu dan malam pun tiba. Karin terlihat pucat dan begitu lemas, ia terbaring tak berdaya di sofa ruang tamu. Bimo terlihat sedang memberikan segelas air kepada Karin. Karin pun meminum air itu disertai dengan obat penurun panas. Belum sempat menelan obat itu, Karin tiba-tiba pingsan dan menjatuhkan obat dan gelas ke lantai hingga pecah. Bimo pun kaget ketika melihat Karin pingsan dan segera menggendong adiknya itu. Ia berjalan cepat menuju mobilnya dan membawa Karin ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari tempat Bimo berada, Leonard sedang merokok di bedeng kecil di daerah Jawa Tengah Semarang. Ia pergi menggunakan bus tadi sore dan telah sampi di kota ini untuk lari dari kejaran polisi. Ia telah kehilangan para teman-temannya dan adiknya yang memilih untuk bertobat dan masuk pesantren. Leonard telah menghabiskan banyak rokok dan ampas rokok terlihat banyak berserakan di lantai dan kasur. Leonard mengira telah lolos dari kejaran polisi karena telah kabur ke daerah yang terpencil. Di malam yang sepi itu terdengar langkah cepat yang berasal dari sekeliling bedeng yang ditempati Leonard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Leonard telah dibuntuti dari terminal bus tadi sore oleh para intel dan ia tidak pernah tahu akan hal itu. Sekarang para polisi intel ini pun telah mengepung bedeng yang ditempati Leonard dan ia masih belum mengetahui hal ini. Pintu kayu bedeng kecil itu pun tiba-tiba terbuka dengan keras karena ditendang oleh seorang polisi yang langsung mengarahkan pistol ke Leonard yang terkejut di atas kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para polisi itu bergerak masuk dengan cepat dan berteriak kencang memecah keheningan malam itu. Leonard hanya bisa pasrah, ia mengangkat tangannya dan membiarkan dirinya diborgol polisi. Ia tahu jimat saktinya telah hancur ditembak polisi tadi siang dan ia tidak kebal lagi seperti biasanya, daripada mati ia memilih untuk dibawa polisi ke penjara. Malam itu Leonard tertangkap sementara adiknya yang bertobat masih tentram berada di pesantren. Seandainya Leonard mengikuti apa yang dikatakan adiknya dan bertobat, mungkin saja ia tidak akan bernasib seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-302250122246698905?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/302250122246698905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2010/01/38-repentant-fugitive.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/302250122246698905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/302250122246698905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2010/01/38-repentant-fugitive.html' title='38. The Repentant Fugitive'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-4440051425405328277</id><published>2009-12-30T02:43:00.000-08:00</published><updated>2010-06-22T08:08:03.413-07:00</updated><title type='text'>37.  Don't play with Albert</title><content type='html'>Kapten Aryo masih terluka cukup parah, tangan kanannya dibalut perban, dan badannya pun masih belum pulih benar. Tapi ia tahu permainan Cesar masih belum berakhir dan ia harus segera mengakhiri permainan ini. Kapten Aryo berjalan pelan meninggalkan teman-teman polisi nya. Seseorang polisi menepuk pundaknya. Kapten Aryo melihat polisi itu sejenak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berjuanglah kapten! saya tahu anda bisa menyelesaikan permainan ini," ucap polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi-polisi yang lain pun memandangi Kapten Aryo dengan penuh harapan. Dimata mereka terlihat dukungan yang begitu luar biasa untuk Kapten Aryo. Mereka juga berharap Kapten Aryo bisa memenangkan permainan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya berjanji akan memenangkan permainan ini," ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo pun mempercepat langkahnya dan berlari menuju taman bermain dufan untuk mengikuti permainan Cesar selanjutnya. Ia berlari tertatih-tatih karena kakinya terluka. Kapten Aryo tidak memperdulikan kondisi badannya yang terluka itu. Yang ada di pikirannya adalah bagaimana mengakhiri semua ini dan menyelamatkan para warga yang tidak berdosa itu. Kapten Aryo terus berlari, sesekali ia terjatuh di tanah karena kakinya yang pincang. Beberapa kali ia terjerembab ke tanah dan bangun lagi. Perjuangan Kapten Aryo sungguh sangat luar biasa dan patut diberi apresiasi yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa pun yang terjadi, aku harus bertugas dengan baik....aku akan menjadi polisi yang baik yah,"&lt;br /&gt;ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama, Kapten Aryo pun berada di depan dufan. ia berlari masuk ke dalam dufan melewati pintu keluar dufan. Semua orang yang berjalan di sekitar dufan melihat Kapten Aryo dengan sangat aneh. Banyak orang-orang yang sedang bergembira di dufan bersama teman dan keluarganya. Mereka terlihat begitu bahagia dan tidak mengetahui ada bahaya yang mengancam diri mereka. Kapten Aryo terlihat mengambil handphone di kantongnya, ia menelepon Cesar untuk mengetahui apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Kapten Aryo menunggu Cesar mengangkat teleponnya, tidak lama Cesar pun mengangkat telepon itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya sudah di dufan, apa yang harus saya lakukan sekarang?" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"tenanglah dulu kapten...anda sepertinya sangat kelelahan....banyak sekali perban di tangan anda, sepertinya anda terluka cukup parah sampai berlari pincang seperti itu," ucap Cesar&lt;br /&gt;"bagaimana anda bisa tahu,"&lt;br /&gt;"anak buah saya yang mengabarkan dari sana, saya telah menaruh banyak anak buah di sana, jadi jangan coba-coba untuk bermain curang,"&lt;br /&gt;"lalu apa permainan selanjutnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"permainan berikutnya jauh lebih mengerikan dari permainan pertama, sebentar lagi anda akan mengetahui apa permainan saya selanjutnya, saya hanya bisa berpesan kepada anda untuk melakukan keputusan yang terbaik, mungkin kita tidak akan ketemu lagi kapten, jadi saya benar-benar menunggu kabar tentang kematian seorang polisi tangguh yang bernama Aryo besok pagi,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa anda melakukan ini? sudah bertahun-tahun anda menjadi buronan polisi, kelihaian anda menyamar dan selalu operasi wajah membuat kami kesulitan untuk menangkap anda, kami kira semua anggota dead hunter sudah mati dulu tapi ternyata anda muncul lagi sebulan terakhir ini,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya memang belum mati dan saya memang selalu lolos apabila akan ditangkap oleh polisi, begitulah saya ini, sampai sekarang pun anda kesulitan kan menangkap saya, sampai kapan pun polisi tidak akan bisa menangkap saya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"walaupun kami tidak bisa menangkap anda, saya yakin penjahat seperti anda akan berakhir menyedihkan, begitulah mereka, selalu berakhir dengan menyedihkan,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar tertawa sinis mendengar perkataan Kapten Aryo yang seperti memberikan ancaman kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten.....sudah cukup omong kosong anda itu, jangan memberikan ancaman yang kosong kapten.....sudah jelas sekarang polisi tidak bisa menemukan saya, tidak ada yang tahu keberadaan saya sekarang ini, lebih baik anda memikirkan permainan saya, pikirkan bagaimana mengakhiri permainan ini agar para warga yang tak berdosa itu bisa selamat....tapi walaupun anda berhasil memenangkan permainan ini, saya tetap pemenangnya kapten, ingat itu....jadi selamat tinggal kapten, selamat menikmati permainan yang saya buat ini,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar mengakhiri pembicaraannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo terdiam sejenak. Ia bingung harus melakukan apa untuk mengakhiri permainan Cesar ini. Tiba-tiba ada orang misterius yang mendekatinya. Kapten Aryo menengok ke belakang dan melihat seseorang akan memukulnya dengan pistol. Kapten Aryo yang kaget itu, tidak sempat untuk menghindar, ia langsung pingsan karena dipukul di bagian kepalanya oleh orang suruhan Cesar. Ia pun di bawa ke suatu tempat oleh orang suruhan Cesar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pukul 6 sore, Kapten Aryo membuka matanya, ia melihat dirinya berada di atas wahana bianglala yang berhenti tepat di titik tertinggi. Kapten Aryo kaget bukan main dan melihat ke bawah, ia tidak tahu mengapa ia bisa berada di sana. Tangan dan kaki Kapten Aryo pun diikat dengan tali. Ia melihat di depannya duduk seorang laki-laki berambut pendek memakai jas hitam dengan kemeja putih yang kancing atasnya dibuka, ia juga memakai celana bahan hitam yang sangat formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda ini bernama Albert. Albert adalah sepepu Cesar yang tinggal di Amerika. Ia adalah anak dari kakak Anthony, ayah dari Cesar. Albert ini adalah salah satu komplotan mafia Amerika yang menjadi buronan berbahaya di Amerika. Albert adalah penjahat kelas kakap yang sudah banyak melakukan teror berbahaya seperti meledakkan sebuah pusat perbelanjaan, perampokan bank, pembunuhan orang-orang penting, sampai ke pengedar narkoba yang cukup besar di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert datang ke Indonesia atas permintaan Cesar untuk menjemputnya dan lari dari Indonesia karena menjadi buronan polisi. Albert juga bisa 5 bahasa yang diantaranya, Perancis, Inggris, Spanyol, Jepang dan Indonesia. Ia bisa berbahasa banyak seperti ini untuk mempermudahnya berkomunikasi dengan sesama mafia dan gengster di negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert terlihat santai duduk di depan Kapten Aryo. Di sebelahnya terlihat 3 orang gadis tidak dikenal yang begitu ketakutan. Para gadis ini matanya ditutup kain dan tangannya diikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert mengambil rokok di kantongnya, lalu ia menyalakan rokok itu. Albert menawarkan sebuah rokok ke Kapten Aryo, lalu kapten Aryo menolak. Albert hanya tersenyum sinis sambil menghisap rokoknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa kabar kapten Aryo?" ucap Albert&lt;br /&gt;"siapa kamu?"&lt;br /&gt;"saya ini sepupu Cesar,  nama saya Albert, saya tinggal di Amerika dan salah satu mafia di sana"&lt;br /&gt;"lalu kenapa anda disini?"&lt;br /&gt;"Cesar meminta saya untuk menjemputnya dan memberikan perlindungan dari kejaran para polisi, siang itu, orang-orang yang menyelamatkan Cesar itu adalah orang-orang saya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert terlihat santai sambil menghisap rokoknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dimana Cesar?"&lt;br /&gt;"dia sedang lari ke suatu tempat, jauh dari sini,"&lt;br /&gt;"lalu apa yang anda inginkan?"&lt;br /&gt;"play a game with you,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"permainan? permainan seperti apa lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya dan anak buah saya sampai di Indonesia tadi siang menggunakan jet pribadi milik saya, saya berharap bisa menemukan kesenangan disini yang setara dengan kesenangan yang saya dapatkan di Amerika, anda bisa melihat ke bawah, ratusan anggota saya telah menguasai taman bermain dufan ini, dan semua pengunjung pun telah dalam kuasa kami, mereka dikumpulkan menjadi satu dan bom sangat berbahaya dipasangkan di dekat mereka,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu apa mau anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert menyerahkan sebuah detonator bom kepada Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bantu saya untuk meledakkan para warga di bawah itu, mudah kan? sebenarnya detonator itu juga untuk mengaktifkan bom yang saya pasang di beberapa wahana di dufan ini,"&lt;br /&gt;"saya tidak mau melakukannya,"&lt;br /&gt;"kalau anda tidak mau melakukannya, satu per satu gadis tidak berdosa ini akan saya lempar ke bawah, how about that?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa anda melakukan ini? apakah anda tidak sadar perilaku anda ini sangat buruk! saya mohon batalkan niat anda, matikan semua bom ini,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert tertawa sinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"why? are you scared? permainannya sangat mudah kan...anda tinggal menekan tombol itu maka ketiga gadis ini selamat, hanya begitu saja,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo hanya terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di bawah, para warga yang berjumlah ratusan itu terlihat tidak bisa apa-apa. Mereka terlihat begitu ketakutan. Mereka berkumpul di satu tempat dan disekelilingnya terdapat bom-bom yang disimpan di dalam drum-drum. Diantara warga yang berkumpul itu terlihat para pihak dufan yang tidak bisa berbuat apa-apa. Para anak buah Albert terlihat sedang menjaga para warga tak berdosa itu agar tidak kabur. Para anak buah Albert itu menggunakan pakaian yang formal dan begitu rapi. Banyak yang diantaranya bukan orang Indonesia tapi orang-orang Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi bagaimana kapten...saya akan menghitung sampai 3, anda hanya menekan tombol itu saja dan 3 gadis tak berdosa ini akan selamat,"&lt;br /&gt;"saya tidak percaya dengan pembual seperti anda, anda sama saja dengan sepupu anda Cesar, selalu membual dan tidak pernah menepati janji, untuk apa saya percaya dengan anda,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dalam situasi ini sebaiknya anda percaya dengan saya, siapa lagi yang anda percaya?"&lt;br /&gt;"tuhan dan teman-teman kepolisian saya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert tertawa sinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"god? who? ooh.....him? that god? si sok pengatur itu? si sok pembuat takdir itu? anda percaya dengan tuhan kapten? apakah anda berpikir tuhan yang mengatur pertemuan kita ini? apakah anda menerima bila tuhan membiarkan para warga di bawah itu mati kapten? anda ini bodoh kapten, bukan tuhan yang memutuskan! tapi kita! kita yang memutuskan kehidupan ini! seperti malam ini! anda yang memutuskan hidup matinya 3 gadis ini dan orang-orang di bawah itu bukan tuhan! bagaimana? saya benar kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya percaya tuhan akan selalu melindungi saya, saya percaya ia akan memberikan yang terbaik untuk saya, apabila saya mati disini pun saya bisa menerimanya, saya tidak takut, saya tetap percaya tuhan akan membantu saya untuk memenangkan permainan ini,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert tertawa sinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"menang? apa? bisa anda ulang lagi? tuhan akan membantu saya memenangkan pertandingan ini, blablablabla, cengeng sekali anda ini kapten, pantas saja anda bisa kalah sejauh ini, sebentar lagi nama anda hanya tinggal sejarah kapten,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo hanya tersenyum kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya akan mulai menghitung," ucap Albert&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo melihat ketiga remaja perempuan itu. Ketiga remaja itu menangis begitu kencang dan memilukan. Badan mereka gemetar karena kematian sudah ada di depan mata mereka. Siapa yang mengira akan menjadi seperti ini. Para remaja itu tidak pernah mengira malam ini kehidupannya akan berakhir dalam hitungan menit. Mereka seperti ingin mengulang waktu agar mereka bisa kembali ke tadi pagi dan mengurungkan niatnya untuk pergi ke dufan kalau memang jadinya seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"1....."&lt;br /&gt;Kapten Aryo mengambil detonator itu, tangannya gemetar cukup kencang&lt;br /&gt;"2....."&lt;br /&gt;Kapten Aryo mencoba untuk menekan tombol itu, tapi ia tidak bisa, hati kecilnya tidak tega untuk melakukan itu&lt;br /&gt;"ini angka yang terakhir kapten, push the button,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo hanya terdiam, ia menutup matanya, ia tidak bisa menekan tombol itu, ia tidak ingin ratusan warga yang tak berdosa itu mati namun ia juga tidak ingin ketiga remaja itu tewas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"3....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert mendorong satu orang remaja itu dari atas bianglala. Remaja itu pun jatuh dengan sangat cepat ke tanah dan langsung tewas. Para warga yang berada di bawah pun menjerit kencang ketika tubuh remaja itu terjerembab dengan kencang ke tanah. Para warga itu histeris dan menangis, mereka tidak mau bernasib sama seperti gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sial! biadab! anda akan lihat nanti! begitu ikatan tangan saya terbuka, saya akan langsung menangkap anda dan menjerumuskan anda ke penjara!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert hanya tertawa dengan puas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lihat kan....saya ini tidak main-main kapten...satu gadis telah tewas terjatuh ke tanah dengan sangat kencang, saya sangat senang mendengar suara ketika ia terjatuh tadi, begitu memuaskan," ucap Robin dengan ekspresi wajah penuh kesadisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dasar pembunuh gila,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya suka disebut seperti itu, terima kasih kapten, baiklah mari kita lanjutkan permainan kita, selanjutnya saya akan membuat ini lebih cepat, saya akan menjatuhkan dua orang sekaligus, cepat ledakkan bom itu, padahal itu hal yang mudah kan, anda tinggal menekan tombol merah di detonator itu, setelah itu permainan ini selesai,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya tidak akan pernah menuruti perintah anda,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalo memang itu keputusan kapten, saya akan mulai menghitung, lebih baik anda cepat mengambil keputusan, anda tidak ingin kedua remaja ini mati kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo hanya terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"1..."&lt;br /&gt;Kapten Aryo menutup matanya, ia ingin sekali menekan tombol detonator itu tapi ia tidak bisa, perasaan di dalam dirinya berkecamuk&lt;br /&gt;"2..."&lt;br /&gt;"kenapa? kenapa anda melakukan ini?"&lt;br /&gt;"tekan saja tombol itu kapten!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo terdiam, ia mendengar tangisan para gadis itu, para gadis itu terus berbicara dan menyebutkan bahwa mereka tidak ingin mati, mereka ingin pulang ke rumah dan memeluk kedua orang tuanya. Mendengar itu, Kapten Aryo semakin tertekan dan tangannya semakin gemetar. Tekanan di dalam dirinya membuat ia tidak bisa mengontrol emosinya. Ia merasa telah gagal untuk melindungi warga yang tidak berdosa ini. Ia telah membuat seorang gadis tak berdosa tewas cuma-cuma hanya karena keputusannya untuk tidak menekan tombol detonator itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo tidak tahu apa yang seharusnya ia lakukan, malam itu akan selalu ia ingat sepanjang hidupnya. Malam dimana ia harus memilih dan menentukan nyawa orang lain untuk hidup atau mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini angka yang terakhir kapten, lebih baik anda cepat ambil keputusan,"&lt;br /&gt;"saya tidak tahu harus mengambil keputusan apa, maafkan saya...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert pun bersiap untuk melempar kedua gadis itu. Kapten Aryo melihat kedua gadis itu menjerit histeris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baiklah! saya akan menekan tombol ini! tapi saya mohon lepaskan kedua gadis itu!"&lt;br /&gt;"ok....cepat tekan tombol itu dulu, baru saya akan melepaskan kedua gadis ini,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo menaruh jempolnya di tombol merah detonator itu. Ia terlihat yakin betul akan menekan tombol itu. Jempol tangan Kapten Aryo sudah menyentuh tombol merah itu, perlahan ia menakan tombol itu. Albert mulai tersenyum puas dan menunggu terjadi ledakkan yang dahsyat. Namun, Kapten Aryo tidak jadi menekan tombol itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya tidak bisa," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"kalo begitu, ucapkan selamat tinggal pada kedua gadis ini,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert mendorong kedua gadis itu bersamaan. Kedua gadis itu pun langsung jatuh dari atas bianglala. Mereka tewas seketika. Kapten Aryo hanya bisa berteriak. Ia berteriak dengan sangat keras malam itu. Kapten Aryo tidak bisa menahan tekanan itu. Ia seperti tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Kapten Aryo yang pintar dan tangguh itu hanya bisa terdiam dan terpaku melihat gadis-gadis tak berdosa itu tewas ditangan mafia kejam yang bernama Albert. Kapten Aryo berpikir, ia bukanlah polisi yang baik, ia tidak bisa memenuhi janjinya kepada ayahnya untuk menjadi polisi yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maafkan......maafkan....saya...." ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ternyata anda memang orang yang keras kepala kapten, untuk menekan tombol itu saja susah sekali, apa susahnya sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo hanya terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalo gitu, saya akan membuat permainan ini lebih menarik,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert mengambil pistolnya lalu mengisinya dengan peluru. Ia menaruh ujung pistol itu tepat di depan dahi Kapten Aryo. Kapten Aryo hanya bisa terdiam dan pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cepat tekan tombol itu, atau saya tembak kepala anda,"&lt;br /&gt;"saya tidak mau, lebih baik saya yang mati daripada ratusan orang itu,"&lt;br /&gt;"anda benar-benar polisi yang hebat kapten, saya salut dengan anda, saya pun sebagai penjahat tidak bisa apa-apa karena kerasnya hati anda ini, sebagai orang yang akan membunuh anda, saya berikan pengakuan bahwa andalah polisi tertangguh yang saya pernah temui dan saya sangat senang bisa membunuh anda, jadi apa keputusan terakhir anda? tekan tombol itu atau tidak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidak, bunuh saja saya,"&lt;br /&gt;"baiklah,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo menutup matanya, ia tersenyum kecil sambil berbisik menyebutkan nama tuhannya sebelum mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert bersiap untuk menembak Kapten Aryo dengan pistolnya. Seketika helikopter polisi terlihat ada di samping wahana bianglala itu. Albert melihat helikopter polisi itu, Kapten Aryo membuka matanya dan tersenyum. Bantuan telah datang untuk menyelamatkan Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jatuhkan senjata anda! kawasan ini telah kami kepung! cepat jatuhkan senjata anda!" ucap polisi yang berada di helikopter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Albert yang lengah, Kapten Aryo mendorong Albert sampai ia terjatuh dari bianglala, namun Albert ternyata tidak langsung jatuh, ia masih bergelantungan di wahana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tolong! tolong saya kapten! saya tidak mau mati! tolong!" ucap Albert&lt;br /&gt;"cepat raih tangan saya!" ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo mencoba untuk menarik Albert, perlahan-lahan Albert berhasil ditarik keatas oleh Kapten Aryo. Kapten Aryo yang baik ini akhirnya berhasil menyelamatkan Albert.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"terima kasih! saya tidak mau mati! terima kasih kapten!" ucap Albert&lt;br /&gt;"cepat turunkan wahana ini!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya tidak sebodoh anda, sekarang anda mati kapten!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo kaget ketika melihat Albert mengarahkan pistol kearahnya. Ternyata kebaikan Kapten Aryo tidak diperdulikan oleh Albert. Albert akan menembak Kapten Aryo, tapi polisi yang berada di helikopter itu menembak Albert tepat ditubuhnya sehingga Albert terpental dari wahana dan langsung jatuh ke bawah. Ia berteriak keras ketika jatuh dan langsung tewas mengenaskan. Kapten Aryo bersyukur telah terselamatkan, ia masuk ke helikopter polisi yang menjemputnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam helikopter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"terima kasih telah menyelamatkan saya, kalian datang pada saat yang tepat!"&lt;br /&gt;"ya untung saja kami tidak terlambat! tim lain sedang menghadapi para mafia-mafia itu di bawah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa helikopter polisi yang lain pun muncul. Mereka membawa pasukan khusus S.E.F untuk memukul mundur para mafia ini. Pasukan S.E.F itu terlihat turun dari helikopter menggunakan tali khusus. Setelah sampai di bawah, mereka langsung membentuk formasi untuk menumpas para mafia itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cepat! cepat! serang ke depan! buat formasi mengepung! kepung dari seluruh arah! anda cepat mengambil posisi untuk menjadi penembak jitu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota S.E.F itu bergerak ke posisinya masing-masing. Adu tembak antara anggota S.E.F dan para mafia itu pun tak terelakkan. Para anggota S.E.F yang terlatih dengan baik itu berhasil menembak para mafia itu. Para penembak jitu pun berhasil melumpuhkan segenap mafia dari jauh. Anggota S.E.F yang lain dengan rapi menyelamatkan para warga ke tempat yang aman. Para warga itu dibawa dalam bentuk barisan dan dilindungi oleh para anggota S.E.F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu per satu mafia itu pun berjatuhan, kemampuan anggota S.E.F yang hebat ini membuat para mafia itu kewalahan. Rentetan senjata dan teriakan para anggota S.E.F begitu jelas terdengar malam itu. Para warga yang ketakutan itu pun menjerit histeris. Mereka bersyukur bisa selamat dan ditolong oleh para polisi dan pasukan S.E.F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tembakan itu mengenai kaki dari seorang mafia yang tersisa itu. Ia terjatuh dan melihat semua teman-temannya telah tewas. Seorang anggota S.E.F mendekatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dimana anda menaruh bom itu?! cepat jawab!"&lt;br /&gt;"saya tidak tahu!"&lt;br /&gt;"anda berbohong! cepat jawab dimana bom itu! atau anda akan saya tembak!"&lt;br /&gt;"tembak saja! saya tidak takut!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasuka S.E.F itu menembak mafia itu, tapi ternyata peluru di pistol itu telah habis. Mafia itu terlihat sangat tegang. Ia menelan ludahnya dan melihat anggota S.E.F itu mengisi senapannya dengan peluru dan siap menembaknya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baiklah! baiklah! saya akan beritahu! kami memasang 3 bom di 3 wahana yang berbeda! di wahana halilintar, tornado dan rajawali! anda puas sekarang!"&lt;br /&gt;"belum, sekarang jawab dimana Cesar berada!?"&lt;br /&gt;"saya tidak tahu!"&lt;br /&gt;"cepat jawab atau saya tembak kepala anda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota S.E.F itu menaruh ujung senapannya di kepala mafia itu. Mafia itu begitu ketakutan, nafasnya menjadi lebih cepat, keringat terlihat mengalir membasahi wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yang saya tahu, Cesar lari ke Amerika, itu saja yang saya tahu, selebihnya saya tidak tahu apa-apa, silakan saja bunuh saya kalau anda mau, karena cuma itu saja yang saya tahu,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota S.E.F itu terdiam sambil melihat seorang mafia itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cepat bawa orang ini ke sel!" ucap anggota S.E.F itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mafia ini pun diborgol dan dibawa ke mobil tahanan bersama beberapa mafia yang lain. Permainan Cesar berakhir malam itu, permainan yang begitu mengerikan dan membuat Kapten Aryo tidak akan pernah melupakannya. Para orang media terlihat berdatangan dan memenuhi dufan. Mereka mewawancarai beberapa warga yang menjadi tawanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa yang terjadi pak?" ucap wartawan pria&lt;br /&gt;"teroris! teroris! kita diserang teroris! untung saja polisi cepat datang! saya sangat ketakutan! ucap bapak itu dengan wajah yang stres&lt;br /&gt;"bagaimana penampilan teroris itu?"&lt;br /&gt;"mereka membawa senjata besar, mereka terlihat kejam, saya tidak ingin mengingatnya!"&lt;br /&gt;"kalo begitu terimakasih atas waktu bapak, sepertinya bapak terlihat terburu-buru"&lt;br /&gt;"ya saya mau pulang mas! saya takut!....satu lagi....saya ingin berterima kasih kepada polisi, para polisi dan anggota S.E.F saya berterima kasih atas pertolongan anda! saya benar-benar terima kasih!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak itu pun pergi terburu-buru bersama satu anaknya dan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kejadian ini sungguh diluar dugaan! aksi teroris kembali terjadi di tanah air kita! sekali lagi kerja keras polisi telah membuahkan hasil! sebagai warga negara yang baik kita harus berkerja sama untuk menumpas para teroris ini! saya akan kembali untuk mengabarkan langsung keadaan di dufan pasca penyerangan teroris ini! dari dufan, Andre Budiawan melaporkan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu di rumahnya, Irham terlihat menonton berita yang mengabarkan penyerangan sekelompok mafia teroris di dufan. Ia menonton televisi itu dengan sangat serius. Tiba-tiba telepon rumahnya berbunyi. Irham berjalan untuk mengambil telepon itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo," ucap Irham&lt;br /&gt;"halo ham, ini papah, apa kabarmu nak?"&lt;br /&gt;"papah? aku baik-baik saja, ada apa telepon pah?"&lt;br /&gt;"gak.,,papah mau ngabarin kalo 3 hari lagi papah pulang ke Jakarta, kamu jemput papah ya di bandara,"&lt;br /&gt;"iya pah, jam berapa aku harus jemput papah?"&lt;br /&gt;"hmm....kira-kira jam 9 malam, kamu bisa kan?"&lt;br /&gt;"bisa pah, ok nanti aku jemput,"&lt;br /&gt;"bagaimana kabar ibu dan kakakmu? baik-baik saja?"&lt;br /&gt;"iya pah, mereka sedang tidur, mereka baik-baik saja,"&lt;br /&gt;"baguslah, sampai bertemu 3 hari lagi nak,"&lt;br /&gt;"ok pah,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Irham mengakhiri telepon itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham menutup telepon itu dan terdiam, lalu ia berjalan menuju kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu di tempat persembunyian The Ghost, Alvo sedang menonton berita penyerangan para teroris itu di dufan. Ia terlihat merenung dan melamun. Para Ghost yang lain sedang tidur, dan hanya dirinya yang masih terbangun. Alvo terlihat merenung dan memikirkan sesuatu, seorang bapak-bapak tadi siang menghampirinya dan memberikan sebuah buku. Bapak itu berbicara kepadanya dan perkataan siang itu akan selalu ia ingat. Alvo berjalan menuju kamar mandi. Ia berkaca dan melihat wajahnya yang seram karena tertutup oleh tinta-tinta cat yang sengaja ia gambar dengan bentuk yang teramat seram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Alvo terlihat begitu mencekam ditambah dengan beberapa tindikan di wajahnya. Alvo terdiam sambil melihat wajahnya itu. Lalu ia mencopoti satu per satu tindikannya. Sesekali ia merintih pelan karena kesakitan ketika mencopot tindikannya. Setelah selesai mencopot semua tindikannya, Alvo membersihkan wajahnya perlahan dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air itu perlahan menghapus tinta yang menutupi wajahnya, wajah asli Alvo pun terlihat jelas. Ia terlihat sangat berbeda setelah wajahnya bersih. Alvo mengelap wajahnya dengan handuk lalu ia berjalan keluar dari kamar mandi. Ia membereskan semua barang-barangnya dan berjalan keluar dari tempat persembunyian The Ghost. Malam itu Alvo meninggalkan persembunyiannya dan entah akan pergi kemana. Langkah Alvo terdengar begitu jelas ditemani dengan suara anjing yang melolong di malam yang sepi itu. Bayangan bulan seakan berjalan menemaninya di malam itu. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Alvo?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-4440051425405328277?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/4440051425405328277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/12/37-dont-play-with-albert.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/4440051425405328277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/4440051425405328277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/12/37-dont-play-with-albert.html' title='37.  Don&apos;t play with Albert'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-6449205025457172646</id><published>2009-12-25T20:32:00.001-08:00</published><updated>2009-12-26T09:34:28.927-08:00</updated><title type='text'>36. Cesar's Game</title><content type='html'>Pagi itu semua "headline news" berita memberitakan kematian Arthur sang animus bertopeng merah itu. Para masyarakat begitu senang mendengar salah satu animus telah berhasil dilumpuhkan. Mereka cukup lega mendengar berita ini. Semua berita juga memberitakan tentang penangkapan sejumlah anggota Ace. Geng Ace telah lumpuh atas kematian Arthur dan sejumlah anggotanya yang tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo sedang membaca koran pagi di rumah kakeknya. Ia melihat berita tentang kematian Arthur dan penangkapan sejumlah anggota geng Ace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cepat atau lambat memang pasti berakhir seperti ini," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin sedang berbaring lemah di tempat tidur karena sakit yang dideritanya. Kanker otaknya semakin parah dari hari ke hari. Wajah Karin pucat dan badannya sangat lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa maksutmu mo?" ucap Karin lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya....Arthur dan orang-orang seperti kita ini...pasti akan berakhir menyedihkan rin.....tapi gw gak bakalan berakhir kaya Arthur....bagaimanapun gw harus bunuh keluarga Irham...dendam gw harus terbalas!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudahlah kak....lebih baik kita akhiri dendam ini....kita harus ikhlas......keluarga Irham itu baik kak," ucap Karin&lt;br /&gt;"baik? setelah apa yang mereka lakukan ke ayah kita? kamu bilang baik rin?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudahlah.....itu bukan salah ayah Irham kan....."&lt;br /&gt;"aku sudah muak rin! keluarga Irham itu brengsek! ayah Irham itu penipu dan serakah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin hanya terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku mau ke kamar dulu....aku mau menyusun rencana untuk membunuh Irham dan keluarganya," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo pun pergi ke kamarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu di tempat persembunyian dead hunter, Cesar sedang merenung sendirian. Ia sudah kehilangan Sagil dan banyak anggotanya yang sudah ditangkap oleh polisi. Wilayah kekuasaan dead hunter pun telah habis. Ia tahu bahwa polisi sebentar lagi akan menangkapnya juga. Cesar berkumpul bersama sisa anggotanya yang bejumlah 10 orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"semua jebakan udah dipasang kan?" ucap Cesar&lt;br /&gt;"udah sar! di setiap pintu udah dikasih jebakan bom kawat! siapa pun yang melewati kawat itu pasti akan mati! bum!!! meledak!!!" ucap anggota dead hunter&lt;br /&gt;"bagus! gw punya firasat sebentar lagi para polisi itu akan datang kesini, kalian sudah siap mati kan!" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa lo ngomong gitu? gw ga mau mati!"&lt;br /&gt;"udah lah jangan sok optimis....gw tau kalian takut....iya kan?!" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota dead hunter itu hanya terdiam. Wajah mereka menggambarkan ketakutan yang cukup dalam. Mereka terlihat begitu tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"udahlah...yang penting kita berusaha dulu! jangan sampai ketangkep! lo semua gak mau dipenjara kan!" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota dead hunter itu hanya menggelengkan kepalanya. Lalu Cesar mengambil rokoknya dan mencari korek untuk menyalakan rokok itu. Seorang dead hunter mengambil koreknya dan membantu Cesar untuk menyalakan rokoknya. Cesar memperhatikan korek yang dipegang anggotanya itu, tapi tiba-tiba korek itu jatuh disertai bunyi tembakan yang cukup keras. Anggota dead hunter yang memegang korek itu tertembak di kepalanya dan langsung tewas. Cesar sangat kaget ketika melihat anggotanya yang lain menembak temannya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa lo tembak dia!" ucap Cesar&lt;br /&gt;"gw ini polisi! udah sekian lama gw ada di dalam dead hunter! sekarang kalian semua jangan bergerak! angkat tangan kalian!" ucap polisi yang menyamar itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsat! jadi selama ini lo polisi! bangsat lo! semestinya dari dulu gw udah tau!" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"diam ditempat! jatuhkan senjata kalian!" ucap polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar markas dead hunter, para polisi yang lain telah bergerak sangat rapi untuk mengepung markas dead hunter. Mereka semua akan masuk ke dalam untuk menangkap para anggota dead hunter yang tersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"liat di luar udah banyak polisi! lebih baik kalian menyerahkan diri kalian! jatuhkan senjata kalian!" ucap polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar dan para anggotanya pun menjatuhkan senjata mereka. Polisi itu memborgol tangan Cesar dan anggotanya dibantu oleh para polisi lain yang baru berdatangan. Cesar tertangkap siang itu dan tidak melawan. Ia pun dibawa ke dalam mobil polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan, Cesar hanya berdiam saja di dalam mobil. Ia merenung dan melamun. Setelah sekian lama di perjalanan, apa yang ia harapkan pun datang. Sebuah geng sedang mengejar rombongan mobil polisi untuk menyelamatkan Cesar. Sebenarnya Cesar sudah merencanakan semua ini. Ia telah memerintahkan geng bawahan dead hunter untuk menyelamatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil polisi, perwira Edo dan Kapten Aryo sedang mengobrol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"akhirnya anggota terakhir dead hunter berhasil kita lumpuhkan kapten! Cesar salah satu penjahat terlicin yang menjadi target utama kita berhasil kita tangkap, dulu sewaktu saya masih SMA saya sangat ngeri melihat tingkah laku Cesar dan para dead hunter ini! untung sekarang mereka telah musnah! ini semua berkat kerja sama para polisi dan aparat hukum!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya syukurlah kita berhasil melumpuhkan para geng ini! target kita selanjutnya adalah dua animus yang tersisa yaitu Bimo dan Karin! tim kita sedang mencari mereka di perbatasan kota di daerah perbukitan itu! sebentar lagi mereka pasti tertangkap," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya semoga saja........eh kenapa berhenti begini? ada apa di depan ya?" ucap Perwira Edo&lt;br /&gt;"iya ada apa ya? coba cek keluar do," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"baik kapten!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan mobil polisi itu mendadak berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Edo keluar dari mobil. Ia berjalan ke bagian depan untuk melihat apa yang menghalangi para rombongan polisi. Beberapa polisi terlihat berkerumun di depan. Perwira Edo menghampiri mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada apa pak?" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"ini nenek-nenek tua bawa keranjang dorong lama banget jalannya, ada dua lagi," ucap anggota polisi&lt;br /&gt;"ooh....yasudah kalo gitu, saya ke mobil dulu," ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok!"&lt;br /&gt;"nek! cepat nek jalannya! mari saya bantu!" ucap polisi itu&lt;br /&gt;"tidak usah nak, lebih baik kamu mati saja," ucap nenek itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi itu pun kaget ketika ia mendengar suara laki-laki dari balik kerudung nenek itu. Nenek itu ternyata bukan nenek asli, ia adalah anggota geng yang menyamar. Ia langsung membuka penyamarannya dan mengambil senjatanya yang disembunyikan di keranjang yang ia bawa. Anggota geng itu membunuh para polisi yang berada di luar mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Edo menengok ke belakang. Ia melihat dua anggota geng yang menyamar itu membunuh rekan-rekan polisinya. Polisi-polisi yang lain pun keluar dari dalam mobilnya untuk menangkap kedua geng itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cepat! cepat tangkap mereka! ada serangan geng!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota geng yang lain pun berdatangan dengan mobilnya dari berbagai arah di perempatan jalan itu. Rombongan polisi yang membawa buronan berbahaya yang bernama Cesar itu telah dikepung oleh para geng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anak-anak geng itu menggunakan masker hitam yang menutupi wajah mereka. Mereka menggunakan mobil jeep hitam dan sedan hitam. Mereka semua menggunakan senjata senapan besar yang sangat berbahaya. Baku tembak antara polisi dan geng itu pun tak terelakkan. Kapten Aryo pun keluar dari dalam mobilnya untuk membantu rekan-rekannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"semua jangan lengah! kita harus bertahan! cepat jaga Cesar di mobil tahanan! jangan sampai ia kabur!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para polisi itu pun berlari menuju mobil tahanan yang berada di tengah-tengah rombongan. Tapi mereka terlambat, pintu belakang mobil tahanan itu telah terbuka dan Cesar sudah tidak ada di dalam. Kedua polisi itu melihat Cesar lari bersama teman-teman gengnya menuju ke sebuah mobil. Kedua polisi itu pun menembak Cesar dan teman-temannya, namun mereka berhasil masuk ke dalam mobil dan kabur dari tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gawat! kapten! Cesar kabur! cepat kita kejar dia! cepat!" ucap polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kejauhan, Kapten Aryo mendengar teriakan rekan polisinya itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa! cepat kita kejar dia! do ayo ikut saya! kita kejar Cesar!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"baik kapten!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan Perwira Edo berlari menuju mobilnya. Tapi, salah seorang polisi mencegahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tunggu dulu kapten! ada seseorang yang mau berbicara dengan anda!" ucap polisi itu sambil memberikan telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa? disaat seperti ini!?" ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo pun menerima telepon itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat siang Kapten Aryo," ucap suara misterius itu&lt;br /&gt;"siapa ini!?"&lt;br /&gt;"saya adalah anggota dead hunter yang masih hidup, pasti anda tahu kan,"&lt;br /&gt;"Cesar?! kemana anda mau pergi! anda tidak akan pernah bisa lari dari kami! kami menangkap anda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar tertawa sinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudahlah kapten...jangan terlalu optimis bisa menangkap saya, saya tidak seperti adik saya Arthur yang bodoh itu...saya lebih pintar dan memiliki rencana yang baik untuk kabur,"&lt;br /&gt;"apa maksutmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pertimbangkan ini kapten....dengarkan dengan baik....saya sudah memasang 2 bom di 2 tempat berbeda...dan bom itu akan meledak kalau kalian gagal menjawab teka-teki dari saya,"&lt;br /&gt;"apa?! kenapa anda lakukan ini! biadab!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar kembali tertawa dengan sinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dengarkan baik-baik kapten....bom pertama ada di bus trans jakarta yang beroperasi menuju ancol, bus itu memiliki ciri-ciri yang unik, ada tanda "DH" di belakang bus itu, anak buah saya telah menandainya, anda harus cepat mencari bus itu dalam waktu 1 jam dari sekarang...kalau tidak....semua orang di dalam bus itu mati kapten.....tidak.....bukan cuma itu.....ledakan itu bisa menghancurkan mobil-mobil di dekat bus itu, bom ini cukup berbahaya, cukup segitu saja informasi yang saya berikan, begitu anda menemukan bom itu, anda akan melihat handphone yang ditempel di bom itu, lalu telepon itu akan berbunyi 1 jam dari sekarang, angkat telepon itu maka saya akan memberikan teka-tekinya, selamat bekerja kapten, semoga tuhan selalu melindungi anda,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar tertawa kejam lalu mengakhiri pembicaraannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tunggu! tunggu! jangan matikan teleponnya! sial!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten kita berhasil menyadap telepon itu! kita semua telah mengetahui pembicaraan itu! sekarang lebih baik kita bergerak cepat menuju bus itu!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"baiklah! hubungi tim gegana! lalu yang lain cari keberadaan Cesar! jangan sampai ia berhasil kabur! cepat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Edo langsung menghubungi rekannya Aldi untuk segera mencari bus trans jakarta itu.  Setelah itu Kapten Aryo dan perwira Edo bersama polisi yang lain bergerak untuk menuju bus yang akan meledak satu jam dari sekarang itu. Kapten Aryo menyetir mobil itu dengan sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan Kapten Aryo menyetir mobil seperti orang gila. Ia begitu ngebut dan terlihat sangat terburu-buru. Ia tidak akan membiarkan bom itu meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sial! sudah tinggal 30 menit lagi! jalanan macet begini! kita bisa terlambat!"&lt;br /&gt;"bagaimana ini kapten!"&lt;br /&gt;"ayo kita turun!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan perwira Edo turun dari mobil, ia berlari cepat untuk mencari bus trans jakarta yang bertuliskan "DH" itu. Ia menuju ke halte bus di daerah jembatan merah dengan rute tujuan ke ancol di koridor 5. Di halte (shelter) jembatan merah mereka melihat bus-bus itu satu per satu. Namun, tidak ada satu pun bus yang bertuliskan "DH" di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana ini do! tinggal 20 menit lagi! bom itu akan meledak!"&lt;br /&gt;"sial! susah sekali menemukan bus itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba telepon Kapten Aryo berbunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo! ada apa?"&lt;br /&gt;"kapten! saya menemukan bus yang bertanda "DH" di belakangnya...tulisannya menggunakan piloks dan berbentuk cukup besar! cepat kapten! saya berada di lampu merah pertama setelah halte bus jembatan merah! saya akan berusaha memperingatkan bus ini!"&lt;br /&gt;"ok! saya segera kesana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana kapten!?" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"setelah halte ini...bus ini akan berhenti dimana?"&lt;br /&gt;"halte mangga dua gunung sahari kapten!"&lt;br /&gt;"ok! kita harus cepat kesana agar kita bisa masuk ke bus ini!"&lt;br /&gt;"baik kapten!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan Perwira Edo berlari sangat cepat. Mereka memberhentikan sebuah pengendara motor sport yang keren. Mereka menunjukkan identitasnya dan langsung meminjam motor itu. Kapten Aryo berkendara dengan cepat menuju halte bus mangga dua gunung sahari itu. Semua mobil di depannya disusul satu per satu. Tak lama mereka pun sampai di halte bus mangga dua gunung sahari. Mereka masuk ke dalam halte dan mencari keberadaan bus yang bertuliskan "DH"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dimana do bus nya! waktunya tinggal 10 menit lagi!"&lt;br /&gt;"gawat! bagaimana ini!"&lt;br /&gt;"kita harus memperhatikan bus ini satu per satu" ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten! itu disana! lihat bus itu! di belakangnya ada tulisan "DH"!" sial kita telat sedikit! cepat kejar bus itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan Perwira Edo berlari sangat cepat. Bus itu baru berangkat dari halte bus gunung sahari dan akan menuju Ancol. Kapten Aryo dan perwira Edo melihat bus itu berhenti karena ada lampu merah di depan, mereka pun berusaha memberitahukan supir bus itu untuk membuka pintunya. Mereka juga bilang ini keadaan darurat dan mereka adalah polisi yang sedang bertugas. Para penumpang bus yang cukup banyak itu sangat kebingungan melihat dua orang laki-laki yang berdiri di samping bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh ada apaan tuh? ko ada dua orang berdiri di samping bus?"&lt;br /&gt;"tau tuh, mau ngapain mereka ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, supir bus pun membuka pintu bus itu. Kapten Aryo dan perwira Edo masuk ke dalam bus. Di dalam bus mereka mencoba untuk menenangkan diri mereka lalu mencoba untuk memberi tahu para penumpang dengan tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat siang bapak dan ibu...saya dari pihak kepolisian, saya ingin memberikan kabar yang tidak bagus tentang bus ini...," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"ada apa pak? ada apa dengan bus ini?"&lt;br /&gt;"iya ada apa pak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tolong semua tenang dan kalian semua harus berjanji untuk tenang apabila nanti saya beritahukan apa yang terjadi dengan bus ini,"&lt;br /&gt;"memangnya ada apa?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bus ini telah dipasang bom aktif,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika para penumpang bus itu menjerit dan mulai panik. Mereka ingin meninggalkan bus itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tenang! tenang! saya sudah bilang untuk tenang! kalian silahkan meninggalkan bus ini! tapi tetap tenang! turun satu per satu dan jangan saling berebutan! pak supir hentikan bus ini dan buka pintunya, biarkan para penumpang ini turun!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baik pak polisi!" ucap supir bus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penumpang itu pun turun satu per satu. Seketika mobil bus itu sepi, hanya ada kapten Aryo, perwira Edo dan seorang supir bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten dimana bom itu berada?" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"aku pun tidak tahu do, tinggal 5 menit lagi waktunya! cepat cari bom itu di dalam bus!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan perwira Edo pun mencari bom itu di setiap sudut bus. Tapi mereka tidak bisa menemukan bom itu. Waktu pun sudah habis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"habis kita do,"&lt;br /&gt;"semua menunduk! bom akan meledak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan perwira Edo hanya bisa meloncat dan tiarap di lantai bus. Tapi tidak terjadi apa pun.Yang ada hanya bunyi telepon dari jok belakang bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten,"&lt;br /&gt;"kita harus angkat telepon itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan perwira Edo bergegas mencari asal dari bunyi handphone itu. Perwira Edo memeriksa bagian bawah jok belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini dia kapten!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Edo mengambil satu bom yang cukup besar. Sebuah hanphone diikatkan ke bom itu menggunakan plester. Kapten Aryo melepas handphone itu dari bom, lalu ia mengangkat telepon itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo!"&lt;br /&gt;"selamat kapten....anda berhasil menemukan bomnya," ucap Cesar&lt;br /&gt;"lalu apa yang harus saya lakukan!"&lt;br /&gt;"sederhana saja...saya akan memberikan dua teka-teki logika sederhana dan anda harus menjawabnya dengan benar. Setiap pertanyaan akan diberi waktu 10 detik...anda siap?"&lt;br /&gt;"apa pertanyaannya?"&lt;br /&gt;"pertanyaan pertama, ini sangat mudah, berapa kali angka 7 muncul diantara bilangan 1-100?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmmm... 7, 17, 27, 37, 47, 57, 67, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 87, 97,"&lt;br /&gt;"ya...jumlahnya?"&lt;br /&gt;"hmm......20! karena di angka 77, angka7 muncul 2 kali!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tepat kapten...anda memang pintar, pertanyaan kedua ini lebih sulit,"&lt;br /&gt;"cepat beritahukan saja!"&lt;br /&gt;"mana lebih besar, 18% dari 81 atau 81% dari 18?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm.....yang mana ya,"&lt;br /&gt;"cepat kapten...waktu anda tinggal 7 detik,"&lt;br /&gt;"do kamu tahu jawabannya?!"&lt;br /&gt;"sepertinya.....sama.....ya kan?"&lt;br /&gt;"masa iya?"&lt;br /&gt;"4 detik,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sial! jadi apa jawabannya do?!"&lt;br /&gt;"2 detik,"&lt;br /&gt;"hmm! saya yakin sama  kapten!&lt;br /&gt;"1 detik,"&lt;br /&gt;"jawabannya sama besar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tepat...hampir saja saya akan ledakkan bom itu, kalian memang sungguh beruntung, tapi maaf, saya bukan tipe orang yang suka menepati janji, jadi selamat tinggal kapten!"&lt;br /&gt;"sial!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo mengambil bom itu dan menembak kaca bus itu. Lalu ia melempar bom itu ke luar. Bom itu meledak sangat keras sampai membuat bus itu oleng dan terjatuh ke sisi kanan jalan. Terdengar teriakan dari para pejalan kaki yang berlalu lalang. Kapten Aryo berdiri dengan luka yang tidak terlalu parah. Namun, perwira Edo tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lapor! kirimkan tim medis dan bantuan ke daerah ancol! satu polisi terluka cukup berat!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama bantuan pun datang. Kapten Aryo langsung diberikan pertolongan pertama. Perwira Edo yang pingsan dibawa pergi menggunakan ambulan. Kapten Aryo terlihat sedang mendapat pertolongan dari tim medis. Seseorang polisi menghampirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kerja yang bagus kapten!" ucap Aldi&lt;br /&gt;"ya terima kasih, tapi anda ini dari kesatuan mana?"&lt;br /&gt;"saya dari gegana kapten! keputusan kapten untuk membuang bom itu memang sangat beresiko tapi itu keputusan yang sangat tepat di detik-detik terakhir, kalo saya jadi kapten mungkin saya tidak akan bisa berpikir sangat cepat seperti itu,"&lt;br /&gt;"ya untunglah bom itu tidak memakan korban jiwa,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba hanphone kapten Aryo berbunyi. Kapten Aryo mengangkat telepon itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo kapten...anda tidak berpikir permainan saya berakhir disini kan?&lt;br /&gt;"apa maksutmu?"&lt;br /&gt;"anda lupa ya? saya beritahukan tadi siang, kalau saya menaruh 2 bom di 2 tempat yang berbeda...1 bom sudah meledak, sekarang tinggal 1 bom lagi, mari kita lanjutkan permainan kita, rekan anda sudah kalah di permainan ini, sekarang pemainnya tinggal anda, jangan ajak pemain lain, karena kalau sampai anda mengajak pemain lain, bom ini akan meledak, mata-mata saya ada di tempat dekat bom itu berada, mereka selalu memberitahukan kondisi di sana...kalau sampai anda melanggar aturan permainannya, bom itu akan meledak,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu apa yang harus saya lakukan?"&lt;br /&gt;"anda sekarang ada di daerah ancol kan? anda sudah dekat dengan taman bermain dufan... lebih baik anda cepat kesana karena bom ini ada di salah satu wahana di dufan....kita akan bertemu lagi nanti di permainan selanjutnya yang jauh lebih mengerikan dari permainan pertama, selamat tinggal,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo hanya terdiam. Ia sudah sangat lelah seharian ini.Permainan Cesar belum berakhir, satu rintangan terbesar masih ada di depan mata. Kapten Aryo harus bergegas untuk segera menyelesaikan permainan ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-6449205025457172646?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/6449205025457172646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/12/36-cesars-game.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/6449205025457172646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/6449205025457172646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/12/36-cesars-game.html' title='36. Cesar&apos;s Game'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-9130966666969632028</id><published>2009-12-10T09:44:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T22:45:00.692-08:00</updated><title type='text'>Novel action terbaru- The Chosen (Just Released)</title><content type='html'>Gw jujur emang ternyata susah bikin novel lawakan, jadi gw memutuskan untuk membuat novel bertema action yang berjudul The Chosen ini. Ini sinopsisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel The Chosen menceritakan tentang lima orang terpilih yang dipilih untuk menjaga bumi dari kehancuran karena mahluk-mahluk misterius yang jahat yang berdatangan untuk menguasai dunia dan bertujuan untuk membuat manusia punah. Kelima orang terpilih inilah yang dipercaya bisa mengalahkan para mahluk jahat ini dengan kekuatan khusus yang mereka miliki. Kepunahan dan masa depan dunia ada ditangan orang-orang terpilih ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka aja bukansembarangnovel.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Chosen-&lt;span&gt;When the world is going to end in evil hands, God sends its emissaries&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-9130966666969632028?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/9130966666969632028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/12/novel-action-terbaru-choosen-just.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/9130966666969632028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/9130966666969632028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/12/novel-action-terbaru-choosen-just.html' title='Novel action terbaru- The Chosen (Just Released)'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-5816144700327846824</id><published>2009-11-30T08:09:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T10:30:33.153-08:00</updated><title type='text'>35. Ace vs Dead Hunter Day 3- Farewell Arthur</title><content type='html'>Mentari pagi bersinar dengan cerah ditemani dengan awan biru terang yang beriringan. Suara kicau burung di sekitar hutan begitu merdu terdengar ditelinga mengeluarkan suara harmonis yang menggembirakan hati. Bimo dan karin berjalan menuju rumah kakeknya yang terletak di atas bukit itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jauh banget ternyata kalo dari jalan raya yah," ucap Karin&lt;br /&gt;"iya, gak ada kendaraan umum sih, jadi terpaksa jalan," ucap Bimo&lt;br /&gt;"mo, tundukkin kepala lo, kita harus tetap waspada, jangan sampai ada orang yang mengenali kita," ucap Karin&lt;br /&gt;"tenang aja, di hutan pagi-pagi gini sepi, gak perlu khawatir," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun sampai di rumah kakeknya. Bimo melihat pintu depan rumah itu terbuka dan ia mendekati rumah itu penuh curiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kok pintunya kebuka? perasaan gw ga enak rin," ucap Bimo&lt;br /&gt;"iya, ada apa ya," ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah Bimo dan Karin melihat kakeknya sudah tergeletak penuh darah. Bimo melihat di lantai ada tulisan "Arthur" yang ditulis oleh kakek Bimo sebelum ia meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arthur," ucap Bimo&lt;br /&gt;"kakek...." ucap Karin pelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin pun langsung pingsan dipelukan Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rin! rin! bangun! kenapa kamu sampai pingsan begini! bangun rin!" ucap Bimo keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin hanya terdiam dan tak sadarkan diri. Penyakit kanker otaknya kambuh dan sudah semakin parah, namun Bimo tidak pernah mengetahui hal ini karena Karin selalu merahasiakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di tempat markas polisi kapten Aryo yang baru keluar dari rumah sakit itu sedang bersiap-siap untuk bertugas bersama perwira Edo dan tim S.E.F.  Mereka akan beroperasi untuk menangkap gembong besar geng Ace yaitu Arthur. Kapten Aryo berjalan menuju rekan-rekan S.E.F yang sedang menyusun rencana untuk melakukan operasi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketua geng Ace ini bernama Arthur! kemarin mata-mata kita menemukan Arthur berada di sebuah kamar hotel. Ia sedang menginap disana. Kita harus segera bergerak untuk menangkap pemimpin geng Ace ini!" ucap ketua tim S.E.F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana dengan The ghost! para orang-orang aneh itu! mereka itu berbahaya! kita juga harus segera menangkapnya!" ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tentu saja! kita akan menangkap The ghost setelah kita berhasil menangkap Arthur hari ini dan lagi pula anggota polisi yang lain sedang melakukan pencarian 2 animus yang lain dan Cesar! terima kasih atas semua informasi anda dan perwira Edo! berkat informasi itu, mata-mata kita bisa mencari keberadaan orang-orang geng ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berterimakasihlah kepada Irham, ia yang memberitahukan semua informasi tentang animus itu kepada kami..... Jadi selama saya di rumah sakit, mata-mata kita sudah melakukan pencarian terhadap orang-orang geng ini! kerja yang sangat bagus! ayo kita berangkat!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo bersama tim S.E.F bergegas menuju mobil van khusus kepolisian. Perwira Edo pun bergabung bersama tim kepolisian untuk segera melakukan operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo menengok ke arah perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berhati-hatilah,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo hanya menggangguk dan segera naik ke mobil van kepolisian itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota S.E.F itu terlihat begitu seragam dengan baju dan seragam khusus polisi elit. Mereka memakai baju yang serba gelap dengan helm dan masker hitam untuk menutupi wajah mereka. Kapten Aryo yang sedang duduk di dalam mobil van itu terus berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tuhan....biarkan saya menangkap penjahat ini dan mengakhiri semuanya, berikanlah saya kemampuan untuk melakukan ini tuhan............ayah......ibu.....berikan aku kekuatan, aku tahu kalian selalu mendukungku disana......."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, Alan sedang makan di warung nasi pinggir jalan. Ia terlihat kucel seperti tidak mandi seharian. Setelah kejadian ia terjatuh ke jurang itu, ia terus mencari jalan pulang dan setelah makan di warung nasi ini ia akan menuju markas Dead Hunter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"untung aja gw gak kesasar dan bisa menemukan jalan pulang.....gila gw dah gak mandi seharian, bau banget badan gw.....gw makan dulu disini deh, abis itu langsung balik ke markas tidur......capek banget gw, si Cesar sama dead hunter lagi pada ngapain ya," gumam Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan yang sedang melamun itu kaget ketika ibu-ibu penjual nasi memanggilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nak....mau makan pake apa saja?"&lt;br /&gt;"hmm......nasi satu bu.....terus pake ayam goreng, sayur kangkung sama rendang bu, minumnya es teh manis ya," ucap Alan&lt;br /&gt;"tunggu sebentar," ucap ibu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama makanan yang dipesan Alan pun datang dan Alan dengan lahap memakan makanan itu. Ia makan sangat lahap karena kelaparan. Alan tidak mengetahui bahwa seorang polisi yang duduk tidak jauh terus memperhatikannya dengan pandangan yang tajam. Polisi itu akan menunggu Alan sampai selesai makan dan segera menangkapnya ketika Alan keluar dari warung nasi itu. Rekan-rekan polisi lain sudah menunggu di luar warung untuk menyergap Alan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anak-anak geng seperti Alan, Arthur, dan Cesar ini sudah lama diburu polisi dan pada hari inilah mereka berhasil menemukan tempat keberadaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan terlihat menghabiskan suapannya yang terakhir. Ia menelan sesuap nasi yang sudah dicampur dengan potongan ayam itu. Lalu Alan meminum es teh manis segar untuk mengakhiri santapannya. Alan membayar makanan itu ke ibu penjual nasi dan langsung pergi meninggalkan warung nasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"target bergerak! segera lakukan penangkapan!" ucap polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan yang berjalan sendiri itu kaget ketika beberapa orang berpakaian ala preman dengan jaket kulit dan celana jeans sobek menyergap Alan dengan tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saudara kami tangkap! jangan melawan! kami akan bawa saudara ke kantor polisi!"&lt;br /&gt;"salah saya apa pak?! saya hanya orang biasa pak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan berbohong! kami sudah tau siapa anda! anda Alan anggota geng Flame yang sekarang bargabung ke dead hunter! sudah lama kami mengintai anda dan teman-teman anda! namun petulangan anda berakhir sekarang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi pak! tapi......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudah jangan banyak bicara!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya tidak bersalah pak! saya tidak mau ditangkap!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan memukul anggota polisi yang menahannya itu. Ia langsung berlari kabur dari para polisi itu.  Seorang polisi menembakkan senjatanya ke atas untuk memberi peringatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan bergerak! atau saya tembak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan langsung menghentikan langkah kakinya dan mengangkat tangannya. Para polisi itu langsung memborgolnya dan memasukkannya ke dalam mobil polisi. Berakhirlah kisah petualangan Alan yang tangguh itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di markas Ace, Para polisi dan S.E.F sedang mengintai dari luar keadaan bagian dalam markas Ace itu. Semua polisi dan tim S.E.F mengendap-endap di luar markas Ace. Mereka terlihat bergerak dengan cepat dan rapi. Para anggota Ace yang berada di dalam itu kaget ketika para polisi masuk ke dalam markas dan langsung menangkap mereka. Beberapa diantara mereka ada yang pasrah saja dan langsung diborgol polisi, ada juga yang melarikan diri dan langsung ditembak mati oleh tim S.E.F.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota Ace itu telah ditangkap oleh polisi dan tim S.E.F. Mereka semua dibawa ke mobil polisi. Di markas Ace lain pun semua polisi berhasil menangkap anggota Ace ini. Kerja keras pihak polisi dan tim S.E.F selama ini  untuk terus mencari pesembunyian Ace ini telah membuahkan hasil. Geng Ace yang kuat itu pun sudah runtuh dan hanya tinggal nama. Arthur sang ketuanya pun sedang dalam buruan polisi. Para polisi dan tim S.E.F sudah sampai di tempat Arthur bersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di hotel tempat Arthur bersembunyi. Arthur sedang merokok dengan santai di balkon hotelnya. Ia melihat jam ditangannya dan bergegas masuk ke dalam kamar. Ia langsung membereskan beberapa pakaian yang ia bawa ke dalam ranselnya. Ia ingin "check out" dari hotel siang itu dan akan pergi ke suatu tempat. Handphone Arthur berbunyi, Arthur hanya melihat handphonenya yang tergeletak di atas tempat tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa sih nelpon, lagi sibuk juga," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur mengambil handphone itu dan mengangkat teleponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo! ini siapa?"&lt;br /&gt;"ini gw Arth, Ale!"&lt;br /&gt;"ada apaan?! kok lo kedengeran gak santai gitu,"&lt;br /&gt;"Arth! polisi tahu tempat persembunyian Ace! semua markas kita diserang! gw lagi kabur dari kejaran polisi! Arth mereka tau dimana lo berada! lebih baik lo segera tinggalin hotel.........aaaakh!!.................. jangan tangkap saya!!!! ......................................"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba telepon itu terputus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo! halo! bangsat keputus!" ucap Arthur kesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur segera mengambil tasnya dan langsung keluar dari kamar hotel. Ia memakai jaket kulit coklatnya dengan tenang lalu berjalan sambil membawa koper dan tas ranselnya. Arthur mempercepat langkah kakinya dan menuju pintu lift untuk turun ke basement dan pergi menggunakan mobilnya. Ia menekan tombol lift itu dan menunggu pintu lift itu terbuka.  Sudah cukup lama Arthur menunggu lift itu dan ia mulai merasa jengkel. Ia melihat lift itu masih ada di lantai 2 sedangkan ia ada di lantai 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lama banget nih lift," gumam Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok tim S.E.F yang salah satunya Kapten Aryo terlihat keluar dari pintu tangga darurat yang terdapat di ujung koridor hotel. Mereka menuju kamar Arthur dan langsung membuka pintu hotel itu. Mereka memeriksa kamar itu dan tidak menemukan Arthur di dalam kamar hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kejauhan Arthur mengintip para tim S.E.F itu. Arthur terlihat begitu ketakutan. Ia terlihat tegang dan bersembunyi di balik tembok. Ia berharap pintu lift itu segera terbuka agar ia bisa langsung menuju mobilnya untuk kabur dari hotel. Kapten Aryo melihat seperti ada seorang yang mencurigakan bersembunyi di balik tembok. Ia mendekati tembok itu dan tiba-tiba Arthur muncul dari balik tembok dan menembaknya dengan telak. Kapten Aryo tertembak di bagian dada dan langsung terjatuh. Para tim S.E.F yang lain langsung menembakkan senjata mereka ke arah Arthur. Arthur langsung bersembunyi di balik tembok. Ia melihat lift sudah sampai di lantai empat. Pintu lift itu pun terbuka dan Arthur langsung masuk ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota S.E.F itu mengejar Arthur namun pintu lift sudah tertutup. Kapten Aryo yang tertembak itu berdiri kembali dan langsung mengajak rekan-rekannya untuk mengejar Arthur dengan menuruni tangga darurat. Kapten Aryo selamat dari tembakkan itu karena memakai rompi anti peluru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lapor! target turun melalui lift bagian utara hotel! segera cegat di semua lantai terutama di bagian basement!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota S.E.F yang berada di lantai lain itu pun langsung menuju lift bagian utara hotel dan bersiap untuk menangkap Arthur. Di dalam lift Arthur terlihat panik dan memutuskan untuk langsung turun ke basement bagian paling bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"brengsek! gw harus turun di lantai mana!" ucap Arthur kesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tim S.E.F sudah menunggu Arthur di pintu lift utara lantai 1, 2, dan 3. Namun, bagian basement paling bawah masih belum terjaga. Beberapa anggota S.E.F yang menjaga pintu lift itu sedang menuju ke tempat itu dengan sangat cepat. Mereka seakan berlomba dengan Arthur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara lift itu berbunyi dan Arthur turun di lantai basement paling bawah. Ia terlihat begitu waspada dan memeriksa keadaan sekitar. Ia memegang senjata di tangan kanannya sambil membawa koper. Ia berjalan dengan cepat menuju mobilnya yang terletak satu lantai di atas lantai ini. Anggota S.E.F yang terlambat itu melihat Arthur dan langsung memperingatkan Arthur untuk tidak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur langsung berlari membawa kopernya dengan sangat cepat dan para anggota S.E.F itu menembak Arthur. Ketika Arthur berlari, para anggota S.E.F dan Kapten Aryo berdatangan dari berbagai sudut lantai basement. Kapten Aryo langsung menembak Arthur dengan senjatanya. Arthur langsung bersembunyi di balik tembok dan membuka koper yang ia bawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata isi koper itu adalah senjata pelontar bom yang sangat berbahaya dan mematikan. Arthur mengisi senjata itu dengan pelurunya dan langsung menembak kumpulan anggota S.E.F. Tembakkan Arthur mengenai sebuah mobil yang parkir di lantai basement itu dan langsung meledak dengan ledakan yang cukup besar. Beberapa anggota S.E.F itu pun terluka. Adu tembakan pun terjadi dengan sangat sengit. Arthur yang terus menembakkan senjatanya telah banyak meledakkan mobil-mobil yang parkir di lantai basement itu. Para anggota S.E.F dan kapten Aryo pun terlihat kewalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tiba-tiba suasana menjadi hening. Arthur tidak menembakkan senjatanya lagi. Ia telah kehabisan peluru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsat! pelurunya abis! mati gw di sini!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arthur! menyerahlah! anda sudah kami kepung! jika anda tidak melawan! kami tidak akan melakukan kekerasan! menyerahlah! anda tidak akan bisa lari!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"diem! diem lo! gw gak mau mati membusuk di tahanan sel! lebih baik gw mati!" ucap Arthur&lt;br /&gt;"sudahlah! perjalanan anda hanya sampai disini! anda sudah banyak meresahkan masyarakat! lebih baik anda menyerah! serahkan diri anda! itu akan menjadi lebih baik!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"diam! gw gak bakal segoblok itu nyerahin diri gw!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur langsung berlari keluar dari tembok dan menuju mobilnya. Ia berlari dengan sangat cepat. Anggota S.E.F itu menembak Arthur yang berlari itu. Arthur terkena tembakkan di tangannya dan merintih kesakitan, namun ia berhasil kabur. Para anggota S.E.F itu mengejarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berada di lantai basement tempat menaruh mobilnya, Arthur mempercepat langkahnya untuk pergi menuju mobilnya. Ia melihat dari sisi lain anggota S.E.F berlari mendekatinya. Arthur sangat kaget dan menghentikan langkahnya. Ia melihat kepenjuru arah dan sangat ketakutan ketika ia sadar bahwa para pasukan S.E.F sedang menuju kearahnya dari berbagai penjuru. Arthur langsung mengambil keputusan cepat. Ia melihat seorang perempuan yang ingin pulang siang itu dengan mobilnya. Ia langsung mendekati perempuan itu dan langsung menyandera perempuan muda itu. Para pasukan S.E.F pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika Arthur mengancam akan membunuh perempuan itu apabila para pasukan S.E.F mendekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan mendekat atau perempuan ini mati! jatuhkan senjata kalian!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan! jangan melakukan tindakan bodoh! anda pasti sudah sadar walau bagaimanapun anda sudah kalah!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"siapa bilang gw kalah! gw ini gak bakal kalah! gw ini Arthur! gw gak bisa kalah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lebih baik anda berpikir jernih dan tidak melakukan tindakan ceroboh seperti ini! lebih baik anda menyerah sekarang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"diam! jatuhkan senjata kalian! atau gw bunuh dia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur menarik pelatuk pistolnya dan bersiap untuk menembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw itung sampe hitungan ketiga! kalo kalian gak mau nurutin apa kata gw! cewe ini bakal mati!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota S.E.F itu saling berpandangan dan terpojok. Mereka harus memikirkan taktik agar tidak kalah posisi dengan Arthur. Namun bagi mereka, nyawa orang sipil adalah yang terpenting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok! kami akan menjatuhkan senjata! tapi jangan bunuh perempuan itu!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tim S.E.F itu pun menaruh senjata mereka di lantai. Arthur langsung mendorong perempuan yang ia sandera dan masuk ke dalam mobil. Ia langsung kabur dari tempat itu. Semua anggota S.E.F menembaknya. Kapten Aryo langsung berlari mengejarnya. Ia keluar dari basement hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sial! saya harus cepat mengejar Arthur!" ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo melihat seseorang menggunakan motor sport hitam menuju ke arahnya. Ia langsung menghentikan motor itu dan menunjukkan identitas polisinya. Pengendara motor itu pun langsung turun dan memberikan motornya. Kapten Aryo melepas helm khusus kepolisiannya dan memakai helm motor itu. Kapten Aryo langsung mengendarai motor itu dengan sangat cepat untuk mengejar mobil Arthur. Semua polisi dan tim S.E.F lain mengejarnya. Helikopter polisi pun terlihat terus mengejar mobil Arthur dan memantau pergerakan arah mobil Arthur dari bagian atas. Seorang petugas polisi di helikopter itu berbicara melalui radionya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"semua unit! target menuju jalan tol kota! segera bergerak ke arah sana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota polisi yang menggunakan mobil itu bergerak cepat menuju tol kota untuk mengejar Arthur. Sementara itu kapten Aryo terus mengejar Arthur dengan motornya. Ia terlihat sangat cepat mengendarai motor itu. Ia terus menyusul mobil-mobil yang ada di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya harus membuat ini setimpal! kematian orang tua saya harus terbalas!" gumam Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor Kapten Aryo terus melaju dengan cepat dan berhasil sampai tepat di belakang mobil Arthur. Kapten Aryo mengambil pistolnya dan langsung menembak mobil Arthur dari bagian belakang. Kaca mobil Arthur pun pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsat! gak ada nyerahnya tuh polisi brengsek!" ucap Arthur keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur terus mengendarai mobilnya dengan sangat cepat dan masuk ke pintu tol. Ia memilih pintu tol yang tidak ada antrian mobil dan langsung menerobos pintu tol itu. Kapten Aryo terus mengejarnya. Petugas pintu tol itu melihat Arthur dan Kapten Aryo yang menerobos pintu tol itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dasar orang jaman sekarang! main terobos-terobos ae!" ucap petugas pintu tol itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur terus memacu mobilnya dengan cepat. Ia menembak Kapten Aryo yang berada tidak jauh di sebelahnya. Namun karena sambil menyetir mobil dan tidak konsentrasi, tembakkan itu tidak satu pun yang berhasil mengenai Kapten Aryo. Kapten Aryo membidik ban mobil Arthur dan menembaknya. Ban mobil itu pecah dan membuat mobil Arthur tidak terkendali. Mobil Arthur menabrak mobil depan dan terguling berkali-kali dan melintang di tengah jalan. Kondisi mobil itu rusak berat. Semua mobil di jalanan tol itu pun menghentikan mobilnya. Kapten Aryo menghentikan motornya dan turun mendekati Arthur. Ia melepas helmnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur yang terluka parah dan terlihat sekarat itu keluar dari mobil dengan lemas. Ia sudah dalam kondisi kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa............akhirnya kaya gini, gw.........gak mungkin kalah............" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo mendekati Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudah berakhir perjalanan seorang kriminal keji seperti anda! berakhir hari ini!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa lo pengen banget nangkep gw hah? masih banyak penjahat lain kan," ucap Arthur lemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anda adalah buronan utama kami selain Cesar, Bimo dan Karin! Alan sudah tertangkap! dan berikutnya adalah anda! penjahat kejam seperti anda memang akan selalu berakhir seperti ini!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi......sebelum lo nangkep gw......."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur tiba-tiba mengambil senjatanya dan ingin menembak Kapten Aryo. Namun, berulang kali ia mencoba ternyata tidak bisa. Peluru di pistol Arthur telah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah.....breng....sek...." ucap Arthur lemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para polisi dan tim S.E.F telah sampai di jalanan tol itu. Mereka melihat kapten Aryo berdiri tepat di hadapan Arthur yang berlutut itu. Semua polisi itu hanya terdiam menyaksikan. Para pengemudi mobil itu pun keluar dari mobilnya sambil melihat siapa orang yang ingin ditangkap polisi itu. Mereka juga ingin melihat langsung proses penangkapan ini yang jarang mereka lihat secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya jadi ingat kejadian sore itu ketika seorang dead hunter membunuh orang tua saya," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"apa maksut lo?" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"orang dead hunter itu bilang dia membalaskan kematian adiknya yang tewas karena dibunuh oleh ayah saya,"&lt;br /&gt;"Danis? lo......Kapten rendra?" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur memperhatikan wajah Kapten Aryo yang mirip dengan ayahnya Kapten Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa wajah lo mirip kapten Rendra! siapa lo!" ucap Arthur&lt;br /&gt;"gw anak dari kapten Rendra yang kalian bunuh," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur hanya tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ternyata gw berakhir di tangan anaknya Rendra itu, ternyata bener kata Robin, si Rendra itu punya anak, tapi sore itu dia gak nemuin lo.........terus........sekarang lo mau balas dendam dan bunuh gw?" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo membidikkan senjatanya ke arah Arthur. Matanya sangat fokus dan menggambarkan kebencian yang kental. Arthur hanya tersenyum santai. Ia sudah pasrah. Namun Kapten Aryo tidak menembakkan pistolnya. Ia masih memiliki jiwa yang besar dan pemaaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya bukan pembunuh, saya lebih senang melihat anda membusuk di penjara," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo berjalan meninggalkan Arthur. Kapten Aryo mengira Arthur sudah kehabisan peluru dan sudah kalah, namun Arthur mengeluarkan senjata cadangannya yang disembunyikan di bagian belakang celananya. Ia membidikkan senjatanya ke arah Kapten Aryo dan akan menembaknya. Sebelum Arthur sempat menembak, semua polisi dan anggota S.E.F itu menembaknya dari berbagai penjuru. Arthur tertembak dengan telak dan langsung tewas seketika. Berakhirlah kehidupan dan pejalanan seorang animus bertopeng merah yang serakah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo hanya melihat Arthur yang telah tewas itu. Ia terdiam dan bersedih. Ia sebenarnya tidak ingin Arthur mati. Kapten Aryo adalah orang yang sangat berjiwa besar dan ikhlas dengan apapun yang terjadi dengan orang tuanya. Ia bukan orang pendendam seperti Bimo. Ia tahu dendam tidak akan memberi jalan keluar, namun sebaliknya dendam akan membawa dirinya ke lembah hitam yang lebih menyakitkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu matahari membentuk warna jingga yang terlihat indah. Jalanan tol itu dipenuhi suara sirine mobil polisi yang telah berhasil melumpuhkan buronan besar Arthur. Para orang media mulai berdatangan untuk melihat kematian Arthur sang pemimpin Ace itu. Mereka tidak pernah melihat wajah asli Arthur karena Arthur selalu memakai topeng dan menyamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orang media memenuhi jalanan tol itu untuk memberitakan langsung kematian Arthur sang animus. Para polisi menghalangi para orang media itu agar mereka tidak mendekat ke TKP. Jalanan tol itu pun sangat macet. Para polisi mengatur jalanan untuk kembali menjadi lancar. Beberapa polisi lain mengangkat mayat Arthur yang penuh darah itu. Mereka memasukkan mayat Arthur ke mobil ambulan. Mobil Ambulan itu pun pergi meninggalkan TKP. Perjalanan Arthur berakhir hari itu, kekejaman dan keserakahannya tidak akan ada lagi. Seberapa pun hebatnya Arthur, ia tetap saja bisa terkalahkan. Selamat jalan Arthur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-5816144700327846824?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/5816144700327846824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/35-ace-vs-dead-hunter-day-3-farewell.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/5816144700327846824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/5816144700327846824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/35-ace-vs-dead-hunter-day-3-farewell.html' title='35. Ace vs Dead Hunter Day 3- Farewell Arthur'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-151143554534208089</id><published>2009-11-28T10:03:00.001-08:00</published><updated>2009-11-28T10:12:49.047-08:00</updated><title type='text'>34. Ace vs Dead Hunter Day 2- Night of Tragedy</title><content type='html'>Malam itu di markas persembunyian Dead Hunter, Sagil bersama Cesar sedang menyusun rencana untuk mengalahkan Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jumlah wilayah yang kita kuasai sekarang tinggal 4 Sar, dan wilayah yang dikuasai Ace ada 11 wilayah, kondisi kita semakin buruk sar, jumlah anggota kita sudah berkurang cukup banyak, dengan situasi seperti ini kita bisa kalah," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi kita harus bagaimana? Alan juga udah tewas, wilayah kita semakin sedikit, gw bingung gil," ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw punya rencana bagus sar," ucap Sagil&lt;br /&gt;"rencana apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"malam ini kita serang wilayah Ace! kita lakukan serangan di malam hari supaya Ace kaget dan tidak siap!" ucap Sagil&lt;br /&gt;"jadi maksut lo kita manfaatin kelengahan Ace di malam hari?"&lt;br /&gt;"betul sar! di malam hari mereka pasti tidak begitu siaga kan! paling nggak kita bisa rebut beberapa wilayahnya," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw setuju sama lo! cepet siapin anak-anak! kita beraksi malam ini!" ucap Cesar&lt;br /&gt;"ok sar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu para dead hunter akan melakukan serangan mendadak ke wilayah kekuasaan Ace. Semua dead hunter itu menggunakan mobilnya untuk menyerang Ace malam itu. Lampu-lampu kendaraan dead hunter menerangi gelapnya malam itu. Cesar dan Sagil ada di satu mobil dan mereka menuju wilayah 2 milik Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"semua senjata udah dibawa gil?" ucap Cesar&lt;br /&gt;"udah gw bawa semua, tenang aja sar," ucap Sagil&lt;br /&gt;"bagus! malam ini kita hancurkan Ace!" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mobil dead hunter itu pun melaju kendaraannya lebih cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di wilayah 2 milik Ace, para anggota Ace itu sedang mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan mereka merebut sejumlah wilayah milik dead hunter. Arthur berada di tengah-tengah mereka. Ia berdiri di panggung besar yang terletak di bagian depan ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat malam teman-teman semua!" ucap Arthur keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota Flame itu pun menyambut salam dari ketua mereka itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"malam ini! malam yang sudah kita tunggu-tunggu! kita telah berhasil merebut banyak wilayah dead hunter! sebentar lagi kita bisa mengalahkan dead hunter! setelah dead hunter mati, kitalah penguasa semua wilayah! kitalah geng terkuat! kita, Ace akan terus ada dan tak akan pernah mati! hidup Ace!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota Ace yang berjumlah cukup banyak itu bersorak keras mendukung sang ketua mereka, Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok! teman-teman! sebagai rasa terima kasih gw! kalian boleh menikmati semua yang ada disini! gw udah siapin semua ini untuk kalian! pendukung setia Ace! ambil semua yang kalian mau! ini untuk kalian!" ucap Arthur keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota Ace itu pun langsung mengambil sejumlah botol bir yang tersedia di meja, ada yang memesan makanan di bar, ada yang menari-nari bersama teman-temannya dan pasangannya. Suasana di markas Ace itu begitu meriah, semua anggota Ace sangat bergembira malam itu. Mereka tidak pernah tahu bahwa musuh terbesar mereka, Dead Hunter akan menyerang wilayah itu sebentar lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur berjalan mendekati Bimo dan Karin yang sedang bermain poker bersama teman-teman anggota Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"boleh gw gabung?" ucap Arthur&lt;br /&gt;"kemana aja Arth? santai lah disini sama kita, lo main ya? kita lagi main poker nih," ucap Bimo&lt;br /&gt;"boleh, kalo soal poker gw jagonya mo, ya nggak rin? gw jago kan?" ucap Arthur&lt;br /&gt;"biasa aja, gw lebih jago Arth, gw udah menang 4 kali tadi," ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok kita liat aja," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo pun membagi kartu itu, semua pemain mendapatkan kartunya masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bener kan apa gw bilang, gw emang hoki! menang dah gw nih!" ucap Arthur&lt;br /&gt;"jangan seneng dulu Arth...nih gw tambah uang taruhan gw!" ucap Bimo&lt;br /&gt;"ok gw ikut," ucap Karin&lt;br /&gt;"gw nggak," ucap pemain lain&lt;br /&gt;"gw ikut,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan pun berlangsung cukup lama dan pada akhirnya Arthur memenangkan permainan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bener kan gw menang, gw jago kalo maen poker, lo semua gak ada apa-apanya," ucap Arthur&lt;br /&gt;"sial, duit gw abis," ucap Bimo&lt;br /&gt;"lagian semua ditaruhin," ucap Karin&lt;br /&gt;"gw kira si Arthur gak punya kartu bagus, soalnya kartu gw udah lumayan bagus tadi," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lain, The ghost dan Alvo sedang minum-minum bersama, mereka berada di pojokan ruangan yang agak gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cih ribut gini suasananya, gw paling nggak suka, buat telinga gw sakit!" ucap Leonard&lt;br /&gt;"namanya juga pesta, gimana sih lo! santai dikit lah!" ucap Alvo&lt;br /&gt;"gw males nih lama-lama disini, gw mau balik," ucap Red&lt;br /&gt;"ngapain lo balik? gak asik amat," ucap Gavin&lt;br /&gt;"gw benci pesta," ucap Red&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red pun berjalan pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw juga balik ke markas," ucap Zen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen pun mengikuti Red yang pergi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yah, tinggal bertiga gini," ucap Gavin&lt;br /&gt;"lebih baik kita ritual aja di markas, ayo cabut," ucap Leonard&lt;br /&gt;"ok deh kalo gitu," ucap Gavin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard dan Gavin pun pergi meninggalkan tempat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo bingung melihat teman-temannya pergi meninggalkannya, ia menghabiskan air minumnya dan langsung berjalan menuju Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"setan tuh orang-orang! gak santai banget sih! tiba-tiba pulang gitu," gumam Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur yang sedang ngobrol dengan orang-orang Ace menoleh ke arah Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada apa vo?" ucap Arthur&lt;br /&gt;"gw mau balik,"&lt;br /&gt;"cepet banget! santai dulu lah disini, makanan belum abis tuh, makan lagi lah, atau lo bisa maen tuh sama anak-anak," ucap Arthur&lt;br /&gt;"nggak deh Arth, gw mau ritual sama anak-anak ghost, emang resek banget tuh orang-orang, gak bisa santai dikit aja," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gapapa si, tapi sebenernya gw agak keberatan kalo lo balik," ucap Arthur&lt;br /&gt;"emang kenapa?"&lt;br /&gt;"gw takut aja kalo nanti tiba-tiba dead hunter nyerang,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo dan Arthur terdiam sejenak lalu mereka tertawa terbahak-bahak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tai lo Arth! masih aja malem-malem gini dead hunter nyerang kita? dah tidur kali tuh orang-orang, dah jam 1 pagi gini! masa dia mikirin perang mulu! gimana si lo ah," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"emang bener sih, pagi-pagi siapa yang mau nyerang kita? orang ronda?" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo dan Arthur kembali tertawa terbahak-bahak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila lo emang Arth, dah ah gw balik, sampe ketemu besok Arth!" ucap Alvo&lt;br /&gt;"ok vo!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Kapten Ivan sedang mabuk bersama para wanita PSK yang duduk tepat di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sayang, ayo minum lagi, abis ini kita main ya," ucap Kapten Ivan mabuk&lt;br /&gt;"aduh kapten, udah kebanyakan minum ah, ayo kita langsung main aja," ucap wanita PSK&lt;br /&gt;"hehehe.....kamu manis deh.......kita main berdua apa rame-rame?" ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;"maunya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan meminum minuman kerasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm........bedua aja ya, lebih murah kan? hehehehe" ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;"dasar tua-tua pelit," ucap wanita PSK itu pelan&lt;br /&gt;"ayo sayang," ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan dan wanita PSK itu pun pergi ke sebuah kamar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh dari tempat Kapten Ivan berada, Arthur sedang bermain lempar pisau dengan teman-teman anggota Acenya. Para anggora Ace itu berkumpul untuk melihat Arthur bermain. Sasaran lempar permainan itu adalah boneka yang cukup besar dan bertuliskan "dead hunter" di tubuhnya. Ada juga yang bertuliskan "The Flame" dan "S.E.F"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur mengambil ancang-ancang untuk melempar pisau yang ada ditangannya. Ia menarik nafasnya dan langsung melempar pisau itu dengan kuat. Pisau itu menancap di kepala boneka yang bertuliskan "S.E.F"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"untuk Felix dan Theo," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo menghampiri Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw minta pisau itu," ucap Bimo&lt;br /&gt;"satu cukup?" ucap Arthur&lt;br /&gt;"tiga," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur memberikan tiga pisau kepada Bimo, lalu Bimo melempar satu per satu ketiga pisau itu ke boneka yang bertuliskan "The Flame"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itu untuk nyokap gw, bokap gw dan adik gw Eva!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo benci banget ya sama Flame mo?" ucap Arthur&lt;br /&gt;"gw benci banget,"&lt;br /&gt;"sekarang anggota Flame udah mati semua, lo seneng gak? lo puas mo?" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw gak tahu apa arti perasaan ini, gw ngerasa kosong Arth, apa gw lakuin tindakan yang bener Arth? apa semestinya gw harus balas dendam? kalo lo jadi gw, lo bakal ngapain Arth? apa harus gw maafin bajingan kaya mereka? kenapa hidup gw begitu buruk, gw pengen seperti anak-anak lain yang hidupnya bahagia Arth," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo ga bahagia hidup sebagai Ace mo?" ucap Arthur&lt;br /&gt;"gw gak tahu Arth,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo lalu pergi meninggalkan Arthur, Arthur hanya terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mobil dead hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sebentar lagi kita sampe di wilayah 2 gil! anak-anak lain udah pada siap kan?" ucap Cesar&lt;br /&gt;"udah, semua anak-anak di mobil belakang udah pada siap sar!" ucap Sagil&lt;br /&gt;"bagus! cepat lo bersiap! sebentar lagi kita sampai!"&lt;br /&gt;"ok!" ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil mengambil pistolnya dan mengisinya dengan peluru. Para dead hunter yang menyerang wilayah 2 Ace itu berjumlah sekitar 20 orang dengan menggunakan 4 mobil. Mereka lalu berhenti di depan wilayah 2 Ace itu. Cesar dan para anggota dead hunter turun dari mobilnya. Mereka mendekati markas Ace itu dan mengintip dari balik jendela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kayaknya rame banget di dalem," ucap Cesar&lt;br /&gt;"iya, lagi ada pesta," ucap Sagil&lt;br /&gt;"ok gimana rencananya gil?" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gini.....mereka gak tahu kita nyerang kan, terus mereka sedang berada di satu wilayah, mereka sedang berkumpul, itu mempermudah kita, jadi beberapa diantara kita ada yang matiin listrik gedung ini biar mereka semua kaget, terus kita masuk diem-diem dan kita langsung serang Ace! gw bakal ngurus si Karin, dia bakal gw sandera! kalo Karin dah kita sandera, Bimo dan Arthur gak bakal berkutik! kalo Bimo dan Arthur gak berkutik......................"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalo mereka gak berkutik kenapa?" ucap anggota dead hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ace mati,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rencana yang bagus gil! jadi semua harus ada di posisi masing-masing, lo dari belakang, gw dari depan, dan Sagil dari samping langsung deketin si Karin, semua ini harus dilakukan pada saat lampu mati," ucap Arthur&lt;br /&gt;"ok ayo semua bergerak!" ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dead hunter itu pun berpencar, salah satu diantara mereka mematikan listrik yang terdapat di bagian belakang gedung, dan sisa dead hunter yang lain bergerak untuk mengepung gedung itu dari semua sisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gedung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur berjalan naik ke atas panggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok! temen-temen dengerin gw dulu! acara ini udah mau abis! tapi sebelum itu gw mau kasih tau rencana kita besok untuk menyerang Ace! ada yang mau kasih ide?!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"menurut gw besok kita abisin aja semua markas dead hunter! biar langsung mati tuh dead hunter! ya ga temen-temen!" ucap anggota Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana menjadi ribut seketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"diam! diam!..............gw setuju sama lo, tapi gak segampang itu nyerang dead hunter! kita harus cari Cesar dan bunuh dia! kalo dia udah mati, dead hunter menjadi milik kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw setuju sama lo Arth! kita harus bunuh Cesar! besok kita bunuh Cesar!" ucap Bimo yang tiba-tiba naik keatas panggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota Ace bersorak tanda setuju dengan perkataan Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok temen-temen, seperti yang Bimo bilang, jadi rencana kita besok adalah membunuh Cesar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba lampu padam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana ruangan pun menjadi ribut dan semua orang Ace bingung karena kejadian ini. Semua ruangan itu menjadi gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah kenapa nih?"&lt;br /&gt;"ada apa nih?"&lt;br /&gt;"siapa yang matiin lampu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tenang! tenang! ini cuma kesalahan teknis! bentar gw panggil dulu orang buat nyalain lampunya," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak perlu Arth!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"suara siapa itu? kayaknya gak asing sama gw," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita udah lama kenal Arth, masa lo gak kenal sama gw?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa? siapa lo?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo bener mau tau gw Arth? lo bakal nyesel Arth kalo tau gw!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa lo bangsat! cepet kasih tau nama lo!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cesar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota Ace kaget bukan main ketika Cesar menyebutkan namanya, ruangan itu sangat gelap dan sangat sulit untuk melihat benda apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan bercanda lo! lo kira gw gampang ditipu! Cesar gak bakal kesini goblok!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu pun kembali menyala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa bilang gw gak bakal kesini Arth?" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur sangat kaget ketika melihat Cesar berada tidak jauh di depannya. Sagil yang berada di samping Cesar telah menyandra Karin yang terus memberontak. Semua dead hunter yang lain pun mengarahkan senjata mereka ke orang-orang Ace dari semua sisi gedung. Ace telah terpojok malam itu. Arthur dan Bimo pun tidak bisa apa-apa karena Karin disandera oleh Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lepasin Karin!" ucap Bimo&lt;br /&gt;"gak bakal gw lepasin mo!" ucap Sagil&lt;br /&gt;"terus mau lo apa kalo gitu?" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw mau Ace menyerah ke Dead Hunter!" ucap Cesar&lt;br /&gt;"gak bakal gw nyerah sama lo sar!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ooh.......gitu??! lo mau adek lo mati mo?" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan! jangan bunuh adek gw! gw bakal nurutin semua kata lo!" ucap Bimo&lt;br /&gt;"apasi lo mo! udah bunuh aja! gw gak mau nyerah ke dead hunter! bunuh aja si Karin," ucap Arthur&lt;br /&gt;"apa maksut lo Arth? kenapa lo kaya gini? Karin itu adek gw! adek temen lo!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw gak peduli! yang gw peduli cuma Ace! Ace gak boleh kalah! gw gak boleh kalah! gw harus menang! gw gak peduli sama nyawa lo atau Karin!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ternyata lo kaya gini Arth?! lo gak setia kawan Arth?! dulu gw pernah nolong lo! lo utang nyawa sama gw!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bacot!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur memukul Bimo hingga membuat Bimo terjatuh ke lantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arth?! lo....." ucap Bimo&lt;br /&gt;"utang? utang apa?! lo udah gw jadiin animus pun udah lebih dari untung kan! jadi gw utang apa sama lo! lo yang harus berterima kasih sama gw! jangan macem-macem sama gw!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar hanya tertawa melihat perpecahan dalam diri Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arthur...........Arthur.........,dari dulu emang lo gak pernah berubah, lo terlalu haus akan kekuasaan dan berkhianat dengan temen lo sendiri untuk mencapai itu, lo itu salah Arth," ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"udah jangan banyak omong! bunuh aja tuh si Karin abis itu cabut dari sini! gw gak bakal mau nyerah sama dead hunter!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok! gw minta sekali lagi, lo mau nyerah Arth? mo?" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw mau! gw mohon jangan bunuh Karin!" ucap Bimo&lt;br /&gt;"nggak, sampai kapan pun," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm.........kalo gitu jawabannya kalian ga mau nyerah, sori mo........"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil, Cesar dan teman-temannya menembak para anggota Ace yang berada di ruangan itu. Suara tembakan yang berdesing memenuhi ruangan malam itu. Darah dari orang-orang Ace itu memenuhi seluruh ruangan itu. Tembok dan lantai ruangan itu dipenuhi darah merah yang pekat. Peluru-peluru kosong banyak bergeletakan di lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"liat....semua anggota Ace udah mati, gw sengaja gak bunuh Karin dulu, gw cuma mau ngasih tau kalo gw ini serius, gw nggak segan-segan bunuh Karin kalo lo tetep gak mau nyerah Arth," ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arth gw mohon nyerah, gw mohon Arth.....gw gak mau Karin mati Arth," ucap Bimo&lt;br /&gt;"berisik! gak bakal gw nyerah! bunuh aja si Karin! gw gak peduli!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kasian banget lo mo, semestinya dari dulu lo gak gabung sama Ace, lo udah salah ambil keputusan mo," ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arth! kenapa lo jadi gini! gw kira kita sahabat Arth! kita ini teman Arth! kita semestinya saling melindungi! bukan saling mengkhianati seperti ini!" ucap Karin yang disandera oleh Sagil itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalian emang temen gw.....gw emang peduli sama kalian, tapi gw lebih peduli sama kekuasaan gw dan Ace! yang penting gw gak kalah! gw gak bakal nyerah sama Cesar!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"egois lo Arth! gw gak nyangka ternyata lo kaya gini!" ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur hanya tersenyum dengan licik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi gimana sar? lo bingung kan? lo bunuh aja tuh si Karin, gw gak bakal mau nyerah sama lo sar!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo yakin Arth? lebih baik lo nyerah aja! kalo lo nyerah Karin gak bakal mati! gimana? ini kesempatan yang terakhir, kalo jawaban lo tetep ga mau nyerah, Karin mati!" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw gak mau nyerah," ucap Arthur&lt;br /&gt;"ok, udah jelas kalo gitu, bunuh Karin gil!"&lt;br /&gt;"jangan!!! jangan bunuh Karin!"  Bimo berteriak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAR!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan terlihat menembakkan pistolnya. Sagil merintih kesakitan karena tertembak di bagian punggung oleh Kapten Ivan itu. Cesar kaget melihat Kapten Ivan menembak Sagil. Sagil terjatuh dan Karin langsung berlari mendekati Bimo. Para Anggota Dead hunter langsung menembak Arthur, Bimo dan Karin yang berlari keluar gedung. Kapten Ivan pun tertembak oleh para geng dead hunter itu dan langsung tewas. Cesar mendekati Sagil dan melihat Sagil sudah tak bernyawa lagi. Cesar pun berlari untuk mengejar Arthur yang kabur itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan lari lo Arth!" ucap Cesar berteriak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar menembak Arthur dari jauh, Arthur berlari dengan cepat dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Arthur kabur malam itu tanpa kedua sahabatnya Bimo dan Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Bimo dan Karin sedang kabur dari pengejaran para dead hunter itu. Mereka terus masuk ke dalam hutan gelap itu untuk berlari dari kejaran dead hunter. Para dead hunter yang berjumlah sekitar 15 orang terus mencari Bimo dan Karin yang bersembunyi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mana lagi nih si Bimo sama Karin?!" ucap anggota dead hunter&lt;br /&gt;"di sini juga ga ada" ucap dead hunter yang lain&lt;br /&gt;"percuma kalo gelap gini nyarinya, kita balik aja,"&lt;br /&gt;"ok kalo gitu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota dead hunter itu pun kembali ke markas Ace. Bimo dan Karin terlihat kelelahan dan sedang bersembunyi di balik pohon besar yang terdapat di hutan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kayanya udah aman," ucap Bimo&lt;br /&gt;"iya....untung mereka gak tahu kalo kita di sini," ucap Karin&lt;br /&gt;"gw gak ngerti sama Arthur, ternyata dia gak seperti apa yang gw kira selama ini," ucap Bimo&lt;br /&gt;"jangan sampe kita berhubungan sama dia lagi, gw udah benci sama dia, dia cuma mikirin diri sendiri! gak pernah mikirin sahabatnya!" ucap Karin&lt;br /&gt;"dia itu emang terlalu haus akan kekuasaan, demi kekuasaan Ace dia rela ngelakuin apa pun," ucap Bimo&lt;br /&gt;"ya udah lah, kita balik ke rumah kakek aja," ucap Karin&lt;br /&gt;"ok! kita cari tempat penginapan dulu, besok pagi baru kita ke rumah kakek" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo dan Karin pun berjalan pergi dari hutan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dead hunter dan Cesar pun pergi dari markas Ace itu setelah membakar gedung markas Ace itu. Cesar dan dead hunter telah kehilangan Sagil malam itu. Ace pun mengalami perpecahan setelah pengkhianatan Arthur dengan kedua temannya Bimo dan Karin. Para animus itu pun memilih jalannya sendiri-sendiri mulai malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam setelah kejadian tragis di markas Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur menyetir mobilnya malam itu dengan sangat cepat. Ia menuju rumah kakek Bimo dan Karin. Tak lama ia pun sampai di rumah kakek Bimo dan menghentikan mobilnya tepat di depan rumah kakek Bimo. Arthur keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah. Arthur mengetuk pintu rumah itu. Tak lama kakek Bimo pun membukakan pintu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arth...sudah pulang? sudah selesai pestanya? segeralah tidur, sudah jam 3 pagi......Bimo sama Karin mana?" ucap kakek Bimo&lt;br /&gt;"Bimo sama Karin sebentar lagi datang, mereka tidak pulang bareng saya," ucap Arthur&lt;br /&gt;"oh begitu, yasudah istirahatlah Arth,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur berjalan masuk ke rumah dan menuju ruang bawah tanah untuk mengambil senjata-senjatanya dan perlengkapan lain milik Ace. Arthur memasukkan semua senjata dan amunisinya ke dalam tas ransel besar yang ia bawa. Ia juga mengambil semua barang-barang miliknya dan segera pergi dari ruang bawah tanah itu. Kakek Bimo menghampirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arth kenapa semua barang-barang kamu bawa? kamu mau pindah dari rumah ini?" ucap Kakek Bimo&lt;br /&gt;"iya kek, saya dan Bimo sudah bukan teman lagi," ucap Arthur&lt;br /&gt;"apa maksutmu Arth?"&lt;br /&gt;"Bimo mengkhianati saya, tadi pada saat pesta, dead hunter menyerang, saya terpojok tadi, tapi Bimo dan Karin mengacuhkan saya sehingga saya hampir terbunuh, saya muak dengan mereka, saya ingin pergi dari sini," ucap Arthur berbohong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bimo tidak seperti itu, kakek yakin dia tidak akan berkhianat Arth,"&lt;br /&gt;"sudah lah kek, Bimo itu tidak seperti yang kakek kira," ucap Arthur&lt;br /&gt;"jadi kamu mau pergi Arth?"&lt;br /&gt;"iya kek, tapi sebelum itu berikan saya pelukan terakhir kek, mungkin kita tidak akan bertemu lagi," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek pun memeluk Arthur dengan erat. Arthur yang licik itu langsung menembak kakek Bimo dengan pistolnya pada saat memeluknya. Kakek Bimo kaget bukan main dan melihat Arthur sejenak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ke.......kenapa Arth?" ucap kakek Bimo&lt;br /&gt;"maafkan saya kek," ucap Arthur dengan wajah dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek Bimo pun terjatuh dan langsung meninggal. Arthur berjalan keluar rumah dan langsung pergi meninggalkan rumah itu. Malam yang diawali dengan kebahagiaan dari anggota Ace yang berpesta itu berakhir dengan penuh tragedi ketika para animus itu pecah dan menjadi bermusuhan. Ace yang kuat itu telah terpecah menjadi dua kubu, yaitu kubu Arthur dan kubu Bimo, Karin. Pengkhianatan Arthur yang licik dan haus akan kekuasaan itulah pemicu dari perpecahan Ace ini. Arthur tersenyum licik sambil mengendarai mobilnya. Perlahan mobil Arthur hilang dibalik gelapnya hutan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-151143554534208089?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/151143554534208089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/ace-vs-dead-hunter-day-2-night-of.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/151143554534208089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/151143554534208089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/ace-vs-dead-hunter-day-2-night-of.html' title='34. Ace vs Dead Hunter Day 2- Night of Tragedy'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-7396775411481858585</id><published>2009-11-25T02:51:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T03:02:11.923-08:00</updated><title type='text'>**My new novel after "petualangan Irham"</title><content type='html'>Gw udah punya ide untuk bikin novel baru selain petualangan irham. Petualangan Irham bakal ada lanjutannya, tapi setelah edisi 1 ini tamat gw bakal bikin novel baru yang beda dari novel petualangan irham ini. Gw mau buat novel tentang perjalanan seorang legenda sepak bola dari dia kecil sampe jadi legenda sepak bola yang terkenal di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter utamanya ya legenda sepak bola ini, dia ceritanya dari Indonesia gitu, dari kecil hobi maen bola terus ikut klub bola, sampai jadi profesional, terus masuk ke timnas, terus berhasil bawa timnas indonesia ke piala dunia, gitu-gitu lah, mungkin mirip-mirip captain tsubasa kali ya, haha, tapi ini lebih ada dramatisasi nya, ada pesan moral, perjuangan hidup, gitulah. Intinya tentang legenda sepak bola yang tadinya orang biasa aja, terus jadi orang terkenal banget sekelas Pele atau maradona gitu. Ya jelas ini emang fiksi, tapi yang jelas gak bakal ada kata-kata kasar kaya di petualangan irham, hmm....mungkin di novel ini gw pake bahasa inggris biar nyaingin novel harpot gitu, ya kali, bisa mampus gw kalo pake bahasa inggris, bahasa indo aja susah, haha,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditunggu ya novelnya! dijamin lebih mantap dari petualangan irham! see ya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-7396775411481858585?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/7396775411481858585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/my-new-novel-after-petualangan-irham.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/7396775411481858585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/7396775411481858585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/my-new-novel-after-petualangan-irham.html' title='**My new novel after &quot;petualangan Irham&quot;'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-3094641032553028935</id><published>2009-11-20T23:46:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T05:36:06.598-08:00</updated><title type='text'>33. Ace vs Dead Hunter Day 1- The coup of the two gangster</title><content type='html'>Seminggu setelah kejadian pembunuhan di markas Flame. Beberapa anak geng sedang mencoret-coret tembok dengan pilox mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dibagian sini dah beres! tulisannya gimana? artistik abis kan?"&lt;br /&gt;"hmm.....bagus sih.............yang lain juga udah beres, ayo cabut ke markas, kita ketemu sama bos Arthur,"&lt;br /&gt;"ok! dengan begini kita berhasil nguasain daerah sini! daerah lain harus kita ambil dari tangan dead hunter!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anak geng bawahan Ace itu pergi meninggalkan tembok yang bertuliskan "Ace's territory"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda tulisan itu menunjukkan daerah kekuasaan dari sebuah geng. Dengan membuat tulisan itu, Ace telah mengambil alih wilayah itu dari tangan dead hunter. Ace dan dead hunter terus saling berusaha untuk memperluas wilayah mereka dengan saling berebut wilayah kekuasaan satu sama lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu di suatu tempat yang sepi. Sekumpulan geng sedang menjaga daerah mereka. Mereka ini adalah geng bawahan Ace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arthur bilang kita harus jaga daerah ini, jangan sampe dead hunter itu ngambil daerah ini! sekarang kita sedang berperang melawan mereka! satu-satunya jalan untuk menang adalah kita harus menguasai banyak daerah untuk dijadikan basecamp kita! siapa pun yang berjaket abu-abu bertuliskan dead hunter, bunuh!"&lt;br /&gt;"itu liat di depan....mobil itu......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota geng bawahan Ace itu melihat sekumpulan dead hunter dengan motor dan mobil nya mendekati mereka. Dua mobil dan tiga motor dead hunter telah menyerang wilayah kekuasaan Ace. Pasukan dead hunter yang menyerang berjumlah 10 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cepat! cepat! siapkan senjata! serang mereka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota Ace itu menembak para dead hunter itu. Beberapa dead hunter yang menggunakan motor langsung jatuh karena tertembak. Para dead hunter yang menggunakan mobil itu melaju lebih cepat ke arah para anggota Ace berdiri. Mereka menghentikan mobilnya lalu keluar dari mobil. Mereka menembakkan pistolnya ke arah anggota Ace itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsat! bunuh semua! bunuh Ace! tembak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota dead hunter itu bersembunyi di belakang mobil mereka dan menembakkan pistolnya ke arah anggota Ace. Duel senjata pun tak terelakkan. Satu per satu anggota Ace jatuh terkena tembakkan dead hunter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama duel tembak menembak itu pun usai. Satu orang yang tersisa dari Ace bersembunyi di belakang bak sampah yang besar. Ia ketakutan. Para dead hunter yang tersisa 5 orang mendekati anggota Ace itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dimana Arthur bersembunyi?" ucap anggota dead hunter itu&lt;br /&gt;"gw gak tahu,"&lt;br /&gt;"jangan bohong! kalo lo ngasih tau, lo gak bakal mati hari ini!"&lt;br /&gt;"gw bener-bener gak tahu, lagipula kalo gw tahu, gw gak bakal ngasih tau sama lo dead hunter anjing!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAR DAR DAR!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota dead hunter menembak orang Ace itu tanpa ampun. Ia pun tewas seketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cih! Ace murahan! geng murahan! ketua lo itu pengkhianat!" ucap anggota dead hunter itu&lt;br /&gt;"dengan begini, wilayah ini milik kita...... eh cepet kasih tanda di tembok itu!"&lt;br /&gt;"ok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anggota dead hunter itu menandai tembok itu menggunakan piloxnya, ia menuliskan "DH" di tembok itu yang menunjukkan lambang daerah kekuasaan dead hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh lo cepet hubungin markas, bawa beberapa orang kesini untuk jaga wilayah ini, jangan sampe direbut sama Ace!"&lt;br /&gt;"ok sip!" ucap anggota dead hunter itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di markas Dead hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sar! gw punya kabar baik dan kabar buruk! kabar baiknya, sejauh ini 1 dari 10 wilayah Ace udah kita kuasain, selanjutnya kita akan menuju wilayah Ace di daerah pinggiran kota!" ucap anggota dead hunter itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"terus kabar buruknya?" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kabar buruknya, 1 wilayah kita telah berhasil dikuasai oleh Ace!"&lt;br /&gt;"gawat! kalo gitu wilayah kita tinggal ada 5 termasuk wilayah dead hunter yang baru kita kuasai! kita memang kalah jumlah wilayah dibanding Ace! kalo gitu kalian semua cepat kuasai wilayah Ace yang lain! jangan sampai kalah cepat dengan Ace!" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok! gw berangkat dulu!" ucap anggota itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sar! gawat! wilayah 3 kita diserang Ace! disana ada geng tangguh dari bawahan Ace! para dead hunter kewalahan disana!" ucap anggota dead hunter dengan panik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa?! kalo gitu cepat kirim bantuan kesana! kita harus menjaga wilayah itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok!" ucap anggota geng  dead hunter itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di wilayah 3 milik dead hunter para geng Ace dan dead hunter sedang saling tembak menembak satu sama lain. Suara tembakan begitu ramai memenuhi gudang kosong itu.&lt;br /&gt;Alan yang berada disana, sedang bersembunyi di balik tembok. Ia terlihat kelelahan, nafasnya tersengal-sengal dan wajahnya berkeringat. Ia melihat keadaan di sekitar. Ia memastikan tidak ada anggota Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila, pasukan Ace banyak banget! kalo gini terus gw bisa mati nih! tenang.........tenang lan......gw gak boleh mati sebelum bunuh Karin, pasti gw tepatin janji gw Nay." gumam Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan berjalan pelan sambil melihat situasi sekitar, ia memegang pistolnya erat-erat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"temen-temen gw mana lagi nih......udah pada tewas kali ya....." gumam Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"liat itu dead hunter! tembak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota Ace yang melihat Alan dari bagian atas gudang itu langsung menembak Alan dengan pistolnya. Alan yang kaget pun langsung bersembunyi di balik tembok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"woy dead hunter! mending lo nyerah aja! lo tinggal sendiri disini!" ucap anggota Ace itu&lt;br /&gt;"nggak bakal gw nyerah! lo kira lo semua bisa bunuh gw hah! gw ini Alan! gw ini kuat!" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya terserah deh kalo gitu! berarti lo mati disini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bacot lo semua!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan menembak para anggota Ace itu satu per satu. Semua anggota Ace itu berhasil tertembak dan terjatuh ke bawah. Anggota Ace yang lain menembak balik Alan yang bersembunyi di balik tembok itu. Alan hanya bisa bersembunyi di balik tembok, lalu ia melihat anggota Ace berdatangan melalui pintu depan gudang untuk memberikan bantuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sial! tambah banyak lagi! gw harus kabur! Nay! gw gak mau mati disini Nay! gw gak mau mati sekarang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan langsung berlari meninggalkan gudang itu. Semua anggota Ace melihatnya dan langsung mengejarnya. Alan yang berlari itu ditembak oleh para anggota Ace. Alan semakin cepat berlari, ia langsung masuk ke mobilnya. Di dalam mobil ia berusaha menyalakan mobil itu, namun mobil itu tidak bisa menyala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"brengsek! cepet nyala! gw bisa mati disini!" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anggota Ace itu mengisyaratkan temannya untuk mengambil sebuah senjata bazoka (pelontar bom). Ia berniat untuk menghancurkan Alan bersama mobilnya dengan senjata mengerikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nih....mampusin tuh orang dead hunter yang menyedihkan," ucap anggota Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Ace itu membidik mobil Alan dengan senjata bazoka-nya. Lalu ia langsung menembak mobil Alan dengan senjata itu. Alan berhasil menghidupkan mobilnya, ia langsung menjalankan mobilnya dengan cepat. Sebuah roket lontar dari bazoka itu dengan cepat menuju mobil Alan dan mengenai bagian belakang mobil Alan itu. Mobil Alan terbakar dan tak terkendali. Lalu mobil itu masuk ke dalam jurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mampus lo dead hunter menyedihkan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota Ace itu tertawa puas melihat Alan jatuh kedalam jurang. Lalu mereka masuk ke dalam gudang itu. Wilayah 3 milik dead hunter telah diambil alih oleh Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, bala bantuan dead hunter untuk melindungi wilayah 3 itu pun datang. Namun, mereka sudah terlambat. Mereka masuk ke dalam gudang itu, mereka melihat mayat-mayat dead hunter yang sudah ditumpuk menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"a-apa-apaan ini?" ucap salah satu anggota dead hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota Ace keluar dari persembunyiannya dan langsung membidikkan senjata mereka ke dead hunter yang baru tiba itu. Para dead hunter yang kalah jumlah itu pun langsung mengangkat tangan mereka dan membuang senjata mereka tanda menyerah. Lalu para anggota Ace itu menembak semua anggota dead hunter itu tanpa ampun. Semua anggota dead hunter itu pun tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di stasiun kereta kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam di stasiun kereta itu menunjukkan pukul 2 siang. Stasiun itu cukup ramai dengan orang-orang yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Mereka terlihat ingin cepat sampai di tempat tujuan mereka. Para penjual-penjual makanan dan minuman pun menawarkan makanannya ke penumpang kereta, namun ada diantara mereka yang berhasil menjual barang dagangan mereka dan ada juga yang tidak berhasil. Mereka yang tidak berhasil akan terus berusaha untuk bisa menjual dagangan mereka untuk bisa membeli sesuap nasi saja. Seorang anak kecil penjual koran sibuk menjual korannya. Ia terus berteriak untuk mendapat perhatian dari para penumpang. Seseorang bermantel coklat dan bertopi hitam mendekati anak penjual koran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berapa koran baru itu?" ucap Sagil&lt;br /&gt;"2000 saja," ucap anak itu&lt;br /&gt;"ini uangnya, kamu sebaiknya cepat pergi dari sini, akan ada pembunuhan sebentar lagi," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak penjual koran itu langsung pergi meninggalkan Sagil dengan perasaan takut. Sagil lalu duduk di bangku sambil membaca koran. Seseorang disebelahnya berbicara kepadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita harus terus waspada gil, sebentar lagi orang-orang Ace itu turun di stasiun ini, mereka mau menyerang wilayah 2 kita," ucap anggota dead hunter yang menyamar itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw selalu waspada, gw tahu mereka bakal dateng 5 menit lagi, ini sudah jam 2, semestinya kereta mereka datang jam segini, tapi lo tau kan kereta itu selalu terlambat, jadi tunggu lah 5 menit lagi," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sip lah, begitu mereka keluar dari kereta, kita tembak mereka,"&lt;br /&gt;"jangan lupa pake topeng lo," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gil! gw dapet kabar wilayah 3 udah diambil alih sama orang-orang Ace! Alan juga tewas katanya disana! si Alan gak bisa dihubungi katanya!" ucap anggota dead hunter itu&lt;br /&gt;"brengsek! jadi wilayah kita semakin berkurang! kalo gini terus jumlah anggota kita bakal abis! kalo gitu pokoknya yang di stasiun kereta ini harus kita abisin semua! jangan sampe ada yg lolos!" ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kereta untuk kedatangan jam 2 siang terlihat dari jauh menuju stasiun untuk menurunkan penumpangnya. Jam menunjukkan pukul jam 14.06. Sagil melihat jamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cih telat 6 menit," ucap Sagil&lt;br /&gt;"telat segitu mah biasa kan gil?"&lt;br /&gt;"kalo telat terus dibiarin gitu dan jadi kebiasaan, mau jadi apa?"&lt;br /&gt;"yah udah budaya namanya juga gil" ucap anggota dead hunter yang lain&lt;br /&gt;"budaya kok telat," ucap Sagil tersenyum sinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil dan keempat teman dead hunternya duduk dibangku stasiun itu. Kereta yang baru datang itu berhenti untuk menurunkan penumpangnya. Para penumpang di dalam kereta itu pun keluar dari kereta satu per satu. Jumlah penumpang kereta itu tidak terlalu banyak. Sagil dan keempat temannya itu terus memperhatikan para penumpang yang turun dari kereta itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jaket hijau tua," ucap Sagil&lt;br /&gt;"begitu melihat, langsung bunuh," ucap anggota dead hunter itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekumpulan orang berjumlah 10 orang memakai jaket berwarna hijau tua turun dari kereta. Mereka terlihat misterius. Mereka adalah anggota Ace. Sagil dan teman-temannya berdiri dan langsung mendekati para anggota Ace itu. Sagil memakai topengnya, lalu ia mengeluarkan senjata kedap suaranya dari mantel yang ia pakai. Sagil dan teman-temannya langsung menembak para anggota Ace itu. Para anggota Ace itu pun kaget bukan main, beberapa diantara mereka langsung tewas seketika. Para penumpang kereta dan orang sekitar langsung berteriak dan ketakutan ketika terjadi pembunuhan di stasiun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota dead hunter yang tersisa 3 orang itu pun melarikan diri. Mereka berlari sangat cepat. Sagil dan teman-temannya mengejar mereka. Mereka saling kejar mengejar satu sama lain. Para anggota Ace yang ketakutan itu berlari dengan sangat cepat menuju kereta yang akan pergi meninggalkan stasiun itu. Mereka terus berlari dan akhirnya berhasil masuk ke dalam kereta itu. Sagil dan teman-temannya yang berada di belakang terus berlari dan masuk ke dalam kereta itu. Mereka mencari anggota Ace yang berpura-pura jadi penumpang itu. Karena jumlah penumpang kereta yang cukup ramai. Sagil kesulitan mencari 3 orang Ace itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sial! dimana mereka?!" ucap Sagil&lt;br /&gt;"rame gini penumpangnya, jadi susah," ucap anggota dead hunter&lt;br /&gt;"lo cari ke gerbong paling depan, gw disini, lo ke gerbong satunya dan lo berdua sisanya, cepet! kalo ketemu langsung bunuh," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil pun berpencar dengan temannya, ia sudah melepas topengnya dan menyembunyikan senjatanya di balik mantelnya. Seorang nenek memanggil Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nak, kenapa kamu terlihat cemas seperti itu? duduklah disebelah nenek sini,"&lt;br /&gt;"oh tidak apa-apa nek, terima kasih atas tempat duduknya," ucap Sagil&lt;br /&gt;"sopan sekali kamu ini nak,"&lt;br /&gt;"terima kasih nek, sebenarnya tidak juga," ucap Sagil&lt;br /&gt;"nak, kenapa wajahmu ditutupi perban seperti itu?"&lt;br /&gt;"bekas luka bakar nek,"&lt;br /&gt;"oh begitu, berhati-hatilah nak, jaga dirimu, kasian orang tuamu nanti kalo terjadi apa-apa denganmu,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"orang tua saya sudah meninggal nek," ucap Sagil&lt;br /&gt;"oh.....maafkan nenek ya.......nenek tidak tahu,"&lt;br /&gt;"tidak apa-apa"&lt;br /&gt;"nek lihat anak itu....." ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek itu melihat seorang anak laki-laki yang bahagia dan sedang bergembira bersama orang tuanya. Orang tuanya sedang memanjakannya. Anak itu pun tertawa dengan riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada apa dengan anak itu?"&lt;br /&gt;"aku iri dengan anak itu......aku ingin seperti dia.....tanpa beban dan selalu bahagia. Orang tuanya pun sangat menyayanginya," ucap Sagil&lt;br /&gt;"orang tuamu pun selalu menyayangimu disana nak, mereka selalu tersenyum kepadamu,"&lt;br /&gt;"saya rasa ayah tidak sayang saya nek,"&lt;br /&gt;"tidak ada orang tua yang tidak sayang dengan anaknya," ucap nenek itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba nenek itu tertembak dan langsung tewas. Sagil sangat kaget dan melihat arah tembakan itu. Ia melihat anggota Ace duduk tidak terlalu jauh darinya. Orang Ace itu tadinya ingin menembak Sagil, namun karena kereta yang tidak stabil, orang Ace itu sulit untuk membidik dengan tepat dan membuat tembakan itu mengenai seorang nenek yang duduk tepat di sebelah Sagil. Sagil langsung berlari mengejar anggota Ace yang kabur itu. Semua penumpang panik dan berteriak. Mereka semua menjadi tidak terkendali. Kereta itu pun berhenti mendadak karena keadaan darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Ace itu langsung berlari keluar dari kereta. Ia terus berlari dan bersembunyi di sebuah gang yang sepi. Ia terlihat sangat kelelahan. Sagil terus mengikuti anggota Ace itu dan langsung meletakkan pistolnya di kepala anggota Ace itu. Anggota Ace itu kaget bukan main ketika melihat pistol Sagil tepat di samping kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mau kemana lagi lo?" ucap Sagil&lt;br /&gt;"terus kenapa? emang lo kira gw takut mati? tembak aja" ucap anggota Ace itu&lt;br /&gt;"ada kata terakhir?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kata terakhir gw...........mati aja lo semua anggota dead hunter bangsat! lo gak bakal bisa ngalahin Ace! Ace lah yang paling terkuat! dead hunter itu akan mati!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil langsung menembakkan pistolnya. Anggota Ace itu pun terjatuh dan tewas. Ia lalu memeriksa mayat orang ace itu. Sagil mengambil pistol milik orang Ace itu, lalu temannya menghubunginya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo dimana lo gil?"&lt;br /&gt;"gw di gang deket halte bus yang ada bapak-bapak tua sendirian,"&lt;br /&gt;"lo tunggu disitu, bentar lagi kita kesana,"&lt;br /&gt;"ok,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama sebuah mobil berhenti tepat di depan halte bus itu, Sagil langsung berlari menuju halte bus itu. Seorang bapak tua yang duduk sendirian di halte bus itu melihat Sagil dengan sangat aneh, ia melihat banyak darah di mantel Sagil. Sagil melihat bapak-bapak itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pak, cepat panggil polisi, ada seseorang yang terbunuh di gang depan itu," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil pun masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bapak tua itu pun bingung dengan perkataan Sagil, lalu ia berjalan ke gang itu karena penasaran. Bapak itu pun kaget ketika melihat mayat laki-laki tergeletak dengan darah yang banyak mengalir dari kepalanya. Lalu bapak itu langsung menghubungi polisi sore itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu, matahari pun mulai menghilang dan langit pun perlahan menjadi gelap. Senja itu, di sebuah sungai yang airnya mengalir tenang, seorang laki-laki sedang terluka parah. Ia baru sadar setelah cukup lama pingsan. Ia terlihat sangat lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku masih hidup?" gumam Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan berdiri dan berjalan sempoyongan, ia tidak tahu ada dimana. Ia berjalan menuju jalan raya untuk mencari tumpangan. Alan masih hidup setelah jatuh ke jurang itu. Ia terluka cukup parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat persembunyian Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hari pertama perang lawan dead hunter udah banyak korban Arth," ucap Bimo&lt;br /&gt;"iya, anggota kita lumayan banyak yang mati, tapi tenang aja mo....pasukan Ace tuh banyak, dead hunter itu gak ada apa-apanya," ucap Arthur&lt;br /&gt;"tapi kita juga gak boleh ngeremehin mereka kan," ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw gak pernah ngeremehin mereka, tapi emang kita tuh jauh lebih kuat dibanding mereka," ucap Arthur&lt;br /&gt;"kenapa lo begitu yakin Arth?" ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw yakin banget, kemaren kita kan baru nyuri uang bank, jadi kita bisa beli banyak senjata, terus anggota kita juga jadi nambah, gw yakin bisa menang lawan Cesar," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur berjalan sambil mengambil pisau yang menancap di meja. Ia melihat foto kakaknya Cesar yang terdapat di tembok kayu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apapun yang terjadi, gw gak akan kalah dari  kakak gw Cesar, gw harus menang! kalo perlu biar gw sendiri yang bunuh dia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur melempar pisau itu ke foto Cesar dengan kencang. Pisau itu tepat mengenai foto itu dan menancap cukup dalam. Arthur tertawa dengan sangat jahat malam itu. Ia tertawa dengan nada yang sangat menyeramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tertawa dengan sangat jahat, ia dengan lantang berbicara, "the war is just begin!!!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-3094641032553028935?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/3094641032553028935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/33-ace-vs-dead-hunter-day-1-coup-of-two.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/3094641032553028935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/3094641032553028935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/33-ace-vs-dead-hunter-day-1-coup-of-two.html' title='33. Ace vs Dead Hunter Day 1- The coup of the two gangster'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-2131838259630810983</id><published>2009-11-07T22:09:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T22:59:28.024-08:00</updated><title type='text'>32. Reunion</title><content type='html'>Irham, Kyna dan Jun sedang berada di rumah sakit untuk menjenguk kapten Aryo di malam itu. Kapten Aryo masih terbaring lemah dan perlu beberapa hari lagi untuk pulih. Kyna membawa bingkisan buah  dan meletakkannya di meja samping tempat tidur kapten Aryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten bagaimana keadaannya? sudah membaik?" tanya Irham&lt;br /&gt;"sudah lumayan ham, terima kasih kalian menyempatkan untuk menjenguk ke sini," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"kapten harus cepat sembuh agar bisa beraksi lagi...saya sudah membawakan buah untuk kapten, dimakan ya," ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tentu saja, terima kasih ya..." ucap kapten Aryo sambil tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah.... jadi ini kapten Aryo yang sering aku liat di TV itu? aku fans berat kapten! aksi-aksi kapten sangat hebat! aku sering melihat kapten di televisi," ucap Jun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya inilah saya, Aryo... seorang polisi yang sering kamu lihat di tv itu..." ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"kapten harus tetap berjuang! geng-geng brandal itu harus segera dibasmi kapten!" ucap Jun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tentu saja...setelah sembuh beberapa hari lagi, saya pasti langsung bertugas kembali... saya akan langsung bergabung dengan tim S.E.F untuk bertugas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"S.E.F? apa itu kapten?" tanya Jun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Special Elite Force," ucap Kyna&lt;br /&gt;"spec....spec.. apa?" ucap Jun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"special elite force Juuun..." ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"spec....spec...selis....apa sih kagak ngerti..." ucap Jun bodoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itu polisi khusus untuk membasmi teror Jun, kapten Aryo anggotanya," ucap Kyna&lt;br /&gt;"ooh...begitu...susah banget namanya, spec...spec... selis.... apa sih!" ucap Jun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyna hanya tersenyum melihat tingkah laku Jun yang bodoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten, saya tidak melihat perwira Edo... dimana dia kapten?" ucap Irham&lt;br /&gt;"dia sedang bertugas untuk mengamankan sebuah bank di kota... sebuah geng menyerang bank itu untuk merampok uangnya," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"ooh begitu..." ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah bank yang terletak di pusat kota. Perwira Edo dan rekan polisinya sedang berjibaku dengan the ghost dan Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tembak! tembak! jangan ada yang berhenti!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua polisi yang berada di depan bank itu menembak Leonard yang berjalan dengan santai itu, semua tembakan berhasil mengenainya namun Leonard tetap berdiri tangguh dan tak terjatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila! dia bukan manusia! tembakkan kita semua sudah mengenainya! tapi dia tidak bergeming sedikit pun!" ucap anggota polisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard terdiam dan Gavin berjalan mendekatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dah biar gw yg urus selanjutnya," ucap Gavin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua polisi itu dimantrai oleh Gavin, mereka seperti kerasukan iblis dan tidak terkendali, mereka menembaki temannya sendiri seperti sudah dikendalikan oleh Gavin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya tidak bisa melawan! apa ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua polisi itu mati ditembak oleh teman-temannya sendiri yang telah dipengaruhi oleh Gavin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo ga tau sih betapa mengerikannya the ghost! kita ini bukan manusia!" ucap Gavin tersenyum licik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di dalam bank, Alvo dan Zen sedang berusaha membuka pintu brankas bank yang besar itu. Mereka menggunakan mantranya untuk menjebol pintu brankas yang besar itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cepat! kekuatan kita hanya bisa bertahan selama 20 menit! kalo lebih dari itu kita bisa dikutuk! cepat vo!" ucap Zen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berisik! gw tau Zen! lo bantuin gw dong buka brankas ini! susah nih!" ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, Alvo dan Zen pun berhasil membuka pintu brankas itu, mereka masuk ke dalam dan segera memasukkan uang yang tersimpan di dalam brankas ruang penyimpanan uang itu ke koper yang mereka bawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit, Alvo dan Zen berhasil memasukkan uang-uang itu ke koper yang mereka bawa, mereka pun pergi dari tempat itu, namun perwira Edo berada tepat di depan mereka untuk mencegat mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mau kemana kalian! cepat serahkan uang-uang itu!" ucap perwira Edo sambil mengarahkan pistolnya ke Zen dan Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yah, cecunguk beginian pake muncul lagi...lo urus Zen...terserah mau lo apain ke," ucap Alvo&lt;br /&gt;"ok vo...tenang aja..." ucap Zen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen memantrai perwira Edo dan membuatnya tidak bisa bergerak sedikit pun, ia seperti menjadi patung. Zen mendekati perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini binatang peliharaan gw, dia sangat berbahaya, dia bisa masuk ke tubuh lo terus makan semua organ tubuh lo...sebaiknya lo berdoa agar dia gak masuk ke tubuh lo...sepertinya dia suka sama lo..." ucap Zen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen menaruh seekor serangga berbentuk sangat menyeramkan yang cukup besar di tangan perwira Edo, Zen dan Alvo lalu meninggalkan perwira Edo sendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangga itu berjalan dan berusaha masuk ke tubuh perwira Edo, perwira Edo yang tidak bisa apa-apa karena sudah dimantrai oleh Zen itu sangat ketakutan, ia tidak tahu harus berbuat apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang polisi yang melihat perwira Edo langsung mengambil dan membuang serangga itu. Lalu polisi itu pun menembak serangga itu hingga mati. Hampir saja serangga itu masuk ke tubuh perwira Edo. Mantra dari Zen pun telah hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila hampir aja....untung anda sempat mengambil serangga itu..." ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"hati-hati do! mereka ini bukan orang sembarangan! mereka menyebut dirinya the ghost! mereka punya kemampuan mistis yang mengerikan..." ucap anggota polisi itu&lt;br /&gt;"ayo kita kejar mereka!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perwira Edo keluar dari bank, semua polisi sudah bergeletakan di tanah karena ulah the ghost itu. Para the ghost itu berdiri menghadap ke perwira Edo, mereka telah melumpuhkan polisi-polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sampai bertemu lagi nanti," ucap Leonard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para the ghost itu pun masuk ke dalam mobil van hitam yang menjemputnya. Mereka telah berhasil mencuri uang di bank itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sial! mereka lolos!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"do teman-teman kita...... mereka semua kalah oleh the ghost itu..." ucap anggota polisi itu&lt;br /&gt;"tenang mereka semua masih belum tewas..." ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara sirine mobil ambulans datang untuk memberikan pertolongan kepada polisi-polisi yang terluka itu. Malam itu the ghost berhasil menjalankan misinya untuk mencuri uang di bank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di markas the Flame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonad terlihat sangat ketakutan ketika Bimo mengancamnya dengan menembakkan pistolnya ke atas di malam itu. Bonad mengira Bimo akan langsung membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa? lo takut mati?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"iya...gw takut.... tolong jangan bunuh gw.... gw mohon mo....ampun....gw tau gw salah.....gw tau dulu lo selalu kita kerjain....." ucap Bonad&lt;br /&gt;"gw tau gw dulu anak cupu nad....gw tau gw gak berguna, lemah, bodoh dan cengeng...kalian...kalian! Elf! selalu ganggu gw! kenapa hah!! lo ga tau betapa sakitnya gw pada saat itu! masa kecil gw kelam karena kalian selalu ganggu hidup gw! tapi.......... disitulah gw sadar bahwa gw gak boleh selalu menjadi orang lemah, gw harus melawan....." ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo kecil sedang berjalan sendirian di koridor sekolahnya, sore itu semua anak murid pulang ke rumahnya karena sekolah telah usai. Bimo kecil pun ingin seperti teman-temannya untuk pulang ke rumahnya. Para geng Elf menghampiri Bimo yang sedang berjalan sendiri di koridor sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh cengeng, mau kemana? mau pulang ya?" ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;"iya....ada apa ya?" ucap Bimo kecil&lt;br /&gt;"gak ada apa-apa ko....hmm.... lo punya duit gak? bagi dong...." ucap Alan kecil&lt;br /&gt;"gak ada.....gw gak punya uang...." ucap Bimo kecil&lt;br /&gt;"jangan bohong deh...." ucap Bonad kecil&lt;br /&gt;"betul, gw gak bohong...." ucap Bimo kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo pun langsung mencoba untuk lari dari Elf yang ingin merampas uangnya itu, namun Alvin menahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh....mau kemana si? mau coba kabur?" ucap Alvin sambil menahan tas Bimo&lt;br /&gt;"jangan ganggu gw...gw gak punya uang..." ucap Bimo kecil&lt;br /&gt;"ah! bohong lo!" ucap Alan kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonad, Alan dan Nay memeriksa tas Bimo dan mengambil uang jajan Bimo dan handphonenya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan....jangan ambil itu! gw mohon! nanti gw bisa dimarahin sama ayah gw!" ucap Bimo yang mencoba merebut handphone miliknya yang dipegang Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halah bacot!" ucap Alan sambil mendorong Bimo hingga jatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo terjatuh ke lantai dan langsung menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dasar cengeng, bisanya cuma nangis," ucap Alan kecil&lt;br /&gt;"eh...kita kunciin aja di ruang lab... biar mampus..." ucap Bonad kecil&lt;br /&gt;"wah ide bagus tuh...." ucap Alan kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo pun ditarik paksa ke ruang lab oleh Alan, Alvin dan Bonad. Ruang lab itu dikunci dari luar oleh mereka dan Bimo dikurung di dalam. Alan, Alvin dan Bonad pergi meninggalkan Bimo dengan membawa uang dan handphone Bimo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"keluarin gw! gw gak mau disini sendirian! gelap! keluarin gw!" Bimo berteriak di sore itu&lt;br /&gt;Malam itu Bimo sangat ketakutan karena sendirian berada di lab biologi sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesokan harinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua murid tertawa melihat Bimo yang tidur di dalam lab biologi itu. Hari itu sudah pagi, namun Bimo yang terkurung di dalam lab itu masih tidur dan terlihat memprihatinkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo terbangun melihat teman-temannya menertawakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"woy cengeng! ngapain lo disini?" ucap salah satu temannya&lt;br /&gt;"sudah pagi ya? maaf...gw harus pulang," ucap Bimo&lt;br /&gt;"dasar aneh lo emang!" ucap temannya yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo pun berdiri dan ingin pergi meninggalkan lab itu, Bimo yang terlihat berantakan itu terus dicemooh teman-temannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bimo! sedang apa kamu disini?! kamu mau mencuri peralatan lab ya!?" ucap guru biologi Bimo&lt;br /&gt;"tidak pak... Alvin, Bonad dan Alan yang mengurung saya kemarin sore," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo, Alvin, Bonad dan Alan berdiri di ruang BP sekolah pagi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alvin...benar apa yang Bimo bilang kalo kalian yang mengunci Bimo kemarin di ruang Biologi sekolah?" ucap bapak kepala sekolah&lt;br /&gt;"bukan pak, bukan kami...kami gak tahu soal itu...orang kami pulang cepat kemarin... ya kan nad, lan?" ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;"iya bener," ucap Bonad dan Alan kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mereka berbohong pak! mereka mengambil handphone saya dan uang saya! lalu mengunci saya di ruang lab biologi kemarin sore!" ucap Bimo  kecil&lt;br /&gt;"gak pak! bohong! Bimo bohong pak!"&lt;br /&gt;"bener pak! mereka yang mengunci saya! mereka mengambil uang dan handphone saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika suasana menjadi ramai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"diam!" ucap bapak kepala sekolah&lt;br /&gt;"tunggu disini!" ucap bapak kepala sekolah melanjutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak kepala sekolah itu pergi ke belakang ruangan beserta guru BP dan guru biologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pak gimana ini? Alvin, Alan dan Bonad itu pemberi sumbangan terbesar untuk sekolah ini, orang tua mereka itu orang penting untuk sekolah ini...orang tua mereka juga berpesan kepada saya agar anak-anak mereka dijaga dan jangan sampai terkena masalah sekolah, saya takut kalo nanti Alan, Bonad dan Alvin dihukum... saya bisa dipecat dari sekolah ini..." ucap bapak kepala sekolah&lt;br /&gt;"ya saya juga berpikir seperti itu... saya juga takut...nanti bisa-bisa saya tidak digaji..." ucap guru biologi&lt;br /&gt;"iya betul, tapi saya yakin Bimo itu memang tidak salah... Alan, Bonad dan Alvin itu memang terkenal nakal....tapi karena orang tuanya yang pejabat kaya itu dan orang penting di sini.... kita tidak bisa berbuat apa-apa kan..." ucap guru BP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi gimana pak?" ucap guru biologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu Bimo dihukum dan berdiri di tengah lapangan sambil berdiri satu kaki dan tangannya memegang telinga. Semua itu karena keputusan guru dan kepala sekolahnya yang sangat tidak adil dan hanya mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan keadilan dan kejujuran hukum. Bimo adalah korban dari birokrasi sekolah yang bobrok yang hanya mementingkan kepentingan golongan orang-orang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan, Alvin dan Bonad berjalan keluar dari ruang BP dengan tersenyum sambil melihat Bimo yang dihukum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"enaknya jadi orang kaya...," ucap Alvin&lt;br /&gt;"kalo sampe kita yang dihukum, sekolah ini bisa ditutup..." ucap Bonad&lt;br /&gt;"iya dong, orang tua kita kan termasuk salah satu pendiri sekolah ini," ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo melihat Alvin, Bonad, dan Alan berjalan sambil tersenyum licik kepadanya, mereka seperti mengejek Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa jadi aku yang dihukum begini? padahal mereka yang salah...., dasar anak-anak orang kaya, orang tua mereka orang penting sih di sekolah ini, jadi selalu aku yang dihukum, sedangkan mereka kebal hukuman...," gumam Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu Bimo dihukum seharian penuh di bawah sinar matahari yang panas itu. Bimo terlihat sangat kelelahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terus berlalu, Bimo anak cupu yang dijuluki si cengeng itu terus diganggu oleh geng Elf hampir setiap hari. Bimo kecil pun menjadi sangat tertekan dan menjadi anak yang sangat aneh di sekolah. Semua teman-temannya menjauhinya dan tidak ada yang mau berteman dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di Sekolah Bimo sedang diadakan ujian akhir semester. Bimo bersama teman-temannya sedang sangat serius di kelas untuk menjawab soal-soal ujian yang sulit itu. Semua murid di kelas terlihat sangat berkonsentrasi untuk menjawab soal-soal matematika yang sulit itu. Bimo yang duduk di pojok kanan belakang itu terlihat bisa menjawab soal-soal itu. Bimo memang telah mempersiapkan dirinya dengan baik untuk ujian matematika ini. Bonad dan Alvin yang duduk disamping Bimo terus mengganggunya agar ia memberikan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"woy mo...nomor 2 apaan? cepet! gw hajar nih!" ucap Alvin sambil berbisik-bisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo melihat Alvin lalu ia terdiam dan melanjutkan mengerjakan soalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"woy! gw dikacangin lagi! nomor 2 apaan?! awas loh kagak ngasih tau! liat lo ntar!" ucap Alvin&lt;br /&gt;"tau lo! cepet kasih tau!" ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo hanya tersenyum kecil seperti meledek lalu ia bilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dasar anak-anak bego lo! belajar dong!" ucap Bimo&lt;br /&gt;"sialan lo! belagu amat!" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin dan Bonad yang terlihat sangat tidak tenang itu membuat gurunya curiga. Lalu guru itu menghampiri Alvin dan Bonad yang sedang berusaha mengambil kertas jawaban Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alvin! Bonad! apa-apaan kalian!" ucap guru itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maaf......pak.... ga ada apa-apa ko pak...." ucap Alvin takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalian ini nakal sekali! kerjaan kalian mencotek terus! orang tua kalian memang orang penting disini! tapi bukan berarti kalian bisa seenaknya! keluar kalian! nilai ulangan kalian nol!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru itu merobek kertas jawaban Alvin dan Bonad. Ia terlihat sangat menyeramkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonad dan Alvin pergi meninggalkan kelas itu. Mereka terlihat kesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"resek banget tuh guru baru! dia gak takut sama kita kaya guru-guru lain...awas aja tuh dia!" ucap Alvin&lt;br /&gt;"tau! marah-marah mulu....yaudah lah santai aja....gimana kalo kita ke kantin...makan...." ucap Bonad&lt;br /&gt;"boleh deh...laper gw juga..." ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kantin, Bonad dan Alvin langsung membeli sepiring nasi dengan lauk lengkap ditambah minuman dingin yang enak. Lalu mereka melihat Sergi, Ben dan Vena sedang duduk di kantin itu. Mereka pun bergabung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"woy ko pada di kantin?" ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;"gw udah selese ujiannya, gampang itu mah," ucap Sergi kecil&lt;br /&gt;"hah serius lo? susah banget gitu! kagak ada yang ngerti gw..." ucap Alvin sambil menyantap makanannya&lt;br /&gt;"ah lo mah kagak pernah belajar sih...belajar dong vin....payah lo..." ucap Sergi&lt;br /&gt;"lo mang belajar gi? rajin amat lo!" ucap Alvin&lt;br /&gt;"Sergi gitu...dia kan rajin gak kaya lo vin...." ucap Vena meledek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah elo Ven caper mulu sama Sergi...kayanya...... ada apa-apanya nih...." ucap Ben&lt;br /&gt;"apaan sih lo Ben? gw nggak caper kok..." ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh.... tapi ngomong-ngomong Alan sama Nay mana?" ucap Bonad sambil menyantap makanannya&lt;br /&gt;"paling belom keluar...mereka mah jangan diharap dah cepet keluar kalo lagi ujian....orang gak pernah belajar gitu," ucap Sergi sambil tertawa kecil&lt;br /&gt;"iya sih...gak mungkin mereka belajar... apa lagi Nay...... kerjaannya main game mulu sama kaya gw," ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh....tapi nad...kok lo cepet banget keluarnya? lo bisa ujiannya? jago lo nad!" ucap Sergi&lt;br /&gt;"gw sama Alvin diusir dari kelas....." ucap Bonad&lt;br /&gt;"ko bisa vin kenapa?" ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"si cengeng itu gara-garanya, pelit banget dia tadi ngasih tau jawabannya....jadinya gw sama Bonad kena... tar pulang kita hajar aja tuh si Bimo..." ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu Bimo berjalan sendirian untuk pulang ke rumahnya. Di ujung jalan, geng Elf telah menunggu untuk menghajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tuh dia si cengeng...siap-siap semua...begitu dia dateng langsung kita kerjain..." ucap Alvin&lt;br /&gt;"sip lah, mampus loh cengeng!" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo yang berjalan sendirian itu kaget ketika melihat geng Elf mencegatnya di ujung jalan yang sepi itu. Bimo dihajar habis oleh para geng Elf, ia terluka parah dan tak sadarkan diri sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalian semua....kalian semua itu biadab....kalian semua gak pantes hidup....apa yang udah kalian lakuin ke gw dan Eva gak pernah bakal bisa gw maafin............lo gak tau nad apa yang gw rasain.....apa yang sebenernya lo dan temen-temen bangsat lo pikirin hah!!!" ucap Bimo keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonad hanya terdiam sambil ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo tau nad.....sebenernya gw gak pernah mau membunuh......sebenernya gw orang yang baik......tapi lo dan temen lo yang brengsek itu yang udah buat gw pilih jalan ini.........malam itu kalian coba bunuh gw sama Karin kan!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo bener mo.......sebenernya kita semua udah memperkosa Eva dulu.......gw gak pernah nyangka semuanya bakal kaya gini.......waktu itu... kita semua sadar lo dan Karin lapor ke polisi karena ulah kita itu.......jadi......... kita memutuskan untuk membunuh lo di malam itu.......tapi sayangnya kita gagal......dan gw gak nyangka setelah itu lo sama Karin jadi animus.......kita semua gak nyangka kalo kalian bergabung dengan Ace yang kuat itu.......kita semua gak nyangka kalo kalian mau balas dendam......." ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alvin.......lo tau dari Alvin kan kalo gw ini animus bertopeng putih...... gw emang udah rencanain semua ini.......Alvin itu mata-mata gw untuk The Flame..........gw suruh dia ngasih tau kalo gw ini sekarang udah jadi animus.......gw suruh dia ngasih tau ke kalian kalo gw ini masih ada........biar kalian semua tau kalo gw masih terus mengejar kalian......dendam gw gak bakal hilang sampai gw berhasil ngancurin Flame!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alvin? kenapa? pengkhianat anjing!!!! bangsat lo vin!!! semestinya gw tau!!! semestinya gw tau dari dulu kalo lo emang bangsat!!!!" ucap Bonad keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berisik......kalo lo teriak lagi gw tembak kepala lo.....si Alvin lagi jaga di luar......kalo lo kesel sama dia ya ngomong lah sama dia! jangan teriak-teriak!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ternyata dia itu.........brengsek....gw gak nyangka ternyata lo itu pengkhianat vin" ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya dulu Alvin mohon sama gw pas gw mau bunuh dia.......dia ketakutan banget waktu itu, sampe dia memutuskan untuk berkhianat sama kalian......dia itu emang licik.....tapi gw pun gak suka sama orang licik kaya gitu......gw cuma manfaatin dia aja.....kalo udah gak perlu.....gw bakal bunuh dia," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu The Flame sedang berdiskusi serius. Mereka mendengar Eva mati membakar dirinya sendiri karena stres setelah diperkosa oleh para anggota Flame yang bejat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw denger-denger si Eva bunuh diri...dia ngebakar dirinya sendiri....lo baca koran lokal pagi ini gak? ada tuh beritanya, nih liat!" ucap Alvin sambil melempar koran ke meja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi mengambil koran itu lalu membaca berita itu yang terdapat di pojokan koran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"seorang gadis muda tewas membakar dirinya sendiri di rumahnya....korban bernama Eva Serlina murid SMA Cemara.....masih tidak jelas kenapa korban bunuh diri.......kakak korban terlihat sangat terpukul malam itu ketika diwawancara........." ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bener kan? gila! gw gak nyangka sampe kaya gini! gimana nih!!" ucap Alan&lt;br /&gt;"ah terus emang kenapa kalo Eva bunuh diri? yang penting mah kita udah puas kan waktu itu...." ucap Sagil&lt;br /&gt;"lo gak takut? kalo Bimo lapor polisi gimana?" ucap Alan&lt;br /&gt;"gak lah....santai aja....." ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi...." ucap Sergi&lt;br /&gt;"tapi apaan gi?" ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw mohon kalian semua jangan bocorin tentang perkosaan itu ke Vena....gw gak mau dia tahu hal ini....gw sayang banget sama dia....kalo dia tahu hal ini, dia bisa marah dan mungkin putusin gw," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonad, Nay, Alan, Alvin, Ben dan Sagil terlihat setuju dengan Sergi. Mereka tidak akan membocorkan masalah ini kepada Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tenang aja sama kita gi," ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan sampai kejadian dimana Sergi dan Flame menabrak Vania Serlina malam itu. Ketika itu Bimo menjadi semakin murka dengan Flame. Ia lalu melaporkan Flame ke kantor polisi. Para polisi itu pun langsung bertindak untuk menangkap Flame dan mereka berhasil menangkap Sagil malam itu. Sagil di bawa ke kantor polisi dan dipenjarakan untuk diinterogasi. Namun tidak lama Sagil bebas dari penjara, semua itu karena Sergi meminta ayahnya yang seorang Komjen Polisi untuk membebaskan Sagil tanpa syarat. Mengetahui Bimo lah yang melaporkan mereka ke polisi. Malam itu, The Flame mendatangi rumah Bimo. Di rumahnya Bimo hanya bersama Karin, ayah mereka baru saja meninggal beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kak, kita mau apa sekarang? ayah pun sudah meninggal...." ucap Karin&lt;br /&gt;"kita sudah tidak punya penghasilan untuk hidup.......ayah satu-satunya yang membiayai kita pun sudah meninggal.....kita harus pergi ke rumah kakek rin," ucap Bimo&lt;br /&gt;"besok pagi kita berangkat ya kak..." ucap Karin&lt;br /&gt;"iya...kita jual saja rumah ini....bagaimana menurutmu? lumayan kan untuk tambahan uang," ucap Bimo&lt;br /&gt;"entahlah....terlalu banyak kenangan di rumah ini....." ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo mengambil bingkai foto keluarganya yang terletak di atas meja. Ia melihat foto itu sambil mengenang semua keluarga yang telah pergi meninggalkannya itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi pecahan kaca terdengar dari bagian belakang dan samping rumah Bimo. The Flame melempar botol yang berisi minyak dengan kobaran api menyala ke dalam rumah Bimo. Api-api dari botol itu membakar rumah Bimo dengan cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"api!! ada api kak? ada apa ini?!" ucap Karin panik&lt;br /&gt;"cepet keluar rin!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo mengintip dari balik jendela, ia melihat The Flame berada di depan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rin lo sembunyi di belakang! biar gw yang hadapin Flame ini!" ucap Bimo&lt;br /&gt;"tapi kak....The Flame itu kejam...aku takut kakak nanti...."&lt;br /&gt;"diam! kamu tunggu saja di belakang rumah! kamu sembunyi! jangan sampe Flame menemukan kamu! cepat!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin pun pergi keluar rumah lewat pintu belakang untuk bersembunyi di belakang rumahnya. Sementar itu Bimo berjalan keluar rumahnya. Ia membuka pintu rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar rumah, Bimo melihat para anggota laki-laki Flame berdiri tepat di depan mereka. Semua anggota The Flame itu terlihat penuh amarah dengan Bimo, mereka membawa tongkat besi dan alat pemukul lainnya untuk menghajar Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"woy bangsat! lo ngelaporin kita ke polisi hah!!?" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya gw yang laporin lo semua ke polisi! lo semua emang pantas di penjara!!" ucap Bimo&lt;br /&gt;"jadi lo gitu anaknya.....lo gak tau ya kalo Flame itu bukan orang-orang sembarangan..." ucap Sagil&lt;br /&gt;"bagi gw orang-orang Flame itu semua pengecut! gak berani tanggung jawab! lo semua itu orang-orang biadab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota Flame menghajar Bimo habis-habisan malam itu ditengah kobaran api yang membakar rumah Bimo. Satu per satu alat pemukul the Flame menghujani tubuh Bimo, ia pun tak berdaya dan hanya bisa pasrah saja. Karin yang melihat dari jauh, tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa melihat kakaknya dihajar oleh Flame. Bimo tidak sadarkan diri, ia terlihat sekarat. Darah mengalir dari kepala Bimo, wajah Bimo pun penuh darah, Bimo terbaring di tanah dan sudah tidak punya harapan untuk hidup lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mampus lo! sampe lo buat ulah lagi sama kita! lo bakal kita abisin!" ucap Alan&lt;br /&gt;"mati lo sekarang! liat noh muka lo udah berantakan gitu! makanya jangan macem-macem sama Flame!" ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo tak berkata sedikit pun. Ia sudah sekarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mati kayanya si Bimo gil," ucap Bonad&lt;br /&gt;"biarinlah! mampus! ayo cabut!" ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Flame pun pergi meninggalkan Bimo yang sekarat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin menghampiri kakaknya yang terbaring di tanah dan tidak sadarkan diri itu. Ia tahu kalau Bimo tidak segera ditolong, Bimo akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tuhan....apa aku juga akan kehilangan kakakku?" gumam Karin sedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kakak? aku harus membawa kakak ke rumah sakit segera! aku harus mencari pertolongan!"&lt;br /&gt;"rin......jangan..........kakak sudah tidak kuat.........kakak pasti mati........." ucap Bimo&lt;br /&gt;"gak! kakak harus hidup! jangan tinggalin Karin kak!"&lt;br /&gt;"rin.......bagaimana rasanya mati ya? Eva, ayah dan ibu sudah merasakannya............ternyata rasanya sekarat itu seperti ini ya............aku senang rin............senang......" ucap Bimo tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku senang sebentar lagi aku bertemu mereka..........ayah.......ibu........dan Eva," ucap Bimo&lt;br /&gt;"kakak bertahan kak! kakak pasti selamat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo tersenyum malam itu, matanya menutup rapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo melihat orangtuanya dan Eva berdiri tepat di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mo....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mamah? Eva? ayah?"&lt;br /&gt;"belum saatnya kamu mati nak....masih ada kewajiban yang harus kamu penuhi...kamu masih   belum siap nak."&lt;br /&gt;"kenapa mah?"&lt;br /&gt;"kamu masih belum siap untuk mati....didirimu masih ada dendam yang sangat mendalam....kamu harus menghilangkan itu......ikhlaslah nak...."&lt;br /&gt;"tapi aku mau mati! aku mau bersama kalian! bawalah aku bersama kalian!&lt;br /&gt;"tidak bisa nak...kamu masih belum siap......siapkanlah dirimu dengan baik......lalu temui kami disini nanti"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku akan mempersiapkan diriku dengan baik mah..... aku selalu sayang kalian......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mobil Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa jantungnya masih berdegup?" ucap Arthur&lt;br /&gt;"masih....terimakasih telah menolong kami......kalo gak ada lo mungkin kakak gw udah mati," ucap Karin&lt;br /&gt;"gw tadi liat ada api besar.....terus gw penasaran.......pas gw liat.....kakak lo lagi dihajar sama orang-orang geng itu....." ucap Arthur&lt;br /&gt;"mereka itu Flame......mereka itu biadab," ucap Karin&lt;br /&gt;"Flame? geng SMA itu? lumayan kuat sih emang....gw denger-denger ada si Sagil di situ kan...." ucap Arthur&lt;br /&gt;"gw gak peduli! yang cuma gw pikirin sekarang cuma nyawa kakak gw!"&lt;br /&gt;"ok lo tenang aja! sebentar lagi kita sampe di rumah sakit!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itulah awal pertemuan Bimo dan Karin dengan Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini adalah awal dari cerita tentang Alvin si pengkhianat itu. Alvin yang licik ini sebenarnya adalah korban pertama Bimo dulu. Setelah Bimo dan Karin menjadi Animus atas ajakan Arthur, mereka memutuskan untuk membalaskan dendam keluarganya terhadap Flame dan keluarga Irham. Sebagai langkah pertama, Bimo memutuskan untuk membunuh Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Ace bersama anggotanya yang banyak itu berhasil menculik Alvin dan membawanya ke markas Ace untuk diinterogasi lalu dibunuh. Alvin diikat di bangku dengan tali yang melilit tubuh dan tangannya, mukanya memar karena dipukuli Arthur. Alvin terlihat kacau dan hanya bisa pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"vin....lo tau kan gw udah dendam banget sama Flame......lo tau gak caranya supaya dendam itu bisa terbalas?" ucap Bimo sambil memegang pistol ditangannya&lt;br /&gt;"gw ga tahu mo......gw mohon ampun mo.......emang gw salah apa? gw mohon ampun mo......" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lucu........lo gak tau lo salah apa? lo itu gila apa goblok? emang lo gak tahu siapa yang ganggu gw dulu waktu SMP? lo tahukan siapa yang dijulukin "si cengeng" itu? terus kalo kematian Eva.....iya kematian adek gw yang cantik itu.....lo tahukan kenapa? terus nyokap gw sampe stress karena kematian Eva ........dia kehilangan karirnya.....karir yang sudah sangat bagus. Akhirnya dia juga mati setelah lo sama temen lo yang brengsek itu nabrak dia malam itu......seenggaknya lo tanggung jawab dikitlah sama mayat nyokap gw.....tapi lo gak.......paling nggak lo minta maaf sama gw lah.......tapi lo nggak vin.....lo sama temen-temen lo itu gak ngelakuin itu! lo semua udah buat hidup gw berantakan! gw pun hampir kalian bunuh! jadi.......gw pengen tanya sama lo......lo pernah bunuh orang gak? soalnya bentar lagi gw mau bunuh orang nih...." ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"plis mo....plis jangan bunuh gw.....gw tahu gw salah.....gw orang biadab......tapi........gw itu sepupu lo mo! gw itu cuma diperalat sama Sergi dan teman-temannya.....mereka itu yang merencanakan pemerkosaan Eva....bukan gw.......gw juga gak ikut perkosa Eva mo.......malam itu gw cuma diem di rumah aja! sumpah mo!  gw gak sejahat seperti yang lo kira! gw mohon mo.......kasih gw kesempatan.....gw bakal bayar semua kesalahan gw.....gw bakal bantu lo mo.......gw bakal bantu lo ngancurin Flame! biar gw yang jadi mata-mata lo di Flame! plis mo! kasih gw kesempatan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin menggunakan kelicikannya untuk selamat dari kematian yang sudah tepat ada di depannya. Ia terus berusaha untuk meyakini Bimo bahwa ia adalah pendukungnya. Bimo sekarang bukan Bimo yang dulu. Bimo sekarang adalah animus sang ketua Ace. Bimo memiliki perlindungan kuat dari Arthur dan para geng bawahannya. Sadar akan kekuatan Bimo yang melebihi Flame, Alvin memutuskan untuk menjadi kaki tangan Bimo dan berkhianat dengan geng nya sendiri yaitu Flame. Alvin berpikir tidak ada gunanya lagi ia menjadi anggota Flame, karena satu per satu anggota Flame akan mati dibunuh oleh Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo mau jadi mata-mata? kenapa gw mesti percaya sama lo?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"gw gak bakal ngecewain lo mo! percaya sama gw! gw bakal bantu lo buat ngancurin Flame! gw bakal buktiin mo! gw sekarang ini pendukung lo mo!" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lepas talinya," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota Ace itu melepas tali yang mengikat Alvin di kursi. Alvin terlihat lega dan gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"makasih mo! makasih! gw janji gak bakal ngecewain lo! gw pendukung lo yang setia! demi Ace gw janji mati!" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok...sekarang lo mata-mata Ace....gw percaya sama lo....sampe lo ngecewain gw lagi....lo bakal gw bunuh.......sebagai mata-mata Ace tugas pertama lo ngawasin anggota Flame yang namanya Ben, lo laporin terus kegiatan dia....lo intai terus dia......gw perlu laporan lo tiap hari karena kamis minggu depan gw bakal bunuh dia.......," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok mo! gw siap!" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin pun pergi meninggalkan markas Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo yakin mo percaya sama Alvin?" ucap Arthur&lt;br /&gt;"gw sengaja manfaatin dia buat mata-mata di Flame, lumayan  kan....." ucap Bimo&lt;br /&gt;"tar kalo dia berkhianat sama kita gimana?"&lt;br /&gt;"bunuh aja langsung, susah amat,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kurang lebih ceritanya kaya gitu nad.....Alvin itu udah berkhianat sama lo dan Flame.......dia juga yang udah kasih tau markas Flame......jadi gw tau dimana lo sembunyi. Dia itu berguna banget.........tapi malem ini pun dia bakal mati sama kaya lo.......semua Flame itu harus mati.......gak boleh ada yang masih hidup.........apapun yang udah dilakuin Alvin buat Ace, dia harus tetep gw bunuh! dia tetep anggota Flame dulu! sekarang...........lo yang mati duluan,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo mengarahkan pistolnya ke Bonad yang berlutut itu. Namun, Bonad hanya tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi diumur 17 gw mati ya, yah padahal gw masih mau nikmatin hidup,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mo! Nay sama Alan dan seseorang berjaket abu-abu ada di depan! mereka menuju kesini!" ucap Alvin panik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ternyata belum saatnya gw mati," ucap Bonad sambil tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay, Alan dan Cesar telah sampai di markas Flame. Mereka berhadapan dengan Bimo, Karin, Alvin dan Arthur. Arthur sangat kaget ketika melihat Cesar. Ia tidak yakin betul bahwa itu adalah kakaknya. Arthur yakin bahwa ia telah membunuhnya dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sebuah reuni yang luar biasa bukan Arth?" ucap Cesar&lt;br /&gt;"Cesar? kenapa lo masih hidup?" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa lo masih hidup......Cesar.......tai lo! mending lo mati aja deh Arth! lo pasti kaget ngeliat gw kan? lo kira gw udah mati ya, sayang Arth gw emang ditakdirkan untuk meneruskan dead hunter. Gw disini ada untuk bunuh lo! bunuh pengkhianat macem lo! semua yang lo pikirin cuma kekuasaan! sampe keluarga lo sendiri lo bunuh demi itu! dasar orang gila!" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur tertawa malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lucu......bener-bener lucu sar omongan lo itu.........lo kalo ngomong dipikir dulu lah.....kayanya lo mikir gampang banget bunuh gw? gw ini animus.....gw ini ketua geng terkuat, Ace"&lt;br /&gt;"gak peduli gw......gw cukup kuat untuk ngalahin lo! gw ini dead hunter!" ucap Cesar&lt;br /&gt;"jadi sekarang dead hunter udah semakin kuat ya? gw jadi pengen tau kekuatan dead hunter yang sekarang," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak usah kelamaan! mati lo bangsat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar menembak Arthur dengan pistolnya tiba-tiba. Tembakkan itu mengenai tangan Arthur. Bimo yang melihat Arthur tertembak langsung membunuh Bonad yang berlutut di depannya. Ia menembak Bonad berulang-ulang. Karin mengambil pistol kecil yang ia sembunyikan di pahanya. Ia menembak Nay. Nay tertembak di bagian dadanya dan langsung terjatuh. Alan sangat kaget melihat adiknya tertembak. Ia berteriak memanggil nama adiknya lalu menembak Karin dengan pistolnya. Karin langsung berlari bersama Arthur dan Alvin untuk pergi menuju mobil van untuk meninggalkan markas Flame itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo melihat Cesar mengarahkan pistol kearahnya. Bimo tertembak di bagian pundak kirinya dan berhasil menembak Cesar di bagian pahanya. Setelah itu Cesar terjatuh dan Bimo pun lari untuk kabur dari markas itu. Alan mengejar Bimo yang kabur itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin, Arthur,Bimo dan Alvin yang berlari menuju mobilnya itu ditembaki oleh Alan. Alan menembak sambil berteriak kencang. Ia sangat kesal dan frustasi karena adiknya Nay telah tewas. Tembakkan Alan itu tidak satu pun berhasil mengenai Karin, Arthur, Alvin dan Bimo. Mereka pun berhasil kabur dari markas itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"setan! bangsat lo semua!................. Nay!!!! ............Nay!!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan berteriak kencang malam itu. Saudara kembarnya telah mati dibunuh oleh Karin. Alan masuk ke dalam markas Flame. Ia melihat adiknya yang sekarat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nay..................tenang Nay......tenang............ayo kita ke rumah sakit.................lo pasti hidup......."&lt;br /&gt;"lan...............sakit lan...........dada gw sakit.............panas.............peluru ini panas lan.........saakit............."&lt;br /&gt;"bertahan Nay! lo kuat Nay!&lt;br /&gt;"gak bisa lan............semuanya berputar......................gw ngerasa dingin...................gw gak bisa nafas lan...........................&lt;br /&gt;"terus sekarang gw harus apa Nay?! gw harus apa?!"&lt;br /&gt;"lan.....................sebelum gw mati...........................gw punya pesan untuk lo........................."&lt;br /&gt;"apa Nay?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo selalu pake narkoba............................lo pake terlalu banyak lan...........................jangan pernah lo pake itu lagi.................................demi gw........................ok?"&lt;br /&gt;"ok gw janji! gw janji gak bakal pake narkoba lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lan...........................lo saudara kembar gw yang paling gw sayang...................................lo kakak gw yang paling gw hormati................................gw mohon balas kematian gw.............................jangan sampe lo mati sebelum bunuh Karin....................................."&lt;br /&gt;"gw janji bakal bunuh Karin! gw janji!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lan......................ini saatnya.......................gw udah gak kuat......................gw takut lan..........gw takut mati............................gw.................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay menghembuskan nafas terakhirnya. Perkataannya tidak selesai malam itu. Alan berteriak memanggil Nay malam itu. Ia menangis melihat adiknya yang tewas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan takut Nay........lo adik gw kan......lo adik gw yang paling berani! gw bangga punya adik kaya lo....................."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu dua anggota Flame telah tewas. Bonad dan Nay telah tewas tertembak malam itu. Cesar yang terluka itu menghampiri Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sabar lan, sebentar lagi lo bisa balas kematian adik lo,"&lt;br /&gt;"gw harus balas dendam sar, harus....&lt;br /&gt;"semua udah semakin jelas. Apa yang terjadi nanti sudah sangat jelas," ucap Cesar&lt;br /&gt;"emang apa yang bakal terjadi nanti?" ucap Alan&lt;br /&gt;"kita perang lawan Ace!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di depan mobil van milik Arthur itu. Alvin kaget ketika Bimo, Arthur dan Karin mengarahkan pistol kepadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada apaan? ko lo semua mau nembak gw?  becanda kan lo semua," ucap Alvin&lt;br /&gt;"kita semua gak bercanda," ucap Bimo&lt;br /&gt;"yauda dong, turunin pistolnya, gw takut nih....kita kan temen," ucap Alvin&lt;br /&gt;"temen? siapa bilang vin?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"kita temen kan mo! gw kan mata-mata kalian! gw temen kalian kan!" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sori vin....sebenernya gw cuma mau manfaatin lo untuk jadi mata-mata, sekarang lo udah gak guna lagi....lo harus mati," ucap Bimo&lt;br /&gt;"kenapa? kenapa lo khianatin gw?! plis mo! kita temen kan! jangan main-main ah mo!" ucap Alvin&lt;br /&gt;"kita bukan temen, lo bukan temen gw....lo itu anggota Flame yang udah buat hidup gw berantakan! semua anggota Flame harus mati! termasuk lo!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur, Bimo dan Karin menembak Alvin malam itu. Mereka menembak Alvin tanpa ampun sedikit pun. Alvin pun langsung tewas malam itu dengan kondisi yang mengenaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dasar penjilat licik lo!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergi dari tempat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil Animus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cesar itu kakak gw yang waktu itu gw ceritain. Ternyata dia masih hidup, gak nyangka gw," ucap Arthur&lt;br /&gt;"terus sekarang Cesar mau lo apain?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"semua udah jelas! kita harus mempersiapkan anggota Ace! kita bakal perang!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"perang? lawan siapa Arth?" ucap Karin sambil menyetir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita perang lawan dead hunter!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Next episode: Ace vs Dead Hunter!!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-2131838259630810983?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/2131838259630810983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/32-reunion.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/2131838259630810983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/2131838259630810983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/32-reunion.html' title='32. Reunion'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-822899987011662861</id><published>2009-11-02T05:54:00.000-08:00</published><updated>2009-11-07T06:33:58.789-08:00</updated><title type='text'>31. The history of red masked animus</title><content type='html'>Cesar bercerita tentang Dead Hunter di masa lalu kepada Alan dan Nay, semua seperti kembali ke 5 tahun lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tembakan terdengar keras berulang-ulang malam itu, malam ini adalah malam 5 tahun lalu dimana Dead Hunter masih merajai dunia kriminal dan pembunuhan. Dead Hunter adalah kelompok pembunuh bayaran yang biasa di sewa mahal oleh para pejabat dan konglomerat untuk membunuh orang-orang yang mereka benci. Anggota Dead Hunter ini adalah keluarga Arthur yang terdiri dari 6 orang anggota keluarga. Ayah dan ibu Arthur, Cesar anak tertua, Robin anak kedua, Danis anak ketiga dan Arthur anak terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dead Hunter sangat profesional dalam membunuh dan sering kali melakukan pembunuhan dengan bersih dan cepat, bertahun-tahun polisi tidak dapat menangkap dead hunter ini. Setiap kali korban dead hunter mati, jejak tulisan DH selalu menghiasai tempat kejadian perkara pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu di tempat kejadian perkara pembunuhan, para polisi dan tim penyidik sedang mengolah TKP setelah satu pejabat terkenal mati mengenaskan di kamar hotelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lagi-lagi pembunuhnya meninggalkan jejak DH, kali ini dituliskan besar-besar di tembok kamar..." ucap anggota polisi&lt;br /&gt;"dead hunter... sebenarnya siapa mereka ini?" ucap anggota polisi yang lain&lt;br /&gt;"brengsek! sudah lama dead hunter sialan ini tidak bisa ditangkap! saya sangat kesal! sialan!" ucap kapten Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tenang kapten Rendra... kita harus bersabar... semua tim sudah menyebar untuk mencari dead hunter ini...pasti kita bisa menangkap mereka..." ucap perwira Indra&lt;br /&gt;"tapi ndra? kalo gini terus... untuk apa kita ada disini? aku seperti merasa tidak berguna sebagai polisi," ucap Kapten Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Indra hanya diam saja melihat Kaptennya frustasi seperti itu. Malam itu para media masa dan televisi memberitakan pembunuhan kejam di kamar hotel yang dilakukan dead hunter itu. Semua orang takut akan ancaman dead hunter ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat persembunyian dead hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"liat kita diomongin," ucap Cesar sambil menonton tv dan melahap pizza kesukaannya&lt;br /&gt;"polisi goblok! sampai kapan juga kita ga bakal bisa ketangkep! dead hunter gak bakal mati! ya ga Arth?" ucap Robin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"diem lo!" ucap Arthur&lt;br /&gt;"wiih! lo songong banget sih sama kakak lo! dari dulu gaya lo tuh ga berubah tau ga?! songong! hormat dikit lah sama kakak lo!" ucap Robin sambil berjalan mendekati Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur mengarahkan pistolnya ke Robin dan menarik pelatuk pistolnya, lalu ia terdiam sejenak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa? lo mau nembak gw?! tembak!! lo gak berani kan nembak kakak lo sendiri!? pengecut!!" ucap Robin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur menembakan pistolnya namun ternyata pistol itu tidak berpeluru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pelurunya abis lagi," ucap Arthur santai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robin hanya terdiam, ia berpikir adiknya Arthur memang orang gila, seandainya pistol itu berpeluru, mungkin dia sudah mati sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"udahlah! kalian dari dulu gak pernah akur! nih gw bawain pizza lagi! siapa yang mau!?" ucap Danis yang baru datang membawa Pizza yang banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danis adalah perempuan yang cantik, ia adalah anak ke 3 dari keluarga pembunuh dead hunter. Rambut Danis ikal panjang agak kecoklatan, matanya coklat dan alisnya cukup tebal, wajahnya putih mulus dan parasnya seperti campuran darah eropa karena ia keturunan darah inggris yang diturunkan dari ayahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah lo tau aja kesukaan gw nis! kalo gini gw bisa abisin sendiri!" ucap Cesar yang langsung mengambil 2 potong pizza&lt;br /&gt;"nah gitu dong! ambil yang banyak! nih buat lo bin! Arth lo mau?" ucap Danis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nggak, gw ke kamar dulu," ucap Arthur dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danis dan Robin melihat adiknya Arthur masuk ke dalam kamarnya, mereka tahu bahwa memang Arthur adalah anak yang sangat aneh dari kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua sedang asyik memakan pizza di ruang tengah, seseorang mengetuk pintu rumah mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nis buka pintunya, ada orang tuh," ucap Cesar&lt;br /&gt;"siapa sih malam-malam gini," ucap Danis&lt;br /&gt;"mungkin roh pejabat yang kita bunuh kemaren," ucap Robin cengengesan&lt;br /&gt;"ngaco!" ucap Danis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danis membuka pintu itu, lalu ia melihat seseorang berbadan gemuk membawa koper hitam berdiri tepat di depannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya sudah buat janji dengan Anthony," ucap orang itu&lt;br /&gt;"oh papah, kalo gitu silakan masuk," ucap Danis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu masuk ke dalam rumah dan menunggu di ruang tamu sambil melihat Danis yang berjalan naik ke atas tangga untuk memanggil papahnya. Ia melihat Danis yang cantik itu. Matanya begitu penuh dengan hawa nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama Anthony pun turun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat malam pak Roni! jadi siapa yang harus kami bunuh besok?" ucap Anthony&lt;br /&gt;"wah bapak ini sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;to the point&lt;/span&gt; sekali ya," ucap Roni&lt;br /&gt;"untuk apa banyak basa basi, kita disini kan perlu bicara cepat, yang penting kan saya tau siapa yang mau dibunuh and saya juga dapat biaya yang saya inginkan," ucap Arthur dengan aksen bicara orang bule&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roni pun menjelaskan siapa orang yang ingin dibunuhnya dan menjelaskan sedikit tentang orang itu. Setelah berbicara cukup lama, Roni pun pergi dari tempat dead hunter itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lot of money we got!" ucap Anthony sambil melihat isi koper hitam yang dibawa Roni tadi&lt;br /&gt;"besok ada kerjaan lagi ya pah?" ucap Cesar&lt;br /&gt;"seperti biasa...ok? papah tidur dulu... siapkan diri kalian untuk besok," ucap Anthony&lt;br /&gt;"ok pah," ucap Cesar sambil minum minuman soda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan malamnya, para Dead Hunter itu sudah menunggu korban &lt;span style="font-style: italic;"&gt;di basement &lt;/span&gt;kantor tempat korban bekerja. Mereka menunggu di dalam mobil. Tak lama, korban muncul dan menuju ke mobilnya untuk pulang ke rumahnya. Cesar keluar dari mobil sambil menyembunyikan pistol kedap suaranya di balik mantel yang ia gunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban pun masuk ke dalam mobilnya dan ingin menutup pintu mobilnya namun pintu itu ditahan oleh Cesar, dan ia langsung menembak korban itu tepat di kepalanya. Korban pun mati di tempat, lalu Cesar menuliskan simbol DH di kap mobil korban dengan menggunakan darah korban yang banyak itu. Setelah melakukan tugasnya, Cesar pun kembali ke dalam mobil dan  pergi meninggalkan tempat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang pekerja wanita yang ingin pulang malam itu, kaget ketika melihat mayat direksi perusahaannya telah mati mengenaskan. Ia berteriak di malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sip... bersih... bagus sar!" ucap Robin sambil menyetir mobil&lt;br /&gt;"gw gitu! kaya lo gatau gw aja!" ucap Cesar&lt;br /&gt;"ah gitu aja sombong!" ucap Danis yang duduk dibelakang&lt;br /&gt;"bukan gitu cara ngebunuh!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa maksut lo Arth?" ucap Cesar&lt;br /&gt;"gak sadis, pembunuh murahan," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itulah Arthur... dia memang orang yang sangat aneh dari kecil... dia itu bukan adik gw...dia sangat kejam," ucap Cesar&lt;br /&gt;"jadi dead hunter itu seperti ini... baru kali ini gw ketemu sama dead hunter dan denger langsung cerita tentang dead hunter dari anggotanya... gw gak pernah bayangin kaya gimana para dead hunter ini! ternyata mereka orang biasa juga!" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tentu kami adalah manusia biasa... manusia biasa yang bisa mati... keterbatasan manusia yang satu ini yang paling gak gw suka...bicara kematian...gw jadi inget malam dimana Danis dibunuh kapten polisi itu... dia adik perempuan satu-satunya... dia adik yang paling gw sayang... tapi malam itu, kapten Rendra membunuhnya...," ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, Kapten Rendra sedang berbicara kepada anaknya Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yo, kamu kan ingin jadi polisi, kamu tahu polisi itu seperti apa dan harus bagaimana?" ucap Kapten Rendra&lt;br /&gt;"tahu, seperti ayah kan," ucap Aryo&lt;br /&gt;"seperti ayah? apa maksutmu? jawab yang jelas," ucap Kapten Rendra&lt;br /&gt;"seperti ayah yang selalu bisa menangkap penjahat," ucap Aryo&lt;br /&gt;"hanya itu saja?" tanya Kapten Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya hanya itu saja, polisi bertugas menangkap penjahat," ucap Aryo&lt;br /&gt;"bagaimana caranya?"&lt;br /&gt;"aku tidak tahu," ucap Aryo&lt;br /&gt;"bodoh!!!" ucap Kapten Rendra keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo hanya terdiam dan terlihat takut, ayahnya memang sangat tegas dan galak, tidak seperti dirinya yang pengecut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"polisi itu harus mengorbankan nyawanya demi melawan kejahatan! tidak ada kata menyerah! polisi tidak pernah takut dan pengecut seperti kamu ini! polisi selalu melindungi rekan sesamanya dan bekerja sama dengan baik untuk menangkap penjahat! kamu mau jadi polisi atau tidak! kamu sekarang sudah kelas 3 SMA! pikirkan baik-baik masa depanmu! ubahlah sikap pengecutmu itu kalau kamu memang ingin menjadi polisi seperti ayah!! ayah pergi bertugas dulu!" ucap Kapten Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo remaja itu hanya terdiam dan melihat ayahnya pergi untuk bertugas, ibunya datang menghampirinya dan memeluknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudahlah yo, ayahmu memang begitu, dia memang keras," ucap ibu Aryo&lt;br /&gt;"aku tahu..." ucap Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu para petugas polisi sudah menunggu aksi dead hunter berikutnya, mereka berhasil menjebak dead hunter dengan mengirimkan intel untuk berpura-pura menjadi penyewa jasa mereka. Karena penampilan intel polisi itu yang meyakinkan dan uang imbalan yang banyak untuk para dead hunter ini, maka dead hunter pun termakan jebakan para polisi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lapor, target korban dead hunter sudah ada di tempat, namun dead hunter masih belum terlihat," ucap anggota polisi&lt;br /&gt;"tetap waspada, jangan lengah!" ucap Kapten Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Indra yang menjadi target korban pembunuhan dead hunter itu sedang duduk di stasiun kereta di malam yang sepi itu dengan tenang, ia berpura-pura membaca sebuah koran sambil menunggu dead hunter datang. Namun dibalik ketenangannya, perwira Indra sangat ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur berjalan dengan memasukkan kedua tangannya ke mantel hitamnya, ia mendekati perwira Indra yang merupakan korban pembunuhannya. Cesar, Robin dan Danis memperhatikan dari jauh sambil berjaga-jaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur berdiri tepat di depan perwira Indra yang sedang membaca koran itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anda bernama indra?" ucap Arthur&lt;br /&gt;"ya, ada apa?" ucap perwira Indra&lt;br /&gt;"maaf... anda harus mati malam ini..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Indra langsung mendorong Arthur yang berada tepat di depannya itu. Para polisi yang berpura-pura menjadi orang-orang biasa itu pun langsung bereaksi ketika melihat Indra mendorong seseorang bermantel hitam yang memegang senjata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur yang didorong oleh perwira Indra itu ternyata tidak jatuh, ia lalu menembak perwira Indra berulang-ulang dengan pistol kedap suaranya. Arthur sangat menikmatinya, ia tertawa sambil terus menembak perwira Indra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indra!!" brengsek!! cepat tembak dia!!" ucap Kapten Rendra keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tembakan polisi mengarah ke Arthur malam itu, namun dengan cekatan Arthur lari dan tidak terkena tembak. Para polisi itu mengejar Arthur dan dead hunter lain yang melarikan diri itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Rendra mendekati perwira Indra yang sudah sekarat itu, ia melihat Indra yang penuh darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ndra kamu pasti bisa bertahan! tim medis masuk!! seorang polisi terluka!! cepat segera kesini!! seorang polisi terluka!!...." ucap kapten Rendra&lt;br /&gt;"gak perlu kapten... gak berguna... dengan....lu.........luka seperti ini... sa.........saya pasti mati.... tapi............saya bangga mati seperti ini kapten......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan bicara sembarangan! kamu pasti bisa hidup! kamu orang yang kuat ndra!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Indra tidak berbicara sedikit pun, ia telah tewas malam itu. Kapten Rendra melihat Indra yang sudah tewas itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ndra!! jangan mati! ndra! jangan mati ndra!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Rendra melihat rekannya yang tewas itu, ia sangat sedih malam itu. Rekannya Indra yang selalu mendampinginya bertahun-tahun itu telah tewas terbunuh malam itu. Kapten Rendra kehilangan teman terbaiknya, teman yang selalu setia menjaga dan melindunginya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tim medis masuk... dimana korban terluka berada... kami segera kesana..."&lt;br /&gt;"tidak perlu............ Indra sudah mati............"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo melihat Indra yang tewas dengan luka yang banyak itu ditubuhnya. Perasaan sesal melanda dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya gagal.... saya gagal melindungi rekan saya sendiri...." ucap Kapten Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Rendra langsung berlari mengejar Arthur dengan semangat dan rasa kesal yang dalam. Ia ingin membalas kematian Indra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dead hunter itu bersembunyi di gang sempit dan gelap. Mereka terlihat ketakutan dan kelelahan karena dikejar oleh para polisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila capek gw lari... kita lolos kan?" ucap Robin&lt;br /&gt;"mudah-mudahan.... tapi si Danis sama Arthur mana?" ucap Cesar&lt;br /&gt;"kita harus cari mereka dan pergi dari sini....polisi... ada dimana-mana," ucap Robin dengan nafas yang tersengal-sengal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur yang berlari bersama Danis terlihat kelelahan, mereka dikejar oleh para polisi itu yang salah satunya adalah kapten Rendra. Arthur dan Danis bersembunyi di balik tembok gang yang gelap itu. Mereka telah terpojok di ujung gang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nis, si Cesar sama Robin mana? kita harus kemana nih? kita harus ketemu mereka!" ucap Arthur&lt;br /&gt;"gw ga tau! tadi kita kepisah! gimana nih! polisi ada banyak!" ucap Danis&lt;br /&gt;"udah tenang! ada gw disini!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"keluar kalian! kami tahu kalian bersembunyi di balik tembok itu! keluar kalian! kalian sudah terkepung!" ucap Kapten Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para polisi yang cukup banyak itu sudah mengepung Arthur dan Danis yang terpojok di ujung gang, senter para polisi menyorot tempat persembunyian Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw gak mau keluar! lo pikir lo semua bisa nangkep gw!" ucap Arthur&lt;br /&gt;"serahkan diri kalian! kami tidak akan melakukan perlawanan apabila kalian mau menyerahkan diri! buang pistol kalian ke samping jalan! cepat!" ucap kapten Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw gak mau nyerah! lebih baik gw mati!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur menembak para polisi itu dari balik tembok, namun tembakannya tidak ada yang mengenai sasaran. Para polisi itu pun bereaksi dengan menembak balik Arthur dan satu tembakan berhasil melukai tangan Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaaaakkkkhh!!!" brengsek!!! tangan gw kena!!!"&lt;br /&gt;"Arth! lo gapapa!!" ucap Danis&lt;br /&gt;"tangan gw...... tangan gw nis...." ucap Arthur kesakitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mobil berhenti tepat di ujung gang, dari dalam mobil Cesar dan Robin menyuruh Arthur dan Danis untuk segera lari ke dalam mobil untuk kabur dari tempat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arth! nis! disini!! cepat masuk ke mobil!! cepat lari!!" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur dan Danis melihat kedua kakaknya yang ada di mobil itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nis! kita harus lari dengan cepat ke mobil itu! lari sangat cepat! jangan berhenti sedikit pun! kalo gak kita bisa ketangkep!" ucap Arthur&lt;br /&gt;"tapi jaraknya jauh Arth! aku takut! aku gak bisa Arth!" ucap Danis&lt;br /&gt;"bisa! kita sudah terdesak! satu-satunya jalan ya kita ke mobil itu! lo mau mati di sini!?" ucap Arthur&lt;br /&gt;"gw takut Arth," ucap Danis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur memegang tangan Danis, mereka bersiap untuk lari menuju mobil Cesar dan Robin yang ada diujung gang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur dan Danis berlari keluar dari gang itu, Arthur memegang tangan Danis dan berlari dengan cepat menuju mobil di ujung gang itu. Semua polisi menembakkan senjatanya ke arah Arthur dan Danis yang lari itu, namun semua tembakkan itu meleset. Kapten Rendra langsung berlari mengejar Arthur dan Danis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak bakal gw biarin lo lolos brengsek!" ucap Kapten Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Rendra ada tepat di belakang Arthur dan Danis yang berlari itu, ia menembakkan senjatanya dan berhasil mengenai Danis. Danis pun terjatuh dan tewas. Arthur kaget melihat kakak perempuannya yang sudah tewas, lalu ia melihat Kapten Rendra sudah membidiknya dengan pistol. Cesar dan Robin berteriak memanggil Arthur agar cepat masuk ke dalam mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Rendra terkejut ketika ia ingin menembak Arthur yang sudah dalam bidikkannya, peluru di pistolnya ternyata telah habis. Arthur melihat kapten Rendra sejenak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kematian Danis bakal kami balas! lo liat nanti!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Rendra pun melihat Arthur pergi dengan Cesar dan Robin menggunakan mobil malam itu, polisi lain berdatangan mendekati kapten Rendra, mereka langsung memeriksa mayat Danis yang tergeletak di tanah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsat!!! bangsat!!! brengsek!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robin terus berteriak malam itu, ia sangat kesal ketika tahu adik perempuannya, Danis telah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"polisi bangsat!! Danis mati!! kenapa Danis?! kenapa gak gw!!" ucap Robin&lt;br /&gt;"tenang bin! tenang! percuma lo teriak-teriak kaya gitu juga!! Danis gak bakal bisa hidup lagi!" ucap Cesar yang menyetir mobil&lt;br /&gt;"Danis.... dia itu terlalu baik.... dia itu masih muda sar!!" ucap Robin&lt;br /&gt;"iya gw tau! terus kita emang bisa apa!? kita emang udah dikepung tadi!? yang penting kita selamat kan!" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"egois lo! lo emang selamat, tapi Danis......." ucap Robin&lt;br /&gt;"itulah resiko seorang pembunuh.... lagipula Danis itu memang lemah, dia pantas mati," ucap Arthur yang duduk di belakang mobil&lt;br /&gt;"apa lo bilang Arth!?" ucap Robin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Danis itu lemah, dia pantas mati," ucap Arthur&lt;br /&gt;"sekali lagi lo ngomong kaya gitu.... gw tembak kepala lo!" ucap Robin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Danis lemah, dia pantas mati.... terus? lo mau tembak kepala gw bin?" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robin mengarahkan pistolnya ke Arthur, Arthur hanya tersenyum kecil. Robin terdiam sejenak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw gak gila kaya lo Arth, gw gak bakal bunuh adik gw sendiri," ucap Robin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lemah lo... itu yang gw maksut...lo itu lemah kaya Danis! makanya dia mati! lemah! pengecut!" ucap Arthur keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robin dan Cesar hanya diam saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi Danis mati ya di malam itu... lalu apakah kalian menuntut balas ke Kapten Rendra?" ucap Nay&lt;br /&gt;"ya, tentu saja, 3 hari setelah kejadian itu, Robin mendatangi rumah Kapten Rendra dan membunuhnya bersama istrinya, sore itu hujan deras......," ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah kapten Rendra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mah, Aryo belum pulang?" ucap Kapten Rendra&lt;br /&gt;"belum pak, masih hujan... mungkin ia menunggu hujan reda di sekolah," ucap ibu Aryo&lt;br /&gt;"mah...," ucap kapten Rendra&lt;br /&gt;"ada apa pak?"&lt;br /&gt;"apakah kamu selalu mencintai aku?"&lt;br /&gt;"tentu saja... kenapa kamu bertanya seperti itu?"&lt;br /&gt;"apa mamah tidak pernah takut mempunyai suami seorang polisi? sebagai polisi... aku bisa mati kapanpun....," ucap kapten Rendra&lt;br /&gt;"aku percaya, bapak tidak akan seperti itu, bapak adalah polisi yang hebat...semua penjahat pasti takut dengan bapak," ucap ibu Aryo tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Rendra tersenyum sambil melihat istrinya yang cantik itu. Mereka tersenyum untuk yang terakhir kalinya sore itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara ketukan pintu sangat keras sore itu, seseorang mengetuk pintu rumah kapten Rendra di sore yang hujan deras itu. Kapten Rendra membuka pintu itu dan kaget ketika melihat Robin langsung menodongnya dengan pistol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan coba melawan! atau gw tembak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Renda dan istrinya yang merupakan orang tua dari Aryo telah mati sore itu dibunuh oleh Robin untuk membalaskan dendam kematian Danis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo yang baru pulang dari sekolah di sore yang hujan deras itu hanya bisa menangis melihat orang tuanya dibunuh oleh dead hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"di malam itu setelah Robin membunuh kapten Rendra dan istrinya, dia bilang...dia melihat foto anak dari kapten Rendra, namun sore itu Robin tidak menemukan anak itu di rumah," ucap Cesar&lt;br /&gt;"jadi Kapten Rendra telah mati dibunuh Robin," ucap Alan&lt;br /&gt;"lalu bagaimana Ace bisa terbentuk? dan kenapa dead hunter itu tiba-tiba hilang? apa si Arthur itu yang membunuh keluarganya sendiri?" ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya, di malam itu...Arthur mencoba untuk membunuh kami semua, gw pun hampir mati, sampai sekarang pun Arthur mengira semua keluarganya telah mati... tapi dia gagal bunuh gw malam itu, semua berawal dari malam dimana dead hunter menemukan konflik karena perbedaan pendapat di antara anggotanya...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak bisa! dead hunter hanya boleh beranggotakan keluarga kita saja! tidak boleh ada orang luar! papah tidak setuju usul kamu Arthur! sekali tidak tetap tidak! i say no! no excuse! understand!" ucap ayah Arthur keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pah... mikir lah! kalau kita tidak memperluas jaringan dengan merekrut geng lain seperti strijders yang diketuai Theo yang tangguh itu! atau Bomber yang anggotanya ahli peledak itu! dead hunter bisa mati! perlahan-lahan kita bisa mati pah! Danis sudah mati! cepat atau lambat kita pasti mati juga seperti dia!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidak! dead hunter sudah bertahan 5 tahun ini! kalau kita gabung dengan geng lain! resikonya besar, geng-geng itu bisa berkhianat dan berbalik melawan dead hunter! maka dari itu papah ingin salah satu dari kalian menjadi ketua dead hunter kelak! kalian lah penerus dead hunter ini! papah sudah tua! papah harus pensiun dan digantikan oleh kalian! papah akan memilih penerus untuk menjadi ketua dead hunter ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu siapa penerusnya?" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar dan Robin hanya terdiam memperhatikan ayahnya sedangkan ibu mereka hanya duduk saja di samping mereka malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cesar lah yang pantas menjadi ketua dead hunter berikutnya menggantikan papah..."&lt;br /&gt;"apa!! Cesar? bisa apa dia pah?!" ucap Arthur&lt;br /&gt;"dia adalah kakak kalian yang tertua, dia bijak dan pintar, dia pantas memimpin kalian"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bullshit!" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur terlihat kesal dan berjalan untuk pergi dari rumah, ia kesal karena ayahnya tidak setuju dengannya untuk memperluas jaringan dead hunter dengan merekrut geng lain. Terlebih ia juga kecewa karena Cesar lah yang menjadi ketua dead hunter berikutnya, bukan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalian akan menyesal nanti! dead hunter akan mati perlahan! gw keluar dari dead hunter," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur berjalan keluar meninggalkan keluarganya itu, malam itu Arthur keluar dari dead hunter. Cesar, Robin dan kedua orang tuanya hanya terdiam melihat kepergian Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"keras kepala," ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya di markas Strijders&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo kenapa keluar dari dead hunter Arth?" ucap Theo&lt;br /&gt;"gw muak sama keluarga gw... kita beda pemikiran" ucap Arthur&lt;br /&gt;"terus lo kenapa dateng kesini? apa tujuan lo?" ucap Theo&lt;br /&gt;"gw mau ajak lo bikin geng baru... geng yang sangat kuat dan ditakuti! geng ini harus lebih kuat dari dead hunter!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo serius? terus mau buat geng kaya gimana?" ucap Theo&lt;br /&gt;"geng yang beranggotakan banyak orang! kita harus bergabung dengan "Bomber" dan "Nighteyes" juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nighteyes? Alvo kan? dia kan gila? gw gak mau gabung sama mereka!"&lt;br /&gt;"kenapa?"&lt;br /&gt;"mereka itu punya ilmu hitam... dengan begitu bisa saja mereka dengan mudah memantrai kita!" ucap Theo&lt;br /&gt;"lo kira gw sebodoh itu ya? lo kira gw gak kenal Alvo? gw tahu kelemahan ilmu hitam Alvo... kalo dia macem-macem gw bisa bunuh dia..." ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari itu, Strijders, Bomber dan Nighteyes bergabung menjadi satu dan diketuai oleh Arthur yang sampai sekarang disebut animus bertopeng merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, di tempat perkumpulan geng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"malam ini! kita semua membentuk geng baru! geng yang kuat dengan anggotanya yang luar biasa! saya... Arthur! yang merupakan ketua geng ini! malam ini berjanji untuk membawa geng baru ini menjadi kuat dan tak terkalahkan! kita akan merajai dunia kriminal! kita lah yang terkuat! kitalah yang tergangguh! kitalah ACE!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur mengobarkan api semangat para anggotanya malam itu, Ace malam itu telah terbentuk dan diketuai oleh Arthur. Di atas panggung besar itu, Arthur tersenyum puas, ia menggunakan jubah hitamnya dan memasang topeng merahnya, ialah sang animus bertopeng merah yang terkenal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sebagai Ace yang kuat kita tidak boleh memiliki saingan! maka dari itu misi pertama kita adalah menghancurkan saingan terkuat kita! kita hancurkan dead hunter!," ucap Arthur keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota geng Ace berteriak mengatakan ACE!! berulang-ulang, malam itu Ace yang kuat telah terbentuk dan akan merajai dunia kriminal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, keluarga dead hunter sedang makan malam di rumahnya, suasana makan malam pun tak semeriah dulu ketika Danis dan Arthur masih ada sebagai dead hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tinggal bertiga... sepi sekali..." ucap Robin&lt;br /&gt;"kau benar...suasananya tidak seperti dulu, suara tawa Danis pun sudah tidak ada...biasanya setiap makan malam... dia yang selalu paling semangat..." ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthony hanya terdiam sambil memakan makanannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mamah pun udah ga ada... kenapa Arthur begitu tega membunuh mamahnya sendiri..." ucap Robin&lt;br /&gt;"semestinya malam itu, gw nemenin mamah...tapi mamah nolak....dia mau pergi sendiri...seandainya gw nemenin dia...mungkin dia masih hidup sekarang," ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara keras dari arah ruang depan rumah itu terdengar sampai ke ruang makan, Arthur dan Theo beserta anggota geng Strijders menghancurkan pintu rumah itu dan masuk ke dalam rumah untuk membunuh para dead hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur melihat keluarganya yang sedang makan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat malam kalian semua, boleh gw gabung?" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dead hunter yang duduk di meja makan hanya terdiam dan melihat Arthur duduk di antara mereka. Theo dan anggota gengnya berdiri di samping meja makan yang cukup besar itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw kesini cuma mau mengajak kalian gabung dengan Ace..." ucap Arthur&lt;br /&gt;"Ace?" ucap Robin&lt;br /&gt;"itu geng baru yang gw buat...semua geng-geng kuat gabung jadi satu yaitu Ace, gw ketuanya..." ucap Arthur&lt;br /&gt;"pengkhianat lo! lo udah berkhianat dengan keluarga lo sendiri!" ucap Robin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur hanya tertawa di malam itu, ia menganggap perkataan Robin itu sangat lucu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berkhianat...gw gak berkhianat...gw cuma mau dead hunter maju! tapi kalian menolak usul gw malam itu kan?" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu... kenapa malam ini kamu datang kesini lagi Arth?" ucap Anthony&lt;br /&gt;"pah... Arthur cuma mau ajak papah gabung sama Arthur... kita bentuk dead hunter yang lebih kuat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthony mengarahkan pistolnya ke Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"papah tau... malam ini akan datang...papah tau tujuan kamu Arth! dari sejak kecil kamu memang serakah dan tidak mau kalah! selalu ingin menjadi yang terkuat! kamu ingin membunuh dead hunter dan membentuk geng baru yang lebih kuat kan!" ucap Anthony&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur hanya tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dari dulu papah memang pintar...tidak seperti mamah..."&lt;br /&gt;"kenapa lo bunuh mamah?" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sebenernya....... malam itu gw juga ngajak mamah gabung ke geng baru gw... tapi....... dia ga mau sama seperti kalian.... yaudah gw tembaklah....gw bunuh....," ucap Arthur santai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anak bangsat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robin mengarahkan pistolnya ke Arthur dan akan menembak tepat di kepala Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAR!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tembakan malam itu berbunyi sangat kencang, namun tembakan itu bukan berasal dari pistol Robin, suara itu berasal dari pistol Theo yang baru saja membunuh Robin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robin mati malam itu, darahnya menyiprat ke Cesar yang duduk tepat disebelahnya. Cesar melihat Robin yang telah mati itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur pun tertawa dengan santai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"liatkan Robin udah mati? jadi gimana? kalian mau gabung kan?" ucap Arthur santai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar dan Anthony hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"keras kepala" ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur pun menembak Anthony dan Cesar malam itu. Semua anggota dead hunter telah tewas malam itu. Arthur dan Theo pun meninggalkan rumah itu. Keesokan harinya, media massa mengumumkan tewasnya dead hunter yang misterius itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"malam itu, gw hampir mati....Arthur mengira gw udah mati....tapi sebenarnya gw masih hidup...tembakannya meleset malam itu...gw pun berpura-pura mati dan pergi meninggalkan rumah di malam itu," ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cerita yang sangat tragis...keluarga pembunuh yang kejam mati karena dibunuh oleh anggotanya sendiri..." ucap Alan&lt;br /&gt;"pengkhianat seperti Arthur itu memang harus diberi pelajaran," ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw akan balas kematian keluarga gw malam itu...setiap malam gw selalu dihantui kejadian malam mengerikan itu...gw harus bunuh Arthur... Ace harus kita hancurkan!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar, anggota dead hunter yang masih hidup itu akan membalaskan dendam kematian keluarganya. Dead hunter akan membuat perhitungan dengan Ace, perang antar geng terbesar akan segera dimulai!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-822899987011662861?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/822899987011662861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/31-history-of-red-masked-animus.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/822899987011662861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/822899987011662861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/11/31-history-of-red-masked-animus.html' title='31. The history of red masked animus'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-432079503347256611</id><published>2009-10-30T09:22:00.000-07:00</published><updated>2009-11-02T11:06:52.159-08:00</updated><title type='text'>30. Cesar's Confession</title><content type='html'>Pagi yang mendung itu, the flame sedang dirundung duka. Mereka sedang berkabung karena kematian sahabat mereka, Sergi dan Vena. Di pemakaman casablanca, Nay, Alan, dan Bonad orang-orang flame yang masih tersisa itu sedang menatap tempat peristirahatan terakhir kedua teman mereka yang berjejer berdampingan. Alan menaruh bunga melati yang ia bawa di atas kuburan Vena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw gak nyangka kita kehilangan sahabat kita lagi," ucap Alan&lt;br /&gt;"mereka mati dibunuh Bimo, kita harus balas kematian mereka," ucap Nay&lt;br /&gt;"gw setuju, kita gak bisa diem terus, 3 sahabat kita udah mati karena Bimo, kita gak bisa diem aja,"ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa kita masih the flame yang tangguh itu? kita bukan the flame lagi nad... the flame udah mati," ucap Alan&lt;br /&gt;"the flame belum mati lan, kitalah the flame! teman-teman kita ingin kita hidup dan terus membuat the flame kuat!" ucap Nay&lt;br /&gt;"tapi kita cuma 3 orang... gimana caranya kita bisa mengalahkan Bimo? dia itu geng ace... ace itu kuat," ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay dan Bonad hanya terdiam, mereka tidak tahu harus bicara apa. Mereka pun mengakui bahwa ace itu kuat. The flame yang tangguh itu seperti sudah kehilangan kobaran apinya, satu per satu kayu yang membakar kobaran api sang the flame telah tiada, api dari sang the flame pun semakin padam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin datang menghampiri Alan, Nay dan Bonad. Alvin langsung memeluk batu nisan Sergi dan menaruh sebuah hiasan bunga di atas tempat pemakaman Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gi! kenapa lo ninggalin gw! kita ini sahabat! kenapa lo pergi gi!" ucap Alvin bersandiwara&lt;br /&gt;"udah vin, percuma, Sergi udah mati," ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi lan! Sergi udah kaya adik gw sendiri! siapa yang tega bunuh dia! bakal gw balas orang itu!" ucap Alvin&lt;br /&gt;"Bimo vin, dia yang bunuh Sergi sama Vena, kita bakal balas mereka, gw gak mau diem aja," ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin hanya terdiam lalu berjalan menghampiri Alan, Nay dan Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita harus berhati-hati, Bimo terus mengincar kita, mengincar korban berikutnya untuk dibunuh seperti Sergi, cepat atau lambat kita pasti mati" ucap Alvin sambil menepuk pundak Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin berjalan menjauh dan meninggalkan Alan, Nay dan Bonad. Ia memakai kacamata hitamnya dan tersenyum licik. Ia tersenyum puas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay, Alan dan Bonad melihat Alvin yang jalan menjauhi mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kayanya ada yang aneh sama Alvin," ucap Nay&lt;br /&gt;"iya... kenapa ya dia?" ucap Bonad&lt;br /&gt;"dia bukan Alvin yang dulu kita kenal, dari awal kita kenal dulu juga dia udah paling beda, dia emang misterius" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin berhembus kencang pagi itu, pohon-pohon rindang bergoyang cukup kencang, daun-daunnya yang kering gugur berjatuhan dan berserakan di tanah. Alan memandangi kuburan Sergi, ia teringat masa lalunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenalin nama gw Sergi, Sergi Andrian, lo siapa?" ucap Sergi kecil&lt;br /&gt;"gw Alan, salam kenal," ucap Alan kecil&lt;br /&gt;"itu adik lo ya? kalian kembar ya?" ucap Sergi kecil&lt;br /&gt;"iya, kenalin gw Nay, adik kembar Alan," ucap Nay kecil&lt;br /&gt;"wah, baru hari pertama masuk sekolah, udah nemu temen-temen yang asik nih," ucap Sergi kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu adalah hari pertama masuk SMP bagi Sergi, Alan, dan Nay. Mereka belajar di kelas yang sama. Mereka pun menjadi teman akrab dan saling bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Nay dan Alan sedang jalan di belakang sekolah untuk pulang ke rumahnya. Alvin dan Bonad mendekati mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagi duit," ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;"gak ada... gw ga punya duit," ucap Nay kecil&lt;br /&gt;"boong, cepet bagi duit... eh lo juga... bagi duit cepet!" ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa maksut lo! mampus aja lo! gw gada duit!" ucap Alan mendorong Alvin&lt;br /&gt;"nad hajar mereka! kurang ajar mereka sama gw!" ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok bos!" ucap Bonad kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonad mengancam Alan dan Nay, mereka ketakutan melihat Bonad yang badannya sangat besar itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ampun ampun, nih gw kasih duit gw, makan tuh," ucap Alan&lt;br /&gt;"nih gw kasih duit gw, cuma segitu doang" ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nah gitu dong," ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin tersenyum puas melihat uang yang cukup banyak itu, ia bersama Bonad pergi meninggalkan Nay dan Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"uang kita abis bang," ucap Nay kecil&lt;br /&gt;"sial tuh orang! siapa si dia! kerempeng jelek gitu aja berani malak-malak! anak kelas berapa sih tuh!" ucap Alan kecil&lt;br /&gt;"ga tau tuh, beraninya bawa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bodyguard&lt;/span&gt;, beraninya bawa si Bonad," ucap Nay kecil&lt;br /&gt;"iya, beraninya bawa Bonad, siapa yang ga takut coba sama Bonad?" ucap Alan kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua saudara kembar itu pun pulang ke rumahnya sore itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu setelahnya, sekolah Alan dan Nay sedang mengadakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;class meeting&lt;/span&gt; yang diadakan setiap akhir semester. Siang itu lapangan basket sekolah dipenuhi oleh para murid-murid yang sedang menyaksikan pertandingan "three on three" basket&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi, Alan, dan Nay berdiri di tengah lapangan, mereka memakai baju basket dan terlihat fokus untuk memenangkan pertandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Alvin, Bonad dan Ben yang merupakan lawan mereka, terlihat serius. Mereka pun tidak mau kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gi, dia yang minggu kemaren malak gw," ucap Alan sambil menunjuk Alvin kecil&lt;br /&gt;"oh dia, tengil banget gayanya... pokoknya kita harus menang lan! kita beri pelajaran mereka!" ucap Sergi kecil&lt;br /&gt;"gw setuju gi! lo siapkan Nay?" ucap Alan kecil&lt;br /&gt;"pasti!" ucap Nay kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nad, pokonya lo hajar aja! jangan tanggung-tanggung, pokonya kita harus menang dengan cara apapun!" ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;"ok bos, tapi nanti siang bayarin makan yang banyak ya?" ucap Bonad kecil&lt;br /&gt;"iya, bawel ah," ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;"gw jaga yang tinggi itu," ucap Ben sambil menunjuk ke arah Sergi&lt;br /&gt;"ok," ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan basket itu pun dimulai, kedua tim itu tidak ada yang mau kalah. Mereka saling bergantian mencetak angka dan saling susul menyusul. Bonad yang berbadan besar itu selalu membuat Sergi dan timnya kewalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan sudah cukup lama berlangsung. Skor di papan menunjukkan angka yang tipis, 20-21 untuk kemenangan tim Alvin. Waktu permainan pun sudah hampir habis, tim Alvin sudah siap untuk menikmati kemenangan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gimana nih gi! waktu udah mau abis! kita bakal kalah!" ucap Alan&lt;br /&gt;"jangan nyerah!  masih ada waktu! kita pasti menang! Nay oper bolanya ke gw! lan lo ambil posisi di depan!" ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan berlari ke depan melewati Bonad, Nay mengoper bola ke Sergi. Sergi langsung berlari men&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dribble&lt;/span&gt; bola basketnya ke arah depan dan dijaga oleh Ben&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak bakal bisa lewat lo," ucap Ben&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi dengan cekatan dan keahliannya melewati Ben. Ia berlari dan mendapatkan ruang untuk mencetak angka, Sergi bersiap untuk melempar bola basket itu ke ring, namun Alvin berhasil mem&lt;span style="font-style: italic;"&gt;block&lt;/span&gt;-nya. Bola pun jatuh dan tak dikuasai oleh siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nay ambil bolanya!" ucap Sergi kecil&lt;br /&gt;"Ben ambil bolanya!" ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay berlari dan berhasil mengambil bola itu, ia berlari menuju ring basket, seketika Bonad muncul tepat di depannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mau kemana lo!" ucap Bonad kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nay! oper gw! oper gw! gw kosong!" ucap Alan kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay mengoper bola itu ke Alan yang tak terjaga, Alan langsung menembakkan bola basket itu ke ring. Bola basket itu terus berputar dan akhirnya memantul keluar dari ring, semua penonton pun bersorak kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi berlari dan langsung mengambil bola itu dan melakukan "slam dunk" keras yang membuat angka berubah menjadi 22-21 untuk kemenangan tim Sergi. Semua penonton bersorak, peluit tanda permainan berakhir pun berbunyi kencang. Tim Sergi berhasil menang di detik-detik terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi, Alan dan Nay bersorak, mereka sangat senang sore itu, mereka telah berhasil menang dan menjadi juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gokil lo gi! jago banget lo! kita menang gi! menang!" ucap Alan kecil sangat senang&lt;br /&gt;"gw ga tau deh, semuanya cepet banget, tiba-tiba udah masuk aja tuh bola," ucap Sergi kecil sangat gembira&lt;br /&gt;"yang penting kita menang!" ucap Nay penuh semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan, Nay dan Sergi sangat gembira kala itu, mereka terus bersorak dan berteriak, semua penonton pun bersorak gembira dan bertepuk tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"menang! kita menang!" ucap Alan, Nay dan Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin, Bonad, dan Ben keluar dari lapangan dengan lesu. Mereka sangat kecewa karena kalah di detik-detik terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"brengsek! hoki! lo sih nad!" ucap Alvin kecil&lt;br /&gt;"yah gimana dong bos kalah... tapi abis ini makan kan?" ucap Bonad&lt;br /&gt;"makah tuh anduk!" ucap Alvin kecil melempar handuknya ke Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonad dan Ben hanya terdiam melihat Alvin yang pergi meninggalkannya itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi mengangkat piala atas kemenangannya. Alan dan Nay yang berada di sampingnya terlihat sangat gembira. Semua murid bertepuk tangan untuk mengapresiasi semangat mereka. Seorang gadis kecil berambut panjang yang berdiri diantara para murid itu tersenyum. Ia terpesona karena Sergi yang keren itu. Dia adalah Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa sih cowo ini? keren banget..." gumam Vena sambil tersenyum melihat Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hidup 3 stars! hidup 3 stars! tidak ada kalah! kemenangan selalu menunggu kita! hidup 3 stars!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para murid sekelas Sergi, Alan dan Nay menyoraki kemenangan tim basket kelasnya itu yang menamai tim mereka dengan nama 3 stars. Sore itu 3 stars adalah bintang sekolah dan setelah itu 3 stars menjadi tim "three on three" yang terkenal tangguh di sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidak ada kalah, kemenangan selalu menunggu kita, lo inget itu kan Nay?" ucap Alan pelan&lt;br /&gt;"three stars," ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan dan Nay tersenyum sambil melihat tempat peristirahatan Sergi yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat jalan gi,.....semoga lo tenang di sana...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat persembunyian para animus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rencana kita ngerampok bank gimana mo?" ucap Alvin&lt;br /&gt;"beres! nanti malam kita ngerampok bank," ucap Bimo&lt;br /&gt;"biar si zen sama Alvo aja yang masuk ke bank, mereka bisa gak kedeteksi kamera," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak kedeteksi kamera gimana Arth?" ucap Alvin&lt;br /&gt;"lo tau kan mereka punya ilmu hitam," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo dan the ghost mendekati Bimo, Arthur dan Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"udah serahin aja sama gw mo, gw sama Alvo bakal masuk dan keluar dari Bank dengan cepat, lo semua tinggal tunggu duitnya aja," ucap Zen&lt;br /&gt;"iya, santai lah, gw sama Zen bukan orang biasa, serahin aja sama kita, santai," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo yakin bisa?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"santai mo, urusan kaya gini mah kecil," ucap Alvo&lt;br /&gt;"ok kalo gitu, lo hati-hati lah," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yauda ya, gw harus ritual sama Zen, gw cabut dulu ya... mau ritual sama Zen," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo dan Zen pun pergi untuk melakukan ritual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mo, 3 orang the flame udah mati... korban selanjutnya siapa?" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo terdiam sambil berpikir," siapa ya? menurut lo siapa Arth?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"gw cape bunuh satu-satu, kelamaan, lama-lama kita bisa ketangkep polisi, Theo sama Felix udah mati... bisa-bisa kita nanti yang mati," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi apa maksut lo?" ucap Alvin&lt;br /&gt;"kita serang aja markas flame, kita bunuh sisa dari Flame di sana," ucap Arthur&lt;br /&gt;"jadi mau langsung aja ya...  gw tau ko markas mereka, jadi kapan kita bakal kesana?" ucap Alvin&lt;br /&gt;"nanti malam,"ucap Arthur sambil menancapkan pisau di meja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay sedang berdiam dan termenung sendiri di markas the flame, ia memikirkan teman-temannya yang telah mati satu per satu karena ulah animus itu. Ia pun takut bernasib sama seperti mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw gak mau mati... pokoknya gw ga mau mati... Bimo bakal gw bunuh... tapi... apa gw bisa..." ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nay!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba-tiba terdengar suara memanggil Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa itu?" ucap Nay sambil menengok ke sampingnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang muncul dari balik pohon pinus yang banyak terdapat di depan markas flame itu. Orang itu memakai mantel coklat dan topi.  Wajah orang itu ditutupi perban putih yang cukup banyak. Ia juga memakai kacamata hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa? siapa lo?!" ucap Nay&lt;br /&gt;"lo lupa gw? lo lupa ketua lo?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ketua? apa maksut lo?" ucap Nay&lt;br /&gt;"ketua flame,"&lt;br /&gt;"sagil?" ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa kabar Nay?" ucap Sagil&lt;br /&gt;"lo kemana aja selama ini? bukanya lo mati di tempat markas anak 5 itu? di kebakaran besar itu?!" ucap Nay&lt;br /&gt;"hampir... tapi gw selamat, seseorang nolong gw," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"seseorang siapa? siapa yang nolong lo gil?" tanya Nay&lt;br /&gt;"Nay... lebih baik lo ikut gw... gw udah tau semuanya... gw tau the flame diincar oleh animus dan si Arthur itu... gw juga tau teman-teman kita udah mati dibunuh sama animus itu..." ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dari mana lo tau?" ucap Nay&lt;br /&gt;"lebih baik lo ikut gw Nay, sebelum semuanya terlambat... lo butuh bantuan gw Nay, kita harus membalas kematian teman-teman kita... kita gak bisa diem aja..." ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw boleh ajak abang gw sama si Bonad?" ucap Nay&lt;br /&gt;"boleh, cepet ajak mereka... gw gak punya waktu banyak..." ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil memanggil Alan dan Bonad, mereka pun keluar rumah dan kaget ketika mengetahui orang berbalut perban dan bermantel coklat itu adalah ketua mereka yang sudah lama hilang, Sagil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gil!! lo masih hidup?! kemana aja selama ini?!" ucap Alan&lt;br /&gt;"gw ada dan selalu memperhatikan kalian dan animus," ucap Sagil&lt;br /&gt;"terus sekarang lo mau ajak kita kemana?" ucap Alan&lt;br /&gt;"tenang aja... lo percaya aja sama gw...lo gak bakal nyesel kalo ikut gw..." ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo ikut kan Nay, nad?" ucap Alan&lt;br /&gt;"jelas gw ikut... lo gimana nad?" ucap Nay&lt;br /&gt;"gw gak..." ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa?" ucap Nay&lt;br /&gt;"kalo gw ikut... siapa yang jaga markas? udah lo bedua aja yang pergi, biar gw yang jaga markas," ucap Bonad&lt;br /&gt;"ok kalo gitu, hati-hati nad, gw cabut dulu sama Alan," ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonad mengacungkan jempolnya,"ok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi, Alan, dan Nay pergi dan menghilang dibalik rimbunnya pepohonan pinus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu di tempat persembunyian "nighteyes" dan "the ghost"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dah jam 5 sore, ini waktunya kita ritual... semua keperluannya udah ada kan?" ucap Zen&lt;br /&gt;"santai... udah ada ko... lo ga nyantai deh Zen," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bukan gitu... kalo sampe ada yang salah, nyawa kita taruhannya," ucap Zen&lt;br /&gt;"santai lah, gak bakal..." ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berisik lo vo... Zen bener... jangan sampe ada yang salah buat ritualnya... lo mau dikutuk hah?" ucap Leonard&lt;br /&gt;"iye... santai aja knapa sih... udah ayo ritual...sebentar lagi jam 6 sore... kalo kita ga ritual sebelum jam segitu... kita bisa dikutuk..." ucap Alvo&lt;br /&gt;"ok deh," ucap Zen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zen membuka jubah hitam dan penutup wajahnya, ia bertelanjang dada. Di punggungnya terdapat simbol aneh. Simbol itu cukup besar dan terdapat tulisan "south" (selatan) di simbol itu. Zen berjalan dan masuk ke dalam kolam besar yang penuh darah itu. Ia pun berendam dan melakukan ritualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para the ghost yang lain dan Alvo pun melakukan hal yang sama. Semua anggota the ghost memiliki simbol yang sama di punggungnya dengan tulisan yang berbeda. Leonard adalah "North" , Gavin adalah "West" dan Red adalah "East". Simbol dan tulisan itu sangat misterius dan memiliki arti khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat persembunyian animus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kek, ini Bimo bawakan teh hangat, diminum ya," ucap Bimo&lt;br /&gt;"terima kasih nak... kamu baik sekali..." ucap Kakek Bimo&lt;br /&gt;"istirahat yang cukup kek... kakek kan sudah tua," ucap Bimo&lt;br /&gt;"iya nak... kakek dengar dari Arthur, kalian mau pergi lagi ya malam ini?" ucap kakek Bimo&lt;br /&gt;"iya kek, Karin akan jaga kakek di rumah... saya, Arthur dan Alvin yang pergi," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hati-hati ya nak, jaga dirimu baik-baik... sebelum ayahmu meninggal dulu...ia berpesan agar kakek menjaga kalian, maka dari itu, jaga dirimu dan adikmu ya mo," ucap kakek Bimo&lt;br /&gt;"iya kek," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur dan Alvin berjalan mendekati Bimo dan kakeknya di ruang tamu rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dah siap mo? ayo pergi," ucap Arthur&lt;br /&gt;"udah, ayo cabut," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mo, nih senjata lo," ucap Alvin sambil memberikan pistol kepada Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur, Alvin dan Arthur pergi meninggalkan rumah itu. Mereka memakai jaket hitam dan pakaian gelap. Mereka masuk ke dalam mobil jeep milik Arthur dan pergi di petang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kek... si Alvin udah pergi ya?" ucap Karin&lt;br /&gt;"iya baru saja, ada apa?" ucap kakek Karin&lt;br /&gt;"Alvin lupa membawa topeng untuk penutup wajahnya," ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam menujukkan pukul 7 malam, Nay dan Alan sedang berada di tempat yang cukup tersembunyi. Mereka tidak tahu dibawa kemana oleh Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gil ini dimana sih?" ucap Alan&lt;br /&gt;"ini tempat persembunyian gw sama geng gw," ucap Sagil&lt;br /&gt;"geng? geng apaan?" ucap Nay&lt;br /&gt;"udah lo tenang aja... biar nanti lo tau sendiri," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil berhenti di depan sebuah pintu besi yang berwarna hitam, ia mengetuk pintu itu. Orang dari dalam melihat Sagil dari lubang yang ada di pintu besi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa?" ucap orang itu&lt;br /&gt;"Sagil"&lt;br /&gt;"Sagil apa? apa tujuan lo dateng kesini?"&lt;br /&gt;"Sagil dead hunter, gw kesini untuk membunuh dan memburu kematian," ucap Sagil&lt;br /&gt;"masuk"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itu kata sandi di tempat ini lan," ucap Sagil sambil membuka pintu besi itu&lt;br /&gt;"oh gitu..." ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil, Alan dan Nay masuk ke dalam. Di dalam banyak orang-orang yang sedang mengobrol satu sama lain, ada yang sedang berlatih menembak, bermain kartu poker bersama temannya, minum minuman keras, dan sebagainya. Mereka semua adalah anggota dead hunter. Alan melihat orang-orang itu. Semua orang itu memakai baju yang bertuliskan Dead Hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dead hunter? itu bukannya kelompok pembunuh yang udah lama hilang? kenapa jadi banyak gini anggotanya? bukannya dead hunter itu udah mati?" ucap Alan&lt;br /&gt;"iya... kenapa dead hunter masih ada? siapa orang-orang ini?" ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota dead hunter itu melihat Alan dan Nay seperti orang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah ada anggota baru," ucap anggota dead hunter&lt;br /&gt;"iya nih, kayanya lumayan nih anak," ucap dead hunter yang lain&lt;br /&gt;"kalo lo udah masuk dead hunter! lo harus mati demi dead hunter!" ucap anggota yang lain lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil menghampiri Alan dan Nay dengan seorang temannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lan, orang ini adalah kunci dari sejarah dead hunter dan ace... dia adalah kakak Arthur yang masih hidup, dia yang nolong gw dari kebakaran besar itu," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi semua dead hunter itu udah mati kan? mereka udah lama hilang kan?" ucap Alan&lt;br /&gt;"itu gak bener," ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cesar adalah ketua dead hunter. Ia adalah kakak dari Arthur yang masih hidup. Ia yang meneruskan kelompok pembunuh yang bernama dead hunter itu. Ia berpostur tubuh cukup tinggi, rambut yang pendek dan wajah yang maskulin. Ia selalu memakai jaket abu-abu yang bertuliskan Dead Hunter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa maksut lo gak bener? lo itu siapa?" ucap Nay&lt;br /&gt;"gw penerus dead hunter, dead hunter itu belom mati...mungkin semua orang kira dead hunter itu udah mati karena hilang tiba-tiba... tapi sebenernya masih ada gw... sebenarnya Arthur gak berhasil bunuh semua keluarganya malam itu, dia gagal bunuh kakaknya, yaitu gw," ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arthur? siapa dia? bunuh keluarga apa maksutnya?" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"semua berawal dari kejadian 5 tahun lalu, Arthur... adik kandung gw itu... dia udah bunuh semua anggota keluarga gw dan hampir bunuh gw... dia itu gila...,kejadian 5 tahun lalu itu gak bakal pernah gw lupa, karena Arthur lah, dead hunter mati tak tersisa dan cuma gw yang selamat, dia haus akan kekuasaan...dia pergi dan membentuk kelompok baru, yaitu Ace, dia menjadi animus bertopeng merah" ucap Cesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan dan Nay terkejut dan terus mendengarkan cerita dari Cesar. Sementara itu, Bonad di markas the flame sedang dalam situasi yang berbahaya. Bimo, Arthur dan Alvin telah sampai di markas the Flame dan siap membunuh korban mereka berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara ketukan pintu sangat keras terdengar malam itu, Bonad yang sedang tidur itu kaget dan terbangun, ia langsung membuka pintu itu dan melihat tiga orang membawa pistol di tangannya masing-masing. Bonad sangat terkejut malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo mengarahkan pistolnya ke kepala Bonad. Bonad hanya bisa terdiam. Malam itu Bonad yang kuat itu seperti tidak punya kekuatan untuk melawan. Bimo menarik pelatuknya dan siap menembak Bonad. Bonad menutup matanya. Bimo tersenyum kecil, suara tembakan keras terdengar di malam yang sepi itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-432079503347256611?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/432079503347256611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/30-cesars-confession.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/432079503347256611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/432079503347256611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/30-cesars-confession.html' title='30. Cesar&apos;s Confession'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-6003983819583729806</id><published>2009-10-28T05:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T09:19:23.470-07:00</updated><title type='text'>29. The past of the police captain</title><content type='html'>Para petugas medis mengangkat mayat-mayat para anggota pasukan S.E.F yang telah mati di stasiun kereta kota tua. Kapten Aryo yang tidak sadarkan diri itu sedang dalam masa kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"beri ruang! beri nafas! Kapten Aryo pasti selamat!" ucap perwira Edo yang sedang memberikan pertolongan pertama kepada Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung kapten Aryo masih belum berdegup, ia masih tidak sadarkan diri dan dalam masa kritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten... saya mohon... jangan mati di sini... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aryo.... aryo........"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo yang masih remaja itu melihat ibunya sedang menyiapkan sarapan pagi untuknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aryo, ayo sarapan... setelah itu kamu pergi ke sekolah ya nak!" ucap ibu Aryo&lt;br /&gt;"iya mah, aku mau belajar yang rajin biar jadi polisi kaya ayah," ucap Aryo&lt;br /&gt;"bagus itu! mamah selalu mendukung kamu yo! sekolahlah yang benar biar jadi seperti ayahmu seorang kapten polisi!" ucap Ibu Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo remaja hanya tersenyum sambil melahap sepotong roti isi pagi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo adalah anak yang pintar dan rajin di sekolahnya. Ia selalu mendapat ranking dan juara kelas di SMA nya. Cita-citanya ingin menjadi seperti bapaknya, seorang kapten polisi. Ia selalu membanggakan ayahnya itu. Namun, Aryo remaja bukanlah orang yang berani dan tegar seperti ayahnya yang seorang polisi itu. Aryo adalah orang yang pengecut. Ayahnya sering meragukannya untuk bisa jadi polisi karena watak Aryo yang pengecut itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yo lo tau ga kelompok pembunuh bayaran Dead hunter?!!" ucap teman Aryo&lt;br /&gt;"dead hunter? apa itu?" ucap Aryo&lt;br /&gt;"itu adalah kelompok pembunuh bayaran yang sangat kejam, sudah banyak korban mereka yang dibunuh dengan cara yang sadis. Mereka selalu meninggalkan tanda DH di setiap korban yang dibunuhnya, kemarin mereka membunuh sebuah keluarga kaya di daerah Jakarta Pusat, kamu gak nonton berita?," ucap teman Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidak, aku sibuk belajar," ucap Aryo&lt;br /&gt;"dasar kuper lo! nonton dong berita! belajar mulu si lo kerjaannya!" ucap Ivan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ivan ini adalah Kapten Ivan remaja. Ia adalah teman SMA Kapten Aryo. Dari semenjak SMA sampai dewasa, tingkah laku Ivan tidak pernah berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mungkin nanti saya sempatkan untuk menonton berita," ucap Aryo&lt;br /&gt;"gitu dong! belajar mulu! kaya buku ntar itu muka lo bisa-bisa," ucap Ivan meledek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo hanya diam saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, bel sekolah berbunyi tanda untuk pulang bagi seluruh murid SMA itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yah hujan lagi... bagaimana aku bisa pulang..." ucap Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis perempuan cantik menghampirinya dan menawarkannya untuk pulang bersamanya dengan payung yang dibawanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bareng saya saja yo," ucap Dewi&lt;br /&gt;"dewi?" ucap Aryo kaget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo sudah menyukai Dewi sejak pertama kali kenal dulu. Dewi pun demikian, namun mereka tidak ada yang berani untuk mengungkapkan perasaan mereka itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"di luar hujan, ayo bareng saya... saya membawa payung," ucap Dewi&lt;br /&gt;"baik, ayo kalo gitu," ucap Aryo kaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo dan Dewi pun pulang bersama di bawah guyuran hujan sore itu, jalanan yang becek dan air deras yang turun dari langit membuat jalanan sekitar sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rumah kamu dimana?" tanya Aryo&lt;br /&gt;"rumahku dekat rumahmu... aku sering liat kamu yo," ucap Dewi&lt;br /&gt;"ooh begitu, ternyata rumah kita dekat ya," ucap Aryo&lt;br /&gt;"iya.... yo..."&lt;br /&gt;"ada apa?"&lt;br /&gt;"sebentar lagi kita lulus SMA, mau lanjut kemana?" ucap Dewi&lt;br /&gt;"aku mau masuk akademi polisi, aku mau menjadi seorang polisi seperti ayah," ucap Aryo&lt;br /&gt;"hebat ya," ucap Dewi&lt;br /&gt;"kalo kamu mau meneruskan kemana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku mau kuliah di bandung," ucap Dewi&lt;br /&gt;"ooh begitu, semoga cita-cita kita terwujud ya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perampok datang menghampiri Aryo dan Dewi yang yang sedang jalan di jalanan sepi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"serahkan uang kalian!! atau saya tusuk!!" ucap perampok itu&lt;br /&gt;"jangan! jangan ambil tas saya!" ucap Dewi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo berusaha untuk melawan perampok itu, ia mencoba menolong Dewi untuk mempertahankan tasnya agar tidak diambil perampok itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anak kecil bisa apa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perampok itu menusukkan pisaunya ke Aryo namun ia menghindar dan pisau itu tertusuk ke perut Dewi yang tepat berada di belakang Aryo. Dewi terjatuh ke tanah yang basah itu, darah mengalir dari perutnya. Perampok itu lari sambil membawa tas Dewi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo sangat ketakutan sore itu. Di bawah guyuran hujan ia melihat mayat Dewi yang banyak mengeluarkan darah itu. Badan Aryo gemetar, baru kali ini ia melihat orang dibunuh seperti itu. Aryo berlari meninggalkan Dewi yang tewas itu. Aryo sangat takut sore itu, ia bingung harus melakukan apa. Aryo berlari  di bawah guyuran hujan sore itu dengan perasaan sesal yang mendalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa ini yang semestinya aku lakukan! apa ini yang disebut tanggung jawab! ayah selalu mengajarkan untuk berbuat baik! tapi apa yang aku lakukan! aku tidak bisa pergi begitu saja! tapi aku terlalu takut! aku takut! kenapa aku selemah ini! kenapa aku begitu pengecut! maafkan aku wi" batin Aryo berteriak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, Aryo sangat kelelahan bukan main, ia basah kuyup dan badannya gemetaran. Ia baru saja melihat orang yang dibunuh. Aryo masuk ke rumahnya. Rumahnya sangat gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mah! Aryo pulang!" ucap Aryo agak keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada sambutan ibunya seperti biasanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo berjalan ke dapur dan kaget ketika melihat seseorang sedang mengacungkan pistol ke ayah dan ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo gak usah sok disini! lo udah bunuh adek gw! dan hampir bunuh Arthur! lo tau apa akibatnya?" ucap seorang Dead hunter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalian para pembunuh bayaran memang pantas mendapatkan itu! jangan meremehkan aparat hukum! dead hunter akan segera kami ringkus! kematian adikmu itu adalah langkah awal untuk memusnahkan dead hunter yang kejam!" ucap ayah Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa lo bilang? jangan kira dead hunter bakal mudah kalah! lo gak liat situasi sekarang? gw yang pegang senjata dan lo yang bakal mati! satu peluru bisa tembus ke kepala lo!" ucap anggota Dead hunter&lt;br /&gt;"saya tidak takut! saya berani mati demi kebenaran! saya mati pun tidak akan berpengaruh! teman-teman saya akan menangkap kalian! kalian semua akan mati!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAR! DAR!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dua tembakan itu menewaskan ayah dan ibu Aryo seketika. Aryo remaja ketakutan bukan main, ia bersembunyi di bawah meja dan meneteskan air mata. Ia menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Dead hunter itu meninggalkan jejak DH di pakaian orang tua Aryo. Simbol DH itu dituliskannya dengan menggunakan darah orang tua Aryo yang sudah mati itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dead hunter gak akan pernah mati, sampai kapanpun! masih ada penerus yang sangat potensial yang akan meneruskan keganasan kami! dia adalah adik Arthur,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuh yang berasal dari Dead hunter itu pun pergi meninggalkan orang tua Aryo yang sudah tewas itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo keluar dari kolong meja dan menghampiri orang tuanya yang sudah tewas, di malam itu ia berjanji untuk melawan kejahatan dan menjadi penegak keadilan. Di malam itu ia mengukir janji di hatinya untuk menjadi orang yang pemberani dan tidak pengecut. Ia akan meneruskan apa yang ayahnya lakukan, melawan kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayah, ibu....... aku masih hidup..." ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"kapten! kapten bisa mendengar suara saya?!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo sadar setelah pingsan cukup lama, ia terbaring di tempat tidur rumah sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dimana saya do?" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"kapten ada di rumah sakit, hampir saja kapten tewas, terlambat sedikit, kapten sudah mati," ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"apa yang terjadi? seingat saya, ada empat pria berjubah hitam menyerang di stasiun itu," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"ya kapten, mereka adalah The ghost, kapten sempat sekarat tadi karena ulah mereka, namun sepertinya ini keajaiban tuhan, sehingga kapten masih hidup," ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya harus hidup do, saya masih belum memenuhi janji saya kepada orang tua saya," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"janji apa kapten?" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"janji untuk menumpas para penjahat, saya berjanji akan menuntaskan para animus ini," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya tidak ingin ayah saya yang sudah meninggal itu kecewa dengan saya, saya harus mencari penerus dead hunter yang bernama Arthur itu,"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-6003983819583729806?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/6003983819583729806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/29-past-of-police-captain.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/6003983819583729806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/6003983819583729806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/29-past-of-police-captain.html' title='29. The past of the police captain'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-5805236856850376847</id><published>2009-10-24T10:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T11:08:19.629-07:00</updated><title type='text'>28. Reinforcement From Hell</title><content type='html'>Sergi tewas malam itu, satu tembakan tepat mengenai dahinya. Bimo telah berhasil membalaskan dendamnya. Bimo melihat mayat Sergi yang tergeletak itu. Ia tersenyum puas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudah aku tepati janjiku mah.... va..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena berlari dan melihat Sergi pacarnya yang telah mati itu, ia berteriak memanggilnya namun Sergi tidak bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena terlihat lemas, ia menangis sangat pilu, air matanya membasahi wajah Sergi. Vena sadar kalau Sergi sudah mati. Vena mengambil kotak hitam yang dipegang Sergi, lalu ia membukanya. Isi kotak itu adalah cincin yang sangat indah untuk Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena memakai cincin itu lalu ia membaca tulisan di kotak cincin itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Our love will be last forever, I love you Vena"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena menangis sangat pilu dan memeluk Sergi yang telah tewas itu. Ia tidak percaya karena Sergi telah pergi selamanya dan meninggalkannya. Kesedihan Vena di malam itu sungguh tak terbendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gi...... ....aku sayang kamu..... aku cinta kamu gi......cinta kita gak akan pernah berakhir....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itulah ganjaran yang pantas untuk seorang pemerkosa dan biadab kaya dia," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa lo ga tau kalo gw sayang sama dia mo?? lo ga tau seberapa gw sayangnya sama dia!!? dan sekarang!! sekarang dia mati!! lo ga tau apa yang gw rasain mo?!! dasar pembunuh biadab!!!" ucap Vena keras sambil menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo tersenyum sinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa lo bilang? lo sayang sama dia? sekarang dia mati dan gw ga tau apa yang lo rasain??" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena hanya terdiam dan melihat Bimo sambil menangis pilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"perasaan gw sama kaya lo ven, perasaan kehilangan orang yang sangat kita cintai! ibu sama adek gw mati ven!! mati!! semua orang yang gw sayang udah mati karena kesalahan flame!! Mereka semua mati karena orang-orang biadab kaya Sergi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalo lo jadi gw, apa yang bakal lo lakuin?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena terdiam sejenak, lalu ia menjawab,"gw bakal bunuh orang itu... gw bakal balas dendam ke orang yang ganggu gw dan orang-orang yang gw cinta..." ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itu yang gw lakuin sekarang ven... gw balas dendam atas kematian orang-orang yang gw cinta" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw gak tau mau ngapain lagi mo... bunuh gw," ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo mengarahkan pistolnya ke Vena. Vena terdiam dan siap untuk mati. Namun Bimo tidak menarik pelatuk pistolnya, ia melempar pistol itu tepat di depan Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hidup pilihan ven... biar lo yang milih sendiri...." ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo, Alvin, Karin dan Arthur pergi meninggalkan Vena dan Sergi. Bimo telah berhasil membunuh korban keduanya, Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa lo biarin dia hidup mo?" tanya Arthur&lt;br /&gt;"gw tau pasti dia bakal bunuh diri.... dia terlalu sayang sama Sergi," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tembakan terdengar keras dari arah tempat Vena dan Sergi berada. Vena telah menembak dirinya sendiri dan mati memeluk Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tim alpha masuk!! tim alpha masuk!! sejumlah geng menyerang stasiun kereta kota tua!! kami butuh bantuan segera!!&lt;br /&gt;"Tim alpha disini!! kami segera kesana!!! bertahanlah!!!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo segera berlari ke mobilnya untuk menuju stasiun kereta kota tua, ia masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobilnya, namun perwira Edo mengetuk kaca mobilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada apa do? ayo cepat ikut!! tim delta butuh bantuan di stasiun kereta kota tua!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"tidak kapten! saya mendapat kabar tentang keberadaan animus! tim beta telah menemukan lokasi para animus membunuh korban keduanya! mereka mengaku mendengar suara tembakan dari sebuah cafe di pinggiran kota!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baiklah!! kamu bersama anggota tim pergi kesana! saya dengan sisa tim yang lain akan menuju stasiun kereta kota tua!! jaga dirimu baik-baik do!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baik kapten"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Edo melihat mobil polisi Kapten Aryo yang berjalan menjauhinya bersama mobil-mobil polisi yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hati-hati kapten, jangan mati..." ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di stasiun kereta kota tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mereka berjumlah cukup banyak, strategi menyebar, buat musuh menyebar.... berikan kemampuan terbaik kalian! kita bukan polisi biasa! kita adalah pasukan elit! jangan bertindak ceroboh!" ucap salah satu anggota pasukan elit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baik! jangan menyerah dan takut akan geng ini! kita pasti menang! ayo serang ke depan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pasukan elit itu menyebar dengan kelompoknya, mereka membawa senapannya masing-masing. Mereka mengendap-endap di balik gerbong kereta yang sudah tidak terpakai itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Andromeda sedang berjibaku dengan pasukan elit itu. Mereka saling tembak menembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsat! jumlah mereka banyak!!" ucap salah satu anggota andromeda&lt;br /&gt;"udah jangan banyak bacot! kita diperintahin Arthur untuk menahan mereka! ayo tembak lagi!" ucap Felix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Felix menembakkan senapannya ke arah pasukan elit itu, namun tembakkannya meleset dan para polisi elit itu bersembunyi di balik tembok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sial! gak ada yang kena! bagi peluru mon!" ucap Felix&lt;br /&gt;"nih bos!" ucap Semon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maju! maju! anda serang dari kiri! saya dari kanan! kita kepung dia!" ucap anggota pasukan elit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pasukan elit itu menembak para anggota geng andromeda, mereka semua tewas di sana. Felix berlari menjauhi para polisi elit itu, ia kabur karena takut mati seperti teman-temannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anjing! si Theo sama Leonard mana lagi!" ucap Felix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAR!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembakkan terarah anggota pasukan elit mengenai punggung Felix yang sedang berlari itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aaah!!!... shi......shiit!" ucap Felix yang meringis kesakitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun terjatuh dan tewas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"andromeda telah lumpuh total! satu geng telah lumpuh!" ucap anggota pasukan elit itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan elit ini sangat tangguh dan memiliki kemampuan taktik menyerang dan bertahan yang baik. Mereka memang dibuat khusus untuk anti teror. Mereka dikenal dengan sebutan S.E.F  Delta anti teror (Special Elite Force)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geng bomber berjalan bersama dengan jumlah yang cukup banyak. Mereka membawa senjata peledaknya masing-masing. Wajah mereka tampak bringas, berjalan dengan penuh kekejaman untuk membunuh para pasukan S.E.F itu. Di tengah-tengah mereka, Theo berjalan di depan dengan membawa senapannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"andromeda udah kalah total, kita diperintah Arthur untuk mengalahkan pasukan elit ini! jangan ada yang mundur! bunuh semua yang berseragam hitam! tidak ada ampun! maju!!!" ucap Theo keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lapor! lapor! sejumlah anggota geng bersenjata lengkap menyerang sisi barat stasiun! kami butuh bantuan!" ucap anggota S.E.F&lt;br /&gt;"kami segera kesana!" ucap anggota S.E.F yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baku tembak terjadi antara S.E.F dan geng bomber, mereka terus adu kehebatan menembak satu sama lain. Satu per satu geng bomber pun mati berjatuhan karena ketangguhan S.E.F ini. Kemampuan menembak geng bomber jauh di bawah S.E.F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eo! semua udah mati! tinggal kita berdua! mampus kita!" ucap anggota bomber&lt;br /&gt;"gila! pasukan elit itu kuat! tembakkannya tepat sasaran semua! kita harus berhati-hati!" ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAR!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theo melihat temannya tertembak di kepalanya, darah temannya muncrat membasahi tembok dan wajahnya, ia melihat temannya mati dengan kepalanya yang pecah. Theo ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mampus... mati dah gw..." ucap Theo sangat ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theo berlari meninggalkan tempat itu dan menuju mobil untuk kabur dari stasiun kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagus! gw berhasil kabur!" ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theo membuka pintu mobilnya, ia segera ingin masuk ke dalam mobil dan kabur, namun semuanya terlambat, kepalanya tertembak oleh salah satu anggota S.E.F yang baru tiba itu. Dia adalah kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anda pantas mendapatkan itu! jangan pernah meremehkan aparat hukum!" ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theo terjatuh di tanah, mulutnya mengeluarkan darah, kepalanya tertembus peluru dan terdapat satu lubang yang terus mengeluarkan darah. Theo yang tangguh itu telah tewas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapten Aryo! semua geng sudah tewas! andromeda dan bomber sudah tewas!" ucap salah satu anggota S.E.F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kerja bagus! lalu anggota tim kita? semua masih hidup?" ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;"ya kapten! semua masih hidup! kemenangan milik kita!" ucap anggota S.E.F itu tersenyum puas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pasukan S.E.F itu berkumpul dan tertawa lega karena berhasil melumpuhkan para geng. Mereka puas karena telah menang malam itu. Mereka bisa pulang dengan bangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"untung semua berjalan sesuai rencana kapten!" ucap salah satu anggota S.E.F&lt;br /&gt;"ya! taktik kita tepat! misi kita berjalan sempurna malam ini!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini semua berkat kapten yang merencanakannya dengan baik,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo membuka helm dan maskernya, lalu ia berkata,"bukan.... bukan karena saya... ini semua karena kerja sama tim yang baik..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil, the ghost sedang berbincang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi kita dalam situasi yang kalah ya?" ucap Leonard the ghost&lt;br /&gt;"iya, kita diperintah Arthur sebagai bantuan tambahan untuk melawan pasukan elit itu..." ucap Zen the ghost&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cih... sama polisi bencong gitu aja kalah... gw buat diem semua ntar!" ucap Gavin the ghost&lt;br /&gt;"sampah! sampe minta bantuan kita segala," ucap Red the ghost&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan pintu masuk stasiun kereta itu, para the ghost yang menyeramkan itu pun turun dari mobil dan berjalan masuk dengan tenang ke dalam stasiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita lakukan seperti biasa kan?" ucap Zen&lt;br /&gt;"ya, waktu kita tidak banyak, kekuatan kita ada batas waktunya, kalo tidak kita akan dikutuk," ucap Leonard&lt;br /&gt;"tenang aja... polisi beginian mah cuma bentar juga udah beres..." ucap Red&lt;br /&gt;"belom tau mereka siapa kita..." ucap Gavin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard, Gavin, Red dan Zen berjalan santai menuju bagian tengah stasiun kereta itu. Mereka seperti tidak ada perasaan takut sama sekali. Mereka terlihat tanpa beban sedikit pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gavin, Red dan Zen adalah anggota The ghost. Ia menggunakan jubah hitam dan penutup wajah yang sama seperti Leonard pemimpinnya. Gavin, Red dan Zen memiliki kemampuan mistis yang mengerikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita harus menyusul perwira Edo di perbatasan kota... tim beta telah menemukan lokasi animus membunuh korban keduanya..." ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"baik kapten! ayo kita bersiap dan pergi!" ucap salah satu anggota pasukan S.E.F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leonard mendekati para pasukan S.E.F itu, ia terlihat sangat santai&lt;br /&gt;"mau kemana buru-buru... pestanya baru mau dimulai," ucap Leonard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pasukan S.E.F itu pun kaget ketika Leonard dengan jubah hitamnya berada tepat di depan mereka&lt;br /&gt;"siapa kamu! jangan bergerak! tetap di tempat!" ucap anggota S.E.F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"santai dikit kenapa... langsung ngacungin senjata gitu... ga ramah lo ah!" ucap Gavin&lt;br /&gt;"berisik lo vin," ucap Red&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"angkat tangan kalian ke atas dan berbalik!" ucap anggota S.E.F itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para the ghost itu tidak mempedulikan perintah dari pasukan S.E.F itu. Mereka hanya diam saja&lt;br /&gt;"saya bilang angkat tangan kalian! atau saya tembak!" ucap anggota S.E.F itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gavin tersenyum melihat para anggota S.E.F itu. Para anggota S.E.F itu kaget dan seperti merasakan sesuatu yang aneh di perutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aakkh, perut saya! perut saya kenapa! aaaakkkkkh!!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota S.E.F itu memegangi perutnya, sebuah kelabang besar keluar dari mulut mereka, para anggota S.E.F itu pun mati terkena sihir Gavin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"heh! 5 udah mati! selanjutnya mana," ucap Gavin&lt;br /&gt;"gitu doang aja belagu," ucap Red&lt;br /&gt;"kenapa si lo Red! kagak suka ma gw! mau gw masukin kelabang ke perut lo!" ucap Gavin&lt;br /&gt;"masukin! ga takut gw! ntar setan-setan gw yang bakal bunuh lo!" ucap Red&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hiiiii. ngeri gw sama peliharaan lo! piss Red! ok?!" ucap Gavin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red hanya terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi pada pamer kekuatan nih ceritanya," ucap Zen&lt;br /&gt;"jangan ribut... liat di depan ada polisi" ucap Leonard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pasukan S.E.F dan Kapten Aryo berdatangan dan mengepung the ghost. Mereka semua mengarahkan senapannya ke arah The ghost yang berdiri santai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kepung mereka dari semua sisi! jangan ada celah!" ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;"kapten! anggota tim kita tewas!" ucap salah satu anggota S.E.F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo melihat mayat para anggota S.E.F yang tergeletak di tanah karena dibunuh oleh Gavin tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa kalian!? pasti kalian bagian dari Ace!?" ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo siapa? kita ini the ghost" ucap Gavin&lt;br /&gt;"kita? lo mah gak kali vin," ucap Red&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalian kami tangkap! hey cepat borgol tangan mereka!" ucap kapten Aryo menyuruh anggota pasukan S.E.F memborgol tangan the ghost itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tangkep? gak salah denger gw? makan nih peliharaan gw!" ucap Red&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red mengeluarkan kotak yang berisi abu berwarna hitam, lalu ia meniupkan abu itu. Abu itu berubah menjadi iblis-iblis menyeramkan. Iblis itu berbentuk sangat besar dengan tanduk di kepalanya dan giginya yang tajam, matanya hitam dan memiliki sayap besar di punggungnya. Iblis ini adalah Asmodai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 iblis lagi yaitu Samael dan Astaroth memiliki bentuk yang agak lain. Samael adalah iblis berbentuk manusia setengah domba, kepalanya bertanduk seperti domba, badannya tinggi besar dan bersayap angsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaroth adalah iblis yang bersayap dan membawa ular di tangannya. Ia juga selalu menunggangi binatang setan yang berbentuk menyeramkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota S.E.F dan kapten Aryo ketakutan bukan main melihat ketiga iblis neraka itu tepat di depan mereka. Mereka menembaki iblis itu, namun semua itu tidak ada gunanya. Satu per satu dari anggota S.E.F itu mati karena iblis jahat itu. Sebagian mereka nyawanya di bawa ke neraka dan ada juga yang nyawanya dimakan oleh Asmodai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota S.E.F malam itu mati tak tersisa. Para iblis neraka itu telah membunuh mereka dengan cara yang sangat kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dah selesai?" ucap Gavin&lt;br /&gt;"udah, ayo pulang," ucap Red&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ghost dengan santai pulang meninggalkan para anggota S.E.F yang telah tewas itu. Mereka telah menang dengan mudah. Mereka mengalahkan pasukan elit yang tangguh itu dengan sangat cepat. The ghost berjalan menjauhi mayat-mayat pasukan S.E.F yang tergeletak di tanah dan menghilang di balik kegelapan malam. Para utusan dari neraka itu telah pergi dan berhasil menjalankan tugas mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di cafe tempat animus membunuh Sergi itu, perwira Edo bersama rekan timnya sedang memeriksa cafe milik Alvin itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita periksa semua ruangan! ayo menyebar!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan polisinya menyebar untuk memeriksa cafe yang telah kosong itu. Perwira Edo pergi ke bagian atas cafe itu, disana ia melihat 2 mayat yang tergeletak. Ia mendekati mayat itu dan melihat mayat seorang laki-laki dan perempuan yang sudah tewas penuh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita terlambat... mereka sudah tewas," ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para polisi berdatangan menghampiri Edo. Mereka terdiam dan melihat mayat Sergi dan Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"segera kirim petugas medis ke atas... ada dua mayat di sini," ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayat Sergi dan Vena dimasukkan ke dalam kantong mayat berwarna kuning itu lalu dibawa ke ambulan yang sudah siap untuk membawa mayat itu ke rumah sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"do! cepat bantu kami! sepertinya ada bom aktif di sini!" ucap salah satu anggota polisi&lt;br /&gt;"apa?!!" dimana?!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Edo langsung menghampiri rekan-rekan polisinya untuk melihat bom yang aktif itu. Para polisi itu menemukan bom itu di pojok ruangan dan dalam keadaan aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edo melihat bom itu, waktu di bom itu menunjukkan angka 3 menit dan bergerak mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cepat! waktunya tinggal 3 menit lagi! kita harus menjinakkannya! cepat panggil tim gegana!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"baik!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama tim gegana pun muncul dan segera menjinakkan bom itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cepat menyingkir dari sini! semua keluar!" ucap Aldi salah satu anggota tim gegana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua polisi selain tim gegana keluar dari cafe itu, mereka berada di luar dan berdoa semoga tim gegana berhasil menjinakkan bom itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim gegana terus berusaha menjinakkan bom itu, mereka membuka bom itu dan meneliti bagian dalam bom. Mereka terus berusaha untuk me-non aktifkan bom itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita harus tenang, kita sudah terbiasa melakukan ini pada saat latihan kan," ucap Aldi yang bercucuran keringat karena sangat tegang&lt;br /&gt;"iya, tapi kita harus cepat membuat keputusan, waktunya tinggal 1 setengah menit," ucap anggota gegana lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sabar... ketenangan itu lebih penting," ucap Aldi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldi dan tim gegana terus membongkar bom itu. Mereka menemukan 3 kabel berwarna merah, putih dan biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mana yang menurut kalian paling kejam? animus merah, putih atau biru?" ucap Aldi&lt;br /&gt;"biru"&lt;br /&gt;"merah"&lt;br /&gt;"putih"&lt;br /&gt;"merah"&lt;br /&gt;"putih di"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ucap rekan-rekan tim gegana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi warna apa yang harus kita potong!" ucap Aldi tegang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temannya hanya diam dan bingung, mereka takut salah pilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw ga tau deh di... gimana nih?"&lt;br /&gt;"cepet! waktunya tinggal 30 detik!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom waktu itu terus berdetik cepat. Angka 30 detik itu terus mundur dan dengan cepat menuju angka nol. Para tim gegana semakin tegang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldi menelan ludahnya, tangannya gemetaran sambil memegang tang untuk memotong kabel bom. Lalu ia menarik nafas, dan memutuskan untuk memotong salah satu kabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"biru, merah, atau putih?" ucap Aldi&lt;br /&gt;"gw yakin putih di!" ucap salah satu temannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka di bom itu menunjukkan 10 detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"10 detik lagi!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10...9.....8.....7........6......5....4.....3. "Aaaaaaaaaaaaaah hitaaaaaam!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldi memotong kabel hitam yang ada di bawah kabel merah, biru dan putih itu. Seketika bom waktu itu berhenti tepat di angka 2 detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"fuuuuh... berhasil..." ucap Aldi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota tim gegana bersorak dan gembira, mereka menyelamati Aldi dan memeluknya. Mereka sangat bersyukur karena Aldi telah membuat keputusan yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat di! keputusan yang bagus di 2 detik terakhir!" ucap anggota gegana&lt;br /&gt;"iya... lo ga tau sih gw tegang banget tadi..." ucap Aldi yang wajahnya penuh keringat&lt;br /&gt;"gokil friend! temen gw nih!" ucap anggota gegana yang lain sambil merangkul Aldi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldi hanya tersenyum dan puas dengan keputusannya yang menyelamatkan dirinya dan teman-temannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw beruntung... terima kasih tuhan," gumam Aldi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim gegana keluar dari cafe itu dan di sambut sorak sorai dari para polisi yang menunggu di luar. Mereka sangat senang karena bom itu tidak meledak. Tim gegana mengamankan bom yang sudah tidak aktif itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kerja kita bagus malam ini! kita berhasil menggagalkan bom itu!" ucap salah satu anggota polisi&lt;br /&gt;"iya, syukurlah kita sampai tepat waktu dan mempunyai tim gegana yang hebat," ucap Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldi menghampiri Edo yang merupakan rekannya di akademi polisi dulu&lt;br /&gt;"do! masih inget sama gw kan! temen akademi lo dulu!" ucap Aldi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edo melihat Aldi dengan baik, ia berusaha mengingat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"temen akademi? siapa ya?" ucap Edo&lt;br /&gt;"yaaaah... payah lo do... gw Aldi! temen sekamar lo dulu yang suka ngelawak," ucap Aldi konyol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ngelawak?! lo! lo! Aldi!!!" ucap Edo&lt;br /&gt;"iya! hahahaa, gw gak nyangka sekarang lo botak begini!" ucap Aldi&lt;br /&gt;"hahaha sial lo! apa kabar di! lo jadi gegana ya sekarang... hmm... hebat lo" ucap Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya...ngikutin bokap gw yang udah meninggal," ucap Aldi pelan&lt;br /&gt;"lo pasti sehebat bokap lo kan," ucap Edo&lt;br /&gt;"harus do... gw ga mau mati kaya bokap... gw harus hidup di setiap saat gw melawan bom waktu...bom waktu udah ngambil bokap gw... tapi dia gak bakal bisa ngambil gw," ucap Aldi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edo hanya tersenyum bangga kepada teman lamanya Aldi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anggota S.E.F menghampiri Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat malam petugas Edo!" ucap anggota S.E.F itu sambil memberi hormat&lt;br /&gt;"selamat malam! ada apa pak?!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapten Aryo telah tewas di stasiun kereta kota tua"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-5805236856850376847?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/5805236856850376847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/28-reinforcement-from-hell.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/5805236856850376847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/5805236856850376847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/28-reinforcement-from-hell.html' title='28. Reinforcement From Hell'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-1342803762930634168</id><published>2009-10-22T22:35:00.000-07:00</published><updated>2009-11-20T19:01:43.081-08:00</updated><title type='text'>27. My mother and sister were dead because of you</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seandainya mamah punya satu kesempatan untuk hidup lebih lama&lt;br /&gt;tak akan mamah sia-siakan kesempatan itu&lt;br /&gt;Seandainya tuhan memberi mamah lebih banyak waktu&lt;br /&gt;akan mamah manfaatkan waktu itu dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tuhan punya rencana lain untuk mamah&lt;br /&gt;Mamah bisa merasakannya, tuhan memanggil mamah&lt;br /&gt;Sepertinya waktu mamah tidak akan lama lagi&lt;br /&gt;Seandainya itu memang benar terjadi, kuatkanlah diri kalian&lt;br /&gt;selamat tinggal anak-anakku, tidurlah yang nyenyak malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ibumu tercinta, Vania Serlina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu Sergi bersama teman-temannya memberikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surprise &lt;/span&gt;ulang tahun kepada Vena yang sedang tertidur di kamarnya. Para the flame itu sudah membawa kue tart coklat dengan lilin berbentuk angka 17 tahun dengan apinya yang masih menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat ulang tahuun sayangkuuu!!!" ucap Sergi kepada Vena yang baru bangun pagi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hah??? ada apaan niih??? aduuuuh!!! masii pagiii!!! kaget deh!!!!" ucap Vena yang masih terkantuk-kantuk dan kaget ketika teman-teman flame nya memberikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surprise&lt;/span&gt; ulang tahun di pagi buta itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat ulang tahun sayang, panjang umur yah, tetap sayang sama aku..." ucap Sergi tersenyum sambil mengecup kening Vena&lt;br /&gt;"iya sayangku... makasih ya... duuuh... seneng banget deh dikasih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surprise&lt;/span&gt; kaya gini!! makasi ya guys!!!" ucap Vena senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya ven, kita sengaja ngasih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surprise&lt;/span&gt; gini, senang kan lo? hehehe... selamat ultah ya ven, yang langgeng sama Sergi, moga-moga tar kalo udah kawin gw diundang ya trus punya anak yang banyak... hahaha," ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"met ultah ven, moga lo tambah cantik aja, hehehe..." ucap Nay&lt;br /&gt;"met ultah ya ven, tapi kuenya gw bagi yang banyak ya, gw laper ven..." ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hahahahaha... makasi banyak ya nay imut sama bonad lucu... hehehe... thx bangett!!" ucap Vena&lt;br /&gt;"loh kok gw nggak? parah parah parah..." ucap Alan&lt;br /&gt;"ah lo mah apaan! hahaha, canda gw lan, iya makasih ya lan, friend gw banget deh..." ucap Vena tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun bersenang-senang sambil menikmati kue tart coklat itu, pagi itu semua terasa hangat dan Vena sangat bahagia karena baru saja merayakan ulang tahun ke 17 nya bersama teman-teman terbaiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh, si alvin mana?" ucap Vena sambil menikmati kue tart&lt;br /&gt;"bentar lagi juga dateng, kamu harus liat apa yang dia bawa..." ucap Sergi&lt;br /&gt;"emang bawa apa dia?" tanya Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita sengaja patungan ven buat beli kado istimewa buat lo," ucap Nay&lt;br /&gt;"hah serius??? hadiah apa? seneng banget deh!! makaasi ya!!" ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"liat aja ven bentar lagi..." ucap Nay&lt;br /&gt;"eh si Alvin udah di depan, gw ke depan dulu ya..." ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tak lama, Alvin dan Sergi pun masuk ke dalam sambil membawa bingkai foto yang cukup besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ven... met ultah ya! nih liat apa yang gw bawa?!!" ucap Alvin&lt;br /&gt;"waaaah!! keren banget!! ini kan foto2 kita jaman dulu!! lucu banget dibingkai gini!!" ucap Vena sambil melihat bingkai foto yang bertuliskan "Happy Birthday Vena"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini hadiah spesial buat lo ven dari kita semua... lo suka kan?" ucap Alvin&lt;br /&gt;"sukaa banget!!! makasihh yaaa!! gw seneng banget deh hari ini!! mimpi apa gw semalem!!" ucap Vena sangat senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota The Flame yang lain hanya tersenyum melihat Vena yang sangat gembira itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama kemudian&lt;br /&gt;"ven... nanti malam ikut aku ya, aku mau nunjukkin sesuatu buat kamu," ucap Sergi&lt;br /&gt;"mau nunjukkin apa gi?" ucap Vena&lt;br /&gt;"ada deh... pokoknya ikut aja... aku punya kejutan buat kamu," ucap Sergi&lt;br /&gt;"ok sayang!" ucap Vena tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang hari itu, Irham dan Kyna sedang berada di kantor polisi tempat Kapten Aryo dan perwira Edo bertugas, ia sedang berunding untuk menggagalkan aksi pembunuhan misterius geng ace yang akan dilakukan malam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kali ini pembunuhan akan dilakukan di stasiun kereta kota tua jam 10 malam, bagaimana menurutmu do? kita harus apa?" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"menurut saya kapten, lebih baik kita bawa pasukan yang cukup banyak dengan perlengkapan lengkap untuk melumpuhkan geng ini, disana kita akan bekuk mereka dari berbagai sisi agar mereka tidak bisa lari, bagaimana kapten?" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm... itu ide bagus... kita harus siapkan pasukan yang cukup banyak," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"tapi kapten, sebaiknya kita jangan terlalu percaya oleh pesan dari animus itu, bisa saja itu hanya pesan menjebak," ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya bisa saja begitu, jadi sebaiknya kita harus apa? bagaimana menurut kalian?" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"kalo menurut saya kapten, lebih baik beberapa pasukan khusus polisi menuju stasiun kereta di kota tua itu dan beberapa lagi tetap berjaga-jaga di tempat-tempat yang biasa geng ace bersembunyi," ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tempat geng ace bersembunyi? hmm... maksut kamu gedung-gedung dan bangunan tua itu? tapi kami sudah mengecek tempat-tempat itu, dan hasilnya nihil, tidak ada para animus itu disana," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten... animus adalah orang yang licik dan cerdas, mereka tidak akan sebodoh itu memberitahukan tempat pembunuhan korban selanjutnya secara gamblang  seperti yang terdapat di sms Irham itu, terlebih mereka sudah tau kalo mereka adalah buruan utama polisi. Logikanya mereka akan menghindari polisi semaksimal mungkin," ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi maksut lo kyn, pesan animus yang dikirim ke gw itu cuma pesan bohong atau jebakan?" ucap Irham&lt;br /&gt;"tepat!" ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan perwira Edo berpikir sejenak, mereka terdiam sambil memikirkan strategi untuk membekuk para animus ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baiklah kalo begitu, kami akan mengerahkan banyak tim kali ini... 1 tim akan pergi ke stasiun kereta kota tua itu, dan sisanya akan berjaga-jaga di perbatasan kota dan pusat kota untuk mengawasi bekas tempat persembunyian animus itu," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya sebaiknya begitu kapten," ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"do, cepat beritahukan markas pusat untuk membawa pasukan khusus dengan jumlah yang cukup banyak, malam ini harus membuahkan hasil! jangan sampai kita gagal lagi!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siap kapten!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sangat cepat berlalu, malam begitu cepat datang. Malam itu Vena di kamarnya sedang bersiap-siap untuk pergi bersama Sergi. Vena menyisir rambut panjangnya, dan menghias bibir sensualnya dengan lipstik merah hati dan membuatnya menjadi lebih sensual seperti biasanya. Ia memakai gaun hitam panjang yang sangat elegan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi yang keluar dari kamarnya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tuxedo&lt;/span&gt; hitam, terlihat sangat rapi dan keren. Ia berjalan tegap menuju kamar Vena untuk mengajaknya pergi. Ia membuka pintu kamar Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu udah siap? ayo kita pergi sekarang, nanti keburu malam, sekarang sudah jam 9..." ucap Sergi&lt;br /&gt;"iya sayang, sebentar lagi, sabar ya..." ucap Vena tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok... aku tunggu di mobil ya," ucap Sergi sambil berjalan pergi ke mobilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang bawah markas The Flame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mau pergi kemana gi?" ucap Alan yang sedang santai di ruang tengah&lt;br /&gt;"biasa, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;candle light dinner&lt;/span&gt; sama Vena," ucap Sergi&lt;br /&gt;"ooh... asik nih, ide nya si Alvin ya?" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya, dia yang nyiapin semuanya, semoga Vena seneng sama kejutan ini," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi pergi ke mobilnya, lalu ia masuk ke dalam dan menyalakan mobilnya. Di dalam mobil ia merenung sendiri memikirkan keadaan orang tuanya. Ia merindukan orang tuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pah, sedang apa pah? sudah makan malam?" tanya Sergi di telepon&lt;br /&gt;"oh kamu nak, tumben malam-malam telepon, papah sudah makan, bagaimana kabarmu nak?" tanya ayah Sergi&lt;br /&gt;"aku baik pah, entah kenapa aku kangen sama papah dan mamah," ucap Sergi&lt;br /&gt;"kalau kangen, cepatlah pulang, kami juga merindukanmu nak," ucap ayah Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya pah, malam ini aku akan pulang ke rumah bersama Vena untuk menengok papah dan mamah," ucap Sergi&lt;br /&gt;"baguslah kalau begitu, jadilah anak yang baik gi," ucap ayah Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pah..." ucap Sergi&lt;br /&gt;"ada apa?" tanya ayah Sergi&lt;br /&gt;"aku minta maaf karena selalu membohongi papah dan mamah, aku minta maaf karena tidak bisa menjadi anak yang seperti papah inginkan, aku selalu mengecewakan papah dan mamah," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidak nak, kamu anak kebanggaan kami, kami sangat menyayangimu, pulanglah nak, kami merindukanmu disini," ucap ayah Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi hanya terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo! gi kamu masih disitu?" tanya ayah Sergi&lt;br /&gt;"iya......," ucap Sergi&lt;br /&gt;"ada apa denganmu nak?" tanya ayah Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pah, jaga mamah baik-baik, mungkin kita gak akan ketemu lagi pah...." ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi menutup telepon itu lalu ia hanya terdiam, ia merenung sendiri. Tiba-tiba Vena masuk ke dalam mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo gi berangkat," ucap Vena&lt;br /&gt;"udah siap?" tanya Sergi&lt;br /&gt;"iya ayo kita pergi.... gi kamu keliatan sedih, ada apa?" tanya Vena&lt;br /&gt;"gapapa," ucap Sergi pelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo bersama timnya sedang mengintai bangunan tua yang pernah dijadikan animus untuk besembunyi. Kapten Aryo memakai seragam pasukan khusus dengan masker hitam yang menutupi semua wajahnya kecuali matanya. Ia juga memakai rompi hitam, dan helm hitam khusus standar untuk pasukan elit. Ia juga memegang senapannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"semua unit! apakah ada tanda-tanda dari animus?" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"tim delta masuk, belum ada tanda-tanda dari animus di stasiun kereta, tetap waspada," ucap salah satu anggota tim delta&lt;br /&gt;"tetap waspada dan segera lapor apabila ada yang mencurigakan,"ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten, bagaimana apabila animus itu tidak ada disini?" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"semoga saja tim lain berhasil menemukannya di area lain, berdoa saja," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"ok kapten," ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi dan Vena telah sampai di tempat yang sepi itu. Tempat itu sangat sepi dan jarang dilalui orang. Sergi dan Vena berada di cafe daerah pinggiran kota. Cafe itu tidak terlalu besar dan tidak ada pengunjung sama sekali. Tempat itu telah dibuat khusus oleh Alvin untuk kejutan Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan ngintip ya," ucap Sergi&lt;br /&gt;"kita ada dimana gi?" tanya Vena yang matanya ditutup kain hitam&lt;br /&gt;"udah tenang aja, tar liat aja," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi dan Vena menuju bagian atas cafe itu. Di bagian atas cafe itu, hanya terdapat satu meja khusus untuk Sergi dan Vena makan malam. Hidangan sajian makan malam pun telah tersedia di atas meja. Pemandangan dari atas cafe itu sangat indah. Hamparan luas kota Jakarta dapat terlihat dari bagian atas cafe itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku buka ya penutup matanya," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena terkejut dan melihat sekelilingnya, ia berlari ke pinggir atap cafe itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"waaah... keren banget pemandangannya... kita ada dimana sih?" ucap Vena&lt;br /&gt;"ini cafenya Alvin, dia menyediakannya untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;candle light dinner&lt;/span&gt; kita," ucap Sergi&lt;br /&gt;"oh gitu, keren banget ya," ucap Vena&lt;br /&gt;"ven, ayo kita makan malam, nanti makanannya dingin" ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi dan Vena duduk di bangku meja yang sudah penuh makanan enak itu, mereka bersiap untuk makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin keluar dengan memakai kostum ala pelayan restoran mahal, ia membawa sebotol &lt;span style="font-style: italic;"&gt;champagne&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat malam tuan dan nona," ucap Alvin&lt;br /&gt;"hahaha, gaya banget deh lo vin! niat banget si lo vin!" ucap Vena&lt;br /&gt;"iya dong ven, untuk sahabat apa si ya nggak," ucap Alvin sambil menuangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;champagne&lt;/span&gt; ke gelas&lt;br /&gt;"thanks ya vin," ucap Sergi tersenyum&lt;br /&gt;"santai aja gi, kita kan sahabat," ucap Alvin tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin pun meninggalkan Sergi dan Vena berdua yang sedang menyantap hidangan di meja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gi makasih ya, kamu baik banget, aku tambah sayang sama kamu," ucap Vena&lt;br /&gt;"iya, aku pengen buat kamu bahagia ven, ini hadiah spesial dari aku buat kamu," ucap Sergi&lt;br /&gt;"aku mau kita kaya gini terus, aku mau semua indah seperti ini," ucap Vena&lt;br /&gt;"iya aku tau, tapi gak ada yang kekal ven, keindahan seperti ini juga tidak akan selalu ada, hidup seperti roda, kadang kita bahagia, kadang kita susah, iya kan," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah, ngomong apa sih kamu, mulai sok tuanya keluar," ucap Vena&lt;br /&gt;"bener tau, gapecaya," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gi, seandainya nanti aku jadi istri kamu, kamu mau punya anak berapa?" ucap Vena&lt;br /&gt;"dua aja," ucap Sergi&lt;br /&gt;"wuaaah, bagus deh, aku juga ga mau punya anak banyak-banyak," ucap Vena&lt;br /&gt;"iya, ngapain, susah ngurusnya tau," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya, bener," ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ven aku mau kasih kamu sesuatu," ucap Sergi&lt;br /&gt;"kasih apa?" tanya Vena&lt;br /&gt;"tutup mata kamu," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena menutup matanya. Sergi mengeluarkan kotak hitam yang berukuran agak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ven buka mata kamu," ucap Sergi&lt;br /&gt;"kamu mau ngasih aku apa?" tanya Vena&lt;br /&gt;"ini aku mau kamu....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudah cukup kisah romantisnya... gw muak ngeliatnya," ucap Arthur yang keluar dari pintu dengan jubah hitam dan topeng merahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hah??? lo!!! animus bertopeng merah!!" ucap Sergi kaget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya, kenapa gi? lo kaya abis ngeliat setan aja," ucap Arthur&lt;br /&gt;"akhirnya si Alvin berhasil bawa lo kesini gi, kita bakal bunuh lo disini," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa??? Alvin? apa maksut kalian!? dia itu sahabat gw!!" ucap Sergi&lt;br /&gt;"gi!! gimana nih!! aku takut!!" ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sahabat? itu dulu gi, sekarang gw adalah bagian dari ace, the flame itu cuma masa lalu gw," ucap Alvin dengan tersenyum licik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa maksut lo vin!? kenapa lo ngejebak gw?! bukannya kita sahabat dari kecil!!? kita ini berteman udah lama gi!! kenapa lo khianatin gw!!" ucap Sergi&lt;br /&gt;"sahabat? itu masa lalu gi, setelah apa yang udah lo dan The Flame lakuin ke sodara gw Bimo, Karin dan keluarganya, gw ga bisa maafin itu gi!!" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa?? apa maksut lo!!! kenapa lo jadi kaya gini!!" ucap Sergi&lt;br /&gt;"udah deh gi, pemerkosa kaya lo ga pantes banyak omong," ucap Alvin yang mengacungkan pistol ke arah Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa??? pemerkosa?? tapi... tapi... lo juga.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAR!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaaaah!!!, "Sergi berteriak karena ditembak Alvin di bagian lengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa vin? kenapa? gw kira lo sahabat gw!! ternyata....," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAR!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tembakan kedua berasal dari pistol yang dipegang Bimo, ia menembak lengan Sergi yang satunya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa? kenapa dulu lo perkosa Eva gi? dia adik gw yang paling gw sayang, karena semua kebejatan lo! dia bunuh diri gi! dan sebagai bayarannya, nyawa lo bakal gw ambil sekarang" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ampuuun..... gw gak mau mati mo... ampuuuuun... maafiiiin gw.... ini semua bukan salah gw...." ucap Sergi sambil meringis kesakitan karena kedua lengannya tertembak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ampun kata lo? terus Eva!!??? lo kasih ampun ke dia??? lo perkosa dia tanpa ampun!!! terus ibu gw!!! ibu gw!!! lo kasih ampun ke dia?!!!!" ucap Bimo keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa maksut lo mo? ibu lo? apa maksut lo?" ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"malam itu.... malam hujan deras itu.... 1 tahun yang lalu.... lo lupa gi?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"malam? hujan? apa maksut lo mo?" ucap Sergi yang badannya gemetaran karena tertembak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"malam itu... dimana gw kehilangan nyokap gw... adalah malam yang gak akan gw lupakan... semua karena lo sama temen-temen lo flame bangsat itu!!!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 tahun lalu setelah kejadian Eva mati bunuh diri di rumahnya, keluarga Bimo dan Karin selalu dirundung kesedihan, tidak terpancar sedikit pun kebahagian dari wajah mereka. Eva anak perempuan lugu itu telah pergi dengan cara yang mengenaskan. Dari semua anggota keluarga, Vania Serlina atau ibu dari Bimo lah yang paling terpukul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vania Serlina adalah pemain drama cukup terkenal yang dijuluki "gadis berpita hitam". Karirnya sebagai pemain drama cukup baik karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;acting&lt;/span&gt; nya yang menawan. Semua orang mengaguminya, memujinya dan menyanjungnya. Vania Serlina adalah wanita muda yang cantik dengan jiwa yang besar dan dedikasi yang tinggi terhadap seni peran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Vania Serlina sedang berlatih untuk pertunjukkan drama terbesar yang akan dimainkannya 2 minggu lagi. Pertunjukkan drama kali ini adalah pertunjukkan drama paling besar dan bergengsi karena disaksikan oleh lebih banyak orang. Pertunjukkan drama ini adalah pertaruhan karir sang "gadis berpita hitam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku harus apa lagi! aku ga mau kamu seperti itu!! pergi kamu dari....." ucap Vania Serlina yang sedang berlatih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;acting&lt;/span&gt; untuk mengafalkan dialog di malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata-katanya terpotong karena ia mengingat anak tersayangnya Eva Serlina yang telah pergi meninggalkannya beberapa bulan yang lalu dengan cara yang mengenaskan. Vania tertunduk, air mata keluar dari matanya yang indah itu, air mata untuk menangisi kepergian Eva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vania menangis sangat pilu, ia merindukan anaknya Eva. Karena matinya Eva, ia menjadi sangat depresi dan mengganggu karirnya sebagai pemain drama. Vania sudah kehilangan gairah untuk bermain drama karena kematian Eva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo datang menghampiri ibunya yang menangis itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mah, ada apa? kenapa mamah menangis?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"Eva nak... ibu memikirkan Eva...," ucap ibu Bimo, Vania Serlina&lt;br /&gt;"sudahlah mah, jangan terus menyesali kematian adik Eva... tidak baik, Eva pasti sedih di sana karena melihat mamah menangis terus sepanjang hari," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..... kamu tahu mo, apa yang diucapkannya sehari sebelum mamah pergi bersama ayah keluar kota dan meninggalkan kalian bertiga saja di rumah?" ucap ibu Bimo&lt;br /&gt;"aku tidak tahu, memangnya apa yang ia bilang?" tanya Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eva menemui mamah di kamar, ia memberikan pelukan yang sangat hangat di malam yang dingin itu, pelukannya sangat erat... ia seperti tidak ingin melepas mamah, baru saat itu saja dia memeluk mamah dengan sangat kuat," ucap Ibu Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo hanya terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"setelah memeluk mamah, dia bilang, "mah... tersenyumlah selalu... jangan pernah sedih walau apapun yang terjadi denganku... mamah adalah pemain drama yang hebat... jangan sampai karir mamah hancur karena terus memikirkan aku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dia seperti tau apa yang terjadi sekarang... ucapannya seperti mengingatkan mamah agar selalu kuat dan tidak jadi seperti ini... malam itu mamah tidak pernah berpikir bahwa itu adalah pesan terakhir Eva sebelum ia mati meninggalkan mamah," ucap ibu Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo hanya terdiam sambil merenung mengingat kejadian di malam Eva membakar dirinya itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 minggu setelahnya, pertunjukkan drama terbesar itu pun dimulai, gedung pagelaran teater itu sudah ramai dipadati orang-orang yang ingin menyaksikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;acting&lt;/span&gt; dan cerita drama dari para pemain teater itu. Mereka juga sudah tidak sabar ingin melihat Vania Serlina beradu acting dengan Herdi Salim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herdi Salim adalah pemain teater yang terkenal sama seperti Vania Serlina. Mereka berdua adalah duet artis yang terbaik kala itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Acting&lt;/span&gt; mereka sangat hidup dan berkarakter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah, saya sudah tidak sabar ingin menonton acara drama nya... apalagi ada si Herdi sama si "gadis berpita hitam, sebagai artisnya," ucap bapak-bapak yang sedang duduk di bangku penonton&lt;br /&gt;"iya saya juga... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;acting&lt;/span&gt; mereka luar biasa... saya sering menangis kalau melihat Vania sedang beracting sedih, air matanya keluar sungguhan..." ucap ibu-ibu itu&lt;br /&gt;"wah sebentar lagi pertunjukkannya dimulai... saya harus konsen nih..." ucap bapak itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo dan Karin yang duduk tidak jauh dari mereka, tersenyum dan saling berpandangan, mereka sangat bangga karena ibunya disebut-sebut dan dipuji oleh para penggemarnya. Mereka terlihat senang dan sudah tidak sabar ingin melihat aksi peran ibunya di panggung drama yang cukup megah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu gedung teater itu meredup, panggung yang cukup besar itu diterangi oleh lampu-lampu panggung yang indah untuk menguatkan suasana adegan. Vania Serlina sebagai tokoh utama di drama itu keluar, dan semua orang terkagum-kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup lama drama itu berlangsung, penonton pun sudah mulai hanyut dengan suasana drama yang begitu romantis itu. Disinilah awal dari kehancuran sang "gadis berpita hitam" Vania Serlina. Vania yang terus memikirkan Eva itu, melakukan kesalahan fatal pada saat ia berperan di atas panggung itu. Dialog berulang kali salah, wajahnya menjadi sangat gugup karena perasaan tegang setelah lupa dengan naskah dialog. Vania semakin kikuk, ia seperti sudah kehilangan jati dirinya, ia tertekan karena kematian anaknya Eva Serlina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vania yang kikuk itu tiba-tiba hilang kendali, ia tiba-tiba menangis dan merusak berbagai macam properti yang ada di atas panggung, ia melampiaskan kekesalannya terhadap pemerkosa anaknya Eva. Vania menjadi seperti orang yang sangat aneh dipanggung, ia terlihat sangat tertekan dan hilang kendali, ia hanya bisa menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penonton menyoraki Vania dengan keras, mereka tidak puas karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;acting&lt;/span&gt; Vania sangat buruk dan menghancurkan suasana drama itu. Mereka sudah membayar mahal untuk menonton acara drama ini, dan berharap bisa melihat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;acting&lt;/span&gt; Vania yang terkenal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wooy apaan tuh!! ko tiba-tiba ngamuk gitu!! drama apaan nih!!!" ucap salah satu penonton&lt;br /&gt;"aaaah rusak nih drama!! artisnya gak profesional banget sih!!! balikin duit gw!!"&lt;br /&gt;"turun lo Vania!!! gw udah bayar mahal nih!!! gw rugi!!! ganti uang gw!!! mana?? katanya janjinya drama ini yang terbaik?!! mana!!??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penonton menyoraki dan melempari Vania yang duduk berlutut sambil menangis di atas panggung itu, Vania selalu memikirkan Eva, ia melihat bayangan Eva tersenyum kepadanya di salah satu bangku penonton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penonton keluar dari gedung drama itu, mereka sudah kecewa dengan acting Vania yang berantakan itu dan tingkah laku Vania yang aneh di atas panggung, harapan para penonton untuk melihat pertunjukan drama terbaik sudah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rugi gw nonton beginian!!" ucap salah satu penonton&lt;br /&gt;"ah buang-buang waktu aja"&lt;br /&gt;"gw ga nyangka kalo Vania itu ternyata orang yang stress"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo dan Karin menghampiri ibunya di atas panggung, pemain-pemain drama lain melihat Vania seperti orang yang aneh, mereka semua pergi ke belakang panggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dasar orang aneh, hancur udah karir gw," ucap salah satu pemain drama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo melihat wajah ibunya yang sangat bersedih, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;make up&lt;/span&gt; di wajahnya luntur karena air mata yang membasahi wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mah? ada apa? kenapa jadi berantakan begini? bukannya mamah sudah berlatih?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"Eva mo... Eva... mamah melihat dia duduk di bangku itu pada saat mamah beracting tadi... spontan mamah lupa semua dialog dan mamah jadi kehilangan kendali," ucap Vania Serlina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidak ada mah... Eva sudah mati... itu hanya bayangan mamah saja.... mamah terlalu memikirkan kematian Eva..." ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vania hanya menangis malam itu, karirnya sudah hancur di malam itu. Kedua anaknya yang baik itu memeluknya dengan erat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kejadian malam itu Vania dipecat oleh pimpinan pertunjukan dramanya. Penampilannya yang buruk sudah membuat pertunjukkan drama di malam itu berantakan dan membuat kerugian besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"keluar kamu!! wanita gak tahu diuntung!! kamu cuma bisa bawa sial!!" ucap pimpinan drama itu&lt;br /&gt;"tapi pak, saya masih mau kerja disini, beri saya kesempatan, saya berjanji akan bermain bagus di pertunjukkan selanjutnya," ucap Vania Serlina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya sudah muak melihat muka kamu! nama kamu sudah buruk di mata pecinta drama!! lebih baik kamu pergi sekarang, saya sudah punya pemain pengganti untuk mengisi peran kamu,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vania bersujud di kaki pimpinannya, ia memohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya mohon pak, beri saya kesempatan, saya mohon..." ucap Vania&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan drama itu mengambil asbak rokoknya yang penuh dengan ampas dan abu rokok dan membuang ampas rokok itu tepat di wajah Vania, lalu ia mendorongnya dan pergi meninggalkan ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vania terdiam, ia merenungi nasibnya yang buruk itu, karirnya sudah hancur, nama baiknya sebagai seorang pemain drama terkenal sudah tinggal cerita lama. Vania keluar dari gedung dramanya, ia berjalan sendirian di tengah hujan yang deras malam itu, ia memakai mantel hitamnya. Vania berjalan sendiri di bawah hujan deras. Ia seperti orang yang sudah kehilangan arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo sedang menyetir mobilnya di malam yang deras itu, ia mencari ibunya yang pergi meninggalkan rumah petang itu. Ia mengkhawatirkan ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mah, dimana kamu?" gumam Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vania Serlina berjalan sendirian, ia basah kuyup. Semua orang yang berjalan melaluinya melihatnya seperti orang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dasar orang aneh,"&lt;br /&gt;"lo udah ngancurin drama di malam itu"&lt;br /&gt;"dasar artis gila"&lt;br /&gt;"gw kecewa sama lo Vania"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata itulah yang selalu terdengar di telinga Vania, para orang-orang sekitar pecinta pertunjukkan drama sangat kecewa dengannya. Vania hanya bisa merenungi nasibnya, ia terus berjalan di bawah derasnya hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maafkan mamah va, mamah ga bisa menjaga karir mamah, mamah sudah bukan siapa-siapa lagi sekarang,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vania melihat Eva berdiri di seberang jalan, Eva tersenyum dan melambaikan tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eva?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vania berjalan menuju tempat Eva berdiri, ia menyeberang jalan itu tanpa melihat kendaraan yang melintas. Sebuah mobil jeep yang ugal-ugalan malam itu terlihat sangat ngebut dan dengan cepat berjalan menuju Vania&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeep itu menabrak Vania dengan keras, Vania terlempar jauh dan mati. Jalanan itu dipenuhi oleh darah Vania yang berwarna merah pekat. Hujan deras adalah saksi bisu dari kejadian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi yang menyetir mobil jeep itu kaget, dan keluar sejenak dari mobilnya untuk melihat mayat Vania&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anjing!! kita nabrak orang!! mati kayanya" ucap Sergi&lt;br /&gt;"mampus! gimana nih!!" ucap Alan&lt;br /&gt;"ga ada orang kan?" ucap Nay&lt;br /&gt;"ga ada kayanya, udah kabur aja! daripada ntar kita dibawa ke polisi, panjang urusannya," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aduh... kayanya tuh orang mati deh..." ucap Vena&lt;br /&gt;"iya mati," ucap Bonad&lt;br /&gt;"ya ampun, kasian banget orang itu..." ucap Ben&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Flame yang telah menabrak Vania, kabur di malam itu. Mereka tidak bertanggung jawab. Malam itu memang The Flame habis mabuk berat, sehingga mereka menyetir ugal-ugalan dan tidak waspada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayat Vania tergeletak begitu saja di malam gelap itu, Eva tersenyum dan menggandeng tangan ibunya pergi ke arah sinar terang di atas langit. Anggota kedua keluarga Bimo telah tewas malam itu karena ulah The Flame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Flame selalu saja mengganggu kehidupan Bimo, kehidupan yang semestinya indah dan penuh senyuman. The Flame telah membuat kehidupan Bimo menjadi sangat tragis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo turun dari mobilnya dan berlari ke arah mayat ibunya yang tergeletak di tengah jalan itu. Ia melihat ibunya telah tewas. Darah ada dimana-mana membasahi telapak tangan Bimo, ia mengusap rambut ibunya dan mengecup kening ibunya sambil menangis pilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"......kenapa harus seperti ini..... kenapa mamah tuhan....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo menangis sangat pilu, ia berteriak dengan keras lalu memeluk mayat ibunya yang sudah tewas. Ia tadi melihat Sergi dan The Flame telah menabrak mati ibu yang sangat dicintainya. Ia tahu pelaku tabrak lari itu adalah Flame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mah...  aku... berjanji... suatu saat akan membalas semua ini...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo menangis sangat pilu di bawah guyuran hujan deras malam itu sambil memeluk ibunya yang sudah tewas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ibu gw mati karena the flame gi! lo kira gw ga tau!! lo kira gw bodoh!!" ucap Bimo&lt;br /&gt;"maafin gw mo, gw ga pernah tau ibu lo nyebrang malam itu.......dia tiba-tiba ada di depan jalan,  dan akhirnya.........gw nabrak dia.............gw mohon maafin gw, gw ga mau mati, kasih gw kesempatan," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa lo kasih kesempatan buat ibu gw malam itu?! lo biarin aja dia mati kaya binatang jalanan!!! lo tinggalin dia gitu aja!!! bangsaaat lo!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAR!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu peluru menembus dahi Sergi, dan ia pun tewas ditangan Bimo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-1342803762930634168?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/1342803762930634168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/27-my-mom-and-sister-were-dead-because.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/1342803762930634168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/1342803762930634168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/27-my-mom-and-sister-were-dead-because.html' title='27. My mother and sister were dead because of you'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-3387048850976858420</id><published>2009-10-20T10:26:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T10:34:51.421-07:00</updated><title type='text'>**Author dillemma</title><content type='html'>maap maap nih, cerita lanjutannya mungkin keluar setelah hari jumat, sekarang lagi uts, tugas banyak, ckckckcck, stressssssss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw juga nulis gini gara2 stress... itung2 gw mikir cerita lanjutannya sih. hwhwhw... lama2 gw matiin aja dah semua karakternya... tar judulnya kiamat kubro... hahahahha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-3387048850976858420?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/3387048850976858420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/author-dillemma.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/3387048850976858420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/3387048850976858420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/author-dillemma.html' title='**Author dillemma'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-8949916749644168109</id><published>2009-10-20T07:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T07:45:29.096-07:00</updated><title type='text'>**i change my mind</title><content type='html'>setelah gw pikir2, cerita petualangan irham edisi kedua jgn gitu deh, soalnya novel ini udah serealistis itu dan logis, kalo sampe ide cerita kaya tadi yang terlempar ke masa depan, kayanya udah ngerusak citra novel ini, jadi mungkin ide cerita yang ke masa depan itu buat sekuel novel yang lain aja dengan judul baru bukan petualangan irham... hmm... judulnya apa ya kira2?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;petualangan siapa lagi? (think)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-8949916749644168109?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/8949916749644168109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/i-change-my-mind.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/8949916749644168109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/8949916749644168109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/i-change-my-mind.html' title='**i change my mind'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-7674949198387195816</id><published>2009-10-16T22:48:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T23:17:36.580-07:00</updated><title type='text'>**Joke Series (The Flame discussing about the author)</title><content type='html'>Suatu hari di markasnya The Flame sedang santai-santai bersama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa si gw gak jadi pemeran utama di novel ini... masa gw harus mati lagi... ah, udah ga ada lagi deh gw ntar di seri kedua," ucap Sergi&lt;br /&gt;"yah... mau gimana lagi??? emang udah nasib lo kaya gitu... makanya jangan ngebokep mulu gi..." ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw juga pengen jadi pemeran utama kaya Irham," ucap Bonad&lt;br /&gt;"hah? oh men... yang bener aje nad? masa tar judul novel nya petualangan Bonad??? hahahahaha, kampung, ga komersil,hahhaha," ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"monyet lo! daripada lo sok asik tau ga! mampus lo dibuat penulis novelnya sok asik, hahahah, ngobat mulu lo! stresssss..." ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gendut bau lo, gw tuh karakter keren kali, Alan sang the Flame, pasti suatu saat penulis juga mau bikin novel tentang gw," ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bwakakakakak, judulnya apaan? Alan si anak kampung?... Alan anak alay? bwaakakakak," ucap Bonad&lt;br /&gt;"ah sial lo..." ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sssst berisik," ucap Sagil serius sambil ngupil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota Flame melihat Sagil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berisik semua lo, karakter paling keren tuh gw..." ucap Sagil&lt;br /&gt;"kenapa kok lo keren?" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iyalah, orang gw ketua the flame gtooh..." ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw mau jadi ketua the flame juga nih, atau mungkin ketua geng baru... hmm... the boys? the beachboys??? the handsome?" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bwahahahahahhaa, gay lo, udah kaya boy band yang gay lo," ucap Sagil&lt;br /&gt;"emang lo punya ide nama geng apa si?" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm... the momons... keren kan?" ucap Sagil&lt;br /&gt;"TAI!! sampah!!! norak!!!" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hoy malam-malam ribuuuuuut...." tiba-tiba terdengar suara laki-laki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hah? suara siapa tuh???" ucap Alan bingung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hoy, ini gw Ben..." ucap Hantu Ben&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ben??? lo kan udah mati?" ucap Sagil, Alan, Bonad dan Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya, gw kangen sama kalian, hihihihihihihi..." ucap hantu Ben&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! MMAAAAAAAA!!! SETAAAAAAAAAAN!!!!!" ucap Sagil, Alan, Bonad dan Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hihihihihihihihi...." ucap hantu Ben&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-7674949198387195816?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/7674949198387195816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/joke-series-flame-discussing-about.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/7674949198387195816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/7674949198387195816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/joke-series-flame-discussing-about.html' title='**Joke Series (The Flame discussing about the author)'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-1021099906780066535</id><published>2009-10-15T05:04:00.002-07:00</published><updated>2009-10-15T10:52:13.842-07:00</updated><title type='text'>26. Eva's Story</title><content type='html'>Pagi itu di tempat persembunyiannya, Bimo dan Karin sedang mengenang adiknya Eva yang telah pergi meninggalkannya 1 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kak, sudah 1 tahun lamanya Eva pergi meninggalkan kita," ucap Karin&lt;br /&gt;"iya... aku sangat menyayanginya. Dia sangat polos dan baik, mengapa orang-orang bejat itu tega memperkosanya," ucap Bimo sedih&lt;br /&gt;"the flame itu harus segera kita balas, karena mereka... kita kehilangan adik yang sangat kita sayangi, aku gak bisa melupakannya, aku gak bisa kak," Karin meneteskan air matanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudahlah rin, jangan disesali, semua sudah berlalu, yang penting sekarang kita harus balas mereka, kita akan bunuh mereka semua," ucap Bimo&lt;br /&gt;"kenapa harus seperti ini hidup kita kak? penuh dendam dan kebencian yang tak pernah berakhir! kenapa mesti kita? kenapa? kenapa mesti kita yang harus kehilangan orang yang kita sayangi! kenapa kak?! jawab kak! jawab!" ucap Karin berteriak sambil menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo menyenderkan kepala Karin di pundaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"semua sudah takdir rin, jalan ini sudah kita pilih... kita sudah masuk ke dalam dendam ini, tidak ada jalan untuk kembali," ucap Bimo&lt;br /&gt;"tapi aku gak mau jadi pembunuh kak, kalo bukan karena Arthur yang mengajak kita gabung ke "Ace" dulu! kita gak akan jadi animus seperti ini! aku gak ingin terus dihantui perasaan bersalah kak!" ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi menjadi Animus seperti ini juga sudah pilihan kita kan, kita berjanji akan membalaskan dendam ayah, ibu dan adik kita Eva. Ben sudah mati, berikutnya adalah Sergi dan anggota Flame lainnya, setelah itu keluarga Irham! kalau semua sudah beres, kita tidak perlu jadi animus lagi dan bisa hidup tenang," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin menangis pilu, ia sebenarnya tidak ingin menjadi pembunuh kejam seperti ini. Ia ingin hidup normal seperti anak-anak remaja yang lain di luar sana. Masa lalunya yang pahit telah menuntunnya masuk ke dalam dunia hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Arthur menyela pembicaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ko animus cengeng sih," ucap Arthur sambil membawa satu botol minuman anggur dan gelas&lt;br /&gt;"eh Arthur, ngagetin aja," ucap Bimo&lt;br /&gt;"kenapa si Karin, mo?" ucap Arthur sambil menuangkan anggur ke gelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"biasa, masa lalu keluarga kita Arth, dia masih terus mengingatnya," ucap Bimo&lt;br /&gt;"rin, gak ada gunanya lo nangis kaya gitu, yang penting itu balas dendam... Lo harus balas dendam ke orang-orang yang udah buat hidup lo kaya gini! dengan begitu lo bisa tenang," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin hanya terdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"udah dong rin, jangan sedih terus," ucap Bimo&lt;br /&gt;"tau lo, kita ini semua sama, kita ini anak yang hidup dengan kepahitan, keluarga gw juga udah mati semua, gak ada sisa dari "Dead hunter". Semua udah mati kecuali gw yang masih hidup, anak terakhir mereka," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"semestinya lo terima kasih sama gw rin, karena gw ajak lo jadi animus dan gabung sama gw, lo bisa balasin dendam keluarga lo itu!" ucap Arthur melanjutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo terdiam dan melihat Karin yang memegangi kepalanya dan kesakitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu kenapa rin?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"gapapa, cuma pusing sedikit, aku pergi ke kamar dulu" ucap Karin sambil pergi ke kamarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudahlah mo, biarkan dia sendiri dulu," ucap Arthur sambil meminum anggur&lt;br /&gt;"gw khawatir aja sama dia," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamarnya, Karin merenung sendiri, ia melihat foto Eva dan ayah ibunya. Ia merindukan mereka yang sudah pergi meninggalkannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"seandainya semua tidak menjadi seperti ini... semestinya kita bisa hidup bahagia... tapi kenapa kalian pergi...,"ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin memegang kepalanya lagi, ia langsung meminum obat untuk menghilangkan rasa sakitnya itu. Ia sebenarnya sakit keras, namun ia tidak pernah memberitahukannya ke Bimo. Hanya dia dan Eva yang tahu akan hal ini. Ia sudah mengidap penyakit kanker otak selama 1 tahun belakangan karena tumor di otaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tenang mah...pah... va... sebentar lagi aku menyusul kalian di Surga," ucap Karin tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah Cemara, Irham duduk sendiri di bangku taman sekolah, ia memikirkan keadaan Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rin apa yang kamu lakukan sekarang? dimana kamu bersembunyi?" gumam Irham merenung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham melihat foto Karin yang sedang bersamanya ketika mereka masih pacaran dulu, ketika itu semua masih terasa indah. Irham masih menyayangi Karin dan merindukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"seandainya kamu bukan pembunuh rin, mungkin semua gak bakal kaya gini," gumam Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyna berjalan sendiri mendekati Irham, ia melihat Irham yang sedang merenung sendirian sambil memegang foto di tangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm... sori... gw ganggu gak?" ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham terkejut, ia melihat Kyna menghampirinya, "oh... gak ko... ada apa ya Kyn?" ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm... lo Irham ya? mantannya Karin sang animus itu?" ucap Kyna&lt;br /&gt;"hah? ko lo tau Karin animus?" ucap Irham&lt;br /&gt;"gw baca di koran beberapa hari lalu, tapi gw masih ga tau animus yang bertopeng putih, tapi kayaknya kakaknya Karin ya?" ucap Kyna&lt;br /&gt;"ooh, terus lo tau siapa animus bertopeng merah?" tanya Bimo&lt;br /&gt;"gw pernah baca di artikel kriminal dan pembunuhan, kalo animus bertopeng merah itu adalah anak dari keluarga pembunuh legendaris yang bernama "dead hunter", ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dead hunter itu?! yang selalu meninggalkan jejak dengan simbol "DH" di setiap orang yang dibunuhnya? keluarga pembunuh yang sudah lama hilang itu kan?" tanya Irham&lt;br /&gt;"iya betul, keluarga pembunuh bayaran itu!" ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi begitu ya... lalu apa hubungannya "Dead hunter" dengan Bimo dan Karin?" gumam Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ham, gw bakal bantu lo untuk mengungkap pembunuhan animus ini!" ucap Kyna&lt;br /&gt;"kenapa? gak usah, jangan membahayakan diri lo! ini urusan gw," ucap Irham&lt;br /&gt;"ini juga urusan gw ham!" ucap Kyna&lt;br /&gt;"apa urusan lo?" ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ham, dulu gw kenal Karin dan Eva dengan baik, mereka itu temen baik gw, Karin itu anak yang baik dulu, tapi setelah kejadian 1 tahun lalu, dia berubah," ucap Kyna&lt;br /&gt;"emang ada kejadian apa? ceritain ke gw," ucap Irham penasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyna bercerita tentang masa lalu Eva sang adik dari Karin dan Bimo. Semua seperti kembali ke masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Eva adalah anak yang baik dan pintar, ia sangat brilian di kelas, semua murid perempuan iri kepadanya yang sangat pintar dan banyak disukai oleh murid pria. Namun dari semua murid pria yang menyukainya, ada satu murid pria yang disukai Eva dan ia berasal dari The Flame yang baru terbentuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Eva, Karin dan Kyna yang bersahabat ini sedang berbicara ringan di dalam kelas. Eva sedang curhat tentang pria yang disukainya itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"va lo suka sama siapa sih? cerita dong cerita!" ucap Kyna&lt;br /&gt;"gw malu Kyn ceritanya," ucap Eva malu-malu&lt;br /&gt;"ah kamu sok malu-malu deh, cerita aja... sama kita-kita ini," ucap Karin&lt;br /&gt;"tapi aku malu kak, kakak ga tau sih siapa yang aku suka," ucap Eva&lt;br /&gt;"emang siapa si?" ucap Karin&lt;br /&gt;"iya siapa si, kasih tau dong," ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw suka sama Sergi," ucap Eva&lt;br /&gt;"hah??? Sergi itu!! dia kan anak geng!! tapi emang ganteng siiih," ucap Kyna&lt;br /&gt;"Sergi? kamu gila ya va! bisa-bisanya suka sama dia!" ucap Karin kesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tuh kan kakak marah, semestinya aku gak usah bilang," ucap Eva&lt;br /&gt;"lagian kamu, kalo suka sama cowo tuh yang bener, masa Sergi sih? pokoknya kakak ga mau kamu deket sama dia! awas yah!" ucap Karin&lt;br /&gt;"iya maaf kak," ucap Eva&lt;br /&gt;"udah sabar ya va," ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva sudah menyukai Sergi pada awal mereka bertemu itu, pada saat para pria anggota Elf yang sekarang The flame itu mendatanginya untuk berkenalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu ketika pulang sekolah Sergi menghampiri Eva untuk mengajaknya pergi makan di sebuah Cafe. Sergi sudah mengajaknya pada saat istirahat tadi dan Eva pun bersedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hai va, ayo kita pergi," ucap Sergi&lt;br /&gt;"ayo, cepet... jangan sampe ketauan sama kakak gw... tadi gw bilang sama mereka, gw mau pergi sama temen belajar bersama," ucap Eva&lt;br /&gt;"oh gitu, ayo deh," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tumbuh diantara Sergi dan Eva begitu cepat, namun cinta Eva itu tidak disetujui oleh kedua kakaknya, Bimo dan Karin. Eva yang berpacaran dengan Sergi itu "backstreet" dari kedua kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Di rumah Eva, Bimo melihat Eva yang baru pulang setelah pergi bersama Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"va, kata Karin kamu jadian sama Sergi anak Flame itu ya?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"gak ko, aku ga jadian sama dia," ucap Eva berbohong&lt;br /&gt;"kamu jangan bohong ya, kakak ga mau kamu jadian sama dia, dia itu jahat, semua anggota Flame itu jahat va," ucap Bimo&lt;br /&gt;"iya aku tahu, aku gak jadian ko, tenang aja," ucap Eva menutup-nutupi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva meninggalkan Bimo dan pergi ke kamarnya, ia ditelepon Sergi lalu tidur setelahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya pada saat pulang sekolah, Bimo melihat adik perempuannya Eva sedang bermesraan dengan Sergi di belakang sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gii... aku ga mau kaya gini, kamu tuh kenapa si? mesum banget...," ucap Eva mengeluh&lt;br /&gt;"kenapa si sayang? kamu ga sayang sama aku? ayo dooong...," ucap Sergi yang ingin mencium Eva&lt;br /&gt;"aku ga mau gi... aku risih...," ucap Eva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi terus memaksa Eva untuk berciuman di belakang sekolah namun Eva terus menolak Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo kaget ketika melihat Sergi sedang memaksa Eva untuk menciumnya, lalu ia mendatangi Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsat lo gi!!!" Bimo memukul Sergi di bagian wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi terjatuh dan memegangi bibirnya yang berdarah, lalu ia melihat Bimo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa-apaan sih lo! apa maksut lo mukul gw!" ucap Sergi&lt;br /&gt;"lo tuh bangsat! ngapain lo barusan! pergi lo jauh-jauh dari adek gw! bangsat lo!" ucap Bimo penuh emosi&lt;br /&gt;"apa maksut lo! jangan banyak bacot! ayo kita ribut sekarang!" ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi menyerang balik Bimo dengan mengayunkan pukulannya, namun Bimo berhasil menghindar dan memukul balik Sergi di bagian perutnya. Sergi pun terjatuh dan meraung kesakitan. Para anggota The Flame yang melihat temannya Sergi dihajar oleh Bimo berdatangan menghampiri Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo gapapa gi, ada apaan nih?" ucap Alan&lt;br /&gt;"wah, ternyata si bangsat Bimo biang keladinya!" ucap Alvin&lt;br /&gt;"ngapain lagi lo! mau cari ribut lagi! udah ayo hajar!" ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sabar dulu Nay, ini bagian gw," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil menghampiri Bimo dan berdiri tepat di depannya. Sagil dan Bimo saling berhadapan dan bertatapan. Mereka pun berkelahi. Bimo kewalahan melawan Sagil dan hampir kalah. Para anggota the Flame yang panas pun ikut membantu mengeroyok Bimo yang kewalahan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo dihajar abis oleh The Flame, ia tidak bisa berdiri lagi dan berbaring di tanah, ia melihat Eva pergi meninggalkannya bersama The Flame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"vaa... jangan..... jangan ikut mereka va..... dengarkan kakak....," ucap Bimo lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva hanya melihat Bimo terbaring tak berdaya, dan segera ikut masuk ke dalam mobil jeep bersama Sergi dan The Flame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebebapa hari setelah kejadian itu, Eva sering tak terlihat di sekolah, nilainya jauh menurun. Di rumah pun, Eva sangat cuek dengan Bimo dan Karin, Eva lebih sering bersama Sergi dan The Flame. Reputasinya sebagai murid teladan telah tercoreng karena kejadian hari itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu adalah hari yang sangat kelam bagi Eva. Malam itu Eva baru sampai di rumahnya, ia terlihat sangat sedih dan kacau, ia berjalan lemas masuk ke dalam rumah. Eva menangis dan menyesali semua yang telah ia lakukan. Ia tidak memperdulikan nasihat kakaknya agar menjauhi The Flame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kak... maafkan aku...," ucap Eva lemas&lt;br /&gt;"Eva? dari mana saja kamu? kenapa kamu berantakan seperti ini? kenapa kamu menangis? ada apa?" ucap Karin&lt;br /&gt;"maafkan aku karena tidak pernah mendengarkan nasihat kalian...., aku menyesal...," ucap Eva sambil menangis&lt;br /&gt;"ada apa va?" ucap Karin&lt;br /&gt;"aku... mereka...," ucap Eva &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mereka? apa maksutmu!?" ucap Karin&lt;br /&gt;"mereka... memperkosaku, the flame merenggut kehormatanku," ucap Eva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa??!!" ucap Karin sangat kaget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo yang mendengar pembicaraan Eva dan Karin pun kaget bukan main, ia memukul tembok berulang-ulang dan ikut menyesal, ia tidak pernah bisa menjaga adik yang ia sayangi. Karin memeluk Eva dan menangis, Eva hanya terdiam seperti sudah kehilangan harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus bergulir tanpa henti, Eva yang sudah kehilangan harapan dan masa depan hanya bisa merenung sendiri seperti orang gila di kamarnya. Semua terjadi karena Eva tahu bahwa dirinya positif hamil. Semua orang di sekitar terus mencaci maki dirinya yang telah hamil di luar nikah itu. Tekanan itu telah membuat Eva setengah gila dan mengurung diri terus di kamarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin datang menghampiri Eva yang sedang duduk sendiri di kamarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku sudah tidak punya masa depan, untuk apa aku hidup..." ucap Eva dengan tatapan kosong&lt;br /&gt;"tidak va, kamu masih punya masa depan, kamu harus yakin itu! kakak akan selalu mendukungmu!" ucap Karin&lt;br /&gt;"tidak... aku tidak punya masa depan...," ucap Eva &lt;br /&gt;"masih ada va! masih ada! semua impianmu masih bisa terwujud! kamu mau jadi dokter kan! iya kan?! kamu pasti bisa!" ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"diam!!! diam!!! aku gak pantas hidup!!! aku mau mati!!!" ucap Eva seperti orang gila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva tertawa sendiri seperti orang gila. Ia sangat depresi karena kejadian yang menimpanya. Impiannya untuk menjadi wanita yang sukses dan terhormat telah sirna. Eva yang masih labil pun terganggu jiwanya dan tidak kuat dengan apa yang menimpanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya tuhan, kenapa harus seperti ini," ucap Karin sedih sambil memeluk Eva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari setelahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kebakaran! kebakaran!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu menggema dan memenuhi keheningan malam itu, rumah Bimo dan Karin terlahap api yang cukup besar. Bimo dan Karin yang baru pulang dari sekolahnya kaget ketika rumahnya kebakaran. Bimo hanya tinggal bersama Karin saja di rumah itu, orang tuanya sedang ada urusan kerja dan pergi selama 2 minggu. Di rumahnya hanya ada Eva yang berada di kamarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rin, Eva ada di dalam!" ucap Bimo&lt;br /&gt;"tapi api sudah besar kak, jangan masuk!" ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo berlari masuk ke dalam rumahnya untuk menyelamatkan Eva di dalam rumah. Para penduduk sekitar berkumpul untuk memadamkan api yang ganas itu. Pemadam kebakaran pun mulai berdatangan. Suara sirine mobil pemadam kebakaran memenuhi malam itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 jam setelah api padam, Bimo hanya merenung sendiri ditemani Karin di sebelahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rin, Eva tewas... dia mati terpanggang di sana rin, dia mati....," ucap Bimo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata mengalir deras membasahai wajah Bimo, ia telah kehilangan adik yang sangat ia cintai. Ia menangis sambil berteriak karena sangat menyesal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsat!!!! kenapa tuhan!!? kenapa!!!? apa ini yang pantas kau berikan untukku!!!? kenapa kau biarkan semua ini terjadi!!! kenapa Eva tuhan!!? kenapa???!!!" Bimo menangis penuh pilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin hanya terdiam dan menangis penuh pilu, ia melihat pita hitam yang selalu dipakai Eva. Beberapa hari lalu Eva memberikan pita hitam itu kepadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kak, kalo Eva mati, jaga pita itu baik-baik ya," ucap Eva &lt;br /&gt;"iya va, kamu gak bakal mati ko, kamu masih pantas hidup," ucap Karin tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva hanya tersenyum manis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo melihat mayat Eva yang sudah terbakar dibawa masuk ke dalam mobil ambulan, Bimo menghampiri ambulan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan!! jangan bawa adik saya!! saya mohon!!! Eva!! va!! bangun va!! bangun!! ini kakak va!!! Va!!!! jangan mati va!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil ambulan itu pun pergi dan meninggalkan Bimo yang bersedih di malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi, Eva mati karena kebakaran itu?" ucap Irham&lt;br /&gt;"ya, dia mati terbakar di sana, semenjak kejadian itu, Karin sering menghilang di sekolah dan jadi misterius," ucap Kyna&lt;br /&gt;"terus... kebakaran di malam itu karena apa? sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Irham&lt;br /&gt;"ga tau ham, cuma itu yg gw tau," ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo merenung sendiri, ia melihat ke atas langit yang mendung itu. Ia selalu terbayang wajah Eva yang tersenyum manis. Rintik hujan mulai turun perlahan membasahi wajah Bimo yang terlihat sedih. Di bawah guyuran hujan, ia mengenang kematian adiknya Eva. Namun tiba-tiba hujan itu perlahan reda dan secercah cahaya menerangi Bimo yang sedang duduk di balkon rumah itu, ia melihat cahaya itu. Sesosok bayangan wanita seakan muncul dari cahaya itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eva? kenapa kamu datang ke sini?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"kakak, maafkan aku meninggalkan kalian berdua," ucap Eva&lt;br /&gt;"kenapa malam itu kamu melakukan itu va? kenapa kamu menyerah?" ucap Bimo&lt;br /&gt;"impianku sudah sirna, diriku ini sangat hina, lebih baik aku membakar diriku sendiri dari pada hidup penuh sesal dan cacian," ucap Eva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo tersenyum dan cahaya itu pun hilang perlahan meninggalkan Bimo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jaga dirimu baik-baik di sana va...."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-1021099906780066535?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/1021099906780066535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/27-evas-story.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/1021099906780066535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/1021099906780066535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/27-evas-story.html' title='26. Eva&apos;s Story'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-2598021351808716636</id><published>2009-10-09T08:27:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T20:33:12.286-07:00</updated><title type='text'>25. The birth of "The Flame"</title><content type='html'>1 jam setelah ledakkan mengerikan yang menghancurkan markas polisi Kapten Aryo, para polisi dan tim evakuasi berdatangan. Suara mobil ambulan ramai memenuhi sore itu. Duka begitu mendalam menimpa Kapten Aryo dan perwira Edo. Hanya mereka berdua saja yang selamat dari ledakkan maut yang hampir saja merenggut nyawa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim evakuasi segera mencari korban-korban tewas yang tertimbun bangunan gedung polisi itu. Para penduduk dan orang-orang di jalan sangat padat memenuhi sekitar jalan untuk melihat gedung polisi yang sudah hancur itu. Mereka sangat penasaran dengan yang terjadi. Para polisi memasang "Police line" untuk membatasi tempat kejadian perkara dari para penduduk sipil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan baru saja datang dengan mobil polisinya. Ia menghampiri Kapten Aryo yang sedang sibuk membantu tim evakuasi untuk mencari jasad-jasad tubuh para polisi yang tewas karena ledakkan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten! ada apa ini! apa yang terjadi?!" ucap Kapten Ivan bersandiwara&lt;br /&gt;"sepertinya tidak perlu saya jelaskan lagi Kapten, bapak bisa melihatnya sendiri kan" ucap Kapten Aryo sambil mengangkat puing-puing bangunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana bisa terjadi begini?! ini ulah para geng itu?!" ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;"ya begitulah, lebih baik anda membantu saya mengevakuasi jasad korban," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok sebentar, saya ke mobil dulu," ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan pun berjalan dan masuk ke dalam mobil polisinya, ia tersenyum jahat karena telah berhasil menjalankan rencananya. Ia pun pergi meninggalkan tempat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wartawan berdatangan untuk mewawancarai Kapten Aryo. Mereka berebutan menanyakan kejadian mengerikan yang baru saja terjadi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pak, bagaimana kejadian ini bisa terjadi? siapa pelaku ledakkan ini?" ucap salah satu reporter wanita&lt;br /&gt;"semua terjadi sangat cepat, Jack bertopeng itu pelakunya," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jack bertopeng itu siapa pak? lalu sekarang Jack itu ada dimana pak?" saut salah satu reporter pria&lt;br /&gt;"dia ketua geng bomber, dia mati karena meledakkan dirinya bersama bom itu, ini bom bunuh diri," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"Pak, ulah para geng ini semakin parah, bagaimana selanjutnya tindakan polisi untuk memberantas para geng ini?" ucap salah satu reporter pria yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya berjanji akan menangkap mereka, hidup atau mati, nyawa saya taruhannya. Dengarkan baik-baik para ketua geng disana dan animus! cepat atau lambat kalian akan binasa!" ucap Kapten Aryo melihat salah satu kamera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo sangat serius kali ini. Kejadian peledakkan markas polisi ini sudah membuatnya tidak main-main lagi, ia selama ini membuang waktunya. Tekad Kapten Aryo semakin kuat untuk memberantas para geng ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat persembunyiannya, Arthur dan Bimo yang sedang menonton televisi di ruang bawah tanah baru saja melihat Kapten Aryo mengancam mereka di salah satu program berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang ini berbahaya, kita harus bunuh orang ini," ucap Arthur sambil menunjuk ke gambar Kapten Aryo di tv&lt;br /&gt;"ya bener, gw setuju, secepatnya kita harus singkirkan dia," ucap Bimo&lt;br /&gt;"maksut lo Kapten Aryo kunyuk ini?" ucap Felix yang duduk di sofa dekat Bimo dan Arthur&lt;br /&gt;"ya, dia harus kita bunuh," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itu urusan gampang, Kapten Ivan bisa membantu kita," ucap Felix&lt;br /&gt;"ya gw setuju, kita harus segera memberitahukan rencana ini ke Kapten Ivan," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di markasnya, The Flame pun melihat peristiwa mengerikan yang menimpa markas polisi itu di sebuah program berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila nih si Jack, bunuh diri dia buat ngancurin markas polisi itu," ucap Alan&lt;br /&gt;"si Jack dari geng "bomber" itu ya, dia kan emang rada gila, tapi siapa yang nyuruh dia ya?" ucap Nay&lt;br /&gt;"gw juga ga tau deh, mungkin animus itu," ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin turun dari kamarnya, ia menuju ruang televisi dan menghampiri Sergi yang sedang tidur di Sofa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gi bangun gi, jadi gak kita pergi?" ucap Alvin&lt;br /&gt;"oh... jadi-jadi, lama amat lo, gw tungguin sampe ketiduran," ucap Sergi yang bangun dari tidurnya&lt;br /&gt;"lo mau buat surprise kaya gimana si buat Vena?" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamis besok kan dia ulang tahun vin, gw mau nyiapin kado istimewa buat dia, dan dia gak tau itu, gw mau dia kaget pas ngeliat surprise ini, gw mau yang bagus deh," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh gtu, makanya lo ikut gw, gw tau tempat yg bagus, gak nyesel deh lo," ucap Alvin&lt;br /&gt;"sip, gw percaya sama lo. Lo kan sahabat gw dari kecil," ucap Sergi&lt;br /&gt;"ok, ayo kita pergi," ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun pergi meninggalkan markas persembunyian mereka. Vena yang tidur di kamarnya tidak tahu kalo Sergi pergi untuk mempersiapkan surprise ulang tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan Sergi dan Alvin berbicara tentang masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw suka kepikiran Eva, vin," ucap Sergi&lt;br /&gt;"kenapa? itu masa lalu kita, jangan diungkitlah," ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw merasa berdosa vin, kenapa kita lakuin itu dulu, gw kasian sama Eva," ucap Sergi&lt;br /&gt;"semua sudah terjadi gi, jangan disesali, yang penting jangan ada yang tahu selain lo, gw, Alan, Nay dan Bonad," ucap Alvin sambil menyetir mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi Bimo tahu kita yang memperkosa adiknya si Eva itu, dan dia mau balas dendam, Ben udah jadi korban pertama, trus korban keduanya siapa? kalo lo atau gw gimana? gw ga mau mati," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tenang aja kenapa sih lo, kita kan The Flame, masa sama Bimo aja takut, santai aja, kaya Alan tuh santai kan," ucap Alvin&lt;br /&gt;"gw takut mati gi, jangan sampe Vena tahu hal ini," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;3 tahun lalu setelah kejadian Bimo kecil dianiyaya oleh geng Elf itu, Bimo dan Karin pulang ke rumah. Karin yang terluka di bagian kepala karena dipukul batu oleh Alvin langsung dirawat oleh ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa ini terjadi mo?" tanya ibu bimo sambil membalut luka Karin&lt;br /&gt;"ini ulah teman mah, si Alvin teman sekolahku itu," ucap Bimo kecil&lt;br /&gt;"Alvin? dia itu sepupumu mo, dia itu anak tantemu, semestinya kalian berteman," ucap ibu Bimo&lt;br /&gt;"masa mah? tapi dia bandel sekali dan kasar, dia selalu menggangguku, aku gak mau berteman dengannya" ucap Bimo kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Bimo yang mendengar pembicaraan Bimo dan istrinya datang menghampiri mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bimo! kamu ini jadi laki-laki lemah sekali! laki-laki harus kuat dan gak cengeng! kamu ini setiap pulang sekolah nangis saja! cengeng kamu! lihat adik kamu! itu gara-gara kamu!" ucap Ayah Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maaf yah, aku takut sama mereka, mereka banyak, aku sendiri," ucap Bimo kecil&lt;br /&gt;"kamu alasan saja! kamu harus melawan! jangan diam saja!" ucap ayah Bimo keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudah yah, sabar, jangan terlalu keras dengan anak, kasihan," ucap ibu Bimo menenangkan suaminya&lt;br /&gt;"gak bisa mah, dia ini harus jadi kuat! masa selalu cengeng seperti ini, liat tuh mukanya banyak bekas air matanya, masa setiap hari diganggu oleh geng ingusan itu! sudahlah sana belajar kamu! sebentar lagi ujian kelas 3 kan!" ucap Ayah Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya yah, aku masuk kamar dulu," ucap Bimo kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamarnya Bimo kecil merenung sendirian. Ia tampak depresi karena tekanan yang menderanya. Ia sadar kalau ia bukan laki-laki yang kuat dan bisa melindungi. Setiap hari ia diganggu oleh Elf dan tak pernah melawan. Tekad dalam hatinya muncul di malam itu, tekad untuk bangkit untuk menjadi lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo kecil menyalakan tv di kamarnya, ia melihat program berita yang memberitakan tentang pembunuhan sadis yang dilakukan oleh kelompok pembunuh legendaris yang menyebut dirinya "Dead Hunter"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dead hunter, mereka tidak pernah takut untuk membunuh, mereka kuat dan tangguh, aku sudah bosan menjadi orang yang selalu ditindas seperti ini, lebih baik aku seperti Dead hunter ini, keren, aku bisa menindas orang agar mereka tahu rasanya ditindas," ucap Bimo kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo kecil pun tertidur pulas di malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 tahun setelahnya, Bimo yang telah lulus dari SMP, melanjutkan pendidikannya ke SMA Cemara. Dia sekolah di sana bersama kedua adiknya yang cantik, Eva dan Karin. Eva adalah adik terakhir dari Bimo, ia pintar dan sangat cantik, kecantikannya melebihi kakak perempuannya Karin. Pada saat SMP ia adalah siswa akselerasi sehingga bisa masuk sekolah bersama Bimo dan Karin bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak murid-murid yang suka dengan Eva yang memiliki wajah cantik dan prilaku yang baik. Ia juga sangat pintar, tidak heran banyak murid laki-laki di SMA Cemara menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua murid yang menyukainya itu, beberapa diantara mereka adalah para geng Elf yaitu Ben, Alvin, Alan, Nay, Sergi dan Bonad yang ternyata masuk ke SMA yang sama dengan Bimo, Karin dan Eva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di sekolah pada saat istirahat, Bimo, Karin dan Eva sedang berbicara di depan kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"enak ya kak, kita bisa satu sekolah, jadi bisa berangkat dan pulang bareng," ucap Eva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva adalah gadis yang sangat cantik, tubuhnya mungil dan tidak terlalu tinggi, ia sangat mirip dengan ibunya Vania Serlina yang merupakan pemain drama yang terkenal dan dijuluki "gadis berpita hitam". Eva memiliki rambut yang tidak terlalu panjang, wajah yang putih dan senyum yang sangat manis. Ia selalu memakai pita hitam untuk mengikat rambutnya sama seperti kebiasaan yang dilakukan ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya, kita jadi bisa bersama terus kan, kakak jadi bisa melindungi kalian terus, kakak janji akan melindungi kamu va, Karin juga," ucap Bimo&lt;br /&gt;"janji ya? awas loh kalo dilanggar," ucap Eva sambil tersenyum manis&lt;br /&gt;"iya kakak janji," ucap Bimo sambil tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kak, masih ingat kejadian setahun yang lalu waktu geng Elf mengganggu kakak dan aku dipukul di kepala dengan batu oleh Alvin itu?" ucap Karin&lt;br /&gt;"tentu aja gw ingat itu, gw benci sama mereka, di hari itu gw berjanji gak akan jadi laki-laki yang lemah lagi dan akan terus jaga adek-adek gw!," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung koridor sekolah, geng Elf berjalan dengan gayanya yang sok dan terlihat seperti preman. Mereka begajulan dan tidak tahu aturan. Baju mereka keluar, kerah yang naik ke atas dan kancing baju yang terbuka di bagian atas. Mereka adalah Ben, Alan, Nay, Alvin, Bonad, Sergi dan Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gokil! SMA juga kita! lulus juga kita ya! gw kira gak! hahahaha!" ucap Alan&lt;br /&gt;"aah, males gw sekolah mulu! bosen! ya gak Nay?" ucap Alvin sambil merangkul pundak Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya nih, lama-lama bosen juga gw, ketemu kakak gw mulu dari SMP, bosen gw liat mukanya," ucap Nay&lt;br /&gt;"wah wah, songong lo! maksut lo apa Nay? gibeng nih!" ucap Alan&lt;br /&gt;"becanda, yaelah!," ucap Nay sedikit takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hahaha, tenang ajeee sama gw! kita kan brother!" ucap Alan sambil memegang kepala Nay&lt;br /&gt;"berisik-berisik! noh anak kelas 3 pada liatin kita!" ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ngapain takut? mereka tau siapa kita! kita ini Elf!" ucap Alan&lt;br /&gt;"yoi, kalo macem-macem, kita bisa panggil temen geng kita, abis dah mereka," ucap Sergi&lt;br /&gt;"betul-betul gi, gw setuju sama lo, setuju banget gw," ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yaelah ven, cari perhatian mulu sama Sergi, kapan jadiannya nih?" ucap Ben&lt;br /&gt;"cie, cie, yihiy!" ucap Ben, Alan, Nay, Alvin dan Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Vena memerah, ia sangat malu karena digoda oleh teman-temannya. Sudah cukup lama ia menyukai Sergi yang keren itu. Namun Sergi masih belum menyadari kalau Vena menyukainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ngomong apa si lo pada? orang Vena biasa aja, cari perhatian apanya?" ucap Sergi&lt;br /&gt;"tau lo semua, gw kan biasa aja ya gi?" ucap Vena&lt;br /&gt;"iya biasa aja ko," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah jangan pura-pura gitu dong ven, kemarin lo bil... mmmmffftt.....!!!" ucapan Ben terpotong karena mulutnya ditutup oleh tangan Vena secara tiba-tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sssssst!! jangan bilang-bilang ah Ben, lo janji gak bilang kan, tar dia kegeeran," ucap Vena&lt;br /&gt;"iya deh, komisi dulu dong," ucap Ben&lt;br /&gt;"ah, matre lo!" ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin melihat Eva yang sedang berdiri sendiri di ujung koridor, badannya putih mulus, rambutnya yang diikat dengan pita hitam membuat Eva terlihat sangat manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wiiih, cewe.... cewe... tuh!,"ucap Alvin kepada teman-temannya&lt;br /&gt;"bening gila!," ucap Alan melotot&lt;br /&gt;"iya cakep amat tuh cewe," ucap Ben&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mana? mana? yang mana si?" ucap Nay&lt;br /&gt;"itu Nay, yang berdiri di ujung koridor sendirian, yang putih itu," ucap Bonad&lt;br /&gt;"oh itu, samperin aja yuk!," ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah ini baru cewek cantik!" ucap Sergi&lt;br /&gt;"apa si? cewe jelek gitu aja gi, cantik dari mananya si?" ucap Vena sedikit cemburu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin, Alan, Nay, Bonad, Ben dan Sergi menghampiri Eva untuk memperkenalkan diri mereka, mereka terlihat sangat norak, seperti baru melihat bidadari turun dari langit. Sementara itu, Vena hanya cemberut dan melihat dari kejauhan, ia kesal Sergi tidak mempedulikannya, ia cemburu kepada Eva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw dulu... gw dulu!, gw dulu yang kenalan!.... minggir ah! minggir!" ucap Alan berebutan dengan Alvin&lt;br /&gt;"gw dulu lan! minggir ah lo!" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua berebutan untuk berkenalan dengan Eva. Eva sangat kaget karena didatangi oleh banyak laki-laki secara tiba-tiba, ia ketakutan dan kebingungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ka... ka... lian... mau... ngapain yah?" ucap Eva sedikit takut&lt;br /&gt;"kenalin gw Alan, bintang Leo," ucap Alan norak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"norak lo lan, kenalin nama gw Alvin, gw cool trus gaul," ucap Alvin narsis&lt;br /&gt;"kalo gw Nay," ucap Nay santai&lt;br /&gt;"Bonad," ucap Bonad simple&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw Ben," ucap Ben tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi mengembangkan senyum mautnya, ia ingin membuat Eva kagum akan kegantengannya, dengan nada yang sangat diatur dan suara yang mengalun pasti ia menyebut namanya. Ia memang sering tebar pesona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw Sergi Andrian," ucap Sergi memberikan jabat tangannya&lt;br /&gt;"oo....oooh... iya... iya... kenalin gw Eva Serlina, panggil aja Eva," ucap Eva&lt;br /&gt;"ooooh........ Eva," ucap Alvin dan Alan bersamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua terlihat yang paling semangat diantara teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo anak kelas berapa va?" ucap Sergi&lt;br /&gt;"gw kelas 1-2." ucap Eva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gimana kalo sabtu besok kita jalan? ok?" ucap Sergi&lt;br /&gt;"wah gila lo gi! kepedeaan lo!!" ucap Alan&lt;br /&gt;"gw yang ajak dia jalan duluan gi, mau kan? mau kan pergi sama gw?" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Bimo dan Karin datang menghampiri adiknya Eva yang dikerumuni oleh para geng Elf itu. Mereka tidak ingin Eva disakiti oleh para laki-laki geng Elf itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi kita satu sekolah ya," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para laki-laki geng Elf itu menengok ke arah Bimo yang berdiri tidak jauh dari mereka. Mereka terlihat sedikit kesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa lo?" ucap Alan&lt;br /&gt;"tau! tiba-tiba ikut campur! lo ga tau siapa kita?" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw tau, kalian Elf yang dulu sering ganggu si cengeng itu kan," ucap Bimo&lt;br /&gt;"si cengeng?! kok dia bisa tahu ya?" ucap Alan&lt;br /&gt;"tunggu deh, kayaknya ini orang gw kenal," ucap Nay mengingat-ingat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"masa lo lupa sama gw sih," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa sih emang?" ucap Bonad&lt;br /&gt;"gw inget sekarang, dia Bimo si cengeng yang kita sering gangguin dulu di SMP," ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bimo? oooh...jadi rupanya kita satu sekolah lagi ya," ucap Alvin&lt;br /&gt;"udah begaya lo sekarang, ngapain lo kesini?" ucap Alan&lt;br /&gt;"Eva itu adik gw, jangan ganggu dia," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva pun berlari ke belakang punggung Bimo untuk bersembunyi, ia sedikit ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu gapapa va?" ucap Karin&lt;br /&gt;"gapapa mba, oh... jadi mereka itu Elf yang dulu gangguin kakak Bimo dan mba Karin, aku gatau tadi," ucap Eva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya, makanya kamu harus hati-hati," ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo terdiam, kejadian 1 tahun lalu telah membuatnya menjadi laki-laki yang kuat, ia bertekad untuk melindungi adiknya dan menjadi tangguh seperti yang ayahnya inginkan. Ia tidak ingin Elf mengganggu adik-adiknya seperti Elf mengganggu dan menganiyaya dirinya dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi mau lo apa nih, gw cuma mau kenalan sama adek lo aja ko," ucap Alan&lt;br /&gt;"lo mau kita gangguin kaya dulu lagi mo? gw sih dengan senang hati," ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw gak percaya sama lo semua! gw ga mau adek gw jadi korban geng lo! kaya gw dulu! mending lo pergi jauh-jauh dari gw dan adek gw!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba bel masuk berbunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gaya amat lo! lo liat ntar! lo liat! ayo cabut," ucap Alvin kepada teman-teman Elf nya&lt;br /&gt;"ayo dah, liat lo! awas lo!" ucap Alan&lt;br /&gt;"banyak gaya lo!" ucap Sergi sambil berjalan bersama teman-teman Elf nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo masuk kelas," ucap Bimo kepada adik-adiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geng Elf yang berjumlah 7 orang itu masuk ke dalam kelas yang sama, semua ini terjadi karena permintaan Alan kepada ayahnya yang merupakan guru matematika dan kepala sekolah di SMA Cemara yaitu pak Suryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas itu, murid-murid sedang bercanda karena guru mereka belum datang untuk mengajar. Semua murid di kelas itu mengobrol satu sama lain, suasana kelas pun ramai. Tiba-tiba seorang guru datang dan membuat suasana kelas menjadi hening seketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"selamat siang anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru..... silahkan masuk nak," ucap guru itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang murid laki-laki berjalan masuk ke dalam kelas, lalu ia memperkenalkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nama gw sagil" ucap murid baru itu sangat dingin&lt;br /&gt;"Sagil, kamu boleh duduk di sebelah Alvin, di belakang sana," ucap guru itu&lt;br /&gt;"loh pak? ko sama saya? saya mau duduk sendiri!" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudahlah, menurut saja, ayo Sagil silahkan duduk di sebelah Alvin," ucap guru itu&lt;br /&gt;"baik pak,"ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil duduk di sebelah Alvin, ia memperkenalkan dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw Sagil, nama lo siapa?" ucap Sagil&lt;br /&gt;"udah tau, gw Alvin, lo jangan macem-macem deh di sini, sekolah ini geng gw yang megang," ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil menatap Alvin dengan pandangan yang tajam dan mengerikan, Alvin kaget ketika melihat mata Sagil. Pandangan Sagil seperti menyimpan kepahitan yang sangat kelam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila, serem amat nih orang," gumam Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu sepulang sekolah, Elf telah menunggu di jalanan samping sekolah untuk mencegat Bimo dan adik-adiknya pulang dari sekolah. Elf ingin melakukan perhitungan dengan Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mana nih si Bimo? lo yakin kan Nay mereka lewat sini?" ucap Alan&lt;br /&gt;"yakin gw, kemarin dia lewat sini pas pulang sekolah, orang gw liat, tunggu aja," ucap Nay&lt;br /&gt;"perlu kita hajar nih si Bimo, gayanya tengil banget," ucap Alvin&lt;br /&gt;"santai aja vin, nafsu amat sih lo," ucap Ben&lt;br /&gt;"nafsu banget gw Ben," ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi hanya terdiam sambil bersandar di tembok. Vena yang berdiri tidak jauh darinya, terus melihat Sergi yang memakai jaket itu. Vena hanya senyum-senyum saja sambil melihat Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo sedang jalan bersama Karin dan Eva, mereka melewati jalan samping sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"di rumah mamah masak apa ya?" ucap Eva&lt;br /&gt;"duh jadi laper nih mikirinnya, pengen cepet sampe rumah," ucap Karin&lt;br /&gt;"iya ya, makanan mamah emang enak banget," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan Eva melihat geng Elf yang mencegat mereka, Eva terlihat ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ka, itu.... di depan.... geng Elf," ucap Eva&lt;br /&gt;"mau ngapain mereka?" ucap Karin&lt;br /&gt;"udah tenang aja, jangan jauh-jauh dari kakak," ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geng Elf mencegat Bimo dan adik-adiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mo, ngapain si buru-buru pulang," ucap Alan menahan Bimo dengan membawa stik bisbol&lt;br /&gt;"tau, nongkrong dulu lah di sini sama kita," ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa mau kalian? gw cuma mau lewat jalan sini, gw mau pulang," ucap Bimo&lt;br /&gt;"gw bakal ijinin lo lewat, kalo lo ngijinin kita jalan sama Eva, gimana? ucap Alan&lt;br /&gt;"gak bakal! sampe gw mati juga!" ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa kata lo? jadi lo mau mati!?" ucap Bonad&lt;br /&gt;"hajar aja udah!" ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa si kalian ga pernah pergi dari hidup gw? gw ga mau ribut sama brandal sampah kaya kalian" ucap Bimo&lt;br /&gt;"apa lo bilang!!! bangsat!!" Alan mengayunkan stik bisbolnya ke Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo menghindar dengan cekatan, para anggota Elf itu mengeroyoknya. Alvin, Bonad, Nay, dan Alan siap menghajar Bimo. Sergi dan Ben hanya melihat saja di belakang, mereka memang tidak terlalu suka berkelahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo yang dulu berbeda dengan yang sekarang, Bimo yang sekarang jauh lebih tangguh dari yang dulu. Ia sudah bosan menjadi laki-laki yang lemah, ia tidak ingin ditindas terus. Ia ingin bisa melindungi adik-adik perempuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terduga, Alan, Alvin, Bonad dan Nay kalah dan tak berdaya, Bimo hanya luka sedikit saja, namun ia tetap menang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ko kita kalah sih? gimana mungkin," ucap Alan&lt;br /&gt;"si Bimo cepet amat ngindarnya, muka gw bonyok gini lagi," ucap Bonad&lt;br /&gt;"gawat nih, kita dikalahin sama Bimo," ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo menghampiri Alvin, ia menarik baju Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo tuh sepupu gw Vin! kenapa lo giniin gw! kita semestinya berteman!" ucap Bimo&lt;br /&gt;"hah? gw.... sepupu lo? yang bener.... sori mo... sori... ampun...," ucap Alvin ciut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo menjatuhkan Alvin ke tanah dan pergi meninggalkan Elf yang kalah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo kita pulang," ucap Bimo kepada adik-adiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geng Elf yang disegani itu terkalahkan oleh Bimo. Mereka tidak percaya kalau Bimo menjadi begitu tangguh, ia seperti berubah 360 derajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada apa sama si Bimo jadi kuat gitu?" ucap Alan menyeka luka di bibirnya&lt;br /&gt;"iya, gw juga bingung, gimana nih, masa kita kalah si," ucap Alvin&lt;br /&gt;"lo si Nad ah! gak tahan dia dari belakang tadi," ucap Nay&lt;br /&gt;"yaelah, dia cepet banget, gw ga bisa nangkep dia," ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi dan Ben yang melihat perkelahian itu, menghampiri teman-temannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah gila, gimana nih? kalah masa?" ucap Sergi&lt;br /&gt;"ckckck, si Bimo berubah amat ya, jadi kuat banget gitu" ucap Ben&lt;br /&gt;"udah, biarin aja si kalo kalah juga, dia emang kuat," ucap Vena&lt;br /&gt;"gak bisa gitu ven, harga diri dong, masa Elf yang disegani itu kalah cuma sama Bimo yang dulu cupu itu," ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesosok murid laki-laki yang dari tadi memperhatikan Elf dan Bimo saling beradu otot sedang duduk di atas tembok sekolah, lalu ia turun dari tembok dan menghampiri Elf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kayaknya ada yang abis kalah total," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geng Elf melihat Sagil yang menghampiri mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo kan anak baru itu, siapa namanya lupa gw?" ucap Alan&lt;br /&gt;"Sagil," ucap Alvin&lt;br /&gt;"oh iya, Sagil, ngapain lo kesini?" ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw tahu lo Elf yang terkenal itu, tapi kalo sama orang kaya tadi itu aja lo kalah, masa depan geng lo bakal suram tau ga," ucap Sagil sambil berjalan santai&lt;br /&gt;"tengil banget gaya lo," ucap Bonad&lt;br /&gt;"trus maksut lo apa? lo dateng cuma mau ngeledek kita?" ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nggak, gw cuma mau nawarin bantuan anggota baru buat Elf, hmm... tepatnya sih bukan anggota, tapi ketua, geng lo tuh ga punya ketua yang kuat," ucap Sagil&lt;br /&gt;"berani amat lo ngomong kaya gitu! udah kaya yang pantes aja lo jadi ketua kita!," ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"diem deh lo, lo tuh kebanyakan bacot! makanya lo gak bisa berpikir jernih kalo lagi berantem!" ucap Sagil&lt;br /&gt;"apa kata lo!" Alan memukul Sagil di bagian wajah dengan telak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil terdiam, darah mengalir dari bibirnya, lalu ia tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"segini doang? pantes aja lo kalah sama anak itu! mukul tuh kaya gini!" ucap Sagil yang memukul Alan di bagian dagunya dengan &lt;em&gt;upper cut&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Alan terpental jauh karena dipukul Sagil, ia langsung pingsan tak sadarkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lan!" ucap Nay yang langsung menghampiri kakaknya yang pingsan terbaring di tanah&lt;br /&gt;"gila nih orang, siapa si dia?" ucap Ben&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geng Elf terdiam dan ketakutan, baru kali ini mereka merasakan ketakutan yang luar biasa. Elf memang geng tangguh di kalangan anak sekolahan namun bagi Sagil yang hidupnya keras di luar sana, Elf bukan apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalian semua anak rumahan bukan lawan sepadan gw, gw yang hidup keras di luar sana dengan para preman dan brandal jauh lebih kuat dibanding kalian yang tidur di kasur nyaman dan makan makanan mahal itu, untuk dapetin sesuap nasi pun gw harus berjuang," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"terus mau lo sekarang apa gil?" ucap Alvin&lt;br /&gt;"biar gw yang jadi ketua lo semua! biar gw yang bawa geng ini jauh lebih kuat dan ditakuti! lo butuh ketua kaya gw!" ucap Sagil&lt;br /&gt;"tapi lo janji gak akan berkhianat? lo bakal bangun nama geng ini?" ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw janji, pegang kata-kata gw," ucap Sagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geng Elf menyambut ketua mereka Sagil, seseorang yang dibesarkan dalam kepahitan dan kepedihan. Seseorang yang lebih tahu akan kebencian dan dendam dari pada cinta dan kasih sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sagil mendekati Alvin dan Elf, lalu ia berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mulai sekarang nama geng kita adalah "The Flame!!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-2598021351808716636?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/2598021351808716636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/25-birth-of-flame.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/2598021351808716636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/2598021351808716636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/25-birth-of-flame.html' title='25. The birth of &quot;The Flame&quot;'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-8517975765807100154</id><published>2009-10-06T07:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T11:48:16.541-07:00</updated><title type='text'>24. Demon's hand</title><content type='html'>Hari sudah siang di sekolah Irham, anak-anak murid sekolah itu pun beristirahat untuk melepas penat setelah belajar serius. Mereka bersama teman-temannya pergi ke kantin untuk makan, ada yang bermain bola di lapangan atau sekedar ngobrol saja di dalam kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang murid perempuan manis dengan rambut panjang dan berkacamata hitam terlihat sedang membaca buku di perpustakaan sekolah Irham. Ia begitu serius membaca buku dan koran-koran lama di pojok ruangan perpustakaan itu sendirian. Ia adalah Kyna, gadis jenius dari sekolah Irham yang terlihat "smart", berpengetahuan luas dan sangat cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dalam artikel koran lama ini, diketahui kalo "Ace" terbentuk dari keluarga pembunuh legendaris, kelompok pembunuh ini sudah lama hilang, namun kabarnya, anak terakhir dari keluarga itu masih hidup," tapi siapa anak yang masih hidup itu? hmm... teka-teki ini harus terpecahkan," ucap Kyna sambil membaca koran-koran yang sudah berumur sangat tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki berambut agak tebal dengan tampang polos dan konyol menghampiri Kyna yang sedang membaca sendiri di perpustakaan itu. Ia adalah Jun. Murid sekolah yang agak bodoh dan konyol, namun ia lucu dan tidak pernah serius. Sudah lama ia suka dengan Kyna yang pintar itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"na, bo... boleh gw duduk di sini?" ucap Jun&lt;br /&gt;"boleh," ucap Kyna cuek sambil membaca buku-buku tentang pembunuhan dan krimimal&lt;br /&gt;"na, ke kantin yuk," ucap Jun dengan tampang polosnya&lt;br /&gt;"jangan makan terlalu banyak, makanlah secukupnya, energi yang terlalu banyak dan tidak diimbangi dengan olahraga akan menyebabkan kolesterol yang menumpuk, itu tidak baik untuk kesehatan," ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jun terdiam, ia hanya menggaruk-garuk kepalanya dan melihat Kyna berdiri dan pergi meninggalkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"omongannya gak pernah "simple" deh, gak ngerti gw," gumam Jun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyna berjalan keluar dari perpustakaan sekolah itu sambil membawa buku perpustakaan yang banyak, ia berjalan tidak melihat ke depan, ia terlihat kikuk. Tiba-tiba di tengah jalan, ia menabrak Irham yang sedang berjalan di koridor sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aduh, maaf," ucap Irham yang tertabrak Kyna dan melihat Kyna terjatuh dengan buku-bukunya yang berantakan&lt;br /&gt;"aduh, buku saya, kacamata saya mana? saya tidak bisa melihat," ucap Kyna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham memberikan kacamata Kyna yang terjatuh, lalu membantunya membereskan buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maaf, gw gak liat lo jalan tadi, maaf ya, oh ya kenalin gw Irham," ucap Irham sambil memberikan jabat tangannya&lt;br /&gt;"bukan anda yang salah, saya ceroboh tadi, maaf saya buru-buru," ucap Kyna meninggalkan Irham begitu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham melihat Kyna pergi meninggalkannya, ia tersenyum karena melihat Kyna yang manis dan terlihat cerdas itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa ya cewe itu, manis juga," gumam Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tiba-tiba Jun menghampiri Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo Irham ya? pacar Karin? yakan yakan? tau gw," ucap Jun&lt;br /&gt;"iya dulu, kenapa gitu? oh iya nama lo siapa?" ucap Irham&lt;br /&gt;"gw Jun, anak sekolah terpinter dan calon pacar Kyna," ucap Jun sedikit membual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nama lo keren Jun, Jun siapa?.... kenalin nama gw Irham," ucap Irham memberikan jabat tangannya&lt;br /&gt;"Jun, Junaedi, salam kenal ya," ucap Jun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Junaedi? ga salah?" ucap Irham&lt;br /&gt;"iya Junaedi, kenapa?" ucap Jun dengan tampang polosnya&lt;br /&gt;"oh gapapa," ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tadi gw liat lo sama Kyna, kayanya lo suka sama dia, gw juga suka nih," ucap Jun&lt;br /&gt;"Kyna siapa? oh... cewe yang tadi itu, yang nabrak gw barusan?" ucap Irham&lt;br /&gt;"iya, Kyna, dia cantik banget trus pinter, tapi susah banget dapetin dia," ucap Jun&lt;br /&gt;"gw bantu deh, gimana?" ucap Irham&lt;br /&gt;"serius lo? boleh boleh, gimana kalo kita ngobrol di kantin," ucap Jun&lt;br /&gt;"ok ayo," ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham dan Jun pergi ke kantin untuk melakukan pembicaraan ringan. Baru saja kenal, mereka sudah terlihat akrab. Irham dan Jun duduk diantara teman-temannya dan mereka berbicara tentang urusan laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jun, lo tau ga cara dapetin cewe gimana?" ucap Irham&lt;br /&gt;"gimana emang?" tanya Jun&lt;br /&gt;"lo mesti baik sama dia, cewe suka dibaikin karena mereka itu perasa," ucap Irham&lt;br /&gt;"baik gimana?" tanya Jun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya baik karena cewe itu perasa banget, jadi kalo lo kasar, dia gak suka," ucap Irham&lt;br /&gt;"gak suka gimana?" ucap Jun&lt;br /&gt;"gak suka sama cowo yang kasar," ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oooh...," ucap Jun&lt;br /&gt;"nah, ngerti kan lo," ucap Irham senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cowo siapa?" tanya Jun dengan muka konyolnya&lt;br /&gt;"gila nih orang, lemot banget," gumam Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kyna itu beda ham, dia spesial, susah banget dideketin, semua cowo yang deketin dia ditolak," ucap Jun&lt;br /&gt;"masa? jangan nyerahlah!," ucap Irham&lt;br /&gt;"hampir 2 tahun gw ngejar dia, tapi gak dapet," ucap Jun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo kurang berani, coba lo deketin terus! pasti dia luluh deh!" ucap Irham&lt;br /&gt;"eh Kyna... Kyna....," ucap Jun sedikit tegang ketika melihat Kyna berjalan dan duduk di kursi di bawah pohon yang rindang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saatnya beraksi sob, cepet sana deketin!," ucap Irham&lt;br /&gt;"takut gw, dia dingin banget," ucap Jun&lt;br /&gt;"payah lo, cemen ah, lama-lama gw nih yang deketin," ucap Irham&lt;br /&gt;"jangan-jangan ham, ok... ok... gw deketin sekarang," ucap Jun&lt;br /&gt;"nah gitu dong," ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw udah ganteng blom? rambut gw udah keren kan? tampang-tampang?" tanya Jun sambil merapikan rambut dan penampilannya&lt;br /&gt;"keren, lo ganteng! maju boy!" ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jun merapikan bajunya, ia berjalan sangat percaya diri mendekati Kyna yang sedang duduk sendiri membaca buku di bawah pohon rindang. Jun terlihat sangat yakin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini baru gw suka, ayo Jun jangan takut!" gumam Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jun berdiri tegap di depan Kyna yang duduk, lalu Kyna melihat Jun yang tepat ada di depannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada apa?" tanya Kyna&lt;br /&gt;"mm.. mmm... mmm... sa... sa," ucap Jun gugup&lt;br /&gt;"sa...? maksutnya?" tanya Kyna&lt;br /&gt;"sa... mmm... saya mau ke toilet, dimana ya?" tanya Jun sangat gugup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyna tertawa terbahak-bahak. Kyna berpikir Jun sangat bodoh karena sebagai murid sekolah ini, semestinya Jun tahu dimana toilet, namun karena begitu gugup, Jun menanyakan hal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"masa gak tahu toilet Jun?" ucap Kyna yang tersenyum-senyum&lt;br /&gt;"lupa," ucap Jun bodoh&lt;br /&gt;"di deket tangga itu kan," ucap Kyna tersenyum sambil menggelengkan kepalanya&lt;br /&gt;"oh iya ya... yaudah makasi ya," ucap Jun sangat bodoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jun pun pergi meninggalkan Kyna dengan perasaan yang kacau. Ia berpikir dirinya sangat bodoh bukan main. Ia telah ditertawakan oleh wanita yang disukainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aduh goblok amat gw, gobloook," ucap Jun memegang kepalanya agak menyesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham pun menghampiri Jun di samping kantin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aduuh Jun, kenapa? tadi lo berani banget pas deketin dia kayanya," ucap Irham&lt;br /&gt;"iya, pas liat mukanya, langsung deg-degan gw, gw kalo ngomong sama dia gak mau liat mukanya, kalo liat, pasti langsung gugup ham," ucap Jun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah gimana lo, berani dong, lo harus santai!" ucap Irham&lt;br /&gt;"santai gimana?" tanya Jun dengan muka konyolnya&lt;br /&gt;"ya santai, jangan gugup, lo harus berani," ucap Irham&lt;br /&gt;"berani? maksutnya?" tanya Jun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berani kaya cowo-cowo sebenarnya!," ucap Irham&lt;br /&gt;"cowo siapa?" tanya Jun begitu polos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham menghela nafasnya. Ia berpikir pantas saja Jun tidak pernah bisa mendapatkan Kyna. Jun sangat lemot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hhhhhh... cape gw, lemot amat," gumam Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari kejenakaan Jun dan Irham di sekolah, Kapten Aryo dan perwira Edo sedang berjalan menuju ruang tahanan Jack bertopeng sang ketua "Bomber" itu. Mereka ingin menginterogasi Jack untuk mendapatkan informasi tentang "ace" dan sang animus itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo berbicara dengan anggota polisi yang baru memeriksa keadaan Jack&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gimana keadaannya? semua aman?" tanya Kapten Aryo&lt;br /&gt;"aman kapten, ruangan bersih, Jack masih dalam keadaan yang baik," ucap polisi itu&lt;br /&gt;"baiklah kalo begitu, terimakasih," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota polisi itu berjalan meninggalkan Kapten Aryo. Ia tersenyum licik dan terlihat jahat. Ternyata ia adalah salah satu kaki tangan Kapten Ivan yang juga oknum dari "ace". Ia sebenarnya tahu ada bom di salah satu loker ruang tahanan Jack itu, namun karena ia salah satu oknum "ace", ia berbohong kepada Kapten Aryo dan mengatakan ruangan itu bersih dan aman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan perwira Edo masuk ke dalam ruang tahanan Jack bertopeng itu. Mereka melihat Jack terborgol di atas kursi dengan kepala yang menunduk kebawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan perwira Edo mendekatinya untuk segera menginterogasinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hey bangun! jangan pura-pura tidur!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari markas polisi itu, Alvo dan anggota "nighteyes" sedang melakukan ritual di tempat persembunyian mereka. Semua anggota "nighteyes" yang berjumlah 10 orang itu berkumpul dan membaca mantra bersama Alvo untuk membantu Jack meledakkan markas polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvo mengambil kuasnya dan mencelupkannya ke darah segar mendidih di wajan yang berada tepat di depannya. Ia mengoleskan kuas penuh darah panas itu keseluruh tubuhnya dan membentuk suatu simbol. Lalu Alvo mengambil sisa darah mendidih itu dan langsung meminumnya. Ia terlihat seperti kerasukan dan segera memantrai Jack bersama anggotanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wahai iblis penghuni neraka dan penguasa kegelapan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hembuskanlah sedikit kekuatanmu dan bantulah kami pengikutmu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Berikan kami para pembantumu ini perlindungan dari kebaikan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wahai iblis penghuni neraka dan penguasa kegelapan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Turunlah ke dunia sejenak, bawa pasukan-pasukanmu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bantulah kami para pengikut setiamu ini&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kami memanggilmu untuk meminta kekuatan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kekuatan untuk pendukungmu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pendukung kejahatan, kemunafikan dan kegelapan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Berikanlah kekuatanmu untuk pengikutmu yang begitu setia&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pengikutmu yang ingin melakukan kejahatan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pengikutmu yang bernama Jack&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Datanglah kegelepan, datanglah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca mantra itu bersama anggota "nighteyes". Alvo pun jatuh pingsan tak sadarkan diri, darah keluar dari seluruh lubang yang ada di tubuhnya. Itulah konsekuensi dari kekuatan mistis ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit di atas markas polisi mendadak gelap, udara yang berhembus pun terasa sangat dingin, suara bisikan berbunyi "Jack" terdengar samar dengan nada yang mengerikan. Suara bisikan iblis memenuhi markas polisi itu. Iblis yang datang atas panggilan Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang tahanan Jack itu, Kapten Aryo dan perwira Edo sedang menginterogasi Jack bertopeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya ulangi sekali lagi! dimana animus bersembunyi! cepat jawab!" ucap Kapten Aryo berteriak&lt;br /&gt;"gw gak tahu goblok," ucap Jack&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo memukul wajah Jack sampai topengnya terbuka, topeng itu terjatuh di lantai. Jack menengok ke arah Kapten Aryo. Mukanya rusak dan terlihat seram, ia tersenyum jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack tiba-tiba menghancurkan borgol yang mengunci tangannya di kursi itu. Ia menghancurkan borgol itu dengan mudah. Jack sudah dirasuki iblis yang dipanggil Alvo tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan perwira Edo kaget ketika Jack jadi begitu kuat, mereka mencoba menahan Jack namun mereka terlempar jauh dilempar oleh Jack yang telah dirasuki iblis itu. Kapten Aryo dan perwira Edo jatuh dan tak berdaya. Jack berjalan menuju loker tempat bom itu disembunyikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack membuka loker itu tanpa kunci, ia menghancurkan loker itu dengan kepalan tangannya dan mengambil satu set bom di dalamnya. Kekuatan iblis membantunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack mengaktifkan bom itu dan berjalan keluar dari ruang tahanan itu. Kapten Aryo dan perwira Edo sadar Jack baru mengambil sebuah bom, lalu mereka segera keluar dari ruangan itu. Di luar mereka melihat Jack berlari ke sebuah ruangan dengan membawa bom yang sudah aktif dan siap meledak dalam beberapa detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Edo menembakkan pistolnya ke arah Jack, namun kemampuan menembaknya yang hebat itu tiba-tiba hilang dan semua tembakkannya meleset. Perwira Edo pun heran dan tak percaya akan hal itu. Iblis utusan Alvo telah merasuki perwira Edo dan membuatnya tidak bisa menembak dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo tahu bahwa Jack ingin meledakkan markas polisi itu dengan bom yang dibawanya. Lalu Kapten Aryo menarik lengan perwira Edo untuk segera meninggalkan markas polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack berlari terus dengan bom aktif yang dibawanya, ia menuju ruang kantor polisi di bagian depan yang sangat ramai akan polisi yang sedang bekerja. Jack melihat bom yang dibawanya, ia melihat bom itu akan meledak dalam waktu kurang dari 10 detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah polisi menghalangi Jack yang menganggap Jack ingin kabur dari tahanan polisi. 3 orang polisi menahannya dan menjatuhkan Jack ke lantai. Para anggota polisi lain yang ada di ruang kantor itu melihat Jack yang ditahan oleh 3 orang polisi itu, lalu salah satu polisi yang menjatuhkannya berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan bergerak! tetap ditempat!" ucap polisi itu&lt;br /&gt;"dia membawa bom!" ucap salah satu polisi yang menjatuhkan Jack&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mati," ucap Jack&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom itu meledak dengan sangat keras, markas polisi yang besar itu hancur berkeping-keping, semua anggota polisi yang ada di dalam mati menjadi korban keganasan bom itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan perwira Edo yang sedang berlari tidak jauh dari markas polisi itu terlempar karena radiasi ledakkan yang begitu besar. Mereka selamat dari ledakkan itu karena sempat keluar dari markas polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila, ini gak mungkin," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"kapten, teman kita...," ucap perwira Edo lemas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pengeboman "Ace" pun berhasil dilaksanakan. Kapten Aryo dan perwira Edo terpukul berat karenanya. Semua teman-teman polisinya tewas karena ledakkan itu. Mereka tidak percaya dengan apa yang terjadi. Mereka telah dipermainkan oleh "Ace".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo berdiri setelah jatuh karena terlempar tadi, ia membersihkan baju polisinya yang kotor. Ia terlihat shock dan kelelahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa?! kenapa harus seperti ini?!" ucap Kapten Aryo penuh sesal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-8517975765807100154?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/8517975765807100154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/24-demons-hand.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/8517975765807100154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/8517975765807100154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/24-demons-hand.html' title='24. Demon&apos;s hand'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-7459179545824871833</id><published>2009-10-04T22:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T23:06:30.404-07:00</updated><title type='text'>23. The Ghost</title><content type='html'>Mobil polisi kapten Aryo berhenti di depan pabrik tua itu. Pabrik tua tempat Joy dan Ibu Irham berada. Irham, Kapten Aryo dan perwira Edo keluar dari dalam mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pabrik ini kan tempatnya kapten?" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"sepertinya begitu, pesan itu bilang, pabrik inilah tempat Ibu dan kakak Irham berada," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"ayo masuk kapten!" ucap Irham terlihat terburu-buru&lt;br /&gt;"tunggu dulu ham! jangan gegabah! kita harus tetap waspada, siapa tau ini jebakan!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham terdiam lalu mereka bertiga berjalan pelan dengan sangat hati-hati masuk ke pabrik itu. Kapten Aryo dan perwira Edo menyalakan senternya karena di dalam pabrik itu sangat gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"do, tetap waspada!" ucap Kapten Aryo smbil memegang pistol dan senternya&lt;br /&gt;"baik kapten!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrik tua itu terlihat sangat sepi. Pabrik itu sudah tidak terpakai lagi dan kosong. Irham, Kapten Aryo dan perwira Edo berjalan di dalam kegelapan pabrik kosong itu. Mereka terus mencari keberadaan Joy dan Ibu Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten ada sebuah ruangan di pojok itu!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"ayo kita periksa!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertiga mendekati ruangan itu lalu membuka pintu yang berdebu, kotor dan sudah sangat tua itu. Mereka masuk ke dalam ruangan kosong itu. Dua orang wanita yang tak sadarkan diri terlihat tergeletak berbaring di lantai ruangan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten! itu Mba Joy dan ibu saya!" ucap Irham yang langsung lari mendekati ibu dan kakaknya yang terbaring di lantai&lt;br /&gt;"ham tunggu!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Irham langsung mendekati ibu dan kakaknya itu dan melihat keadaannya. Joy dan ibu Irham pingsan tak sadarkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mba Joy bangun! bangun mba!" ucap Irham sambil menggoyang-goyangkan tubuh Joy&lt;br /&gt;"ham, ada dimana ini? apa yang terjadi?" ucap Joy&lt;br /&gt;"sudah mba tenang saja, mba sudah aman sekarang," ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joy dan ibu Irham pun dibawa ke mobil polisi Kapten Aryo dan mereka meninggalkan pabrik tua itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat lain, Sergi dan Vena sedang melakukan hubungan intim di kamar hotel malam itu. Mereka terlihat sangat semangat dan bernafsu. Mereka sudah sering melakukan ini padahal belum menikah. Setelah puas melampiaskan nafsunya, mereka pun melepas lelah di atas ranjang sambil berbicara ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku senang gi," ucap Vena memeluk Sergi yang tubuhnya tertutup selimut putih&lt;br /&gt;"aku hebat kan," ucap Sergi sambil membelai rambut panjang Vena&lt;br /&gt;"iya hebat, tapi..." ucap Vena&lt;br /&gt;"tapi apa?" tanya Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku takut gi," ucap Vena cemas&lt;br /&gt;"takut apa? hamil? kan tinggal digugurin, susah banget," ucap Sergi&lt;br /&gt;"bukan, bukan itu," ucap Vena&lt;br /&gt;"trus?" tanya Sergi&lt;br /&gt;"aku takut peramal itu benar, aku takut ramalan itu benar," ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu ini aneh banget, tadi kamu bilang peramal itu gila dan ramalannya asal, tapi sekarang kamu takut ramalannya benar," ucap Sergi&lt;br /&gt;"aku memikirkan ramalan itu dari tadi, aku cuma takut kita berpisah gi," ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ramalan murahan gitu aja percaya, udah lah jangan takut, masa gitu aja kamu percaya, kita gak akan pisah, kita akan selalu bersama dan menikah nanti," ucap Sergi&lt;br /&gt;"aku takut gi, aku gak mau pisah sama kamu, aku sayang banget sama kamu," ucap Vena&lt;br /&gt;"tenang, kita gak akan pisah, aku juga sayang kamu," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan pernah tinggalin aku ya," ucap Vena&lt;br /&gt;"iya aku janji," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di markas polisi. Kapten Ivan sedang berjalan sendiri menuju sebuah ruangan. Ia terlihat mencurigakan. Ia berjalan tenang dan berhenti di depan sebuah ruangan. Ia membuka pintu itu dan masuk ke dalam ruangan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ruangan itu, Kapten Ivan menyalakan lampu ruangan itu. Lampu pun hidup satu per satu. Terangnya lampu memperjelas sesosok orang yang sedang terborgol di tempat duduk khusus tahanan itu. Ia adalah Jack sang ketua geng "Bomber"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jack, ini barang-barang yang dibutuhin, saya taro di loker ini ya, kunci loker saya taro di bawah kasur," ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;"semua perlengkapan? semua peledak yang dibutuhin kan?" tanya Jack bertopeng itu&lt;br /&gt;"iya, semuanya, tadi anak buah kamu yang kasih saya, mereka bilang, semuanya sudah disitu," ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;"bagus, rencana kita untuk meledakkan markas polisi ini akan terwujud!" ucap Jack dengan suara beratnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya, rencana ini harus segera dilaksanakan agar para polisi lain terutama Kapten Aryo tidak tahu," ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;"tenang aja, besok markas polisi ini udah tinggal debu!" ucap Jack sangat jahat&lt;br /&gt;"ok, semua harus sesuai rencana, jangan sampai ada yang salah," ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;"tenang aja, yang penting lo lindungi gw dari si Aryo itu," ucap Jack&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan memang sengaja menangkap Jack pada saat kerusuhan geng itu. Ia adalah mata-mata "Ace" dari oknum polisi. Ia mendapat bayaran yang cukup banyak dari "Ace" untuk melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. "Ace" menyuruhnya menangkap Jack untuk meledakkan markas polisi itu. Semua polisi di markas itu tidak tahu rencana jahat itu. Mereka hanya berpikir Jack adalah tahanan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan pun tersenyum licik dan segera pergi dari ruangan itu, Ia keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju suatu tempat untuk bertemu seseorang. Seorang polisi yang berjaga malam menegurnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"malam Kapten, masih berada di kantor malam-malam gini? tidak pulang?" ucap polisi itu&lt;br /&gt;"kerjaan banyak, biasalah sibuk kan, ini saya mau pulang," ucap kapten Ivan&lt;br /&gt;"oh begitu, hati-hati di jalan Kapten," ucap polisi itu&lt;br /&gt;"yayaya, sudah kerja saja yang benar," ucap Kapten Ivan meninggalkan polisi itu dan keluar dari markas polisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan menyalakan mobilnya yang parkir di parkiran depan markas polisi. Ia mengendarai mobilnya keluar dari markas itu dan menuju suatu tempat untuk menemui seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama ia sampai di sebuah jalan sepi. Sebuah mobil Van yang ada di pinggir jalan itu mengedipkan lampu dim nya untuk memberikan tanda kepada Kapten Ivan. Kapten Ivan mengendarai mobilnya dan mendekati mobil Van itu. Lalu ia memasukkan kendaraanya ke dalam garasi mobil di depan mobil Van itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan keluar dari mobilnya yang terparkir di dalam garasi mobil milik geng itu. Ia masuk ke dalam mobil Van. Lalu mobil Van itu pun pergi menuju ke suatu tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam mobil Van&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten, rencana ngebom markas polisi gimana?" ucap Felix&lt;br /&gt;"udah beres, besok tinggal eksekusi aja," ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;"mampus tuh si Aryo brengsek itu!" ucap Felix kesal&lt;br /&gt;"kenapa kamu begitu kesal dengan Aryo?" tanya Kapten Ivan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mereka lolos pada saat pengejaran tadi! anak buah gw mati juga gara-gara ngejar mereka! bangsat!" ucap Felix&lt;br /&gt;"loh, kan sudah saya beri tahu kalo mereka sedang menuju pabrik tua di Jakarta Utara itu ,trus kalian sudah mencegatnya di sekitar jalan kelapa gading?" ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalo itu memang sudah berhasil, tapi kita gak bisa nangkep dia! mereka lolos!" ucap Felix&lt;br /&gt;"tenang saja, di pertemuan geng nanti kita akan membicarakan teror besar! si Aryo cunguk itu bakalan pusing karena teror ini!" ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"iya, kita harus cepat ke pertemuan itu, sudah hampir telat ini," ucap Felix&lt;br /&gt;"tapi ngomong-ngomong, bayaran saya mana? komisi dong!" ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;"nih, langsung dari boss Arthur! hahaha!" ucap Felix sambil memberikan amplop coklat yang berisi uang seratus ribuan yang banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan melihat amplop coklat itu, ia menghitung uang di dalamnya, ia terlihat sangat haus akan uang dan kekayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cukup kan?" tanya Felix&lt;br /&gt;"mantap!" ucap Kapten Ivan puas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kapten Ivan yang terlihat profesional sebagai seorang polisi dan disegani banyak anggota polisi ternyata adalah mata-mata dari para geng kejam itu. Ia dibayar untuk menjadi oknum polisi yang mem"backing" "ace" agar dapat melakukan aksi terornya. Kapten Ivan sangat licik dan hanya memikirkan uang dan kekayaan &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;Karin sedang berdiri sendiri di balkon rumah kakeknya yang merupakan tempat persembunyian para animus itu. Karin sedang melihat bulan yang bulat penuh dan terang. Bulan itu sangat indah menerangi gelapnya malam. Karin sedang termenung sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rin cepat masuk, pertemuan akan segera di mulai di ruangan bawah tanah," ucap Bimo&lt;br /&gt;"iya, aku segera kesana," ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimo meninggalkan Karin sendiri di balkon itu. Karin berjalan pelan menuju ruang bawah tanah, namun ia memegangi kepalanya. Ia terlihat kesakitan sambil memegang kepalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang bawah tanah rumah kakek Karin, para ketua geng telah berkumpul bersama beberapa anak buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mana sih Arthur sama Bimo lama amat," ucap Theo sambil memainkan pisaunya&lt;br /&gt;"santai aja kali eo, lo gak pernah santai deh," ucap Alvo sang ketua "nighteyes"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gimana mau santai, janjinya jam 12 malam kan, kaya biasa, ini udah lewat! males gw nunggu! si Felix kunyuk mana lagi? telat mulu tuh anak" ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"santai, santai, kaya gw nih," ucap Alvo sambil melukis-lukis wajahnya&lt;br /&gt;"dasar dukun gila lo! kerjaan lo gambar-gambar di badan lo mulu, sakit lo," ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"santai, ini ritual bro," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur, Bimo dan Karin berjalan menuju perpustakaan kecil di bagian sudut rumah kakek Karin, lalu ia mendekati sebuah lemari buku dan menarik sebuah buku yang merupakan tuas untuk menggeser lemari besar itu. Mereka bertiga masuk ke ruangan rahasia di balik lemari buku itu dan menuruni tangga menuju ruang rahasia bawah tanah. Tak lama mereka pun sampai di ruang pertemuan para geng itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudah lama kita gak kumpul kaya gini," ucap Arthur kepada Alvo dan Theo yang sedang duduk&lt;br /&gt;"lama lo!" ucap Theo&lt;br /&gt;"kemana aja Arth? eh wajah lo mau gw lukis ga?" ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ntar aja vo, masih ada yang lebih penting dari itu," ucap Arthur&lt;br /&gt;"canggih!, adek lo makin cakep aja mo," ucap Alvo ketika melihat Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hai vo," ucap Karin melambaikan tangannya&lt;br /&gt;"hai, mau ini gak, ini permen enak loh," ucap Alvo sambil memberikan permen kepada Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan diambil rin, itu udah dikasih ramuan biar lo suka sama dia, dukun gila dia kan!" ucap Theo sinis&lt;br /&gt;"santai, santai, ini permen biasa ko," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"udah, udah, si Arthur ngamuk tar, oiya eo, mana si Joy sama ibunya Irham, katanya lo mau bawa kesini? mana sekarang?" tanya Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh, anu... anu... mo, tadi... ada polisi yg ngejar mobil gw... trus si Joy sama ibunya dibawa dari mobil gw, gw sama "strijders" kabur tadi... untung gw selamat mo, kalo gak gw ketangkep sama polisi itu," ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"payah lo ah, bonus lo ga gw kasih kalo gitu," ucap Bimo&lt;br /&gt;"yah sori deh mo," ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mau dimulai gak nih?" tanya Arthur&lt;br /&gt;"jadi apa yang mau dibicarain nih?" tanya Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita akan melakukan teror dalam 2 grup berbeda," ucap Arthur&lt;br /&gt;"maksut lo?" ucap Alvo&lt;br /&gt;"goblok amat si lo dukun! dengerin dulu makanya!" ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"2 grup ini akan menyerang bank yang berbeda di hari yang berbeda," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi kita mau nyuri uang di bank?" tanya Theo&lt;br /&gt;"tepat," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi kalo gw pikir-pikir, orang kita kurang nih, anggota "Strijder" sama "Bomber" udah berkurang banyak, lagian ini misi yang susah," ucap Alvo&lt;br /&gt;"tenang semuanya udah diatur, Felix udah bawa geng baru buat kita," ucap Arthur&lt;br /&gt;"trus si Felix mana?" tanya Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Felix bersama Kapten Ivan tiba-tiba masuk ke ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sori gw telat," ucap Felix&lt;br /&gt;"santai aja bro," ucap Alvo&lt;br /&gt;"telat mulu dari dulu lo!" ucap Theo&lt;br /&gt;"tapi gw udah bawa 1 geng baru nih yang gabung sama kita, geng ini kuat dan mengerikan," ucap Felix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halah, banyak bacot, paling orang-orang aneh kaya "nighteyes" lagi, pas dulu lo bawa mereka gabung," ucap Theo&lt;br /&gt;"aneh, hmm... gitu ya, jadi gw aneh ya," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Felix memanggil ketua geng yang baru bergabung dengan "ace" itu. Lalu sesosok orang masuk ke dalam ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesosok orang berjubah gelap hitam dengan wajah tertutup kain gelap muncul dari balik pintu. Orang ini terlihat sangat misterius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gila, bener kan gw bilang, ga jauh anehnya sama "nighteyes" dulu," ucap Theo&lt;br /&gt;"kalo ini gw kenal," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ketua geng baru ini berjalan mendekat, lalu ia berbicara kepada Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa kabar dik," ucap sang ketua geng baru itu&lt;br /&gt;"jadi lo gabung juga sama "Ace" sekarang? kemana aja lo? udah 3 taun kita gak ketemu," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw belajar ilmu hitam baru," ucap kakak Alvo yang wajahnya tertutup kain gelap dan terlihat samar&lt;br /&gt;"jadi sekarang lo udah bisa ilmu abadi itu? gokil lo, gw gak pernah bisa itu" ucap Alvo&lt;br /&gt;"sekarang gw udah abadi vo, ga ada yang bisa ngalahin gw," ucap Kakak Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kakak Alvo memperkenalkan diri, ternyata ia bernama Leonard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"abadi gimana maksut lo vo?" tanya Theo penasaran&lt;br /&gt;"ilmu dia lebih hebat dari gw, gw gak pernah bisa belajar ilmu abadi itu," ucap Alvo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"emang kakak lo ini punya ilmu apa? abadi apa maksutnya?" tanya Theo&lt;br /&gt;"abadi, gak bisa mati, ngerti?" ucap Alvo&lt;br /&gt;"apa lo bilang?" gak bisa mati?" ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya, mereka gak bisa mati, tapi ada satu hal yang bisa membunuh mereka, itu sangat rahasia, ilmu abadi ini sangat berbahaya dan sangat sulit untuk dipelajari, gw pun gak bisa," ucap Alvo yang mendadak serius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ace" sekarang sudah semakin kuat, kita gak perlu takut siapa-siapa lagi, perkenalkan anggota baru kita, Leonard the ghost," ucap Arthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The ghost" geng baru "Ace" yang tak bisa mati. Mereka seperti hantu yang selalu menghilang dan tak tersentuh. Terkadang mereka bisa tak terlihat, tak terjamah, tak berwujud seperti angin. Kehadirannya sangat membawa petaka, mereka seperti utusan dari neraka yang ingin merusak kebaikan di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The ghost julukan untuk orang-orang ini dipimpin oleh Leonard. "The ghost" yang berjumlah 4 orang ini memiliki kekuatan mistis yang berbeda-beda. 3 orang "ghost" yang lain belum muncul namun akan segera menampakkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;"rencana kita untuk mencuri uang dari bank akan terwujud! kita akan kaya!" ucap Arthur sambil tertawa sangat licik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"udah lama gw pengen gabung dengan "ace" yang terkenal itu, yang udah terbentuk sangat lama dan terkenal kejam, "Ace" yang dibentuk oleh sang keluarga pembunuh legendaris itu! yang sekarang diketuai oleh sang anak pembunuh legendaris itu!" ucap Leonard&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"jangan ingetin keluarga gw yang udah pada mati, itu masa lalu, sekarang gw yang berkuasa, gw yang mewariskan tahta "ace" ini, dan sekarang dengan hadirnya "ghost", kita akan semakin kuat! semakin tak terkalahkan! kita akan menghancurkan semua!" ucap Arthur sangat jahat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Ace" telah membentuk dirinya menjadi lebih mengerikan, rencananya untuk mencuri uang di bank akan segera dilaksanakan. Markas polisi Kapten Aryo pun dalam bahaya karena akan diledakkan oleh Jack sang ketua "Bomber" itu. Leonard the ghost pun bergabung dengan "ace". Leonard adalah penjahat kelas kakap sahabat lama Arthur dan kakak dari Alvo yang memiliki kemampuan mistis yang mengerikan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Petir bergemuruh kencang di tempat para geng berkumpul itu. Langit seakan menunjukkan kekuatan "Ace" yang mengerikan. Suara gemuruh mengerikan itu menandakkan kengerian dari "Ace". Malam itu langit terlihat mendung, bintang pun bersembunyi seperti takut akan kengerian "ace" itu. Petir terus menyambar membentuk kilat yang terang seperti membelah langit malam. Aura kegelapan "ace" tak akan pernah berakhir&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-7459179545824871833?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/7459179545824871833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/23-ghost.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/7459179545824871833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/7459179545824871833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/10/23-ghost.html' title='23. The Ghost'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-8877410164000530062</id><published>2009-09-27T02:00:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T01:45:11.835-07:00</updated><title type='text'>22. Death Couple</title><content type='html'>Hari sudah gelap di markas polisi Jakarta Timur itu. Sebuah mobil polisi menghampiri Irham yang berdiri di depan markas polisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ham cepat masuk, kita harus bergerak cepat!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"baik kapten!" Ucap Irham sambil bergegas masuk ke dalam mobil sedan polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan Kapten Aryo, Perwira Edo dan Irham berbincang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dimana ibu dan kakak saya kapten?" ucap Irham sangat antusias&lt;br /&gt;"mereka diculik geng "strijders" pada saat penyerangan ke Jalan Merdeka tadi sore," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"sial, aku baru membaca sms mereka tadi, kenapa aku lupa bawa handphone tadi! sial!" ucap Irham kesal&lt;br /&gt;"tenanglah ham, kami sudah mengetahui dimana mereka," ucap perwira Edo yang duduk di kursi depan sebelah Kapten Aryo yang sedang menyetir&lt;br /&gt;"bagaimana bisa?" tanya Irham bingung&lt;br /&gt;"lagi-lagi sms misterius itu yang memberitahukan keberadaan kakak dan ibumu," ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"tapi bukankah mereka dibawa ke markas geng "strijders" itu?" tanya Irham&lt;br /&gt;"tidak, sms misterius itu bilang, mereka berada di pabrik kosong di daerah Jakarta Utara," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana kalo itu hanya tipuan kapten?" ucap Irham&lt;br /&gt;"lalu kita harus cari kemana lagi? markas "Strijders" saja kita tidak tahu, kita berharap saja semoga sms itu benar" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"yah semoga begitu," ucap Irham pelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, geng "Andromeda" dan beberapa anggota "bomber" mengendarai mobil untuk mengejar sesuatu, mereka terlihat liar. Mobil mereka berjumlah 3 buah yang di dalam masing-masingnya terdapat anggota "Andromeda" dan "Bomber".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mampus lo sekarang ham! lo dan polisi cecunguk itu bakal mampus malam ini! semua bersiap ambil senjata masing-masing!" ucap Felix sang pemimpin "Andromeda" di dalam mobil memberi isyarat untuk menyerang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota geng itu mempersiapkan diri. Mereka mengisi senjatanya dengan peluru-peluru, menyiapkan peledak-peledak dan bersiap untuk menyerang mobil Kapten Aryo yang jaraknya sudah lumayan dekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo yang sedang menyetir melihat ke kaca spion mobil sebelah kanannya, ia curiga dengan 3 mobil yang mengikutinya di belakang. Mobil itu terlihat ugal-ugalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"do, mobil di belakang terlihat mencurigakan," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"ah masa kapten," ucap perwira Edo sambil menengok kebelakang&lt;br /&gt;"orang di dalam mobil itu ingin menembak kita!!" ucap Irham keras setelah melihat 3 mobil mencurigakan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetan senapan mesin menghujani mobil polisi Kapten Aryo, para geng itu terus menembaki mobil Kapten Aryo yang berada tidak jauh di depannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gawat! do tembak balik! tembak balik!! cepat!!" ucap kapten Aryo panik&lt;br /&gt;"brengsek! mereka anak-anak geng, ham berlindung di balik tempat duduk!!" ucap perwira Edo sambil mengambil pistolnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwida Edo menembak ke salah satu mobil para geng itu, satu tembakannya tepat mengenai salah satu anggota geng "andromeda". Para polisi yang sudah terlatih ini memang lebih mahir dalam menembak di banding para anak-anak geng itu. 1 peluru untuk polisi sama dengan 50 peluru bagi para anak geng untuk tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsat! Sejoy ketembak!!" ucap Ken salah satu anggota "Andromeda"&lt;br /&gt;"gimana keadaannya?!!" ucap Felix keras&lt;br /&gt;"tewas bro! kita kehilangan se...aaaaaaaaaahkkk"&lt;br /&gt;"ken!!!" Felix berteriak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tembakan perwira Edo kembali menjatuhkan satu korban, Ken, anggota "Andromeda" itu tertembak di dadanya dan langsung tewas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsat! biar gw yang turun tangan!!" ucap Felix kesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Felix mengeluarkan setengah tubuhnya ke luar jendela mobil, ia menembakkan senapan mesinnya dengan penuh nafsu karena kesal teman-temannya terbunuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bangsaaaaaaat!!!!!!!! matiiiiiiiii loooooooooo!!!!!" Felix berteriak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Edo melindungi dirinya dan Kapten Aryo terus berusaha lari dan menjauh dari kejaran 3 mobil geng kejam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapten lewat jalan sini aja, belok disini agar tidak terjebak macet!!" ucap Irham&lt;br /&gt;"baiklah!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu mobil geng yang penuh dengan anggota "Bomber" itu mendekati mobil polisi Kapten Aryo, mereka menghunuskan senjata "custom" buatan mereka sendiri dari dalam mobil. Senjata itu mereka buat khusus untuk melontarkan peledak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapten menghindar!!" ucap perwira Edo keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil polisi kapten Aryo hampir tertembak oleh geng "bomber" tadi, peledak yang terlontar itu mengenai mobil lain yang berada di jalur berlawanan. Mobil itu pun terguling hilang kendali dan terbakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hampir aja!!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"kalo gini terus kita gak bakal bisa lolos! bagaimana ini!!?" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"semua pegangan!!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo mengarahkan mobilnya untuk melewati jalur yang berlawanan, ia nekat melakukan itu untuk lolos dari para geng kejam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"do tembak ban mobilnya!!" Ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwira Edo mengeluarkan kepala dan tangannya dari jendela mobil, Ia membidik baik-baik ban mobil geng itu, matanya sangat fokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu peluru menembus dan merusak ban mobil geng itu. Mobil itu kehilangan kendali dan menabrak mobil lain yang berlawanan arah dengannya. Satu mobil geng telah berhasil dilumpuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagus! satu jatuh!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"bagus do!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"tapi masih ada dua lagi!" ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo membelokkan mobilnya keluar dari jalan itu, ia melajukan mobilnya dengan cepat menuju perempatan di depannya. Dua mobil geng yang masih tersisa mengejarnya, mereka seperti adu balap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lebih cepet lagi goblok!" ucap Felix kesal&lt;br /&gt;"sabar dong! lo kira ini mobil batman!" ucap anggota "andromeda" itu&lt;br /&gt;"haaaalaaah!!" ucap Felix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah truk kontainer besar melaju tidak begitu cepat dari jalan sebelah kiri di perempatan itu. Mobil Kapten Aryo yang melaju cepat sudah berada tidak jauh dari truk kontainer itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapteeeeeeen!!!" ucap Irham&lt;br /&gt;"tenang!! pasti sempat!!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil polisi Kapten Aryo itu melewati truk kontainer besar itu. Sedetik saja terlambat, Kapten Aryo tidak akan berhasil. Supir truk kontainer itu kaget dan menghentikan mobilnya secara mendadak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu mobil geng itu tidak sempat menghentikan mobilnya. Mereka tertabrak truk itu, mobil itu hancur dan semua orang di dalamnya tewas seketika. Felix dan anggotanya yang tersisa berhasil menghentikan mobilnya sebelum menabrak truk kontainer itu namun mereka kehilangan jejak Kapten Aryo dan Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Felix keluar dari mobilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sial kita kehilangan jejak," ucap Felix&lt;br /&gt;"terus kita kemana nih bos?!" ucap salah satu anggota "andromeda" itu&lt;br /&gt;"cabut! balik ke markas!" ucap Felix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil polisi Kapten Aryo yang sudah agak hancur tertembak itu melaju cepat menuju pabrik kosong di daerah Jakarta Utara. Kapten Aryo, perwira Edo dan Irham berhasil lolos dari para geng kejam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"fiuuuh, kita lolos," ucap perwira Edo menghela nafasnya&lt;br /&gt;"do, tembakan yang bagus tadi," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"terimakasih kapten, gaya menyetir yang bagus tadi! tapi itu gila kapten!!" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"kalo ga gitu, kita sudah mati sekarang," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham terlihat tegang duduk sendiri di belakang mobil, ia sangat ketakutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"untung kita selamat," ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari ketegangan Kapten Aryo dan Irham, malam itu Sergi dan Vena sedang jalan di bawah lampu-lampu indah jalanan yang menghiasi gelapnya malam. Mereka terlihat mesra dan saling menyayangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"indahnya malam ini ya gi," ucap Vena&lt;br /&gt;"gak seindah cinta kita kan," ucap Sergi tersenyum&lt;br /&gt;"mulai gombal deh," ucap Vena menggoda Sergi sambil mencubit badan Sergi&lt;br /&gt;"aww sakit tau, kamu mau ga?" ucap Sergi sambil menawarkan es krim yang ia makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena mengambil es krim itu lalu memakannya sedikit dan memberikannya lagi ke Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu janji ga bakal ninggalin aku?" ucap Vena&lt;br /&gt;"janji, aku janji ven," ucap Sergi tersenyum&lt;br /&gt;"mana tangannya?" ucap Vena memberikan kelingkingnya&lt;br /&gt;"iya nih," ucap Sergi memberikan kelingkingnya&lt;br /&gt;"nah gitu dong," ucap Vena tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi pun tersenyum dan memegang kepala Vena yang lebih pendek darinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh gi, ada tempat ramal cinta dan kehidupan tuh, kita kesana yuk," ucap Vena menunjuk sebuah tempat ramalan di pinggir jalan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena menarik tangan Sergi dan mengajaknya ke tempat ramalan itu. Mereka pun masuk ke dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mana peramalnya ya," tanya Vena&lt;br /&gt;"iya sepi banget," ucap Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seorang wanita agak tua yang terlihat mistis keluar dari balik tirai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pasangan serasi," ucap peramal wanita itu&lt;br /&gt;"kami kesini ingin diramal tentang cinta dan kehidupan kami kedepan," ucap Vena&lt;br /&gt;"baiklah, siapa yang ingin diramal terlebih dahulu?" tanya peramal itu&lt;br /&gt;"cowo saya," ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baiklah, berikan tanganmu nak," ucap peramal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi memberikan tangannya, lalu peramal itu melakukan ritualnya, Ia seperti membaca suatu mantra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa ini?" ucap peramal itu&lt;br /&gt;"bagaimana? kita bisa nikah kan?" ucap Vena&lt;br /&gt;"tidak mungkin nak," ucap peramal itu&lt;br /&gt;"apa maksutnya tidak mungkin?" tanya Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya tidak mungkin, seseorang yang sangat jahat akan mencelakainya, ia akan mati," ucap peramal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi dan Vena terdiam, mereka tidak percaya dengan apa yang diucapkan peramal wanita itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak mungkin, kalo gitu coba ramal saya!" ucap Vena penasaran&lt;br /&gt;"baiklah," ucap peramal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peramal itu menyuruh Vena memasukkan tangannya ke air baskom di atas meja itu. Lalu peramal itu memantrainya, ia melakukan ritualnya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba air itu menghitam perlahan, peramal itu pun kaget. "coba kamu ambil kartu itu,"ucap peramal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena pun mengambil satu kartu dari tumpukan kartu yang ada di meja itu lalu memberikannya ke peramal itu, peramal itu kaget ketika melihat kartu itu, tangannya gemetar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalian berdua berhati-hatilah, malaikat kematian sudah dekat untuk menjemput kalian," ucap peramal itu&lt;br /&gt;"peramal gila!" ucap Vena sambil menggebrak meja lalu mengajak Sergi pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena dan Sergi pun pergi tanpa membayar peramal itu sedikit pun, Vena sangat kesal karena keinginan ramalan yang ia inginkan tidak terwujud. Ia ingin ramalan itu indah dan romantis, ia ingin menikah dan hidup bahagia dengan Sergi namun peramal itu hanya meramalkan tentang kematian untuk mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena dan Sergi keluar dari pintu tempat peramal itu. Mereka tidak tahu bahwa telah diramal oleh peramal terkenal yang ramalannya sangat tepat dan jarang meleset, peramal ini memang tidak ingin dibayar, ia hanya ingin membantu kehidupan orang-orang yang memang ingin diramalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peramal itu terdiam, "kasihan mereka, hidupnya akan segera berakhir" gumam peramal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia melihat kartu yang diambil Vena tadi. Kartu itu bertuliskan &lt;em&gt;"Death" &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-8877410164000530062?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/8877410164000530062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/09/death-couple.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/8877410164000530062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/8877410164000530062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/09/death-couple.html' title='22. Death Couple'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-3389694398983664416</id><published>2009-09-25T00:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T00:48:41.185-07:00</updated><title type='text'>21. Abduction</title><content type='html'>Jalan Merdeka siang itu begitu mencekam, Ratusan geng bawahan "Ace" melakukan pengrusakan fasilitas-fasilitas umum di sekitar jalan, mencoret-coret dinding, menganiyaya pejalan kaki dan merusak berbagai bangunan-bangunan disekitar jalan itu. Jack sang ketua "Bomber" bersama anggotanya menyiapkan bom molotov untuk membakar sebuah halte bis di pinggir jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota "Bomber" ini menggunakan topeng hitam yang menutupi wajah mereka, mereka dijuluki "Bomber" karena ciri khas mereka yang selalu menggunakan peledak kecil hingga sedang dalam melakukan aksinya. Anggota mereka adalah para kriminal-kriminal tingkat sedang, residivis, narapidana, dan ahli peledak. Sudah sangat lama geng "Bomber" ini diburu polisi, namun karena jumlah anggotanya yang berubah-ubah dan tak beraturan, membuat polisi sulit untuk memberantas geng ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota geng "Bomber" itu menyalakan api bom molotov mereka, lalu melemparkannya ke halte bis, sarana telpon umum, jalanan, dan fasilitas umum lainnya di sekitar jalan merdeka itu. Semua jalan raya itu dipenuhi api karena terbakar oleh bom molotov itu, kendaraan dari jalan lain yang ingin ke arah jalan merdeka itu mengurungkan niatnya untuk melewati jalan itu dan segera berhenti dan mencari jalan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mobil berhenti dipinggiran jalan itu, mobil itu dikerumuni oleh beberapa anggota "Strijders". Mobil itu adalah mobil Joy dan ibu Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo ham! kamu dimana?! cepat telepon kapten Aryo!! mbak terjebak di jalan merdeka!! sedang ada serangan geng disini!! cepat segera kesini ham!!" ucap Joy menelpon Irham dengan sangat panik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata tidak ada jawaban dari Irham, handphoneya mati, dan hanya nada penjawab saja yang bersuara. Irham lupa membawa handphonenya ketika pergi ke sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gimana Joy? Irham bicara apa?" ucap ibu Irham&lt;br /&gt;"gak ada jawaban mah, hpnya mati," ucap Joy kecewa&lt;br /&gt;"aduh gimana ini nak!" ucap ibu Irham panik&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Para geng "Strijders" itu berhasil memecahkan kaca mobil Joy dan membuka pintu mobil itu. Joy dan ibunya dipaksa keluar. Semua barang-barang berharga Joy dan ibunya diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan, saya mohon jangan handphone saya! itu baru dibeli kemarin!" ucap Joy memohon&lt;br /&gt;"aah, bacot!" ucap anggota "Strijders" itu sambil mengambil barang-barang berharga Joy&lt;/p&gt;Para anggota "strijders" ini memakai jaket yang sama, jaket berbahan kain tebal berwarna biru tua, dan dibelakangnya bertuliskan "The migthy Strijders" dengan lambang kepala serigala hitam yang bertaring tajam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joy dan ibunya pingsan karena dipukul dan dianiyaya oleh para geng "strijders" ini, lalu Theo sang ketua Strijders menghampiri para anggotanya yang sedang menganiyaya Joy dan ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini sepertinya kakak Irham dan ibunya," ucap Theo&lt;br /&gt;"darimana lo tau eo?" ucap salah satu anggota Strijders&lt;br /&gt;"waktu gw ngobrol sama Bimo dan Arthur, mereka ngasih tau gw foto orang-orang ini, dan gw inget banget kalo ini kakak dan ibu Irham," ucap Theo yakin&lt;br /&gt;"terus mau kita apain nih?" tanya anggota Strijders itu&lt;br /&gt;"bawa ke Bimo, pasti dia bakal seneng! dia bakal kasih imbalan ke kita!" ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok!" ucap anggota strijders itu&lt;br /&gt;Anggota strijders itu segera mengisyaratkan temannya yang lain untuk segera menghubungi markas untuk membawa mobil ke jalan merdeka itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para polisi yang baru berdatangan langsung berjibaku dengan para geng kejam itu, mereka saling kejar mengejar satu sama lain. Para anggota geng itu berlari masuk ke gang sempit untuk kabur dari kejaran polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hey! jangan kabur! berhenti!" ucap salah satu polisi sambil menembakkan pistol ke atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa anggota "Strijders" terlihat sangat ketakutan dan berlari dari kejaran polisi di gang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berhenti! atau saya tembak!" ucap polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan polisi itu tidak dipedulikan oleh anggota "strijders" itu, dan akhirnya satu diantara mereka pun tertembak mati. Suara tembakan yang melengking tajam membuat takut para anggota "strijders" yang kabur di gang itu, mereka melihat temannya yang telah tewas lalu meninggalkannya dengan terburu-buru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hiii, kabur! kabur! gw ga mau mati kaya dia!" ucap salah satu anggota "strijders" itu sambil berlari dengan cepat bersama temannya yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi itu terus menembak kearah anggota "strijders" yang berlarian di gang itu, ia menembak berulang-ulang. Kejelian dan pengalaman polisi ini dalam menembak membuahkan hasil, satu lagi anggota "strijders" pun tertembak di bagian punggung dan langsung tewas di tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaaaaaa!!!" suara rintihan seorang anggota "strijders" yang menahan sakit karena tertembak di bagian punggungnya terdengar pilu. Ia pun jatuh dan tewas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi yang baru saja menembak mati anggota "strijders" itu mendekati tubuh anggota "strijders" yang tergeletak itu, ia memegang leher dan tangan anggota geng yang tertembak itu untuk memeriksa keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudah tak bernyawa," ucap polisi itu&lt;br /&gt;"tim zeta masuk, tim zeta masuk, 2 anggota "strijders" roboh, kami butuh bant..... aaaaaaaah!" tiba-tiba polisi itu meraung kesakitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theo menyayat leher polisi itu dari belakang secara tiba-tiba, polisi itu pun tewas seketika, Theo melihat mayat polisi itu lalu ia berlari ketika sekumpulan anggota polisi melihatnya. Theo kabur ke dalam gang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain jalan merdeka itu, para anggota "strijders" yang lain sedang bertarung dengan para anggota polisi, mereka saling mengalahkan satu sama lain. Para polisi itu mulai kewalahan karena ketangguhan geng "strijders" ini yang terkenal jago dalam pertarungan "combat fight"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"makan nih!" ucap anggota "Strijders" itu sambil mengayunkan tendangan kaki kanannya ke arah wajah polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anggota polisi itu terkena telak di bagian wajahnya dan terjatuh, ia menyeka luka di bibirnya dan langsung bangkit untuk menyerang balik, namun satu tendangan keras ke bagian perut polisi itu membuatnya mual dan tak berdaya. Anggota "Strijders" itu langsung menyayat leher polisi itu dengan pisaunya dan polisi itu pun tewas terjatuh di tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"cih! sampah!" ucap anggota "strijders" itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAR! DAR! DAR!&lt;br /&gt;Suara tembakan berulang itu menewaskan anggota "Strijders" yang baru saja membunuh anggota polisi tadi. Ia tertembak langsung di bagian kepala oleh para penembak jitu yang bersembunyi di atas bangunan-bangunan sekitar dan tempat-tempat yang tersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"satu lagi anggota "Strijders" jatuh!" ucap polisi penembak jitu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tembakan polisi ada dimana-mana terdengar begitu jelas, suasana di jalanan itu begitu mencekam dan menakutkan, para anggota polisi menutup jalanan merdeka itu untuk menjauhkan para penduduk sipil yang tak berdosa dari pertempuran berdarah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di gang yang sepi, Theo dan seorang anggotanya sedang melakukan perbincangan sambil bersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw takut eo! gw takut! temen kita mati semua! mati eo! mati!!" ucap anggota "Strijders" itu sambil menggoyang-goyangkan Theo yang terdiam&lt;br /&gt;"lo takut!? kita ini Strijders! kita ini kuat! kita pasti bisa selamat dari sini! yang penting lo jangan jauh-jauh dari gw!" ucap Theo keras sambil mengintip dari balik tembok gang&lt;br /&gt;"tapi eo! semua teman kita mati! kita pasti juga mati, polisi itu memburu kita! gw ga mau mati!" ucap anggota "Strijders" itu sambil menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theo memukul anggotanya itu, ia memukul dengan sangat keras. Theo tidak suka dengan orang lemah seperti itu karena "Strijders" bukan seperti itu. "Strijders" itu kuat seperti serigala malam yang memburu mangsanya dengan cepat dan tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"banci! kita ini Strijders! sang serigala malam!" ucap Theo sangat kesal&lt;br /&gt;"jangan tinggalin gw eo! plis jangan tinggalin gw! gw masih mau hidup!" ucap anggota "Strijders" itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semua sudah terlambat, satu tembakan terarah dari penembak jitu di atas bangunan itu melukai dada anggota "Strijders" itu. Ia pun terjatuh dan sekarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lo gapapa gi?" ucap Theo sambil memegang tangan temannya yang sedang sekarat terbaring tak berdaya di tanah karena tertembak di bagian dadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gw.... min...ta... maaf. gw..... ga......bisa bantu lo...... lagi, gw selalu bangga...... jadi "strijders". Jangan mati," Ucap Agi anggota "Strijders" yang sekarat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agi pun tewas setelah berbicara singkat, Theo menutup mata temannya yang tewas itu. Ia mengambil kalung dan pisau khusus tanda keanggotaan "Strijders", lalu menutup wajah dan tubuh Agi dengan jaket "strijders" milik Agi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sori gi, gw gak bisa bantu lo, tapi kematian lo akan selalu gw ingat," ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Theo pun pergi menuju sebuah jalan untuk menemui rekan "strijders" yang telah menunggunya di mobil untuk kembali ke markas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan merdeka sore itu sudah sangat berantakan, api ada dimana-mana, korban-korban dari pihak polisi dan geng yang berjatuhan memenuhi jalanan merdeka itu. Para polisi berhasil menangkap Jack sang ketua "bomber" itu. Ia terlihat diborgol dan dimasukkan ke dalam mobil polisi bersama para anggota geng yang lain. Kapten Aryo dan sersan Edo yang baru datang, berjalan mendekati kumpulan polisi yang sedang mengamankan para anggota geng itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maaf saya terlambat, semoga semua masih baik-baik saja," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"semua tidak baik kapten, kita kehilangan banyak anggota," ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan adalah kapten regu tim 6 (zeta). Tim 6 atau Zeta tidak ikut melakukan operasi untuk pencarian para animus. Tim yang melakukan pencarian itu adalah tim 1 (Alpha) yang diketuai Kapten Aryo, tim 2 (beta) dan tim 4 (delta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Ivan tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, ia adalah orang yang sangat kritis, keras kepala, sangat percaya diri dan selalu merasa paling kuat. Perangainya sangat berlawanan dengan Kapten Aryo yang tenang dan kharismatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa maksutmu?" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;"keempat geng itu berhasil menewaskan sejumlah anggota kita, kenapa bapak selalu terlambat sih?" ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;"maaf, saya baru saja menjalankan misi untuk mencari animus di perbatasan kota, jalanan pun macet sehingga saya terlambat sampai sini," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itu bukan alasan pak, kita ini polisi bukan anak sd yang selalu datang terlambat ke sekolah," ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo hanya terdiam, ia malas meladeni Kapten Ivan yang selalu berlaku sok hebat dan merasa paling benar sendiri. Lalu ia mendengar kabar dari perwira Edo yang melaporkan keadaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten, semua kawasan jalan ini sudah bersih, para geng itu sudah kabur, namun kita berhasil menangkap pemimpin geng "bomber" dan beberapa anak buahnya," ucap perwira Edo sambil hormat kepada Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu bagaimana dengan geng yang lain? apakah berhasil ditangkap?" ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidak kapten, geng "nighteyes" semuanya berhasil lolos, tidak ada satupun dari mereka berhasil tertangkap, geng "strijders" telah lumpuh secara signifikan karena anggotanya banyak yang tewas di tempat namun pemimpinnya entah ada dimana, sepertinya sudah kabur," ucap perwira Edo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu apa ada geng yang lain?" tanya Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada kapten, geng yang baru terlihat, mereka memakai ikat kepala merah bertuliskan Andromeda" ucap perwira Edo&lt;br /&gt;"Andromeda? geng apa lagi itu?" tanya kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itu geng bawahan "Ace" yang baru, mereka adalah para pemberontak dan kumpulan kriminal-kriminal kejam, Felix sang buronan itulah ketua mereka, bagaimana bapak Aryo ini," ucap Kapten Ivan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi saya baru mendengarnya, Edo kalo begitu cepat bawa ketua "bomber" itu ke markas, saya akan menginterogasinya untuk mendapatkan informasi tentang animus," ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theo sang ketua "strijders" itu selamat dari pertempuran melawan polisi tadi. Tidak seperti teman-temannya dan Jack yang tewas disana dan tertangkap oleh polisi. Ia sedang berada di dalam mobil "strijders" bersama beberapa anggotanya yang tersisa. Ia menelpon Bimo untuk mengabarkan telah berhasil menangkap Joy dan ibu Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo arth, Bimo mana?" ucap Theo&lt;br /&gt;"ada apa eo? gimana keadaan disana?" tanya Arthur&lt;br /&gt;"kacau, anggota gw mati semua!" ucap Theo&lt;br /&gt;"terus si felix, Alvo?" tanya Arthur&lt;br /&gt;"ga tau gw, tapi kayanya mereka selamat, lo tau kan Alvo dan "nighteyes" itu punya ilmu hitam jadi mereka paling susah buat ditangkep, kalo si felix gw ga tau pasti, disana semua kaya neraka, ga beraturan, semuanya cuma mikir nyawa masing-masing aja, gw aja hampir tewas," ucap Theo&lt;br /&gt;"baguslah lo masih hidup, kalo mati tambah lemah aja ntar "ace", ucap Arthur&lt;br /&gt;"tai lo, masa nyawa gw kaya mainan aja, cuma disamain sama "ace" ,udah cepet mana Bimo gw mau ngomong, ada kabar bagus ni," ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur pun memberikan handphonenya ke Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada apaan?" tanya Bimo&lt;br /&gt;"gw berhasil nangkep kakak dan ibunya Irham," ucap Theo&lt;br /&gt;"gimana caranya? lo kan lagi di jalan merdeka?" tanya Bimo&lt;br /&gt;"kebetulan mereka lewat jalan situ tadi, terus anak buah gw nangkep mereka," ucap Theo&lt;br /&gt;"kebetulan yang bagus banget, lo bawa kesini deh tuh orang-orang,"ucap Bimo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sabar dulu mo, gw bawa ke markas gw dulu, gw mau siksa mereka juga, dapet tambahan duit gak?" tanya Theo&lt;br /&gt;"ok, bolehlah, tapi jangan lo bunuh, awas lo! abis itu langsung lo anter kesini ya,"ucap Bimo&lt;br /&gt;"ok mo, sampe ketemu lagi di sana," ucap Theo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theo pun mengakhiri pembicaraanya dan tersenyum puas. Ia senang bisa dapat tambahan uang karena berhasil membawa Joy dan Ibu Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan rumah, Arthur yang sedang mengutak-atik senapannya, memergoki Karin yang ingin pergi meninggalkan rumah&lt;br /&gt;"mau kemana rin?" tanya Arthur&lt;br /&gt;"oh, gak kemana-kemana ko," ucap Karin sedikit terkejut&lt;br /&gt;"kalo ditanya jawab yang bener dong," ucap Arthur&lt;br /&gt;"hmm, gw cuma mau jalan-jalan aja, suntuk gw," ucap Karin&lt;br /&gt;"ok deh, hati-hatilah, polisi lagi ngejar kita," ucap Arthur&lt;br /&gt;"lo ga liat penampilan gw nih?" ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur hanya tersenyum, lalu Karin pun pergi menggunakan mobil kakeknya entah mau kemana tepatnya. Ia hanya bilang ingin jalan-jalan melepas suntuk karena selalu bersembunyi di rumah saja. Karin merasa bosan dan ingin melepas penatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin juga sudah melakukan penyamaran untuk membuatnya tidak dikenali, ia memakai wig rambut pendek dengan kaca mata hitam keren dan lipstik merah, ia juga menggunakan anting-anting di kedua kupingnya yang jarang sekali ia pakai sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Karin pun sangat berbeda karena ia memakai sepatu hak tinggi yang berbentuk boots hitam dengan baju dress tidak terlalu panjang dengan jaket kulit hitam. Karin terlihat begitu berbeda, ia tidak terlihat cuek dan tomboy seperti biasanya, ia sekarang terlihat lebih seksi dan cantik, susah untuk mengenali dan mengetahui itu adalah Karin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham baru sampai di rumahnya setelah pulang sekolah, ia tidak tau dengan apa yang menimpa kakak dan ibunya. Sesampainya di rumah ia terlihat bingung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ko sepi banget sih, mbak Joy sama mamah kemana ya, masa dari tadi pagi pergi belum pulang," ucap Irham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham pun masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya, ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur, ia terlihat sangat lelah dan mencoba menutup matanya. Namun baru sejenak ia menutup matanya, ia mendengar handphonenya berbunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah siapa sih, orang mau tidur ganggu aja," ucap Irham sedikit kesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengangkat telpon dari kapten Aryo yang mengabarkan bahwa kakaknya Joy dan ibunya diculik oleh geng "strijders" dan memintanya untuk segera menemuinya di markas polisi jakarta timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham pun langsung mengganti bajunya dan bergegas pergi untuk menyelamatkan kakak dan ibunya yang diculik oleh geng "strijders" itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-3389694398983664416?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/3389694398983664416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/09/21-abduction.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/3389694398983664416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/3389694398983664416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/09/21-abduction.html' title='21. Abduction'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-3551933069468871201</id><published>2009-09-20T20:43:00.000-07:00</published><updated>2009-09-21T00:06:59.233-07:00</updated><title type='text'>20**. Apologize</title><content type='html'>Penulis dan segenap tim sukses novel ini,dan segenap artis-artis, mengucapkan minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir batin. mohon maaf apabila punya kesalahan dan kekhilafan dalam penulisan novel ini, semoga di bulan ramadhan ini kita kembali suci dan bersih. Amin, semoga juga novel ini bisa disukai oleh banyak orang dan sukses, amiiiiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keep cool!&lt;br /&gt;salam hangat dari penulis dan keluarga&lt;br /&gt;^^v&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-3551933069468871201?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/3551933069468871201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/09/20-apologize.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/3551933069468871201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/3551933069468871201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/09/20-apologize.html' title='20**. Apologize'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-2250370533822230479</id><published>2009-09-16T04:54:00.001-07:00</published><updated>2009-09-21T00:23:40.376-07:00</updated><title type='text'>20. Ace's alliances</title><content type='html'>&lt;div&gt;Suara derap langkah kaki para polisi di pagi itu begitu serempak, semuanya bergegas ke barisannya masing-masing untuk mendengarkan &lt;em&gt;briefing&lt;/em&gt; sebelum menyebar untuk melakukan pencarian pembunuh kejam dan berbahaya, animus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kapten Aryo berdiri tegap di depan para anggota timnya yang sedang berbaris di halaman markas polisi itu. Ia mengenakan jaket khusus polisi dan berbaju serba gelap. Ia berjalan perlahan sambil melihat puluhan anggota polisi yang berbaris sangat rapi dalam posisi tegap dan siaga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"selamat pagi!" ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"pagi!" ucap para anggota polisi yang sedang berbaris itu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"hari ini, kita akan melanjutkan operasi pencarian animus ini, semua tim menyebar ke area yang berbeda yang sudah ditentukan, yaitu... satu... daerah pusat kota Jakarta, dua... daerah pinggiran sekitar kota Jakarta dan yang ketiga daerah perbatasan kota Jakarta dengan kota-kota lain... Jangan lupa sebar para intel kita di daerah-daerah itu!, animus yang kita kejar adalah foto perempuan ini!" ucap Kapten Aryo sambil menunjukkan foto Karin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"apakah masih ada yang kurang jelas?" ucap Kapten Aryo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semua polisi itu terdiam yang mengisyaratkan penjelasan Kapten Aryo sudah jelas&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"baiklah kalau begitu, sepertinya semua sudah mengerti, selanjutnya masuk ke tim kalian masing-masing dan menyebar, saya harap semua bisa bekerja sangat maksimal, tunjukkan dedikasi kalian yang terbaik. Ya semuanya bubar dan langsung melakukan pencarian!" ucap Kapten Aryo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semua anggota polisi itu masuk kedalam mobil dipimpin ketuanya masing-masing, mereka menuju tempat yang sudah ditugaskan untuk pencarian animus itu. Kapten Aryo dan perwira Edo masuk ke dalam mobil, mereka pun menuju perbatasan kota untuk melakukan pencarian&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di perumahan terpencil yang terletak di perbukitan yang sejuk itu, Karin, Bimo dan Arthur sedang berbincang, mereka mencium pergerakan polisi yang tengah mengejar mereka. Bimo yang sedang berlatih menembak bersama Arthur di ruang bawah tanah rumah kakek mereka itu terlihat sangat serius&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"jadi apa rencana kita mo?" ucap Arthur yang sedang membidikan senjata ke target tembak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"untuk memperlambat gerak polisi, gw kirim lagi serangan ke jalan merdeka dan sekitar monas, gimana?" ucap Arthur melanjutkan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"kita harus buat yang lebih kacau, ratusan orang aja," ucap Karin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bimo melihat ke arah Karin lalu ia juga melihat Arthur, "boleh," ucap Bimo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"ok, hari ini "Ace" beraksi," ucap Arthur sambil menembakkan pistolnya ke target tembak&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Target tembak yang berupa botol miras itu pun pecah karena tertembak, Arthur sang animus bertopeng merah pun tersenyum puas&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Matahari sampai di titik terpanas hari itu, hari itu tepat pukul 12 siang, Kapten Aryo dan perwira Edo sedang melakukan pencarian di perbatasan kota, mereka terlihat kelelahan. Mereka berbincang di dalam mobil&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"do, bagaimana caranya kita bisa menangkap animus ini, mereka sangat licin sekali, sudah lama kita belum bisa menangkapnya," ucap Kapten Aryo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"kalo menurut saya, bagaimana kalau foto salah satu animus itu, yang perempuan itu, di tempel saja, dan kita umumkan bahwa perempuan itu dicari polisi, sehingga masyarakat membantu kita," ucap perwira Edo sambil menyetir mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"foto Karin itu? sebenarnya itu ide brilian, namun apakah ada ide lain lagi?," ucap Kapten Aryo &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"tapi ide itu sudah cukup bagus kan," ucap perwira Edo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"tapi kita perlu taktik untuk membongkar "ace" dan animus ini dari dalam," ucap Kapten Aryo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"apa maksut kapten?" tanya perwira Edo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"kita harus menangkap salah satu anggota "ace" yang cukup menonjol dan menginterogasinya untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang animus dan "ace", bagaimana menurutmu?" ucap kapten Aryo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"ya, itu ide yang sangat pintar," ucap perwira Edo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kapten Aryo melihat sebuah toko makanan dan minuman di pinggir jalan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"do mampir dulu di sini, apa kau tidak haus? panas banget hari ini," ucap Kapten Aryo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"iya kapten, ayo kita beli minuman dulu," ucap perwira Edo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mereka pun menghentikan mobilnya sejenak untuk membeli minuman dingin yang segar. Mereka berdua masuk ke dalam toko itu dan memilih-milih minuman yang paling enak untuk bisa menghilangkan dahaganya. Seorang kakek yang sedang berbelanja disitu terlihat begitu mencurigakan, ia melihat Kapten Aryo dan perwira Edo dari pojok ruangan toko&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kakek itu mengambil makanan dan minuman yang ia butuhkan dan menaruhnya di keranjang yang ia bawa. Ia melihat Kapten Aryo dan perwira Edo sedang memperlihatkan foto perempuan kepada para pengunjung dan penjaga kasir toko&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"apakah anda pernah melihat orang ini?" ucap Kapten Aryo yang menunjukkan foto Karin&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"tidak pak, maaf," ucap salah satu pengunjung toko itu sambil menggelengkan kepala&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"mas, pernah liat orang ini di sekitar sini?" ucap perwira Edo menanyakan penjaga kasir&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"gak tuh mas, maaf," ucap penjaga kasir itu sambil sibuk menghitung belanjaan seorang ibu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kapten Aryo mendekati perwira Edo,"wah semua orang gak tau do, susah juga ternyata," ucap Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"sabar saja pak, pasti selalu ada jalan," ucap perwira Edo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kakek mencurigakan itu berjalan melewati Kapten Aryo dan perwira Edo, ia menuju pintu untuk keluar dari toko itu, namun Kapten Aryo melihatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"kek, maaf sebentar" ucap Kapten Aryo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"oh, ada apa nak?" ucap Kakek itu sedikit kaget dan menengok ke Kapten Aryo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"apa kakek pernah melihat orang ini disekitar sini?" tanya Kapten Aryo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kakek itu melihat foto itu yang merupakan foto Karin, cucunya. Ia pun berbohong dan mengatakan tidak tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"saya tidak tahu, belum pernah melihat pak," ucap kakek Karin&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"oh begitu, baiklah kalau begitu,"ucap Kapten Aryo&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kakek itu pun pergi meninggalkan toko itu menuju mobil. Di dalam mobil ia bercerita kepada Karin tentang kejadian di dalam toko itu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"rin, polisi sudah sampe sini, kalian harus berhati-hati," ucap kakek Karin&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"apa maksut kakek?" tanya Karin yang menghidupkan mobil&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"tadi kakek bertemu polisi itu di dalam toko, mereka menanyakan fotomu kepada orang-orang, kakek bilang tidak tahu saja, kakek tidak mau kamu dan kakakmu tertangkap," ucap kakek Karin&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"gawat, aku harus segera memberitahukan kakak dan Arthur," ucap Karin yang segera menjalankan mobilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sesampainya di rumah persembunyian itu, Karin langsung menemui kakaknya Bimo, Ia juga membawakan Bimo dan Arthur minuman dingin yang mereka pesan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"kak, polisi sudah ada di sekitar sini, kita harus berhati-hati, tadi kakek bertemu mereka sewaktu berbelanja di toko pinggir jalan itu, mereka sedang mencari kita," ucap Karin&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"gawat, kita harus lebih berhati-hati, jangan sampe mereka tahu kita ada di sini" ucap Bimo sambil mengambil minuman kaleng yang Karin bawa&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"tenang aja, Alvin udah sediain semua peralatan menyamar kita, kalo kita keluar, kita harus menyamar agar tidak mudah dikenali," ucap Arthur&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"hati-hati rin, mereka sudah mengenal wajahmu," ucap Bimo sambil meminum minuman kaleng itu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"ya kalian juga harus berhati-hati," ucap Karin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tiba-tiba Alvin datang, ia terlihat panik &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"gila, polisi banyak banget dari tadi," ucap Alvin yang nafasnya tersengal&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"tenang vin, kita harus tenang, jangan sampe mereka tahu kita di sini," ucap Bimo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"tapi tadi gw hampir kena, untung gw langsung belok lewat jalan lain," ucap Alvin yang terlihat sangat panik&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"kalo gini terus kita jadi susah nih," ucap Arthur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"pokoknya kalo mau keluar, kita harus nyamar dan terlihat tidak mencolok," ucap Karin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Alvin, Bimo dan Arthur saling pandang, mereka tampak tegang dan setuju dengan anjuran Karin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"gimana vin, anak-anak udah pada kumpul?" ucap Bimo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"beres, ratusan anggota "ace" sudah berkumpul untuk menyerang sekitar monas dan jalan merdeka," ucap Alvin &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"anak-anak mana aja yang udah dikumpulin?" tanya Arthur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"dari beberapa geng bawahan "ace", yaitu dari geng "Bomber", "nighteyes", "Andromeda" dan "Strijders," ucap Alvin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"bagus-bagus, gak percuma kita punya banyak teman kan," ucap Bimo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"kalo soal koneksi geng dan teman geng gw jagonya," ucap Arthur membanggakan diri&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"ah, elo dari dulu belagu aja arth.... eh vin, keempat geng bawahan kita itu bawa banyak pasukan kan?" ucap Bimo&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"yoi, masing-masing bawa sekitar 30 orang dari geng bawahan mereka masing-masing, semua sudah siap sedia, tinggal tunggu kabar untuk menyerang," ucap Alvin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"ok, mana sini gw ngomong sama ketuanya, biar gw suruh serang sekarang," ucap Arthur&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Alvin memberikan handphonenya kepada Arthur untuk mengabarkan kepada keempat geng bawahan "ace" ini agar mulai menyerang&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"halo Arth?" ucap ketua geng "andromeda"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Felix?" anak buah lo udah disana semua?" tanya Arthur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"udah bro, siap nyerang," ucap Felix sang ketua "andromeda" ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"serang sekarang! beritahu geng yang lain!" ucap Arthur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"ok!" ucap Felix keras&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Arthur memberikan handphone itu kepada Alvin, lalu ia bersama Bimo dan Alvin tersenyum licik dan sangat jahat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Jam menunjukkan tepat pukul 1 siang. Jalan merdeka dan sekitar monas itu terlihat sepi seperti biasanya, jalanan siang itu lengang dan jarang dilalui kendaraan. Hanya beberapa terlihat orang yang sedang jalan di sekitar jalan itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekumpulan massa yang berjumlah sangat banyak berjalan serempak, derap langkah kaki mereka terdengar jelas memecah keheningan sekitar. Massa yang berjumlah sekitar 100 orang itu terlihat sangat mengancam dan siap membuat kerusakan. Mereka dipenuhi oleh aura hitam dan kebencian. Mereka adalah para keempat geng suruhan animus itu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Andromeda!" ucap Felix meneriakan nama gengnya dengan sangat lantang sambil mengangkat tangan kanannya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puluhan anggota geng "andromeda" berteriak serempak untuk menyaut teriakan ketua mereka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Hancurkan!" ucap anggota geng itu serempak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Geng "andromeda" ini sangat mengancam, mereka berjaket jeans biru belel yang robek dan celana jeans yang robek. Ikat kepala berwarna merah bertuliskan Andromeda menjadi ciri khas geng ini. Sepatu Bot koboy yang selalu mereka kenakan juga membuat mereka tampak sangat menyeramkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Felix sang ketua "andromeda" berdiri di depan bersama ketua geng yang lain yaitu Jack ketua geng "Bomber", Theo ketua geng "Strijders" dan Alvo ketua geng "nighteyes"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Theo menengok ke belakang melihat para anggota gengnya, Ia memakai kain yang menutupi mulut dan hidungnya, topi koboy coklat yang ia selalu pakai adalah ciri khasnya. Jaket kulit coklat menambah keren gaya Theo sang ketua "strijders" ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"maju!!! Strijders!! tunjukkan kepada mereka kekejaman kalian!" ucap Theo &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jack sang ketua "bomber" tampil agak lain, ia mengenakan jubah merah elegan yang panjang, topeng hitam yang menutupi mukanya, membuat Jack sangat misterius. Alvo ketua "Nighteyes" memiliki karakter unik, anting-anting di kupingnya, tindikan yang banyak, tato dan body painting menghiasi tubuhnya. Alvo juga melukis wajahnya sendiri untuk membuatnya tidak mudah dikenali&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ratusan massa geng bawahan "ace" itu berjalan serempak untuk memulai serangan membuat kerusakan dan kerusuhan di jalan merdeka itu. Mereka terlihat kejam dan beringas, tidak ada yang bisa menghentikan niat jahat mereka. Joy yang sedang menyetir mobil di daerah jalan merdeka itu kaget bukan main ketika melihat ratusan massa di jalanan, ia ketakutan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"astaga mah, ada apa ini?" ucap Joy sangat ketakutan sambil menyetir mobil&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"ya allah, itu geng kejam itu, bagaimana ini nak?" ucap ibu Irham panik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kakak dan ibu Irham terjebak di jalan merdeka yang penuh massa keempat geng kejam itu, nyawa mereka terancam. Apakah mereka selamat? lalu apa yang akan dilakukan Irham?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/283100266985826168-2250370533822230479?l=ikhsanzep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/feeds/2250370533822230479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/09/20-aces-alliances.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/2250370533822230479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/283100266985826168/posts/default/2250370533822230479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikhsanzep.blogspot.com/2009/09/20-aces-alliances.html' title='20. Ace&apos;s alliances'/><author><name>Ikhsan Pratama (zep)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06075288387264177060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_41kJkO6l4ag/TF5AjfnALoI/AAAAAAAAACQ/sKd-BTFSLJc/S220/cacat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-283100266985826168.post-4925021253576452464</id><published>2009-09-14T10:54:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T14:19:18.511-07:00</updated><title type='text'>19. The next victim</title><content type='html'>Sehari setelah pelarian para animus itu, para polisi semakin gencar dalam melakukan pengejaran untuk menangkap prilaku pembunuhan dan pembuat kerusuhan, sang ketua Ace itu, the animus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"semua bergerak melakukan pencarian, tim alpha masuk, tim alpha masuk, apakah sudah ada tanda-tanda dari animus?" ucap salah satu polisi dari dalam mobil kepolisian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tim alpha masuk, disini kapten Aryo berbicara, belum ada tanda dari animus, semua masih nihil," ucap Kapten Aryo. Ia bersama timnya sedang melakukan pengintaian di sebuah gedung tua yang diduga sempat disinggahi para animus itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baiklah, tetap laporkan keadaan, tim delta keluar" ucap polisi itu mengakhiri pembicaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kapten, tim lain sudah menyebar untuk melakukan pencarian animus itu, tapi kami dapat laporan bahwa salah satu markas polisi diserang oleh puluhan anggota ace!" ucap salah satu anggota tim Kapten Aryo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo segera kita kesana!" ucap Kapten Aryo yang menghidupkan mobilnya dan pergi menuju markas polisi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para animus kejam itu sudah sampai di tempat persembunyiannya, tempat itu tidak terlihat seperti persembunyian para penjahat yang kejam. Rumah itu sudah tua dan terletak di perbukitan pinggiran kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kek, ini tehnya," ucap Karin sambil memberikan teh hangat kepada Kakeknya&lt;br /&gt;"terima kasih, ini masih pagi, tapi kamu sudah rajin sekali, kamu sangat mirip ibumu," ucap kakek Karin sambil tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek Karin tinggal sendiri di rumah terpencil itu, ia sudah sangat tua dan hidup sendiri sejak lama setelah istrinya meninggal 10 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tidak apa-apa kek, ini sudah menjadi kewajibanku," ucap Karin tersenyum&lt;br /&gt;"jangan khawatir, kalian aman disini, para polisi itu tidak akan tahu kalian disini," ucap kakek karin yang duduk di kursi depan rumahnya sambil menikmati teh hangat&lt;br /&gt;"iya, aku tahu, disini sangat dingin ya," ucap Karin sambil menghangatkan tubuhnya dengan tangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"memang selalu dingin nak," ucap kakek Karin menikmati teh hangat itu lalu ia melihat Karin yang pucat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mukamu pucat, kamu sakit?" tanya kakek Karin&lt;br /&gt;"ah, gak apa-apa, mungkin hanya kecapean aja, aku masuk ke dalam ya, di luar sangat dingin" ucap Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek Karin tersenyum dan melihat Karin masuk ke dalam rumah dengan perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah, gejalanya kambuh lagi," gumam Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karin memegangi kepalanya yang pusing, ia terlihat lemas, lalu ia meminum obat untuk mengurangi sakit yang ia rasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mobil sedan hitam dengan cepat berjalan melewati jalan kecil perbukitan itu. Hamparan luas kebun teh di pinggir jalan itu membuat suasana perbukitan di pagi itu sangat indah. Laki-laki yang menyetir mobil itu mengendarai mobilnya menuju rumah kakeknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"alvin mana?" ucap Bimo kepada animus bertopeng merah&lt;br /&gt;"bentar lagi juga dateng," ucap animus bertopeng merah itu sambil membersihkan senapan-senapan panjangnya di bagian bawah rumah kakek Karin&lt;br /&gt;"kita harus cepat membunuh anggota Flame yang kedua, polisi sudah mencium pergerakan kita," ucap Bimo&lt;br /&gt;"tenang aja, lagian kita memperlambat gerakan mereka dengan menyerang satu markasnya kan," ucap animus bertopeng merah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil sedan sport hitam itu berhenti tepat di depan rumah kakek Karin. Dari dalam mobil, Alvin keluar dan berjalan masuk ke dalam rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kek, apa kabar?" ucap Alvin sambil mencium kakeknya&lt;br /&gt;"nak Alvin, apa kabar kamu cucuku yang tampan," ucap kakek itu&lt;br /&gt;"baik kek, aku mau menemui Bimo dan Arthur," ucap Alvin&lt;br /&gt;"masuklah ke dalam, mereka ada di dalam," ucap kakek itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin pun masuk ke dalam untuk menemui Bimo dan Arthur. Arthur tidak lain dan tidak bukan adalah sang animus bertopeng merah. Sejarah dan siapa sebenarnya Arthur ini akan diceritakan nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mo, semua beres," ucap Alvin yang menemui Bimo di ruangan rahasia bawah tanah para animus itu&lt;br /&gt;"iya gw udah tau, semua berjalan sesuai rencana kita," ucap Bimo&lt;br /&gt;"semua anggota Flame gak tahu ada mata-mata di dalam geng mereka, yaitu gw," ucap Alvin sambil tersenyum licik&lt;br /&gt;"bagus, dengan begini kita bisa membalaskan dendam keluarga kita kan," ucap Bimo melihat Alvin dengan pandangan tajam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alvin, Bimo dan Arthur tersenyum puas, mereka senang karena rencana mereka berjalan mulus, mereka sudah tidak sabar untuk membunuh anggota Flame berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"terus siapa korban kedua?" tanya Arthur&lt;br /&gt;"Sergi," ucap Alvin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;Jauh dari dinginnya daerah perbukitan itu, di pagi yang cerah itu, salah satu markas polisi hancur berantakan, markas yang tidak terlalu besar itu rusak karena ulah para anggota "ace"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kita terlambat," ucap Kapten Aryo yang baru saja datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Kapten Aryo dan timnya keluar dari mobil dan masuk ke dalam markas itu, ia menemui seorang polisi yang terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana ini bisa terjadi?" tanya kapten Aryo&lt;br /&gt;"saya tidak tahu pak, mereka menyerang di pagi buta, semua masih tertidur dan tidak siaga," ucap anggota polisi yang terluka itu&lt;br /&gt;"bagaimana mungkin, kan ada petugas yang berjaga," ucap kapten Aryo&lt;br /&gt;"sepertinya ada "duri dalam daging", ada pengkhianat" ucap polisi itu&lt;br /&gt;"apa maksutmu?" tanya Kapten Aryo&lt;br /&gt;"para anggota "ace" itu menyogok polisi untuk menjadi mata-mata di dalam markas," ucap polisi itu&lt;br /&gt;"gila benar, "ace" ini," ucap Kapten Aryo yang muak dan kesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Aryo dan timnya membantu para polisi yang terluka. Markas polisi itu cukup rusak parah, kaca-kaca yang pecah, pagar depan yang rubuh, coretan-coretan di dinding karena ulah para anggota "ace"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu kamar tempat persembunyian "Flame", Sergi terbangun dari tidurnya, ia melihat Vena yang masih tertidur pulas di sebelahnya, Sergi berjalan menuju kamar mandi dan mencuci mukanya, ia terlihat cemas dan memikirkan sesuatu, ia lalu memakai bajunya dan melihat ke sebuah laci di dalam lemari itu. Sergi membuka laci itu dan memasukkan tanganya ke dalam laci itu, ia mengambil sebuah foto, foto perempuan muda yang sangat cantik. Ia melihat baik-baik foto itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maafin gw va," ucap sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi lalu menaruh foto itu kembali di laci itu dan mengunci laci itu, ia tidak ingin foto perempuan itu terliha Vena. Sergi lalu mengambil teleponnya dan menelpon seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo mah," ucap Sergi yang menelpon ibunya&lt;br /&gt;"ada apa? sedang apa kamu?" gak sekolah?" ucap ibunya&lt;br /&gt;"aku di DO (Drop out) mah, entah kenapa, aku anak yang baik padahal," ucap Sergi&lt;br /&gt;"yasudah tidak apa, kamu gak usah sekolah, nanti kamu terusin bisnis papah aja," ucap ibu Sergi&lt;br /&gt;"papah mana mah?" tanya Sergi&lt;br /&gt;"sebentar," ucap ibu Sergi yang memberikan telepon itu ke suaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"halo, kamu di DO?" ucap ayah Irham&lt;br /&gt;"iya pah," ucap Sergi&lt;br /&gt;"baguslah, papah jadi gak usah ngeluarin uang yang gak guna, lebih baik kamu belajar bisnis, kapan kamu pulang? kamu ini gak pernah pulang. Memangnya sedang melakukan apa sama teman? masa urusan bisnisnya gak selesai-selesai?" ucap ayah Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"anu pah, bisnisnya masih belum selesai, masih cari &lt;em&gt;client&lt;/em&gt;" ucap Sergi berbohong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi membohongi papah dan mamahnya, ia bilang akan membuat bisnis bersama temannya dan akan meninggalkan rumah beberapa hari, namun kenyataannya ia hanya bercinta dengan Vena dan melakukan teror bersama Flame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yasudah segera pulang, kami merindukanmu, anak satu-satunya kok bandel sih," ucap ayah Sergi\&lt;br /&gt;"kayaknya aku gak akan pulang ke rumah lagi" ucap Sergi&lt;br /&gt;"kenapa?" tanya ayah Sergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon itu terputus tiba-tiba. Sergi melihat handphonenya, ternyata pulsa teleponnya habis dan tidak bisa melanjutkan percakapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sial," ucap Sergi&lt;br /&gt;"nelpon siapa sih....." tiba-tiba suara seksi Vena terdengar&lt;br /&gt;"papah Ven" ucap Sergi&lt;br /&gt;"ah ngapain sih, kayak gak bakal ketemu lagi aja," ucap Vena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vena memeluk Sergi dari belakang, Sergi pun tersenyum. Lalu mereka mendengar suara ketukan pintu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gi, udah bangun blom?" ucap Nay&lt;br /&gt;Sergi membuka pintu kamarnya, "kenapa Nay?" ucap Sergi&lt;br /&gt;"lo tau gak si Alvin kemana?" tanya Nay&lt;br /&gt;"wah, gw baru bangun gini, gw gak tahu tuh," ucap Sergi&lt;br /&gt;"duh, tuh anak pagi-pagi gini udah ilang, kemana lagi," ucap Nay&lt;br /&gt;"emang ada apa sih? ko nyari si Alvin?" ucap Vena yang ikut nimbrung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"biasa, si Alan ven, obat," ucap Nay&lt;br /&gt;"emang ga berubah tuh orang dari dulu, ngobat mulu," ucap Vena&lt;br /&gt;"bilangin tuh ke abang lo, jangan kebanyakan obat, tar mati," ucap Sergi sambil tersenyum meledek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay pun berjalan dan memberitahukan kakak kembarnya Alan bahwa tidak ada yang tahu tentang kepergian Alvin. Alan terlihat kesal dan menyalakan sebatang rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu terasa begitu cepat, sore itu Irham baru pulang dari sekolahnya, teman-temannya pun bingung karena ia tidak bersama Karin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"karin mana ham?" tanya seorang murid perempuan agak genit&lt;br /&gt;"mati kali," ucap Irham sedikit kesal&lt;br /&gt;"aaah, ganteng-ganteng emosian," ucap salah satu murid perempuan yang lain&lt;br /&gt;"pergi lo sana! berisik!" ucap Irham sambil bersiap untuk pulang dengan motornya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid wanita yang genit itu pun pergi sambil membicarakan Irham dengan tawanya, mereka tidak tahu kalau Irham begitu kesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irham pun pulang mengendarai motornya, ia mengendarai motornya dengan cepat. Tidak lama, ia pun sampai di rumah dan langsung tidur karena kelelahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mobil sedan sport hitam berhenti tepat di depan rumah Sergi yang merupakan tempat persembunyian "Flame". Alvin keluar dari mobil itu menggunakan kaca mata hitam kerennya, lalu ia melepas kaca mata itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah wah wah, baru sehari jadi ketua "flame" aja, lagaknya udah selangit, kemana aja lo seharian?" ucap Alan yang berdiri di pinggir rumah sendirian sambil merokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"biasa ada urusan, gw harus ketemu sama distributor narkoba tadi," ucap Alvin&lt;br /&gt;"lo bawa gak obatnya?" ucap Alan menyodorkan tangannya&lt;br /&gt;"nih makan!" ucap Alvin sambil melempar bungkusan isi narkoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nah gitu dong, asik, dari tadi kek," ucap Alan kesenengan dan segera mengkonsumsi obat-obatan terlarang itu&lt;br /&gt;"dasar sakit," ucap Alvin sambil berjalan masuk ke dalam rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi dan Vena yang sedang berciuman di ruang tengah kaget ketika melihat Alvin yang tiba-tiba masuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gapapa kali, lanjutin aja," ucap Alvin yang berjalan menuju tangga untuk beristirahat di kamarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dari mana aja lo?" ucap Sergi&lt;br /&gt;"tau nih, tiba-tiba ilang dari pagi," ucap Vena&lt;br /&gt;"ada urusan," ucap Alvin yang langsung pergi bergitu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergi dan Vena bingung dengan tingkah Alvin yang begitu cuek, lalu mereka melanjutkan apa yang mereka lakukan tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonad dan Nay sedang asik bermain game di ruangan dekat tempat Sergi dan Vena bercumbu, mereka memang sering bermain bersama kalau lagi tidak ada kerjaan. Kegemaran mereka adalah bermain balap mobil, sepak bola, dan game pertarungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yes gw menang nad! cupu lo!" ucap Nay&lt;br /&gt;"ah, ko jagoan gw lemah banget ya, payah," ucap Bonad yang kecewa karena kalah bermain game pertarungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba suara Alan dari luar memanggil Nay yang sedang asik bermain bersama Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bentar nad, abang gw manggil nih, emang ngeselin tuh orang," ucap Nay&lt;br /&gt;"ah semua juga tahu," ucap Bonad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan rumah, Nay menemui Alan kakaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ada apaan sih?" ucap Nay&lt;br /&gt;"mintain obat lagi ke si Alvin, udah abis nih," ucap Alan yang sedikit teler karena pengaruh obat&lt;br /&gt;"lan, ga baik, jangan kebanyakan, lo sendiri yang bilang kalo kebanyakan bahaya," ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan menyuruh Nay untuk mendekat, "sini lo, sini cepet," ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay mendekat dan tiba-tiba Alan menariknya sampai membuat wajah Nay tepat di depan wajah Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak usah sok ngatur, gw bilang minta obatnya ke Alvin, cepet," ucap Alan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay mengangguk dan segera pergi ke kamar Alvin di lantai dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan kamar Alvin, Nay memanggil Alvin&lt;br /&gt;"vin, vin," ucap Nay sambil mengetuk pintu&lt;br /&gt;tidak ada jawaban dari dalam kamar Alvin, lalu Nay membuka kamar Alvin yang ternyata tidak terkunci, ia pun masuk ke dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nay melihat ada foto keluarga, dan poster-poster yang menempel di dinding, lalu ia melihat sebuah map hitam yang bertuliskan "sangat rahasia" di atas meja. Nay membuka map itu lalu tiba-tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ngapain lo masuk-masuk kamar gw?" ucap Alvin di dekat pintu kamarnya&lt;br /&gt;"sorry vin, tadi gw ketok pintunya lo ga jawab," ucap Nay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ga sopan lo, mau ngapain sih?" ucap Alvin&lt;br /&gt;"kakak gw minta obat lagi," 
